PENGUMUMAN
akan diadakan kegiatan PERJUMSA dalam rangka pelantikan pramuka penggalang yang akan diadakan di :
Tempat : SDN JATIKRAMAT VIII
Hari / tgl : Jum'at s/d Sabtu ( 29 s/d 30 April 2016 )
Bagi Alumni siswa / siswi SDN Jatikramat VIII yang ingin berpartisipasi dalam kegiatan tersebut, silahkan hadir dalam acara technical meeting pada hari Kamis, 28 April 2016 pukul 16.00.
untuk informasi lebih lanjut sialhkan inbox atau BM di 5553882D
catatan :
jika ada perubahan, akan di informasikan lebih lanjut.
terimakasih
Ttd.
Pembina Pramuka
SDN Jatikramat VIII
SDN Jatikramat VIII Kec.Jatiasih Kota Bekasi
12/09/2015
Pertempuran Surabaya Peristiwa 10 November 1945
Pertempuran Surabaya melawan pasukan sekutu tidak dapat dilepaskan dari peristiwa yang mendahuluinya, yaitu usaha perbutan kekuasaan dan senjata dari tangan Jepang yang dimulai sejak tanggal 2 September 1945. Kejadian tersebut telah membangkitkan pergolakan sehingga me-nimbulkan situasi revolusi yang konfrontatif. Para pemuda berhasil memiliki senjata, dan pemerintah memberikan dukungan terhadap tindakan yang mereka lakukan. Bahkan keduanya siap menghadapi berbagai ancaman yang datang baik dari luar maupun dari dalam.
Kedatangan Pasukan Sekutu di Surabaya
Pada tanggal 25 Oktober 1945, pasukan Sekutu dari Brigade 49 di bawah pimpinan Brigadir Jenderal A.W.S. Mallaby mendarat di Surabaya. Pasukan itu merupakan bagian dari Divisi ke-23 di bawah pimpinan Jenderal D.C. Hawthorn. Mereka mendapat tugas dari Panglima AFNEI untuk melucuti serdadu Jepang dan menyelamatkan para interniran Sekutu. Pemimpin pasukan Sekutu menemui R.M. Suryo (pemegang pemerintahan Indonesia di Jawa Timur). Namun pemerintah Indonesia di Jawa Timur merasa enggan menerima kedatangan mereka. Setelah diadakan pertemuan antara wakil pemerintah Republik Indonesia dengan Brigadir Jenderal A.W.S. Mallaby, disepakati hal-hal berikut ini.
Inggris berjanji bahwa pada tentara mereka tidak terdapat angkatan perang Belanda. .
Mereka menyetujui kerja sama kedua belah pihak untuk menjamin keamanan dan ketenteraman
Mereka segera membentuk kontak biro agar kerja sama dapat terlaksana sebaik-baiknya
Inggris hanya akan melucuti senjata Jepang.
Oleh karena itu, pihak Republik Indonesia memperkenankan tentara Inggris memasuki kota dengan syarat hanya objek-objek yang sesuai dengan tugasnya yang boleh diduduki, seperti kamp-kamp tawanan. Namun dalam perkembangan berikutnya, pihak Inggris mengingkari janjinya. Pada tanggal 26 Oktober 1945 malam hari satu pleton field security section di bawah pimpinan Kapten Shaw melakukan penyerangan ke Penjara Kalisosok untuk membebaskan Kolonel Huiyer (seorang Kolonel Angkatan Laut Belanda) bersama kawan-kawannya.
Tindakan Inggris dilanjutkan dengan menduduki Pangkalan Udara Morokrembangan, Pelabuhan Tanjung Perak, Kantor Pos Besar, Gedung Bank Intemasional, dan objek vital lainnya. Pada tanggal 27 Oktober 1945, pukul 11.00 pesawat terbang Inggris menyebarkan pamflet-pamflet. Pamflet-pamflet itu berisi perintah agar rakyat Surabaya menyerahkan senjata yang dirampasnya dari tangan Jepang. Pemerintah Republik Indonesia berusaha menanyakan hal itu kepada Brigadir Jenderal A.W.S. Mallaby, tetapi ia mengakui mengetahui tentang pamflet tersebut.
