ABACA FLASH CARD Bekasi

ABACA FLASH CARD Bekasi

Share

Agen Resmi Wilayah Bekasi
Mari Belajar Membaca dengan Cara yang Menyenangkan. berminat SMS/WHATSUP ke 085649308008
PIN BB: 7DAF3D86

THE BEST PELUANG BISNIS di masa depan

Photos 29/10/2014

KEBIASAAN BELAJAR TERBAIK MENURUT RISET OTAK

Setiap harinya banyak anak yang mengalami stress karena sekolah. Tidak hanya tingkat SD, SMP, SMA, bahkan murid TK pun banyak yang ANTIPATI sama yang namanya belajar. Hampir semua anak sekolah, dari berbagai jenjang, selalu menemukan kebahagiaan ketika p**ang sekolah atau saat hari libur, artinya MEREKA TERBEBAS DARI BELAJAR YANG MENYEBABKAN STRES. Lalu apakah langkah terbaik untuk menghindari stress saat belajar?

Apakah anak2 ini sebaiknya tidak sekolah saja agar tidak stress? Atau sebaiknya tidak usah belajar apa2 saja agar tidak stress? Tentu saja bukan itu yang dimaksud. Stres bisa dihindari meskipun yang dihadapi anak-anak adalah mata pelajaran momok layaknya belajar membaca, belajar matematika (mulai SD sampai SMA) sampai belajar Fisika.

Ternyata ada sebuah riset tentang bagaimana cara terbaik otak menangkap pelajaran. Kesalahan yang sering terjadi di sekitar kita adalah lamanya waktu belajar di sekolah. Di beberapa TK bahkan murid belajar dari jam 8 pagi hingga jam 1 siang. Banyak sekolah yang menerapkan system fullday school yang menurut riset, otak tidak dapat menyimpan informasi jika terlalu lama digunakan untuk belajar. Terlebih lagi jika tanpa jeda. Otak yang lelah tidak dapat menerima apa-apa, sehingga diperlukan istirahat yang cukup agar pembelajaran menjadi efektif.

Otak menyimpan banyak informasi lebih lama jika ada waktu jeda untuk mengolah informasi yang dipelajari. Dua sesi belajar dengan jeda waktu di antara dua mata pelajaran, menurut riset, bisa menghasilkan pembelajaran dua kali lebih baik ketimbang satu sesi studi berdurasi total sama. Jika murid mempelajari Matematika 90 menit merupakan beban bagi rata2 otak, namun beban itu menjadi “pecah” jika durasinya bukan 90 menit tiap pertemuan akan tetapi cukup 45 menit lalu dimulai lagi setelah beristirahat selama beberapa menit.

Salah satu yang menyebabkan pendekatan ini bekerja adalah jeda memberikan waktu bagi konsolidasi informasi yang baru didapat. Memori tidak hanya ditulis sekali, melainkan diperkuat saat memori diingat kembali atau bahkan ketika tidak dalam kondisi bekerja seperti saat tidur. Memori deklaratif dan procedural terkonsolidasi saat tidur sehingga PENTING untuk MEMASTIKAN ANAK ANDA MENDAPAT CUKUP ISTIRAHAT.

Bagaimana dengan belajar menggunakan ABACA?
Ketika anak2 sedang belajar membaca menggunakan ABACA otak mereka benar2 dalam kondisi “flow” artinya santai karena materi yang diberikan diklasifikasikan berdasarkan tingkat kesulitannya. Urutan materi inilah yang TIDAK ditemukan pada metode lainnya. Bahkan anak-anak yang sebelumnya hanya mampu menghafal 1 suku kata per hari dengan belajar menggunakan buku, akhirnya setelah pakai ABACA terjadi peningkatan 10 x lipat.

Berikut ini testimony keren dari murid-murid TK Khalifah Yogyakarta, yang disampaikan oleh Bu Fifit yang akhirnya mendaftar menjadi agen ABACA setelah membuktikan sendiri kehebatan metode ABACA ini. Belajar tidak lagi menjadi sesuatu yang menyeramkan bagi anak-anak TK sekalipun, bahkan menjadi saat yang paling mengasyikkan melebihi kegiatan mewarnai ataupun yang lainnya. Penasaran dengan testimony mereka, simak testimony keren berikut ini. Semoga terinspirasi.

