Nak, sedari kecil kita selalu diajarkan oleh Orang Tua untuk mengenali resiko dalam setiap tindakan yang akan kita ambil.
Misalnya ketika seorang bayi belajar untuk membalikkan badannya maka ada resiko dimana mungkin dia akan terjatuh dari tempat tidur, atau ketika dia mulai belajar berjalan, pasti ada kalanya dia akan terjatuh dan merasa sakit.
Atau ketika kita tidak belajar saat menghadapi ujian, maka resiko yang diambil adalah kita akan mendapatkan nilai yang buruk.
Nak...
Resiko dalam kehidupan saat ini ada yang dapat kita hadapi, dapat kita hindari, atau dapat kita alihkan untuk mengurangi besarnya resiko yang kita terima.
Sebagai Contoh lain adalah bila seseorang mengalami kematian maka dia harus menempuh resiko itu, hanya saja bila dia ada di posisi PENCARI NAFKAH UTAMA, maka resiko lainnya adalah keluarga yang ditinggalkannya akan mendapatkan beberapa resiko, antara lain adalah untuk melanjutkan kehidupan, atau pendidikan Sang Buat hati.
Contoh lainnya yang saat ini banyak terjadi disekitar kita adalah disektor kesehatan, dan penyakit kritis, banyak orang berpikir bahwa mereka akan selalu sehat selalu, padahal seperti halnya kematian, kesehatan terkadang datang disaat tidak kita sangka. Banyak keluarga disekitar kita mengalami penyakit kritis tanpa ada satu perlindunganpun. Maka orang yang sakit tersebut harus manerima resiko akan kesulitan mencari biaya kesehatan.
Nak...
Sudahkan kita siap akan resiko-resiko kehidupan saat ini, tidakkah kita berpikir sekali lagi untuk mencari alternatif menghadapi resiko kehidupan yang sedang kita jalani...
Nak, Ayo Bangun
Beberapa kawan menyarankan untuk selalu menuliskan apa yang kita rasakan dan dapatkan selama kita hidup. Termasuk ilmu yang didapat.Semoga bermanfaat..
Nak, pada umumnya kita dilahirkan dalam keadaan sempurna (terutama di mata Tuhan). Namun terkadang kita tidak menyadari apa yang telah diberikan kepada kita dan mengabaikannya, seperti udara yang bersih dan sehat, air yang jernih, pohon yang rindang dan sebagainya.
Wujudkanlah ucapan syukur kita dengan doa dan tindakan yang juga menunjukkan bahwa kita turut memelihara kehidupan disekitar kita.
Nak, kesehatan kita akan ada batasnya, usia kita pun demikian. Mungkin saat ini kita berusia 10 tahun, atau mungkin 20 tahun, bahkan akan ada yang berusia 60 tahun atau lebih.
Adakah yang tahu kapan usia kita berhenti?
Hidup ini akan menjadi sia-sia belaka bila kita tidak mempersiapkan kehidupan kita pada kemungkinan-kemungkinan buruk yang dapat terjadi pada kita.
Kenapa kemungkinan buruk yang harus kita waspadai? Karena sebuah kemungkinan terburuk akan menjadi seperti pencuri dalam hidup kita dan mengambilnya disaat kita lengah.
Nak, mari kita siasati kehidupan ini dengan berbuat nyata bagi diri kita, saudara kita dan teman-teman kita, tidak ada yang mustahil dimata Tuhan...
Nak, pada umumnya orang tua akan memberikan kebutuhan makan, minum, dan pakaian secukupnya ketika kita masih bayi, Seiring dengan berjalannya waktu, maka kita yang masih bayi akan bertumbuh dan terus bertumbuhm dan orang tua kita akan memberikan makan, minum dan pakaian secukupnya sesuai dengan usia kita.
Nak, disaat itulah orang tua kita mengajarkan kita, agar kita nantinya kita selalu berkecukupan, kelebihannya akan ditabung oleh orang tua untuk keperluan yang lainnya.
Nak, pelajaran untuk merasa cukup selalu ada batasnya dan dapat selalu ditingkatkan sesuai dengan kebutuhan kita sendiri, apa gunanya kita memiliki kelebihan, namun akhirnya kita buang dengan percuma. Hiduplah selalu dengan sederhana, kesederhanaan tidak akan membuat orang mati, namun akan selalu hidup, hidup lahir dan batin.
Ingatlah Nak, bahwa kita tidak hidup sendiri...
Kita dilahirkan untuk menjadi PENJUAL
Nak. ketika engkau lahir di dunia ini, kamu sudah menjual tangismu untuk membahagiakan orangtuamu. Bayangkan bila engkau tanpa tangis, maka orang tua dan orang-orang yang membantu kelahiranmu tentu akan bingung dan panik...
Nak, ketika engkau mulai belajar jalan, engkau menjual langkah-langkah kecilmu untuk membuat tawa, panik, perhatian serta hal-hal baik yang engkau suguhkan ketika engkau berjalan.
Nak, ketika engkau mulai masuk sekolah, engkau menjual ceritamu untuk mendapatkan perhatian dan belaian orangtua dan gurumu, apalagi ketika engkau dapat lebih berprestasi di sekolah.
