02/06/2016
Sharing dari Kang Rendy Saputra :
DA LUCKY ONE
CEO words
Kamis, 2 Juni 2016
Posted at 7.47
Saya lupa di status Wiwin yang mana, hati Saya tersenyum melihat komen dari seorang muslimah pada kolom komen status Wiwin.
"Da Lucky One"
Muslimah tersebut seakan ingin mengungkapkan kekagumannya kepada Teh Wiwin, "beruntung banget sih kamu, punya suami Mas Dewa, disupport, disayang, diajarin bisnis, sampai-sampai punya Shaliha"
Itu yang Saya maknai dari seuntai kalimat "Da Lucky One"
Dialah Wiwin Supiyah. Istri dari Bro Dewa Eka Prayoga yang juga sedang mendevelop Brand Gamis Hijab Shaliha. Seorang wanita yang sangat lembut dan sabar sekali. Pencapaian Bro Dewa hari ini juga terkadang membuat sebagian muslimah jadi baper.
Tak heran jika Wiwin harus menghadapi pertanyaan super hebat dari teman muslimah yang lain,
"Mas Dewa boleh nikah lagi gak mbak?"
Cetar banget gak sih? Mungkin karena keahlian Dewa dalam selling dan copywriting, maka terbentuklah demand pada dirinya. Tapi bukan ini bahasan Saya. Hehehehe...
Status-status Dewa dan Wiwin memang bikin meleleh. Suami istri ini saling mendukung, bahkan disuatu kesempatan, Wiwin menasehati Mas nya, romantis deh ya.
Waktu Dewa posting lagi nemenin Wiwin beli kain dalam rangka bantuin jualan Shaliha, mendadak muslimah selini masa baper hingga langit ke tujuh,
"Iihhh.. pengennnnn"
Entah pengen sama Dewa atau pengen punya Suami seperti Dewa. Saya belum riset nih. Hehehehe...
Intinya, semua pada baper jika status mereka berseliweran.
*****
Kemana sebenarnya arah tulisan Saya?
Jadi begini lho, setiap Saya melihat komen-komen muslimah yang baper sama Wiwin dan Dewa, dalam hati saya bergumam, andai kalian harus menghadapi semua episode yang dilalui Wiwin, Saya yakin kalian gak jadi kepengen.
Jika semua episode hidup Wiwin dan Dewa harus juga kalian jalani, Saya yakin, kalian akan berubah fikiran.
Saya salut, Dewa dan Wiwin bukan tipe pasangan yang ingin mengumbar penderitaan. Fokus mereka adalah masa depan, berjuang dan memberi manfaat.
Namun orang dekat mereka seperti Saya, jelas-jelas menjejaki setiap jenak hidupnya. Dari awal, hingga saat ini.
*****
Sepekan setelah pernikahan, Saya mendadak jadi sahabatnya Mas Dewa. Tak sekedar kenal, tapi kemudian menjadi sangat akrab. Mengapa? Karena tidak ada lagi yang berteman dengan Dewa. Dia dapat musibah bisnis.
Akhirnya Wiwin dan Dewa harus mengalami bulan madu yang pahit. Mobil diambil, ancaman bertubi-tubi, dan ekonomi yang morat marit.
Dewa memang tidak pernah memposting bahwa dahulu dia ternak kambing, dan kambingnya kena penyakit, gagal tuh bisnis. sedih banget.
Dewa juga tidak pernah memposting, bagaimana Wiwin yang dalam masa kehamilan mudanya harus ke pasar setiap pagi, untuk mencari stok ceker ayam. Yang kemudian dijual dengan harga Rp 10.000,00 per porsi. Dan episode ceker ini juga kandas.
Tidak pernah ada yang tahu, bahwa Wiwin dan Dewa pernah konflik gara-gara catatan keuangan mereka selisih 500 rupiah. Coba bayangkan, 500 rupiah bisa bikin mereka berdua heboh.