Diena Ulfaty
Owner, Produsen dan Penemu ABACA Flashcard

ABACA Flashcard, Profesor Flashcard Indonesia
Anak Anda kesulitan belajar?
Kami punya solusinya, gabung jadi agen ABACA dan Anda akan tahu jawabannya
Jadilah agen ABACA yang tidak hanya berpeluang mendapat penghasilan jutaan tapi juga PINTAR

22/10/2014

siang ini ada 5 paket yang kami kirim. Abaca, belajar membaca yang simple dan efektif looo... ;)

20/10/2014

halo bunda.. selamat sore. :D

Photos 27/08/2014

Kapan sebaiknya anak diajari membaca Al Qur'an?

Hafal surat2 dlm Al Qur'an itu berbeda dg belajar membaca Al Qur'an. Tidak heran jika banyak kita temui anak2 usia TK yang bisa hafal bbrp surat dlm Al Qur'an, akan tetapi sebagian tidak bs membaca tulisan arab atau bahkan belum bs berhitung. Karena membaca dan menghafal adalah 2 hal yg berbeda. Anak2 lbh mudah menghafalkan apa saja yg didengar dibanding membaca simbol yg sifatnya abstrak.

Utk belajar membaca huruf Arab atau hijaiyah diperlukan kesiapan atau kematangan otak. Sama spt belajar membaca huruf latin. Mengapa? karena simbol arab ataupun latin itu merupakan hal yg bersifat abstrak.

Apa maksud abstrak di sini. Bayangkan sebuah simbol angka 5 yg juga sama2 abstraknya dg huruf a b c atau alif ba ta. Angka 5 bukanlah makanan atau kue. Angka 5 mempunyai definisi yg hanya bs dipahami oleh anak2 yg telah siap atau matang otaknya. Angka 5 merupakan sekump**an benda yg berjumlah tertentu.

Itulah sebabnya mempelajari sesuatu yg bersifat abstrak spt membaca huruf latin dan huruf arab sebaiknya tdk dilakukan pd waktu bersamaan. Jk dipaksakan biasanya hasilnya kurang memuaskan. Salah satunya

1. Anak kadang membaca huruf latin dari arah kanan dan kadang p**a dr arah kiri, begitu jg jk membaca huruf arab.

2. Terkadang anak2 ini menulis campur tulisan arab dan latin ketika menuliskan teks kata spt "ra sa, ma ta,dll"

Nah utk menghindari masalah spt di atas maka perlu belajar membaca secara tdk bersamaan agar mengurangi tingkat error anak. Bagaimana jk terlanjur? Tidak mengapa, masalah tsb biasanya akan hilang dg sendirinya ketika anak berusia 7 atau 8th.

ABACA ini cocok untuk anak tipe apapun, asalkan anak telah dinyatakan siap ketika mulai belajar membaca. Bahkan anak hiperaktif pun juga bisa menggunakan abaca.

Berikut ini sebuah testimoni yang berasal dr seorang anak hiperktif yg awalnya gagal diajari mengaji aama gurunya. Tapi siapa sangka ktika menggunakan ABACA hijaiyah progresnya malah luar biasa. Bayangkan hanya dalam waktu 5 menit saja anak ini udah bs menguasai 50 kartu atau simbol arab dan larut dalam permainan.

Hmm... gimana mrk gak anteng jika mainnya aja ada prajurit donatnya? Sebagian anak malah gak mau berhenti main sampe 2 jam karena terobsesi memeroleh sang Raja donat yg terdampar di sebuah p**au kecil. Penasaran?

Simak testimoni keren dari customernya agen surabaya, mba Esti. Semoga terinspirasi.