Sikap itu menghilangkan kepercayaan pemerintah Republik Indonesia kepadanya. Pemerintah meminta kepada para pemuda untuk tetap siaga menghadapi segala kemungkinan. Pada tanggal 27 Oktober 1945 terjadi kontak senjata yang pertama antara para pemuda dengan pihak Inggris. Kontak senjata itu meluas, sehingga terjadi pertempuran antara Indonesia dengan Inggris tanggal 28, 29, dan 30 Oktober 1945. Dalam pertempuran itu pasukan Sekutu dapat dipukul mundur dan bahkan hampir dapat dihancurkan oleh pasukan Indonesia.
Beberapa objek vital berhasil direbut kembali oleh para pemuda. Bahkan pemimpin pasukan Sekutu Brigadir Jenderal A.W.S. Mallaby berhasil ditawan oleh para pemuda. Melihat kenyataan seperti itu, komandan pasukan sekutu hubungi Presiden Soekarno untuk mendamaikan perselisihan antara pemuda dengan asukan Inggris di sana. Pada tanggal 30 Oktober 1945, Presiden Soekarno, Hatta, dan Amir Syarifuddin datang ke Surabaya untuk mendamaikan perselisihan itu. Perdamaian berhasil dicapai, tetapi setelah sekembalinya Soekarno dan rombongan ke Jakarta, pertempuran kembali terjadi dan menewaskan Jenderal A.W.S. Mallaby. Pasukan Inggris nyaris hancur, kemudian mereka meminta bantuna dari Devisi V di bawah pimpinan Mayor Jendral Mansergh dengan kekuatan 24.000 orang.
Pada tanggal 9 November 1945, Inggris mengeluarkan ultimatum yang berisi ancaman akan menggempur kota Surabaya dari darat, laut, dan udara apabila orang-orang Indonesia Surabaya tidak menaati perintah Inggris. Mereka juga mengeluarkan instruksi yang isinya bahwa semua pimpinan bangsa Indonesia dan para pemuda di Surabaya harus datang selambat-lambatnya tanggal 10 November 1945, pukul 06.00 pagi pada tempat yang telah ditentukan. Mereka diharuskan datang dengan tangan di atas kepala, dan kemudian menandatangani dokumen yang tersedia sebagai tanda menyerah tanpa syarat.
Terjadinya Peristiwa 10 November
Para pemuda yang memegang senjata diperintahkan untuk menyerahkan senjatanya. Ultimatum itu tidak ditaati oleh rakyat Surabaya. Pada tanggal 10 November 1945 terjadi pertempuran Surabaya yang sangat dahsyat. Rakyat Surabaya bertekad untuk bertempur mati-matian. Kejadian itu merupakan sebuah lambang keberanian dan kebulatan tekad dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Peristiwa 10 November itu diperingati setiap tahun sebagai hari Pahlawan oleh seluruh bangsa Indonesia.
sumber : http://jagosejarah.blogspot.co.id/2014/09/pertempuran-surabaya.html
12/09/2015
Pekan Olahraga Nasional I - Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas PON I adalah PON pertama Indonesia yang diadakan di Surakarta pada 9–12 September 1948. Tanggal pembukaannya, 9 September, kemudian diperingati setiap tahunnya sebagai Hari Olahraga Nasional.
12/09/2015
SALAM PRAMUKA !!
Macam-macam Salam Pramuka
Salam pramuka terbagi menjadi tiga macam, yaitu:
Salam Biasa; Salam pramuka sebagai salam biasa adalah salam pramuka yang diberikan kepada sesama anggota Gerakan Pramuka. Dalam pemberian salam biasa tidak ada ketentuan siapa yang harus memberikan salam pramuka terlebih dahulu.