Tidak ada postingan, bahwa Dewa dulu pernah menjadi kurir antar ceker, lalu pemesan menolak membayar karena terlalu lama. Dan itu adalah order yang harus diantar belasan km di area Bandung Raya. Hanya untuk sekedar sales Rp 10.000,00.
Tidak terceritakan ke publik, bahwa Dewa dan Wiwin ditegur tetangga saat para tetangga berkunjung ke kontrakan mereka,
"Kang, Teh, kasihan ini bayinya, kok kasurnya dilantai, kasihan, dingin, pake kasur yang gak nyentuh lantai atuh, yang besar"
Dewa dan Wiwin hanya bisa sabar sambil tersenyum, karena uang untuk hidup saja susah, apalagi beli kasur.
*****
Lesson Learned, Saya gak maksud mengungkap pedih masa lalu mereka. Saya ingin kembali kepada para muslimah yang ingin ada di posisi Wiwin hari ini, mereka yang ingin memiliki suami seperti Bro Dewa. Saya ingin menyampaikan kepada mereka, "lihatlah kehidupan orang satu paket, jangan separuh-separuh"
Bagaimana mungkin Anda mau menjadi The Next Wiwin, jika Anda tidak punya sangka baik kepada sosok lelaki yang "belum kaya", yang serta merta Anda pandang sebelah mata.
Bagaimana mungkin Anda mau menjadi The Next Wiwin, jika Anda enggan menjalani episode mendaki gunungnya? Apa pantas berharap di puncak gunung tanpa mendaki. Bisa sih, naik Helikopter. Hehehehe..
Bagaimana mungkin Anda mau jadi The Next Wiwin, jika Anda tidak sabar membersamai suami Anda ketika jatuh, ketika dia di dasar hidupnya, ketika dia punya kesalahan di masa lalu.
Untuk mengetahui, mengapa Dewa sangat menyayangi Wiwin, jawabannya sangat sederhana, karena Wiwin menyayangi Dewa disaat jatuhnya, disaat kelamnya, disaat beratnya.
Sanggupkah mbak mbak dan teteh teteh melalui semua episodenya?
Episode dianggap wanita yang membawa sial.
Episode wanita yang harus deg degan ketika suami mereka terancam.
Episode membangun rumah tangga dari tidak punya apa-apa bahkan minus.
Sanggup gak yah?
*****
Fase akhir 2012, di momen Training Muda Mulia yang Saya bawakan dua hari, terdapat sesi Sayap Utuh. Bagaimana kekuatan kekompakan suami-istri dapat memberikan energi yang luar biasa.
Saya undang ke panggung, sepasang suami istri yang sedang dicoba Allah. Suami yang sedang dimaki-maki orang, dijauhi, dan direndahkan.
Dengan konsep ala Kick Andy, Saya kemudian bertanya kepada istrinya,
"Mbak, apa yang membuat mbak bertahan, ini suamimu masalahnya gede lho, kamu gak milih resign aja gitu?"
Istri tersebut menjawab dengan berkaca-kaca,
"Gak kang, Saya yakin suami Saya bisa melewati ini semua, Saya yakin semua ini bisa kami atasi"
Di akhir sesi Saya memberikan kesempatan kepada suaminya untuk menutup sesi talkshow kami. Saking mendalamnya, Saya memilih turun panggung dan menyaksikan mereka dari kursi peserta.
Sang Suami menggenggam tangan istrinya, sambil mengambil posisi disebelahnya,
"Saya mau ngucapin terima kasih, terima kasih sudah percaya sama Saya, terima kasih sudah mau menemani Saya. Maaf atas segala apa yang terjadi, maafin sudah bikin kamu berat, semoga aku kuat melewati ini semua"
Sekitar 600 orang peserta menumpahkan air mata mereka. Tak terbendung, benar-benar tak terbendung.
Kedua pasang Insan itu adalah Wiwin Supiyah dan Dewa Eka Prayoga
Rendy Saputra
CEO KeKe Busana
Mentor www.MelekFinansial.co