Salam manis buat putra putri Anda
Diena Ulfaty

17/06/2014

ABACA sukses menggeser metode membaca yang telah diterapkan di sebuah TK di Ternate, disebabkan murid2 TK tersebut lebih cepat bisa membaca pakai ABACA dibanding metode sebelumnya. Tak hanya membaca, banyak hal yang bisa didapatkan dr permainan ABACA, mulai dr belajar menjalin komunikasi, kekompakan, kerjasama, dan pengendalian diri yang ikut jadi penentu keberhasilan anak di masa depan.
Simak testimoni keren dari Bu Tatin Ternate
Sebelumnya mohon maaf ya mak saya telat sharing testimoni krn ada acara di TK

Photos 17/06/2014

ABACA sukses menggeser metode membaca yang telah diterapkan di sebuah TK di Ternate, disebabkan murid2 TK tersebut lebih cepat bisa membaca pakai ABACA dibanding metode sebelumnya. Tak hanya membaca, banyak hal yang bisa didapatkan dr permainan ABACA, mulai dr belajar menjalin komunikasi, kekompakan, kerjasama, dan pengendalian diri yang ikut jadi penentu keberhasilan anak di masa depan.
Simak testimoni keren dari Bu Tatin Ternate
Sebelumnya mohon maaf ya mak saya telat sharing testimoni krn ada acara di TK

Apakah yang memengaruhi faktor keberhasilan anak di masa depan?

Banyak sekali orangtua yang tidak menyadari hal ini dan bahkan meremehkan, sehingga rata2 dari mereka tidak mengetahui jika faktor ini akan luput dalam pendidikan maka hasilnya anak2 bs saja gagal dalam banyak bidang, tidak cuma akademik tp juga hal lain spt sosialnya.

Apakah itu?

PENGENDALIAN DIRI. Apa maksudnya? Menurut Sandra Aamodth, Ph.D, ilmuwan syaraf yang sering mengisi kuliah-kuliah di berbagai universitas di Amerika, serta mantan pimpinan redaksi jurnal ilmiah internasional bidang syaraf (Nature Neuroscience), menyatakan bahwa kemampuan anak dalam mengendalikan perilakunya untuk mencapai suatu tujuan itu sangat berpengaruh pada keberhasilan di banyak bidang, seperti akademik dan sosial. Namun sayang, dalam pendidikan di rumah, orangtua jarang yang memedulikan faktor ini. Faktanya sirkuit saraf yag bertamggung jawab untuk pengendalian perilaku ini adalah bbrp bagian otak yang paling lambat berkembang ditambah tidak pernah mendapat rangsangan. Tapi kabar baiknya Anda bisa mendorong tahap perkembangan mental anak (agar bagian otak ini berkembang) sejak anak berusia 3th.

Kemampuan melawan perilaku (godaan) inilah yang menjadi penentu keberhasilan, jauh lebih baik, dibandingkan IQ. Riset ilmuwan terhadap pengendalian perilaku ini melibatkan bbrp anak yang diiming2 hadiah permen. Jika anak mau menunggu selama 6 menit maka dia dapat 1 permen, dan anak2 yg dapat menunggu selama 15 menit maka dia dapat 2 permen. Ternyata hasil riset tsb berkorelasi dengan skor masuk perguruan tinggi, dan rata2 hasil yang diperoleh adalah anak-anak yang mampu menunggu dengan sabar hadiah yang akan diperolehnya, skornya lebih bagus dibanding yg lain.

Lalu apa hubungannya dengan ABACA?

ABACA ini komplit, dan fungsi utamanya adalah bermain tapi berbonus bisa membaca, berbahasa Inggris dan Iqra’. Uniknya permainan ABACA ini mendorong bagian saraf otak yang mengantur pengendalian perilaku (diri) menjadi bisa berkembang.
Contoh dalam Seri Panen es krim, setiap anak yg dapat menjawab atau menebak suku kata, dan kuda2nya berhenti di kotak kosong maka anak2 ini diminta bersabar untuk tdk langsung mendapatkan es krim. Anak dilatih sabar mengendalikan diri untuk menahan godaan dalam beberapa menit. Dan ketika mendapatkan es krim, mereka harus bersabar untuk mengguntingnya.

Bahkan di seri belajar bahasa Inggris pun begitu, untuk memeroleh kue atau mobil anak-anak harus mengumpulkan uang-uangan agar mencapai nilai tertentu supaya bs dibelikan mobil atau kue. Anak-anak ini benar2 dilatih untuk memahami bahwa untuk memeroleh apa yang kita inginkan ini memerlukan kesabaaran dan pengendalian diri.

Semua seri ABACA mengajarkan pengendalian diri, tak hanya panen es krim, stroberi, coklat, english cake dan car, bahkan seri Raja Donat pd seri hijaiyah pun begitu.

