Excellent Education Center

Excellent Education Center

Share

Excellent Education center terdiri dari : 1. RUMAH PINTAR EXCELLENT... (BIMBEL & PRIVAT) 2. Excellent English course.... 3.

Excellent BALISTUNG (bimbingan Baca, Tulis Itung )

Photos from Excellent Education Center's post 08/03/2018

Berikut durasi screen time yang di rekomendasikan American Academy of pediatric yang di lansir mommiesdaily.com :

📌Untuk anak dibawah 18 bulan

Dilarang menggunakan gadget dalam bentuk apapun, kecuali video-chatting.

Sementara itu, orangtua dari anak yang berusia 18 bulan hingga 24 bulan yang ingin mengenalkan media digital, sebaiknya memilih program yang berkualitas tinggi.

Dan jangan lupa dampingi si kecil saat menonton tayangan tersebut, sambil memberikan pengertian tentang tayangan yang sedang si kecil tonton.

📌Bagi anak yang berusia 2 sampai 5 tahun, batasi 1 jam per hari, dan hanya untuk program yang berkualitas.

Orangtua (masih) harus mendampingi anak, untuk membantu mereka mengerti seputar apa yang mereka lihat. Lebih bagus lagi jika mommies bisa memberikan gambaran nyata yang terjadi di sekitar mereka.

📌Untuk anak yang berusia 6 tahun dan lebih, tentukan batas waktu mereka menggunakan media digital, dan tipe media yang digunakan. Dan pastikan, gadget tidak mengambil porsi waktu tidur, aktivitas fisik dan kebiasaan baik lainnya yang mendukung kesehatan si kecil.
Ciptakan momen kebersamaan, tanpa gadget. Contohnya makan malam bersama, berkendara bersama. Atau cukup di rumah saja, berkumpul di atas tempat tidur.

Membiasakan memiliki komunikasi rutin, tentang aturan main dan keamanan menjadi pengguna media online. Dan bagaimana memperlakukan orang lain dengan baik, entah itu ketika berkomunikasi via media online maupun offline.

Dari 5 poin itu, mommies dan saya tentu setuju, bagaimana kita sebagai orangtua memainkan peran penting, untuk menentukan dampak seperti apa yang ingin kita hasilkan dari sebuah gadget. Nah, itulah sebabnya sebagai orangtua, sebaiknya juga jangan gaptek. Kan, kita juga ada kepentingan utak-atik berbagai content perangkat digital.

Yuk pilah pilih, gadget yang ramah anak salah satunya Smart Hafidz 😉

Dengan sistem non koneksi internet dan berbagai konten edukasi, smart hafidz diharapkan menjadikan salah satu pilihan gadget ramah anak.

Jangan lupa walau desain dan konten sudah sangat ramah anak, durasi pemakaiannya tetap di pantau ya parents.

Sesuaikan durasi dengan usia anak saat screen time agar manfaat tak berubah menjadi suatu hal yang tidak diinginkan

Photos from Excellent Education Center's post 08/02/2018

Sedikit cerita saja, dulu sekitar dua setengah tahun yang lalu ketika saya pertama kali mengajar siswa sekolah dasar saya kaget dan panik karna beberapa kali melihat anak yang tantrum. Alhamdulillah saat itu saya punya kepala sekolah yang menurut saya sangat baik dalam penanganan anak. Beliau hanya bilang biarkan saja dulu dan jangan panik. Setelah tantrum mereda baru si anak di ajak berdialog. Mungkin di bawah ini bisa menjelaskan kenapa anak yang tantrum jangan langsung diredakan.

Jangan Langsung Redakan Anak Tantrum. Ini Alasannya!

Saat balita Anda mengamuk, menendang, menjerit, dan bergulung-gulung di lantai, Anda mungkin berusaha menenangkannya. Namun, percaya atau tidak, amukan balita (tantrum) merupakan bagian penting dari perkembangan emosionalnya. Dan Anda dapat belajar bersikap lebih tenang saat menghadapinya.

Dilansir dari Parents.com, berikut 5 alasan amukan balita sebenarnya adalah hal baik :

1. Meluapkan emosi
Saat anak mengamuk sampai keluar air mata, ini berarti ia sedang melepaskan hormon stres – kortisol – dari tubuhnya. Air mata juga ditemukan dapat menurunkan tekanan darah dan meningkatkan kedamaian emosional, asalkan ada orang yang dicintai untuk memberinya dukungan. Coba perhatikan saat anak marah, merengek, artinya ia sedang frustasi.

Begitu emosinya sudah terluapkan, suasana hatinya jadi jauh lebih baik. Biarkan anak-anak mengamuk tanpa berusaha mengganggu prosesnya sehingga mereka sampai pada akhir perasaan mereka.

2. Tidur lebih nyenyak
Emosi anak yang terpendam menggelembung saat otaknya beristirahat. Sama seperti orang dewasa, anak juga terbangun karena mereka stres atau mencoba memproses sesuatu yang terjadi dalam kehidupan mereka.