Nak, kita semua dilahirkan untuk menjadi menjual, lihatlah disekitar kita, banyak orang menjual kemiskinan untuk mendapatkan makan, ada orang menjual kepintarannya bermain musik untuk mencari sesuap nasi, bahkan orang yang paling berhasilpun melakukan aktifitasnya dengan menjual. Bahkan ada orang-orang yang menjual "ORANG" untuk kepentingannya sendiri.
Nak, orangtuamu dulu menjual ijasah untuk mendapatkan pekerjaan sehingga kamu sekarang dapat menikmati kerja keras ayah dan ibu sehingga kamu dapat hidup seperti saat ini.
Nak, Ayo Bangun, bukan saatnya lagi kita untuk menjual ijasah seperti yang orang tuamu dulu lakukan untuk dapat menghidupi keluarga ini, namun orang tuamu akan lebih bangga pada mu bila kamu dapat lebih mandiri diatas kakimu sendiri, dan akan lebih baik bila ada rekanmu yang punya pemikiran sama dapat berjalan bersamamu mencapai tujuan yang sama...
Nak. Ayo Bangun...
Mulailah dari dirimu sendiri...
Semua ada WAKTU-Nya…
Ah.. bukankah kita ini manusia yang merasa harus terburu-buru dengan tujuannya masing-masing?
Kawan, ketika saya harus mendampingi keluarga yang bisa dibilang hampir terpuruk karena ditinggal suaminya yang berhubungan dengan wanita lain, terus terang saya bingung karena saya tidak punya pengalaman itu, dan berharap untuk tidak untuk melangkah kesana, karena apa yang saya jalani adalah sebuah doa yang pernah kita lantunkan kepada Sang Khalik.
Kembali kepada pendampingan kepada keluarga tersebut, “Apa yang kamu (ibu dari 3 orang anak wanita)miliki saat ini dan Apa yang menjadi prioritas kamu saat ini?”
Dan dia mengatakan bahwa saat ini dia sedang memikirkan sekolah anak-anaknya, dan bagaimana sekarang saya (ibu tersebut…) dapat menghidupi mereka dan saya sendiri…
Kawan, setelah hampir dua tahun saya mendampingi beliau, saat ini ibu tersebut sudah dapat menyekolahkan anaknya dan dapat menabung di Asuransi Prudential, sehingga kalau terjadi masalah kesehatan dengan ibu atau anak-anaknya, kondisi keuangan mereka tidak terganggu termasuk memberi jaminan pendidikan bagi anak-anaknya.
Kawan dan Sahabatku, semua ada waktunya untuk memperoleh sebuah keberhasilan hidup, apapun tujuan hidup kita, dengan doa, tekad, harapan, kerja keras, dan sebagainya, termasuk memberi jalan kepada orang lain untuk memperoleh jaan hidupnya kembali.
Dan ingatlah”TUHAN tidak pernah tidur bagi orang yang beriman kepada-Nya”
Mari membiasakan menabung anak-anak kita, sehingga mereka siap menjalani kehidupan remajanya bahkan ketika mereka memutuskan untuk mengarungi bahtera rumah tangga bersama pasangannya.
Bagaimana caranya? Banyak solusi ditawarkan disekitar kita...
Yang paling mudah adalah menabung di Bank. Namun perlu diingat bahwa bunga / jasa simpan uang di Bank saat ini tidak lebih dari 7%, sedangkan inflasi rata2 BPS sekitar 6-8% (aktual bisa mencapai 10%). Maka kalo kita menabung di Bank secara nilai tukar akan terjadi penyusutan. Alhasil ketika anak kita membutuhkan ternyata nilai tukarnya tidak seperti yang kita harapkan
Solusi selanjutnya adalah manabung di Bank + Asuransi.
Yang perlu disikapi adalah berapa besar nilai penyusutan dan hasil yang dicapai karena asuransi ini terkadang hanya memberikan salah satu kemungkinan, contohnya asuransi pendidikan atau asuransi jiwa. Jadi ketika kita membutuhkan sejumlah dana maka beberapa asuransi akan secara otomatis hangus dan tidak dapat digunakan ketika kita berhenti menabung.
Solusi selanjutnya adalah Menabung + Asuransi + Investasi.
Ini menjadi solusi terbaik saat ini dimana nasabah selain mendapatkan perlindungan dari asuransi (jenis perlindungan disesuaikan dengan pilihan nasabah), juga ada sejumlah dana yang dimasukkan kedalam investasi dimana pengembangannya akan dilaporkan setiap bulan, dan hasilnya dapat diambil kapan saja, tanpa harus menghentikan perlindungan asuransi jiwa, kesehatan, kecelakaan, dan penyakit kritis.
Ini merupakan sebuah solusi terbaik saat ini. Apa dan bagaimana prinsip kerjanya hubungi kami melalui inbox dan sertakan nama, alamat dan no telpon yang dapat kami hubungi sehingga kami dapat berdiskusi dengan anda...
Setiap orang dilahirkan untuk menjadi seorang penjual...
Nggak MUNGKIN? Mari kita diskusikan...
Beberapa kawan menyarankan untuk selalu menuliskan apa yang kita rasakan dan dapatkan selama kita hidup. Termasuk ilmu yang didapat, sehingga dapat bermanfaat bagi orang lain.
Semoga ini dapat berkenan bagi teman - teman walau hanya seujung rambut sekalipun.
Selamat Bargabung
Click here to claim your Sponsored Listing.
Location
Category
Contact the school
Telephone
Website
Address
Bekasi
17431