01/05/2022
Musholla anti-mainstream, warna spanduk nonjok-nonjok ke mata .alghoffaar
Salah satu musholla binaan .mengaji yang berlokasi di singosari Malang
👇 tulisan seorang netizen:
MASJID FRIENDLY
Pagi ini membaca spanduk Musholla al-Ghoffar di Jl. Raya Losari 86, Singosari, Malang, beredar di media sosial dan menarik, kata-katanya begini:
mampir sholatnya sini aja dulurs Yooh…
bisa Nunut mandi/toilet bersih
dengan tidak meninggalkan warisan
bisa ngecharge HP gratis (ipon, xiomay, hp jadol pun siap)
Kopi, Teh seduh/Air Mineral
(Tinggal Cur itikikikitik) + Snack
Boleh numpang istirahat
(Ngiler ditanggung takmir)
Ada sarung mukena sajadah sering dicuci (anti ngeres)
+ baju taqwa auto hansem
Sedia loker barang (bawaan aman sholatpun tenang, hatipun riang)
Musafir, anak kecil, kurir, ojek online, pemulung, sales, pengemis, pengamen, dsb siapapun anda asal muslim beriman
welcome
lebih kurang begitu kata-katanya.
Semakin banyak masjid friendly, ada masjid Jogokariyan, yang terkenal dengan saldo kasnya NOL, dan berbagai masjid yang telah terlebih dahulu menginisiasi.
Konsep lama pengelolaan masjid yang berlomba lomba membangun masjid megah, mulai bergeser menjadi masjid makmur dan megah, saldo kas masjid ratusan juta di deposito, secara bertahap bergulir kembali ke jamaah.
Masjid terkunci rapat, hanya di buka saat sholat saja, terkadang jamaah yang masbuk di tunggui pengurus masjid, cepat-cepat selesai sholatnya agar masjid di kunci lagi, ada pengumuman dilarang bawa anak-anak, dan berbagai cara terdahulu sepertinya semakin kurang relevan dengan perkembangan zaman.
Eranya pengurus masjid membuka masjidnya seluas-luasnya kepada jamaah dengan pelayanan maksimal, disediakan sarapan, disediakan nasi kotak setelah sholat jum’at, ada teh, kopi, camilan dan berbagai pelayanan kekinian lainnya.
Lebih mendekati esensi hadirnya masjid di tengah masyarakat, kehadiran masjid menjadi pusat aktivitas pendidikan, muamalah dan peradaban. Sebagian awalnya motif makanan, teh/kopi, kenyamanan, snack, dll. Seiring waktu, masjid menjadi solusi masyarakat, menjadi pusat pendidikan, muamalah, dan peradaban.