20/06/2019
Kiddos time.. movie time..
Contact information, map and directions, contact form, opening hours, services, ratings, photos, videos and announcements from Liong Tjin Tjin, Tutor/Teacher, Bekasi.
20/06/2019
Kiddos time.. movie time..
20/06/2019
Congrats our lovely Koko so proud of you Koko πππ€πππππ₯πΎπΉππ semakin happy dan sukses di jenjang akademis berikutnya ya Koko Maxwell π€ππππ @ Ayola Hotel Lippo Cikarang
Menabung dan mengajak orang lain menabung secara online dengan modal kecil dan hasil besar bisa dikerjakan kapan saja dan dimana saja serta dengan siapa saja warganegara Indonesia yang memiliki KTP
26/11/2018
Bisnis jaringan produk tabungan investasi dan proteksi penghasilan bulanan dari CAR (PT AJ. Central Asia Raya Tbk) namanya 3i-Networks
03/09/2018
27/06/2016
BERLATIH SABAR ITU PERLU SABAR
Sejenak, mengingat perjuangan di masa itu.
Karena kebangkrutan, maka semua aset yang dimiliki dijual. Rekening kering, rumah gak punya, dan uang hanya cukup untuk makan 1x dalam sehari.
Suatu ketika, saat anak Saya baru lahir, tetangga2 samping rumah jenguk dede bayi ke kontrakan.
Kata2nya, tak akan pernah terlupakan,
"Ya Allah Pak, ini bayinya kenapa ditidurin di kasur lantai. Kasihan, kan masih beberapa hari, dingin..."
Sambil tersenyum, Saya bergumam dalam hati,
"Ya Allah Bu, jangankan untuk beli kasur, buat makan sehari2 aja gak ada..."
Ya, ketika itu kondisi keuangan memang tak memungkinkan. Untuk mendapatkan 10 ribu rupiah per hari, Saya harus keliling kota Bandung untuk mengantar makanan yang kami jual.
Saat itu, Anda tak perlu bayangkan, dalam kondisi hujan-hujan, kami mengantar dari titik A ke titik B, yang jaraknya tak kurang dari 15 km. Dalam kondisi hujan dan basah kuyup, kami menemui pembeli dan mengantarkan makanannya ke mereka.
Spontan dia berkata,
"Wah, kang.. Udah kesorean. Hujan lagi. Makanannya keburu dingin. Gak jadi aja deh..."
Berharap dibayar, setelah mengendarai motor berkilo2, eh malah jawabannya begitu. Hm, yasudah. Mungkin ini udah nasib Saya. Saya terima. Uang 10rb gak saya dapat. Lalu Saya kembali pulang karena udah hampir magrib.
Sampai pada akhirnya Saya ngeluh, "Ya Allah, hidup kok gini2 amat. Tapi walaupun begini, Saya ingin segera melihat skenario indah dari-Mu ya Allah..."
Teringat perkataan seorang teman,
"Skenario Allah pasti indah pada waktunya, walaupun kita tak pernah mengetahuinya"
Yang membuat Saya bertahan, hanya KEYAKINAN.
Yakin, bahwa Allah pasti kasih jalan..
Yakin, bahwa Allah gak mungkin kasih ujian di luar batas kemampuan..
Yakin, bahwa Allah sudah menyiapkan skenario Indah di akhir nanti...
Yakin, bahwa Allah Maha Segalanya...
Teringat sebuah ayat,
Katakanlah: βWahai Tuhan Yang mempunyai kerajaan, Engkau berikan kerajaan kepada orang yang Engkau kehendaki dan Engkau cabut kerajaan dari orang yang Engkau kehendaki. Engkau muliakan orang yang Engkau kehendaki dan Engkau hinakan orang yang Engkau kehendaki. Di tangan Engkaulah segala kebajikan. Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu. Engkau masukkan malam ke dalam siang dan Engkau masukkan siang ke dalam malam. Engkau keluarkan yang hidup dari yang mati, dan Engkau keluarkan yang mati dari yang hidup. Dan Engkau beri rezki siapa yang Engkau kehendaki tanpa perhitungan (batas).β (Ali-Imran: 26-27).