Agar anak memahami bahwa begitulah hidup. Seringkali apa yang kita inginkan tidak datang cepat, namun orang2 yang sabar menunggulah dengan menanam usaha2nya yang akan berhasil sukses dalam kehidupannya.

Permainan ABACA mengajarkan kerjasama, kekompakan, komunikasi dan yg terpenting adalah pengendalian diri. Dan sangat beruntung TK2 yang menerapkan metode ini, karena tidak cuma belajar membaca, mereka mendapatkan sesuatu yang bahkan sering luput dan kurang mendapat perhatian dr orangtua. Tak salah jika TK di Ternate ini menentukan pilihan pada ABACA.

Berikut testimoni dari Bu Tatin Ternate yang mengenal ABACA di sekolah anaknya. Sebelumnya TK tersebut menggunakan metode c***** lalu setelah membandingkan metode tersebut dg ABACA, ternyata murid2nya lebih cepat membaca dibanding menggunakan metode c*****, itulah yg membuat TK tersebut menjatuhkan pilihan pd ABACA.

Tak hanya guru yang senang, para orangtua termasuk Bu Tatin pun senang luar biasa. Sang anak yang tadinya susah diajak belajar, setelah mengenal ABACA pun kemana-mana membawa ABACA, sebelum tidur pun maunya main ABACA. Luar biasa, ABACA mengubah anak Bu Tatin, dari yang malas banget jadi kecanduan dan progresnya pun amat cepat. Anda penasaran? Simak testimoni keren dari Bu Tatin di Ternate.

Salam manis buat putra putri Anda
Diena Ulfaty
OWNER dan PRODUSEN ABACA FLASHCARD

Photos 17/06/2014

Apakah yang memengaruhi faktor keberhasilan anak di masa depan?

Banyak sekali orangtua yang tidak menyadari hal ini dan bahkan meremehkan, sehingga rata2 dari mereka tidak mengetahui jika faktor ini akan luput dalam pendidikan maka hasilnya anak2 bs saja gagal dalam banyak bidang, tidak cuma akademik tp juga hal lain spt sosialnya.

Apakah itu?

PENGENDALIAN DIRI. Apa maksudnya? Menurut Sandra Aamodth, Ph.D, ilmuwan syaraf yang sering mengisi kuliah-kuliah di berbagai universitas di Amerika, serta mantan pimpinan redaksi jurnal ilmiah internasional bidang syaraf (Nature Neuroscience), menyatakan bahwa kemampuan anak dalam mengendalikan perilakunya untuk mencapai suatu tujuan itu sangat berpengaruh pada keberhasilan di banyak bidang, seperti akademik dan sosial. Namun sayang, dalam pendidikan di rumah, orangtua jarang yang memedulikan faktor ini. Faktanya sirkuit saraf yag bertamggung jawab untuk pengendalian perilaku ini adalah bbrp bagian otak yang paling lambat berkembang ditambah tidak pernah mendapat rangsangan. Tapi kabar baiknya Anda bisa mendorong tahap perkembangan mental anak (agar bagian otak ini berkembang) sejak anak berusia 3th.

Kemampuan melawan perilaku (godaan) inilah yang menjadi penentu keberhasilan, jauh lebih baik, dibandingkan IQ. Riset ilmuwan terhadap pengendalian perilaku ini melibatkan bbrp anak yang diiming2 hadiah permen. Jika anak mau menunggu selama 6 menit maka dia dapat 1 permen, dan anak2 yg dapat menunggu selama 15 menit maka dia dapat 2 permen. Ternyata hasil riset tsb berkorelasi dengan skor masuk perguruan tinggi, dan rata2 hasil yang diperoleh adalah anak-anak yang mampu menunggu dengan sabar hadiah yang akan diperolehnya, skornya lebih bagus dibanding yg lain.

Lalu apa hubungannya dengan ABACA?

ABACA ini komplit, dan fungsi utamanya adalah bermain tapi berbonus bisa membaca, berbahasa Inggris dan Iqra’. Uniknya permainan ABACA ini mendorong bagian saraf otak yang mengantur pengendalian perilaku (diri) menjadi bisa berkembang.
Contoh dalam Seri Panen es krim, setiap anak yg dapat menjawab atau menebak suku kata, dan kuda2nya berhenti di kotak kosong maka anak2 ini diminta bersabar untuk tdk langsung mendapatkan es krim. Anak dilatih sabar mengendalikan diri untuk menahan godaan dalam beberapa menit. Dan ketika mendapatkan es krim, mereka harus bersabar untuk mengguntingnya.

