Bagaimanapun kondisinya,
Seperti apapun situasinya,
Jangan pernah lepas dari ikhtiar terbaiknya.
Selamat berjuang untuk para pejuang keluarga.
InsyaAllah pandemi akan berlalu,
Jutaan bahkan ribuan nikmat sudah Allah cucurkan selama ini,
Kini, baru 1 atau bahkan mau 2 tahun di uji dengan pandemi,
Malu rasanya jika mengeluh melulu.
Jika di waktu bahagia, kita ingat Allah,
Pertahankan... Terus tingkatkan.
Jika di waktu sulit, saat ini masih lupa kepada Allah,
Tak tahu terima kasih lah diri ini menjadi seorang hamba.
Baarakallahufiikum Ustadz Bachtiar Nasir
Sebelum mati, bermanfaatlah.
Arief Nur Ali Assyu'aib
Arief Nur Ali Assyu'aib
Contact information, map and directions, contact form, opening hours, services, ratings, photos, videos and announcements from Arief Nur Ali Assyu'aib, Tutor/Teacher, Bekasi.
Ada sebuah pertanyaan yang dilayangkan kepada kami; "Ustadz... Bagaimana tanggapan antum terhadap fenomena virus corona (covid-19)?"
Sebagai insan yang beriman; kita wajib beriman kepada takdir baik dan buruk-Nya.
Dengan ikhtiar terbaik, jika memang ini takdir buruk dari-nya, kan selalu ada tersisip pelajaran berharga untuk setiap insan.
Dengan ikhtiar yang sebaik mungkin, yakinilah bahwa setelah ini akan ada kebahagiaan yang menanti, seperti hujan badai yang menerpa dilanjutkan dengan pancaran sinar matahari, lan tercipta lukisan pelangi yang Indah.
Dekati Sang Maha Kuasa...
Penguasa segala penjuru alam semesta ini.
:: Fundamental ::
Antara
Rumah Tangga
Dan Negara
Menarik, sangat menarik...
Mari kita kulik-kulik...
Hal yang menjadi fundamental,
Dalam berumah tangga,
Dan juga bernegara,
Pertama;
Rumah tangga, fenomenanya ialah:
• Pasangan muda era kini,
.... Upload foto mesra, saling mention pasangan satu sama lain, seakan dunia indah sekali penuh dengan bunga-bunga ditepian jalan .....
Jadi tidak boleh? Boleh-boleh saja kok, hak anda. Tapi jangan lupa hal yang fundamental dari berkehidupan rumah tangga yakni;
√ Memupuk cinta dari Allah sang maha kasih.
√ Menjalin hati yang tertaut hati tuk gapai ridho ilahi.
√ Rumah tangga; ibadah dengan durasi paling panjang. Seumur hidup lho... Sehidup semati, sesurga itu cita-cita hakiki.
So, jangan terkecoh... Jangan manis diawal,
Pahit diakhir, kuatkan.. kuatkan, kokohkan.. Kokohkan.
Kedua;
Dalam negara...
Bernegara...
Era kini, sedang boomingnya bicara politik,
Mulai dari yang tua hingga yang muda,
Bahkan bocah piyik juga sudah ngerti.
√ Saling merasa hebat sendiri,
√ Saling merasa paling berkorban bagi negeri,
√ Duga menduga melulu menjadi isi, bodo amat itu hanya narasi atau sajak puisi, asal menguntungkan kubu yang didukung, urusan benar salah itu nanti, caci maki, ah biasa lah ki.
Namanya juga bernegara; sama juga berkehidupan, penuh konflik...
Tapi dari semua itu;
Mari cermati kembali,
Jangan lupa akan nilai yang fundamental
Dari sebuah negeri jika ingin bangsanya dihormati...
• Persatuan itu hal yang mustahil, layaknya suami istri, satu rumah satu atap pun sering berselisih. Tapi bukan menjadi alasan untuk saling memaki apalagi membenci...
• Setiap insan punya kepentingan, terlalu sempit jika negera ini tergadaikan hanya karena sekat sempit tentang beda pilihan...
Cerdas dan cermatlah dalam segala hal,
Secukupnya, sekedarnya.
Ingat akan mati.