Salam Penghormatan; Salam pramuka sebagai salam penghormatan adalah salam pramuka yang diberikan kepada seseorang atau sesuatu yang jabatannya lebih tinggi. Orang atau sesuatu yang dapat diberikan salam penghormatan dengan menggunakans alam pramua adalah:
Bendera Merah Putih saat dikibarkan dan diturunkan
Kepala Negara dan wakil kepala negara, para duta negara, panglima tinggi, para menteri, dan pejabat lainnya
Jenazah yang sedang diusung atau dikuburkan.
Lagu kebangsaan Indonesia Raya saat sedang dikumandangkan dalam acara resmi.
Saat hendak memasuki makam pahlawan
Salam Janji; Salam pramuka sebagai salam janji adalah salam pramuka yang diberikan kepada anggota Gerakan Pramuka saat sedang dilantik. Pemberian salam ini dilakukan saat anggota yang dilantik mengucapkan Satya Pramuka (Trisatya atau Dwisatya). Salam janji juga diberikan saat pengucapan Satya Pramuka dalam acara Ulang Janji.
Cara Memberikan dan Membalas Salam Pramuka
Ada beberapa ketentuan dalam memberikan dan membalas salam pramuka. Ketentuan-ketentuan itu antara lain:
Secara umum sikap ketika memberikan salam pramuka adalah dengan berdiri, mengambil posisi sikap sempurna (siap), tangan kiri lurus dan mengepal di samping badan sedangkan tangan kanan diangkat pada pelipis. Posisi telapak tangan miring, terbuka, dengan punggung tangan di bagian atas dan kelima jari rapat.
Pemberian salam pramuka saat membawa tongkat adalah sebagai berikut:
Saat memberikan salam biasa: tongkat diangkat dengan tangan kanan sedangkan tangan kiri diangkat di bawah dada dengan posisi telapak tangan terbuka, punggung tangan di bagian atas, dan kelima jari rapat.
Saat memberikan salam penghormatan dan janji: tongkat dimiringkan dan dipengan dengan tangan kiri sedangkan pangkal tongkat tetap di posisi semula. Tangan kanan diangkat pada pelipis. Posisi telapak tangan miring, terbuka, dengan punggung tangan di bagian atas dan kelima jari rapat.
Dalam keadaan duduk, salam pramuka diberikan dengan merapatkan kedua kaki, lutut ditekuk, badan ditegakkan, tangan kiri rapat di sisi kiri tubuh sebatas siku dan lengan bawah diletakkan di atas paha. Sedangkan tangan kanan diangkat pada pelipis dengan posisi telapak tangan miring, terbuka, dengan punggung tangan di bagian atas dan kelima jari rapat.
Dalam keadaan yang tidak memungkinkan (terutama untuk pemberian salam pramuka sebagai salam biasa), salam pramuka dapat diberikan tanpa mengambil posisi sikap sempurna. Namun cukup dengan mengangkat tangan kanan pada pelipis dengan posisi telapak tangan miring, terbuka, dengan punggung tangan di bagian atas dan kelima jari rapat.
Saat memberikan salam pramuka sebagai salam biasa, sikap-sikap di atas disertai dengan ucapan “Salam Pramuka” yang diberikan secara lantang.
Saat memberikan salam pramuka sebagai salam penghormatan dan salam janji tidak perlu meneriakkan “salam pramuka”
Bagi setiap anggota Gerakan Pramuka yang menerima salam pramuka diwajibkan untuk menjawabnya. Cara menjawab salam pramuka adalah dengan mengambil sikap seperti ketentuan di atas (ketentuan sikap badan saat memberikan salam pramuka) disertai dengan mengucapkan kata “salam” dengan tegas.
sumber : http://pramukaria.blogspot.co.id/2013/05/salam-pramuka-arti-macam-dan-penggunaan.html
12/09/2015
11 SEPTEMBER ( HARI RADIO REPUBLIK INDONESIA )
AWAL MULA SIARAN RADIO DI INDONESIA
Siaran radio di Indonesia pertama kali dikenal masyarakat sekitar tahun 1920 sejalan dengan perkembangan penjajahan Belanda di Indonesia saat itu. Belanda berhasi mendirikan pemancar radio telegraf di negeri Belanda, kemudian ditingkatkan menjadi radio telefoni. Lama kelamaan keinginan untuk menyelenggarakan radio pertama di Indonesia pada tanggal 16 Juni di Batavia dengan nama Bataviasche Radio Vereniging (BRV). di kota-kota yang dianggap strategis secara politik maupun ekonomi seperti Bandung, Cirebon, Surabaya, dan Malang didirikan stasiun relay.
