08/10/2014
Presiden SBY Resmikan 12 PTN Baru
Jakarta, Kemdikbud --- Tepat 6 Oktober 2014, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono meresmikan 12 perguruan tinggi negeri. Peresmian yang bertepatan dengan puncak HUT TNI ini dilakukan di Markas Komando Armada RI Kawasan Timus, Surabaya, Senin (06/10/2014).
Dalam peresmian tersebut, Presiden SBY didampingi Mendikbud Mohammad Nuh, Menhan Purnomo Yusgiantoro, Panglima TNI Jenderal Moeldoko, Menko Polhukam Djoko Suyanto dan beberapa menteri lainnya.
12 PTN yang baru diresmikan Presiden SBY adalah:
Universitas Pembangunan Nasional Veteran Yogyakarta
Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur
Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta
Universitas Timor
Institut Teknologi Sumatera
Institut Teknologi Kalimantan
Institut Seni dan Budaya Indonesia Tanah Papua
Institut Seni dan Budaya Indonesia Aceh
Institut Seni dan Budaya Indonesia Bandung
Universitas Singaperbangsa
Politeknik Negeri Cilacap
Polteknik Negeri Indramayu
Dari 12 PTN baru tersebut, beberapa di antaranya merupakan konversi dari perguruan tinggi swasta. Contohnya, tiga Universitas Pembangunan Nasional yang berada di Jakarta, Yogyakarta, dan Surabaya, Universitas Singaperbangsa, dan Politeknik Indramayu.
Mendikbud Mohammad Nuh mengatakan, peresmian 12 perguruan tinggi negeri ini adalah bagian dari Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI) untuk meningkatkan akses masyarakat terhadap pendidikan tinggi, sekaligus meningkatkan kualitas pendidikan sendiri.
“Kami harap dengan adanya perguruan tinggi negeri di seluruh daerah perbatasan di Indonesia ini dapat mendorong anak-anak bangsa untuk melanjutkan pendidikannya ke jenjang yang lebih tinggi," katanya, Senin (6/10/2014).
Ke depan, kata dia, rakyat yang kurang mampu bisa mengakses perguruan tinggi. Sebab, perguruan tinggi itu disubsidi oleh Pemerintah. "Jadi, rakyat tidak perlu keluarkan biaya mahal. Karena ini perguruan tinggi negeri, jadi dibiayai oleh pemerintah,” tuturnya.
Untuk menunjang PTN itu, juga telah disediakan 8.000 dosen baru untuk memenuhi kebutuhan tenaga kerja dosen. (Aline Rogeleonick/dari berbagai sumber/sumber: kemdikbud.go.id/pengunggah: Erika Hutapea)