Jakarta, 21 Februari 2019
Salam santun,
Kami yang fakir
Arief Nur Ali Assyu'aib
[NIKMATNYA MEMILIKI TEMAN YANG SHALIH]
Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda,
"Setelah orang-orang mukmin itu dibebaskan dari neraka, demi Allah, Dzat yang jiwaku berada di tangan-Nya, sungguh kalian begitu gigih dalam memohon kepada Allah untuk memperjuangkan hak untuk saudara-saudaranya yang berada di dalam neraka pada hari kiamat. Mereka memohon: Wahai Tuhan kami, mereka itu (yang tinggal di neraka) pernah berpuasa bersama kami, shalat, dan juga haji.
Dijawab: ”Keluarkan (dari neraka) orang-orang yang kalian kenal.” Hingga wajah mereka diharamkan untuk dibakar oleh api neraka.
Para mukminin inipun mengeluarkan banyak saudaranya yang telah dibakar di neraka, ada yang dibakar sampai betisnya dan ada yang sampai lututnya.
Kemudian orang mukmin itu lapor kepada Allah, ”Ya Tuhan kami, orang yang Engkau perintahkan untuk dientaskan dari neraka, sudah tidak tersisa.”
Allah berfirman, ”Kembali lagi, keluarkanlah yang masih memiliki iman seberat dinar.” Maka dikeluarkanlah orang mukmin banyak sekali yang disiksa di neraka. Kemudian mereka melapor, ”Wahai Tuhan kami, kami tidak meninggalkan seorangpun orang yang Engkau perintahkan untuk dientas.”
HR. Muslim, No. 183
🔊 Ustadz Abu Usamah, LC
Ikhtisar dari Gurunda untuk pertemuan pekan ini. Barakallahufikum Gurunda.
Islam Agama Perdamaian
10/01/2018
:: PENTING DIKETAHUI OLEH PARA JOMBLOWAN/WATI, SUAMI-ISTRI, ABI-UMMI, DAN SEMUANYA YANG MAU TAHU. MAU? ::
Bismillah... Berikut ini kami share kepada para teman-teman catatan kajian pribadi kami bersama Guru kami. Sebenarnya catatan ini sudah lama, khusus untuk kami pelajari. Kami membagikannya disini dalam rangka untuk me-reminder yang sudah kami pelajari, dan menjadi wasilah kebaikan dihari pernikahan kami yang pertama, tepatnya tanggal 6 Januari kemarin. Tak apa-apa yaa sudah lewatpun. Semoga menjadi amal jariyah untuk kami, khususnya kelak jika kami wafat nanti, media sosial ini masih bergulir manfaatnya.
Dua di antara hal terpenting yang selalu diabaikan dan luput dari perhatian seorang laki-laki yakni tentang;
1. Bagaimana ia berusaha dan berdo'a untuk menjadi laki-laki yang paling terbaik untuk istrinya dengan berusaha menjadi suami yang baik, bukan hanya menuntut dan berharap istrinya tuk menjadi istri yang baik.
2. Bagaimana ia berusaha dan berdo'a untuk tetap menjadi anak laki-laki yang terbaik, dengan selalu tetap berbakti dengan bakti yang terbaiknya terhadap orangtuanya, dengan berbagi kebahagiaan bersama antara istri, keluarga dan orangtuanya. Karena selain kewajiban untuk membahagiakan istri selalu beriringan juga dengan kewajiban terus menerus sampai mati tuk terus berbakti kepada orangtuanya. Bahkan mendukung serta membantu p**a istrinya untuk tetap p**a berbakti kepada orangtuanya (mertua).
Terkhusus untuk diri saya pribadi yang masih banyak kurangnya ini. Mari kita haturkan maaf beribu maaf kepada istri, keluarga, dan juga orangtua bilamana diri kita yang lemah ini masih banyak terdapat kekurangan dalam hal tersebut. Buktikanlah Hai Lelaki Sejati!
Kalo bukan sekarang kapan lagi?
Besok-besok? Keburu gak ada umur.
Kapan-kapan? Keburu dikafani.
Nanti-nanti? Keburu mati.
Ayo sekarang perbanyak doa dengan iringan usaha jadi lelaki yang lebih baik, pasti bisa!
Saling mendoakan yaa bro!
Semoga yang like, yang share, yang mengaminkan baik dalam ucapan maupun dalam hatinya, Allah berikan balasan yang terbaikNya untuk semua. Aaaamiiin.