Bahkan di seri belajar bahasa Inggris pun begitu, untuk memeroleh kue atau mobil anak-anak harus mengumpulkan uang-uangan agar mencapai nilai tertentu supaya bs dibelikan mobil atau kue. Anak-anak ini benar2 dilatih untuk memahami bahwa untuk memeroleh apa yang kita inginkan ini memerlukan kesabaaran dan pengendalian diri.

Semua seri ABACA mengajarkan pengendalian diri, tak hanya panen es krim, stroberi, coklat, english cake dan car, bahkan seri Raja Donat pd seri hijaiyah pun begitu.

Agar anak memahami bahwa begitulah hidup. Seringkali apa yang kita inginkan tidak datang cepat, namun orang2 yang sabar menunggulah dengan menanam usaha2nya yang akan berhasil sukses dalam kehidupannya.

Permainan ABACA mengajarkan kerjasama, kekompakan, komunikasi dan yg terpenting adalah pengendalian diri. Dan sangat beruntung TK2 yang menerapkan metode ini, karena tidak cuma belajar membaca, mereka mendapatkan sesuatu yang bahkan sering luput dan kurang mendapat perhatian dr orangtua. Tak salah jika TK di Ternate ini menentukan pilihan pada ABACA.

Berikut testimoni dari Bu Tatin Ternate yang mengenal ABACA di sekolah anaknya. Sebelumnya TK tersebut menggunakan metode c***** lalu setelah membandingkan metode tersebut dg ABACA, ternyata murid2nya lebih cepat membaca dibanding menggunakan metode c*****, itulah yg membuat TK tersebut menjatuhkan pilihan pd ABACA.

Tak hanya guru yang senang, para orangtua termasuk Bu Tatin pun senang luar biasa. Sang anak yang tadinya susah diajak belajar, setelah mengenal ABACA pun kemana-mana membawa ABACA, sebelum tidur pun maunya main ABACA. Luar biasa, ABACA mengubah anak Bu Tatin, dari yang malas banget jadi kecanduan dan progresnya pun amat cepat. Anda penasaran? Simak testimoni keren dari Bu Tatin di Ternate.

Salam manis buat putra putri Anda
Diena Ulfaty
OWNER dan PRODUSEN ABACA FLASHCARD

17/06/2014

hello semua abaca lovers... MOGA HARI INI Indah ya... :)
salam untuk orang-orang tersayang

Photos 11/06/2014

TAK HANYA ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS YANG TERBANTU OLEH ABACA, ANAK2 KINESTESTIS PUN TERTOLONG OLEH ABACA

Sebagian orangtua jaman sekarang malas mendampingi anaknya belajar, bermain, dan lebih s**a membiarkan anaknya terpapar gadget, laptop, dan dll. Sebagian orangtua ini sadar akan kekeliruannya dan mencoba memperbaiki tapi ternyata menyembuhkan kecanduan thd game komputer itu bukan tugas ringan.Sebagian orangtua malah bersikap permisif dan merasa baik2 saja jk anaknya kecanduan gadget karena dirinya sudah terlalu sibuk mengurus pekerjaan yang lain.

Dalam survei yang dilaksanakan pada tahun 2000 oleh kelompok Zero to Three, suatu kelompok penelitian di Harvard University didapat hasil sbb:

87% orangtua anak usia 3-5th sepakat bahwa permainan itu penting bagi anak-anak. Permainan mana yang sehat, untuk bayi 6 bulan memukul2 balok, untuk usia 2th bermain pura-pura menjadi chef yang memasak dan menghidangkan makanan, dll.Tidak satu pun dari orangtua yang mengatakan bahwa permainan komputer itu menyehatkan. Dan mereka sepakat dengan ilmuwan soal ini.

Rata2 game komputer membuat kecanduan dan efek buruknya anak jadi kehilangan masa2 pentingnya belajar berinteraksi dengan orang lain pdhal kemampuan berkomunikasi mereka masih buruk. Anda mungkin sering melihat anak2 berteriak2 terhadap ibunya ktk meminta sesuatu, seperti tidak memiliki rasa hormat pada orangtuanya. Sebenarnya mengapa mereka berteriak2? Karena mereka mudah sekali frustasi disebabkan kurang mampunya berkomunikasi dengan orangtua. Bahasa mereka masih terbatas, dan masih kesulitan mengungkapkan keinginannya pd orang lain.