Maka siapapun kita, disaat berada di titik terendah, jangan pernah menyerah. Bersabarlah. Dan berlatih sabar, perlu sabar.
Tak ada keluhan, melainkan keyakinan yang besar akan kebesaran-Nya.
Karena keyakinan kita pada-Nya akan benar2 diuji bukan saat kita berada di atas dan memiliki segalanya, tapi justru saat kita berada di bawah, saat dimana tak memiliki apa2, kecuali Allah SWT...
Resources Sharing : Tim Dewa Eka Prayoga
02/06/2016
Sharing dari Kang Rendy Saputra :
DA LUCKY ONE
CEO words
Kamis, 2 Juni 2016
Posted at 7.47
Saya lupa di status Wiwin yang mana, hati Saya tersenyum melihat komen dari seorang muslimah pada kolom komen status Wiwin.
"Da Lucky One"
Muslimah tersebut seakan ingin mengungkapkan kekagumannya kepada Teh Wiwin, "beruntung banget sih kamu, punya suami Mas Dewa, disupport, disayang, diajarin bisnis, sampai-sampai punya Shaliha"
Itu yang Saya maknai dari seuntai kalimat "Da Lucky One"
Dialah Wiwin Supiyah. Istri dari Bro Dewa Eka Prayoga yang juga sedang mendevelop Brand Gamis Hijab Shaliha. Seorang wanita yang sangat lembut dan sabar sekali. Pencapaian Bro Dewa hari ini juga terkadang membuat sebagian muslimah jadi baper.
Tak heran jika Wiwin harus menghadapi pertanyaan super hebat dari teman muslimah yang lain,
"Mas Dewa boleh nikah lagi gak mbak?"
Cetar banget gak sih? Mungkin karena keahlian Dewa dalam selling dan copywriting, maka terbentuklah demand pada dirinya. Tapi bukan ini bahasan Saya. Hehehehe...
Status-status Dewa dan Wiwin memang bikin meleleh. Suami istri ini saling mendukung, bahkan disuatu kesempatan, Wiwin menasehati Mas nya, romantis deh ya.
Waktu Dewa posting lagi nemenin Wiwin beli kain dalam rangka bantuin jualan Shaliha, mendadak muslimah selini masa baper hingga langit ke tujuh,
"Iihhh.. pengennnnn"
Entah pengen sama Dewa atau pengen punya Suami seperti Dewa. Saya belum riset nih. Hehehehe...
Intinya, semua pada baper jika status mereka berseliweran.
*****
Kemana sebenarnya arah tulisan Saya?
Jadi begini lho, setiap Saya melihat komen-komen muslimah yang baper sama Wiwin dan Dewa, dalam hati saya bergumam, andai kalian harus menghadapi semua episode yang dilalui Wiwin, Saya yakin kalian gak jadi kepengen.
Jika semua episode hidup Wiwin dan Dewa harus juga kalian jalani, Saya yakin, kalian akan berubah fikiran.
Saya salut, Dewa dan Wiwin bukan tipe pasangan yang ingin mengumbar penderitaan. Fokus mereka adalah masa depan, berjuang dan memberi manfaat.
Namun orang dekat mereka seperti Saya, jelas-jelas menjejaki setiap jenak hidupnya. Dari awal, hingga saat ini.
*****
Sepekan setelah pernikahan, Saya mendadak jadi sahabatnya Mas Dewa. Tak sekedar kenal, tapi kemudian menjadi sangat akrab. Mengapa? Karena tidak ada lagi yang berteman dengan Dewa. Dia dapat musibah bisnis.
Akhirnya Wiwin dan Dewa harus mengalami bulan madu yang pahit. Mobil diambil, ancaman bertubi-tubi, dan ekonomi yang morat marit.
Dewa memang tidak pernah memposting bahwa dahulu dia ternak kambing, dan kambingnya kena penyakit, gagal tuh bisnis. sedih banget.
Dewa juga tidak pernah memposting, bagaimana Wiwin yang dalam masa kehamilan mudanya harus ke pasar setiap pagi, untuk mencari stok ceker ayam. Yang kemudian dijual dengan harga Rp 10.000,00 per porsi. Dan episode ceker ini juga kandas.