Bekasi, ba'da Isya / Selasa
14 Rabiul Akhir 1439 H
2 Januari 2018 M
Arief Nur Ali Assyu'aib
BAHAYA MEME IDUL ADHA
(Part One)
Degradasi Hakikat Iedul Adha .
* Khusus untuk anda yang masih merasa muslim. Mungkin membaca postingan ini sampai selesai kemudian membagikannya, akan sangat bermanfaat.
* Sebagaimana kita tahu, sekitar beberapa tahun terakhir, menjelang dan saat idul adha banyak sekali bertebaran meme-meme lucu tentang idul adha. Objeknya kalau tidak kambing ya sapi.
* Anda pasti pernah melihat meme semacam itu. Atau bahkan anda ikut membuat atau menyebarkan?
* Meme-meme tersebut membuat kita tertawa, merasa terhibur, sehingga idul adha terasa sangat membahagiakan.
* Dua tahun lalu, saya juga melakukannya. Ikut membuat meme kambing dan menyebarkannya di facebook dan dp blackberry. Dan teman-teman saya ikut tertawa. Saat itu saya merasa meme saya berhasil!
* Kemudian saya bertemu dengan kenyataan lain yang membuat saya merasa amat bersalah. Bersalah sebagai seorang manusia, sekaligus merasa amat berdosa sebagai seorang yang mengaku beragama islam.
* Begini ceritanya....
* Saya mengikuti pengajian. Dan penceramahnya menjelaskan....
* Idul adha adalah tentang Nabi Ibrahim. Seorang nabi yang selama bertahun-tahun tidak diberi keturunan.
* Silahkan bertanya kepada pasangan suami istri yang tak kunjung punya momongan. Bagaimana rasanya, bagaimana sedihnya. Saya yakin, rasa sakitnya tak terperikan.
* Lantas, saat akhirnya diberi keturunan, tiba-tiba Allah meminta sang anak untuk disembelih.
* Bapak... ibu..., apa yang anda rasakan jika anda diminta menyembelih anak kesayangan anda? Apakah akan anda lakukan, atau anda akan menentangnya?
* Jujur sajalah. Jangankan menyembelih anak. Jangankan menyerahkan anak kesayangan kepada Allah. Kita ini disuruh zakat saja berat. Disuruh sedekah saja kebanyakan alasan. Disuruh meninggalkan riba yang jelas-jelas diperangi allah saja bisa melawan.
*bersambung......
27/08/2017
Adab-adab dalam berhutang
1. Jangan pernah tidak mencatat utang piutang.
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا تَدَايَنتُم بِدَيْنٍ إِلَىٰ أَجَلٍ مُّسَمًّى فَاكْتُبُوهُ ۚ… سورة البقرة 282
“Wahai orang-orang yang beriman, apabila kalian melakukan utang piutang untuk waktu yang ditentukan, hendaklah kalian menuliskannya.” (QS Al-Baqarah: 282)
2. Jangan pernah berniat tidak melunasi utang.
عَنْ رَسُولِ اللَّهِ ﷺ قَالَ أَيُّمَا رَجُلٍ يَدَيَّنُ دَيْنًا وَهُوَ مُجْمِعٌ أَنْ لاَ يُوَفِّيَهُ إِيَّاهُ لَقِيَ اللَّهَ سَارِقًا . رواه ابن ماجة 2410
“Siapa saja yang berutang, sedang ia berniat tidak melunasi utangnya, maka ia akan bertemu Allah sebagai seorang PENCURI.” (HR Ibnu Majah ~ hasan shahih)
3. Punya rasa takut jika tidak bayar utang, karena alasan dosa yang tidak diampuni dan tidak masuk surga.
أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ ﷺ قَالَ “ يُغْفَرُ لِلشَّهِيدِ كُلُّ ذَنْبٍ إِلاَّ الدَّيْنَ ” . رواه مسلم 1886
“Semua dosa orang yang mati syahid diampuni KECUALI utang“. (HR Muslim)
4. Jangan merasa tenang kalau masih punya utang.
قَالَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ ” مَنْ مَاتَ وَعَلَيْهِ دِينَارٌ أَوْ دِرْهَمٌ قُضِيَ مِنْ حَسَنَاتِهِ لَيْسَ ثَمَّ دِينَارٌ وَلاَ دِرْهَمٌ ” . رواه ابن ماجة 2414
“Barangsiapa mati dan masih berutang satu dinar atau dirham, maka utang tersebut akan dilunasi dengan (diambil) amal kebaikannya, karena di sana (akhirat) tidak ada lagi dinar dan dirham.” (HR Ibnu Majah ~ shahih)