LAHIRNYA RADIO REPUBLIK INDONESIA
Pada masa pendudukan Jepang, pemerintah militer sepenuhnya mengendalikan media komunikasi massa sebagai salah satu alat propaganda, Khususnya mengenai radio siaran, baik swasta maupun semi pemerintah, maka pemerintah Jepang mendirikan badan yang mengurus dan menyelenggarakan siaran radio di pusat maupun di daerah-daerah. Badan ini bernama Hosokyokaki yang berada di Jakarta, Bandung, Purwekerto, Semarang, Solo, Surabaya dan Malang. Pada Tanggal 19 Agustus 1945, semua siaran Hosokyokaki dihentikan oleh pemerintah Jepang. Kemudian orang-orang siaran radio berinisiatif untuk mengaktifkan kembali siaran radio sebagai komunikasi pemerintah Indonesia dengan rakyat. Karena alat-alat lain seperti telepon, telegraf, pres dan lain-lain selain kurang cepat dan masalah sistem pemancarnya juga mudah terputus oleh pertempuran. Setelah beberapa pertemuan dengan pihak pemerintah, maka pada tanggal 11 September 1945, dilegasi sebuah ruang siap di gedung Radd Van Idie Penjoboan. Dalam rapat tersebut diambil beberapa keputusan dengan menetapkan:
tanggal 11 September 1945 ditetapkan sebagai hari berdirinya Radio Republik Indonesia (RRI)
Dr. Abdul Rahman sebagai Pimpinan Umum RRI
Delapan Studio yang ada (Jakarta, Purwakarta, Yogyakarta, Surakarta, Semarang, Surabaya, dan Malang) sebagai Cabang Radio Republik Indonesia Pertama.
sumber : https://m.facebook.com/notes/dewan-publik-rri-surabaya/sekilas-tentang-sejarah-rri/126923220653270/?refid=17
12/09/2015
ILUSI OPTIK
Ilusi berasal dari bahasa latin yaitu illusio yang berarti cemooh, illudere yang berarti mencemoohkan, menggaburkan, dan menyesatkan. Ilusi merupakan keadaan salah tafsir dari indra terhadap rangsangan suatu objek atau pengamatan yg tidak sesuai dng penginderaan. Ilusi juga bisa berarti tidak dapat dipercaya atau palsu. Ilusi juga dapat berarti sesuatu yang hanya dalam angan-angan atau dengan kata lain adalah khayalan. Bagian-bagian dari ilusi adalah halusinasi, khayalan, fantasi, delusi dan asosiasi (sumber: http://id.shvoong.com).
Misalnya ilusi optic, tidak lain merupakan tipuan mata pada saat melihat benda. Ilusi optic adalah ilusi yang terjadi karena kesalahan penangkapan pada mata manusia. Jadi seolah-olah mata tersesat dalam mengamati suatu objek, karena mata bukanlah alat pengukur yang baik.
cobalah untuk mengatakan warnanya, bukan mengatakan tulisannya ...
sebagai contoh ,
yang pertama coba katakan warnanya, yaitu HIJAU, bukan tulisannya ( KUNING ) dan seterusnya.
hal ini akan sulit karena otak kanan akan berusaha mengatakan WARNA,
sedangkan otak kiri akan berusaha mengatakan TULISAN.
BERANI COBA ???