Jadi ketika anak tantrum, biarkan ia menuntaskan kegundahannya sampai fase akhir. Karena hal itu dapat meningkatkan kesejahteraan emosionalnya dan membantu tidur nyenyak sepanjang malam.

3. Belajar menerima penolakan
Kemungkinan anak mengamuk karena Anda mengatakan ‘tidak’ padanya. Mengatakan 'tidak' memberi anak batasan yang jelas tentang perilaku yang dapat diterima dan tidak. Anda mungkin selalu meng-iya-kan permintaan anak karena tidak ingin menghadapi dampak emosionalnya.

Tapi sebenarnya dengan berkata ‘tidak’, Anda mengajarkannya tentang penolakan. Tetaplah konsisten dengan keputusan Anda sambil tetap berempati pada kesedihannya dengan memberikan cinta dan pelukan.

4. Ekspresi perasaan
Mengamuk merupakan ekspresi anak menunjukkan kesedihan dan perasaan tak nyaman akibat penolakan dari Anda.

5. Lebih dekat secara emosional
Saat anak menjerit, menangis, bahkan menendang barang-barang yang ada di sekitarnya, Anda tak perlu meresponnyanya dengan banyak berkata-kata. Cukup sedikit ucapan tapi meyakinkan.

Kemudian biarkan ia melewati badai perasaannya. Jika sudah mulai reda, berikan pelukan. Ia akan menerima uluran tangan Anda tanpa syarat dan menjadi lebih dekat secara emosional dengan Anda. (Alika Rukhan)

04/02/2018

Tidak Ada Anak yang Bodoh



Siapa yang tidak senang kalau keponakan atau anak kita memiliki kecerdasan diatas rata-rata, tentunya sangat bangga. Tapi apa jadinya kalau justru yang terjadi adalah sebaliknya?

Pada umumnya kita sebagai orang yang lebih dewasa akan 'menghukum'nya baik melalui pembully-an atau lebih parahnya menghukum secara fisik. Astagfirullah perilaku ini jangan sampai terjadi kepada kita dan keluarga kita ya. Ini saya ada tulisan yang menurut saya sangat inspiratif, membuka hati dan fikiran kita. Memahami apa dan bagaimana mengenal kecerdasan seorang anak dengan lebih baik.

Ayah bunda sudah tahu d**g banyak orang terkenal yang putus sekolah, atau
selama masa pendidikannya selalu mendapatkan nilai jelek, drop out, tapi dalam kehidupan nyata mereka justru malah sukses.
Albert Einstein, awalnya dikenal lamban dalam menyerap pelajaran disekolahnya, Thomas Alva Edison pernah di anggap bodoh karena selalu mempertanyakan jawaban gurunya. Ia pun di keluarkan dari sekolah tapi sukses juga terkenal sebagai penemu, contoh terakhir adalah Aristotles Onassis, selama disekolah dia selalu mendapatkan nilai yang buruk sampai-sampai guru kelasnya menyerah karena tidak bisa menaikkan nilai-nilainya. Namun Aristotles Onassis adalah seorang yang pantang menyerah, dia memiliki bakat dasar berdagang dan semangat yang luar biasa hingga akhirnya menjadi seorang milyuner, dan berhasil menikahi Jaqueline, janda mendiang Presiden Kennedy yang terkenal sangat cantik. Nah mereka adalah contoh bahwa mereka cerdas dengan caranya masing masing.

Makna Kecerdasan
Di sekolah, mindset kita adalah kalau anak sekolah jurus IPA dianggap lebih pintar dan favorite dibanding anak IPS. Apakah kenyataanya selalu demikian? Lalu dimana keadilan? Mari kita lanjutkan membacanya.

Ada sebuah cerita menarik. Saya saksikan sendiri
seorang Psikolog tengah mengajar dikelas saya. Psikolog itu berdiri didepan kelas, bercerita singkat dan menanyakan pendapat mereka, masing-masing murid diberikan kesempatan untuk menjawab dengan gayanya masing-masing.

Cerita tersebut adalah: "Di papan tulis, saya menggambar sebuah pohon kelapa di tepi pantai, lalu ada sebutir kelapa yang jatuh dari tangkainya". Kemudian, ada 4 anak yg mengamati fenomena alam jatuhnya buah kelapa ditepi pantai itu. Apa jawaban mereka?

Jawaban Murid 1
Murid ke 1 menjawab dengan cekatan, dia mengambil secarik kertas, membuat bidang segi tiga, menentukan sudut, mengira berat kelapa, dan dengan rumus matematikanya anak ini menjelaskan hasil perhitungan ketinggian pohon kelapa, dan energi potensial yang dihasilkan dari kelapa yang jatuh lengkap dengan persamaan matematika dan fisika.

Lalu psikolog tanya kepada siswa saya
"Apakah anak ini cerdas?"
Dijawab serentak sekelas ... "Iya, dia anak yang cerdas."

Jawaban murid ke 2
Murid ke 2 menjawab,
"Saya akan langsung memungut kelapa itu dan segera menjualnya kepasar,
lalu menawarkan ke pedagang dan dia bersorak.. yesss ... laku Rp 5.000!"