5. Jangan pernah menunda membayar utang.
أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ ﷺ قَالَ “ مَطْلُ الْغَنِيِّ ظُلْمٌ، فَإِذَا أُتْبِعَ أَحَدُكُمْ عَلَى مَلِيٍّ فَلْيَتْبَعْ ”. رواه البخاري 2287 ، مسلم 1564 ، النسائي 4688 ، ابو داود 3345 ، الترمذي 1308
“Menunda-nunda (bayar utang) bagi orang yang mampu (bayar) adalah kezaliman.” (HR Bukhari, Muslim, Nasai, Abu Dawud, Tirmidzi)
6. Jangan pernah menunggu ditagih dulu baru membayar utang.
فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ ” أَعْطُوهُ فَإِنَّ مِنْ خِيَارِ النَّاسِ أَحْسَنَهُمْ قَضَاءً ”. رواه البخاري 2392 ، مسلم 1600 ، النسائي 4617 ، ابو داود 3346 ، الترمذي 1318
“Sebaik-baik orang adalah yang paling baik dalam pembayaran utang”. (HR Bukhari, Muslim, Nasai, Abu Dawud, Tirmidzi)
7. Jangan pernah mempersulit dan banyak alasan dalam pembayaran utang.
قَالَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ “ أَدْخَلَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ رَجُلاً كَانَ سَهْلاً مُشْتَرِيًا وَبَائِعًا وَقَاضِيًا وَمُقْتَضِيًا الْجَنَّةَ ” . رواه ابن ماجة 2202 ، النسائي 4696
“Allah ‘Azza wa jalla akan memasukkan ke dalam surga orang yang mudah ketika membeli, menjual, dan melunasi utang.” (HR An-Nasa’i, dan Ibnu Majah)
8. Jangan pernah meremehkan utang meskipun sedikit.
قَالَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ “ نَفْسُ الْمُؤْمِنِ مُعَلَّقَةٌ بِدَيْنِهِ حَتَّى يُقْضَى عَنْهُ ”. رواه الترمذي 1078 ، ابن ماجة 2506
“Ruh seorang mukmin itu tergantung kepada utangnya sampai utangnya dibayarkan.” (HR at-Tirmidzi dan Ibnu Majah)
9. Jangan pernah berbohong kepada pihak yang memberi utang.
قَالَ ” إِنَّ الرَّجُلَ إِذَا غَرِمَ حَدَّثَ فَكَذَبَ وَوَعَدَ فَأَخْلَفَ ”. البخاري 2397 ، 833 ، مسلم 589 ، ابو داود 880 ، النسائي 5472 ، 5454
“Sesungguhnya, ketika seseorang berutang, maka bila berbicara ia akan dusta dan bila berjanji ia akan ingkar.” (HR Bukhari dan Muslim)
10. Jangan pernah berjanji jika tidak mampu memenuhinya.
…وَأَوْفُوا بِالْعَهْدِ ۖ إِنَّ الْعَهْدَ كَانَ مَسْئُولًا… سورة الإسراء 34
“… Dan penuhilah janji karena janji itu pasti dimintai pertanggungjawaban ..” (QS Al-Israa’: 34)
11. Jangan pernah lupa doakan orang yang telah memberi utang.
وَمَنْ آتَى إِلَيْكُمْ مَعْرُوفًا فَكَافِئُوهُ فَإِنْ لَمْ تَجِدُوا فَادْعُوا لَهُ حَتَّى تَعْلَمُوا أَنْ قَدْ كَافَأْتُمُوهُ ” . رواه النسائي 2567 ، ابو داود 5109
“Barang siapa telah berbuat kebaikan kepadamu, balaslah kebaikannya itu. Jika engkau tidak menemukan apa yang dapat membalas kebaikannya itu, maka berdoalah untuknya sampai engkau menganggap bahwa engkau benar-benar telah membalas kebaikannya.” (HR An-Nasa’i dan Abu Dawud)
Sumber: Zakat Sukses
Click here to claim your Sponsored Listing.
Location
Category
Website
Address
Bekasi