Tidak pernah ada yang tahu, bahwa Wiwin dan Dewa pernah konflik gara-gara catatan keuangan mereka selisih 500 rupiah. Coba bayangkan, 500 rupiah bisa bikin mereka berdua heboh.
Tidak ada postingan, bahwa Dewa dulu pernah menjadi kurir antar ceker, lalu pemesan menolak membayar karena terlalu lama. Dan itu adalah order yang harus diantar belasan km di area Bandung Raya. Hanya untuk sekedar sales Rp 10.000,00.
Tidak terceritakan ke publik, bahwa Dewa dan Wiwin ditegur tetangga saat para tetangga berkunjung ke kontrakan mereka,
"Kang, Teh, kasihan ini bayinya, kok kasurnya dilantai, kasihan, dingin, pake kasur yang gak nyentuh lantai atuh, yang besar"
Dewa dan Wiwin hanya bisa sabar sambil tersenyum, karena uang untuk hidup saja susah, apalagi beli kasur.
*****
Lesson Learned, Saya gak maksud mengungkap pedih masa lalu mereka. Saya ingin kembali kepada para muslimah yang ingin ada di posisi Wiwin hari ini, mereka yang ingin memiliki suami seperti Bro Dewa. Saya ingin menyampaikan kepada mereka, "lihatlah kehidupan orang satu paket, jangan separuh-separuh"
Bagaimana mungkin Anda mau menjadi The Next Wiwin, jika Anda tidak punya sangka baik kepada sosok lelaki yang "belum kaya", yang serta merta Anda pandang sebelah mata.
Bagaimana mungkin Anda mau menjadi The Next Wiwin, jika Anda enggan menjalani episode mendaki gunungnya? Apa pantas berharap di puncak gunung tanpa mendaki. Bisa sih, naik Helikopter. Hehehehe..
Bagaimana mungkin Anda mau jadi The Next Wiwin, jika Anda tidak sabar membersamai suami Anda ketika jatuh, ketika dia di dasar hidupnya, ketika dia punya kesalahan di masa lalu.
Untuk mengetahui, mengapa Dewa sangat menyayangi Wiwin, jawabannya sangat sederhana, karena Wiwin menyayangi Dewa disaat jatuhnya, disaat kelamnya, disaat beratnya.
Sanggupkah mbak mbak dan teteh teteh melalui semua episodenya?
Episode dianggap wanita yang membawa sial.
Episode wanita yang harus deg degan ketika suami mereka terancam.
Episode membangun rumah tangga dari tidak punya apa-apa bahkan minus.
Sanggup gak yah?
*****
Fase akhir 2012, di momen Training Muda Mulia yang Saya bawakan dua hari, terdapat sesi Sayap Utuh. Bagaimana kekuatan kekompakan suami-istri dapat memberikan energi yang luar biasa.
Saya undang ke panggung, sepasang suami istri yang sedang dicoba Allah. Suami yang sedang dimaki-maki orang, dijauhi, dan direndahkan.
Dengan konsep ala Kick Andy, Saya kemudian bertanya kepada istrinya,
"Mbak, apa yang membuat mbak bertahan, ini suamimu masalahnya gede lho, kamu gak milih resign aja gitu?"
Istri tersebut menjawab dengan berkaca-kaca,
"Gak kang, Saya yakin suami Saya bisa melewati ini semua, Saya yakin semua ini bisa kami atasi"
Di akhir sesi Saya memberikan kesempatan kepada suaminya untuk menutup sesi talkshow kami. Saking mendalamnya, Saya memilih turun panggung dan menyaksikan mereka dari kursi peserta.
Sang Suami menggenggam tangan istrinya, sambil mengambil posisi disebelahnya,
"Saya mau ngucapin terima kasih, terima kasih sudah percaya sama Saya, terima kasih sudah mau menemani Saya. Maaf atas segala apa yang terjadi, maafin sudah bikin kamu berat, semoga aku kuat melewati ini semua"
Sekitar 600 orang peserta menumpahkan air mata mereka. Tak terbendung, benar-benar tak terbendung.
Kedua pasang Insan itu adalah Wiwin Supiyah dan Dewa Eka Prayoga
Rendy Saputra
CEO KeKe Busana
Mentor www.MelekFinansial.co