Kembali psikolog tersebut bertanya ke anak-anak dikelas ... "Apakah anak ini cerdas?"
Anak-anak menjawab iyaa ... "Dia anak yg cerdas." Lalu si psikolog melanjutkan pertanyaannya kembali.

Jawaban Murid ke 3
Murid ke 3 menjawab,
"Saya akan tanyakan kepada setiap rumah menanyakan siapa pemilik buah kelapa ini.
Akan saya serahkan ke pemiliknya."

"Apakah anak ini cerdas?"
Anak-anak dengan mantap menjawab ... "Iya ... dia anak yang cerdas, bu"

Jawaban murid ke 4
Murid ke 4 menjawab,
"Saya akan segera mengambil kelapanya, kemudian saya melihat seorang kakek yang tengah kepanasan dan berteduh dipinggir jalan. Lalu saya akan berikannya agar air kelapanya bisa diminum dan daging kelapanya bisa dimakan oleh si kakek"

"Apakah anak ini, anak yg cerdas?"
Anak-anak menjawab,
"Iya ... dia anak yang cerdas."

Kesimpulan
Anak-anak menyakini bahwa semua cerita diatas menunjukan mereka anak yang cerdas. Mereka jujur mengakui bahwa setiap anak memiliki *"Kecerdas-unikkan-nya".* Dan mereka ingin dihargai *"Kecerdas-unikkan-nya"* tersebut.

Namun yang sering terjadi di dunia kita,
dunia para orang tua dan pendidik, menilai kecerdasan anak hanya dari satu sisi, yakni ?

*"Kecerdasan Anak Pertama, adalah Kecerdasan Akademik"*
Lebih parahnya, kecerdasan yang dianggap oleh negara adalah kecerdasan anak pertama yang diukur dari nilai saat mengerjakan Ujian Negara.

Sedangkan. "Kecerdasan Finansial"* (anak no 2), *"Kecerdasan Karakter"* (anak no 3) dan *"Kecerdasan Sosial"* (anak no 4). Belum ada ruang yg diberikan oleh Negara untuk mengakui kecerdasan mereka.

Mari hargai kecerdasan anak kita masing-masing, dan siapkan mereka dengan *4 kecerdasan*
*( Akademik, Finansial, Karakter, dan Sosial )* sebagai pedoman dimana kelak mereka akan mengarungi lautan hidup agar lebih baik dari kita. Aamiin.

ALLAH itu Maha Adil setiap orang dilahirkan dengan kecerdasan dan keunikan masing masing.
Tulisan ini di adaptasi dari *KOMPPAK* *Komunitas Pecinta Pendidikan, Anak, dan Keluarga* dan kaskis. Pic. By google.

Photos 02/04/2016

Assalamualaikum...
selamat sore excellent people....
can you solve this question?

answer by give comment bellow. :)
happy weekend

Photos 02/04/2016

Assalamualaikum semangat pagi Excellent people!!! happy weekend. sambil bersantai yuk tebak riddle dibawah ini.

"a monkey, a squirrel and a bird are racing to the top of a coconut tree. who will get the banana first, the monkey, the squirrel or the bird?"

hayooo siapa yang bisa jawab? comment and share ya ;)

10/03/2016

Assalamualaikum...
Good Afternoon... ayah dan bunda yang baik mulai tahun ini Kegiatan Pembelajaran di Excellent sudah berjalan seperti semua.. alhamdulillah bekat dukungan teman dan semua insyaAllah tahun ajaran 2016/2017 kami akan relaunch. yuk daftarkan putra putri ayah bunda di excellent segera. kami menantikan kedatangan anda.

05/04/2013

TEst IQ
Kalau 1 sama dengan 4
4 sama dengan 5 dan 5 sama dengan 4. Maka 2 sama dengan ...?

20/01/2013

-=|[ Test IQ ]|=-

12 : 4 + 7 + 9 - 5 x 2 x 1 = .....??

Hayoo... Berapa hasilnya...???

Yang jawabannya benar iQ nya
diatas rata2 nih... ^_^

◦° Like Dulu Baru Jawab °◦

31/12/2012

Happy New year Indonesia......

Photos 31/12/2012

Happy New year Excellenia~

Wish we get a Better life in this year :)

Photos 30/12/2012

Good Afternoon Excellenia... Let's laugh together :)
Have a nice Weekend :)

29/12/2012

Good Affternoon Excellenia... Let's play a mind game...

[WHO's WROTE IT]

during recess one of the five pupils wrote something nasty
when questioned by teacher they answer in following order :

A :>> it was B and C
B :>> neither E nor I did it
C :>> A and B are both lying
D :>> Either A and B is telling the truth
E :>> D is not telling the truth

the teacher knows that the three of them never lie while the other two may lie
the question is, who wrote it?

Want your school to be the top-listed School/college in Bekasi?

Click here to claim your Sponsored Listing.

Location

Category

Website

Address


Gang H. Misan Jatiluhur/Jatiasih Bekasi
Bekasi
17425