Berkomunikasi artinya mengajari anak ketika dia meminta minum untuk mengatakannya dengan baik2 dan tidak perlu berteriak2. Mengajarinya berempati, mengajarinya untuk mengatakan apa yang dia rasakan seperti ketika dia sedang sedih, marah, dll. Latihan2 seperti ini akan hilang dan tergantikan oleh gadget, laptop, dll, sehingga anak2 bisa mendapat masalah perilaku di kemudian hari.

Sayang sekali jika ada orangtua yang memiliki alasan tidak punya waktu buat anaknya untuk mengajaknya bermain karena dia sndiri adalah orang yang sibuk. Dia tidak mau membelikan permainan yang sehat yang bisa membuat hubungan orangtua dengan anak menjadi lebih “hangat. Orangtua jenis ini lebih s**a membelikan permainan2 komputer yang miskin interaksi. Karena menurutnya, tidak adanya interaksi anak dengan orangtua, maka orangtua akan semakin banyak waktu untuk melakukan pekerjaan lain. Ini yang disebut menyelesaikan masalah dengan masalah baru

Lalu seperti apakah game yang sehat itu?
Game ABACA merupakan game yang bisa memberi efek “menenangkan anak2 yang bersifat kinestetis.” Dan dapat membangun jembatan komunikasi, kekompakan dan belajar menjalin kerjasama yang baik antara orangtua dan anak.

Sejalan dengan penelitian Jaak Pakseepp, Ph.D yang menyebutkan sebuah permainan yang sehat itu bisa membuat efek tenang pada anak2 yang menderita gangguan perhatian seperti ADD (Attention Defisit Disorder), demikian juga pada anak-anak yang memiliki karakter s**a bergerak (jenis anak kinestetik). Yang perlu Anda lakukan hanyalah mencoba permainan ini, jika anak Anda sudah dinyatakan SIAP mempelajari simbol. Sebagian orang enggan dan tidak mau mencoba permainan ABACA disebabkan anaknya hiperaktif. Keraguan muncul disebabkan orangtua merasa menyerah duluan sebelum “bertempur” dan menganggap masaah anaknya tidak dapat tertangani oleh media apapun. Tapi bermain ABACA itu ADA SYARATNYA yaitu TES DULU KESIAPAN ANAK TERHADAP SIMBOL (HURUF) agar anak bisa enjoy terhadap permainan (baca artikel abaca yg lain). Berikut testimoni keren yang saya terima dari customer ABACA yang memiliki anak jenis kinestetsi yang menjadi jinak setelah bermain ABACA, semoga terinspirasi.

Salam manis buat putra putri Anda
Diena Ulfaty - founder abaca

UNTUK PENDAFTARAN AGEN/PEMESANAN
HUBUNGI DEFI 085649308008 PIN BB : 7DAF3D86

https://www.facebook.com/media/set/?set=a.691741324221126.1073741833.665952650133327&type=3

Photos 10/06/2014

TAK HANYA ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS YANG TERBANTU OLEH ABACA, ANAK2 KINESTESTIS PUN TERTOLONG OLEH ABACA

Sebagian orangtua jaman sekarang malas mendampingi anaknya belajar, bermain, dan lebih s**a membiarkan anaknya terpapar gadget, laptop, dan dll. Sebagian orangtua ini sadar akan kekeliruannya dan mencoba memperbaiki tapi ternyata menyembuhkan kecanduan thd game komputer itu bukan tugas ringan.Sebagian orangtua malah bersikap permisif dan merasa baik2 saja jk anaknya kecanduan gadget karena dirinya sudah terlalu sibuk mengurus pekerjaan yang lain.

Dalam survei yang dilaksanakan pada tahun 2000 oleh kelompok Zero to Three, suatu kelompok penelitian di Harvard University didapat hasil sbb:

87% orangtua anak usia 3-5th sepakat bahwa permainan itu penting bagi anak-anak. Permainan mana yang sehat, untuk bayi 6 bulan memukul2 balok, untuk usia 2th bermain pura-pura menjadi chef yang memasak dan menghidangkan makanan, dll.Tidak satu pun dari orangtua yang mengatakan bahwa permainan komputer itu menyehatkan. Dan mereka sepakat dengan ilmuwan soal ini.