10/09/2015
ILUSI OPTIK
Ilusi berasal dari bahasa latin yaitu illusio yang berarti cemooh, illudere yang berarti mencemoohkan, menggaburkan, dan menyesatkan. Ilusi merupakan keadaan salah tafsir dari indra terhadap rangsangan suatu objek atau pengamatan yg tidak sesuai dng penginderaan. Ilusi juga bisa berarti tidak dapat dipercaya atau palsu. Ilusi juga dapat berarti sesuatu yang hanya dalam angan-angan atau dengan kata lain adalah khayalan. Bagian-bagian dari ilusi adalah halusinasi, khayalan, fantasi, delusi dan asosiasi (sumber: http://id.shvoong.com).
Misalnya ilusi optic, tidak lain merupakan tipuan mata pada saat melihat benda. Ilusi optic adalah ilusi yang terjadi karena kesalahan penangkapan pada mata manusia. Jadi seolah-olah mata tersesat dalam mengamati suatu objek, karena mata bukanlah alat pengukur yang baik.
cobalah untuk mengatakan warnanya, bukan mengatakan tulisannya ...
sebagai contoh ,
yang pertama coba katakan warnanya, yaitu HIJAU, bukan tulisannya ( KUNING ) dan seterusnya.
hal ini akan sulit karena otak kanan akan berusaha mengatakan WARNA,
sedangkan otak kiri akan berusaha mengatakan TULISAN.
BERANI COBA ???
SALAM PRAMUKA
Semoga bermanfaat
10/09/2015
11 SEPTEMBER ( HARI RADIO REPUBLIK INDONESIA )
AWAL MULA SIARAN RADIO DI INDONESIA
Siaran radio di Indonesia pertama kali dikenal masyarakat sekitar tahun 1920 sejalan dengan perkembangan penjajahan Belanda di Indonesia saat itu. Belanda berhasi mendirikan pemancar radio telegraf di negeri Belanda, kemudian ditingkatkan menjadi radio telefoni. Lama kelamaan keinginan untuk menyelenggarakan radio pertama di Indonesia pada tanggal 16 Juni di Batavia dengan nama Bataviasche Radio Vereniging (BRV). di kota-kota yang dianggap strategis secara politik maupun ekonomi seperti Bandung, Cirebon, Surabaya, dan Malang didirikan stasiun relay.
LAHIRNYA RADIO REPUBLIK INDONESIA
Pada masa pendudukan Jepang, pemerintah militer sepenuhnya mengendalikan media komunikasi massa sebagai salah satu alat propaganda, Khususnya mengenai radio siaran, baik swasta maupun semi pemerintah, maka pemerintah Jepang mendirikan badan yang mengurus dan menyelenggarakan siaran radio di pusat maupun di daerah-daerah. Badan ini bernama Hosokyokaki yang berada di Jakarta, Bandung, Purwekerto, Semarang, Solo, Surabaya dan Malang. Pada Tanggal 19 Agustus 1945, semua siaran Hosokyokaki dihentikan oleh pemerintah Jepang. Kemudian orang-orang siaran radio berinisiatif untuk mengaktifkan kembali siaran radio sebagai komunikasi pemerintah Indonesia dengan rakyat. Karena alat-alat lain seperti telepon, telegraf, pres dan lain-lain selain kurang cepat dan masalah sistem pemancarnya juga mudah terputus oleh pertempuran. Setelah beberapa pertemuan dengan pihak pemerintah, maka pada tanggal 11 September 1945, dilegasi sebuah ruang siap di gedung Radd Van Idie Penjoboan. Dalam rapat tersebut diambil beberapa keputusan dengan menetapkan:
tanggal 11 September 1945 ditetapkan sebagai hari berdirinya Radio Republik Indonesia (RRI)
Dr. Abdul Rahman sebagai Pimpinan Umum RRI
Delapan Studio yang ada (Jakarta, Purwakarta, Yogyakarta, Surakarta, Semarang, Surabaya, dan Malang) sebagai Cabang Radio Republik Indonesia Pertama.
sumber : https://m.facebook.com/notes/dewan-publik-rri-surabaya/sekilas-tentang-sejarah-rri/126923220653270/?refid=17
Click here to claim your Sponsored Listing.
Location
Category
Contact the school
Telephone
Website
Address
Bekasi
17421