Rata2 game komputer membuat kecanduan dan efek buruknya anak jadi kehilangan masa2 pentingnya belajar berinteraksi dengan orang lain pdhal kemampuan berkomunikasi mereka masih buruk. Anda mungkin sering melihat anak2 berteriak2 terhadap ibunya ktk meminta sesuatu, seperti tidak memiliki rasa hormat pada orangtuanya. Sebenarnya mengapa mereka berteriak2? Karena mereka mudah sekali frustasi disebabkan kurang mampunya berkomunikasi dengan orangtua. Bahasa mereka masih terbatas, dan masih kesulitan mengungkapkan keinginannya pd orang lain.

Berkomunikasi artinya mengajari anak ketika dia meminta minum untuk mengatakannya dengan baik2 dan tidak perlu berteriak2. Mengajarinya berempati, mengajarinya untuk mengatakan apa yang dia rasakan seperti ketika dia sedang sedih, marah, dll. Latihan2 seperti ini akan hilang dan tergantikan oleh gadget, laptop, dll, sehingga anak2 bisa mendapat masalah perilaku di kemudian hari.

Sayang sekali jika ada orangtua yang memiliki alasan tidak punya waktu buat anaknya untuk mengajaknya bermain karena dia sndiri adalah orang yang sibuk. Dia tidak mau membelikan permainan yang sehat yang bisa membuat hubungan orangtua dengan anak menjadi lebih “hangat. Orangtua jenis ini lebih s**a membelikan permainan2 komputer yang miskin interaksi. Karena menurutnya, tidak adanya interaksi anak dengan orangtua, maka orangtua akan semakin banyak waktu untuk melakukan pekerjaan lain. Ini yang disebut menyelesaikan masalah dengan masalah baru

Lalu seperti apakah game yang sehat itu?
Game ABACA merupakan game yang bisa memberi efek “menenangkan anak2 yang bersifat kinestetis.” Dan dapat membangun jembatan komunikasi, kekompakan dan belajar menjalin kerjasama yang baik antara orangtua dan anak.

Sejalan dengan penelitian Jaak Pakseepp, Ph.D yang menyebutkan sebuah permainan yang sehat itu bisa membuat efek tenang pada anak2 yang menderita gangguan perhatian seperti ADD (Attention Defisit Disorder), demikian juga pada anak-anak yang memiliki karakter s**a bergerak (jenis anak kinestetik). Yang perlu Anda lakukan hanyalah mencoba permainan ini, jika anak Anda sudah dinyatakan SIAP mempelajari simbol. Sebagian orang enggan dan tidak mau mencoba permainan ABACA disebabkan anaknya hiperaktif. Keraguan muncul disebabkan orangtua merasa menyerah duluan sebelum “bertempur” dan menganggap masaah anaknya tidak dapat tertangani oleh media apapun. Tapi bermain ABACA itu ADA SYARATNYA yaitu TES DULU KESIAPAN ANAK TERHADAP SIMBOL (HURUF) agar anak bisa enjoy terhadap permainan (baca artikel abaca yg lain). Berikut testimoni keren yang saya terima dari customer ABACA yang memiliki anak jenis kinestetsi yang menjadi jinak setelah bermain ABACA, semoga terinspirasi.

Salam manis buat putra putri Anda
Diena Ulfaty
founder

untuk info dan pemesanan
EMAK DEFI
085649308008
PIN BB 7DAF3D88

Photos 10/06/2014

TAK HANYA ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS YANG TERBANTU OLEH ABACA, ANAK2 KINESTESTIS PUN TERTOLONG OLEH ABACA

Sebagian orangtua jaman sekarang malas mendampingi anaknya belajar, bermain, dan lebih s**a membiarkan anaknya terpapar gadget, laptop, dan dll. Sebagian orangtua ini sadar akan kekeliruannya dan mencoba memperbaiki tapi ternyata menyembuhkan kecanduan thd game komputer itu bukan tugas ringan.Sebagian orangtua malah bersikap permisif dan merasa baik2 saja jk anaknya kecanduan gadget karena dirinya sudah terlalu sibuk mengurus pekerjaan yang lain.

Dalam survei yang dilaksanakan pada tahun 2000 oleh kelompok Zero to Three, suatu kelompok penelitian di Harvard University didapat hasil sbb:

87% orangtua anak usia 3-5th sepakat bahwa permainan itu penting bagi anak-anak. Permainan mana yang sehat, untuk bayi 6 bulan memukul2 balok, untuk usia 2th bermain pura-pura menjadi chef yang memasak dan menghidangkan makanan, dll.Tidak satu pun dari orangtua yang mengatakan bahwa permainan komputer itu menyehatkan. Dan mereka sepakat dengan ilmuwan soal ini.

Rata2 game komputer membuat kecanduan dan efek buruknya anak jadi kehilangan masa2 pentingnya belajar berinteraksi dengan orang lain pdhal kemampuan berkomunikasi mereka masih buruk. Anda mungkin sering melihat anak2 berteriak2 terhadap ibunya ktk meminta sesuatu, seperti tidak memiliki rasa hormat pada orangtuanya. Sebenarnya mengapa mereka berteriak2? Karena mereka mudah sekali frustasi disebabkan kurang mampunya berkomunikasi dengan orangtua. Bahasa mereka masih terbatas, dan masih kesulitan mengungkapkan keinginannya pd orang lain.

Berkomunikasi artinya mengajari anak ketika dia meminta minum untuk mengatakannya dengan baik2 dan tidak perlu berteriak2. Mengajarinya berempati, mengajarinya untuk mengatakan apa yang dia rasakan seperti ketika dia sedang sedih, marah, dll. Latihan2 seperti ini akan hilang dan tergantikan oleh gadget, laptop, dll, sehingga anak2 bisa mendapat masalah perilaku di kemudian hari.

Sayang sekali jika ada orangtua yang memiliki alasan tidak punya waktu buat anaknya untuk mengajaknya bermain karena dia sndiri adalah orang yang sibuk. Dia tidak mau membelikan permainan yang sehat yang bisa membuat hubungan orangtua dengan anak menjadi lebih “hangat. Orangtua jenis ini lebih s**a membelikan permainan2 komputer yang miskin interaksi. Karena menurutnya, tidak adanya interaksi anak dengan orangtua, maka orangtua akan semakin banyak waktu untuk melakukan pekerjaan lain. Ini yang disebut menyelesaikan masalah dengan masalah baru

Lalu seperti apakah game yang sehat itu?
Game ABACA merupakan game yang bisa memberi efek “menenangkan anak2 yang bersifat kinestetis.” Dan dapat membangun jembatan komunikasi, kekompakan dan belajar menjalin kerjasama yang baik antara orangtua dan anak.

Sejalan dengan penelitian Jaak Pakseepp, Ph.D yang menyebutkan sebuah permainan yang sehat itu bisa membuat efek tenang pada anak2 yang menderita gangguan perhatian seperti ADD (Attention Defisit Disorder), demikian juga pada anak-anak yang memiliki karakter s**a bergerak (jenis anak kinestetik). Yang perlu Anda lakukan hanyalah mencoba permainan ini, jika anak Anda sudah dinyatakan SIAP mempelajari simbol. Sebagian orang enggan dan tidak mau mencoba permainan ABACA disebabkan anaknya hiperaktif. Keraguan muncul disebabkan orangtua merasa menyerah duluan sebelum “bertempur” dan menganggap masaah anaknya tidak dapat tertangani oleh media apapun. Tapi bermain ABACA itu ADA SYARATNYA yaitu TES DULU KESIAPAN ANAK TERHADAP SIMBOL (HURUF) agar anak bisa enjoy terhadap permainan (baca artikel abaca yg lain). Berikut testimoni keren yang saya terima dari customer ABACA yang memiliki anak jenis kinestetsi yang menjadi jinak setelah bermain ABACA, semoga terinspirasi.

Salam manis buat putra putri Anda
Diena Ulfaty
founder

untuk info dan pemesanan
EMAK DEFI
085649308008
PIN BB 7DAF3D88

Want your school to be the top-listed School/college in Bekasi?

Click here to claim your Sponsored Listing.

Location

Category

Telephone

Website

Address


Perumahan Wahana PONDOK GEDE
Bekasi
17426