Mohon maaf
Cikal Daycare
Full Booked
CIKAL Daycare
CIKAL Daycare
Tempat Penitipan Anak Terpadu
Ruko Emerald Commercial UF 11 Summarecon Bekasi
Telepho
Cikal daycare memberikan layanan pengasuhan anak dengan sistem yang berkualitas dan sangat memperdulikan perkembangan anak sesuai usianya seperti bersosialisasi, bermain secara berkelompok, latihan fisik, dan musik. Pengasuh yang berpengalaman, homemade food yang sesuai dengan kebutuhan gizi anak, dan konsultasi secara berkala dengan dokter anak dan psikolog pendidikan anak.
05/02/2017
Selamat Ulang Tahun Bunda Cindy
18/09/2016
SI KECIL MULAI AKTIF?
Ikuti 9 Langkah Ini Untuk Latih Motorik Kasarnya
Menjadi orangtua itu artinya Anda harus siap untuk mengajarkan hal-hal baru pada buah hati Anda demi keberlangsungan tumbuh kembangnya. Orangtua dituntut untuk selalu rajin mencari cara untuk mengajarkan segala sesuatu yang baik pada anak.
Ada tiga hal yang harus mulai diasah oleh orang tua pada anak sejak dini sebagai bekal agar mereka mandiri kelak di masa depan. Tiga hal tersebut adalah kemampuan kognitif, sosial, dan motorik.
Kemampuan motorik pada anak terbagi menjadi dua macam yakni motorik kasar dan halus. Motorik halus berhubungan dengan keterampilan fisik yang melibatkan otot-otot kecil pada tubuh anak dan koordinasi mata dengan tangan. Sedangkan motorik kasar adalah gerakan tubuh yang memanfaatkan otot-otot besar. Contoh kemampuan motorik kasar adalah menendang, berjalan, berlari, duduk, dan segala gerakan yang melibatkan sebagian atau seluruh anggota tubuh.
Melalui sembilan cara ini, Anda bisa mengasah kemampuan motorik kasar anak sejak dini agar bisa berkembang dengan baik dan tidak menjadi anak ktertinggal.
BERMAIN BOLA BISA MELATIH KOORDINASI OTAK, MATA, DAN TANGAN
Melatih kemampuan motorik anak bisa dengan cara bermain bersama. Mengajak anak-anak bermain bola dapat melatih kemampuan motorik kasar si kecil menjadi lebih baik. Caranya, posisikan anak Anda dengan jarak 1-2 meter dari posisi Anda, kemudian gelindingkan bola secara perlahan ke arah anak Anda yang sedang berdiri di seberang Anda.
Biarkan dia menangkap atau menendangnya. Cara sederhana yang satu ini dapat meningkatkan koordinasi antara otak – mata – tangan da kemampuan berhitung si kecil.
BERMAIN MEMBANGUN MENARA BALOK DAPAT MENGASAH KEMAMPUAN KOGNITIF ANAK
Mainan balok kayu dapat digunakan untuk membangun sebuah menara atau gedung pencakar langit. Meski terlihat sederhana, mengajaknya terus-menerus bermain balo kayu yang ditumpuk menjadi bentuk tertentu dapat melatih kemampuan anak untuk memegang dan meraih sesuatu. Selain itu kegiatan ini juga dapat melatih kemampuan kognitif.
BERMAIN PUZZLE MENAMBAH PENGETAHUN AKAN WARNA DAN BENTUK PADA ANAK
Puzzle sederhana yang memiliki beragam bentuk dan biasanya terdiri dari berbagai macam warna sangat bagus untuk melatih kemampuan buah hati dalam mengenal berbagai bentuk dan warna, bermain puzzle bersama pun melatih kemampuan kerja sama dalam menyelesaikan masalah. Permainan puzzle yang kompleks membiasakan anak untuk menghadapi sesuatu yang rumit.
BERMAIN TIUP GELEMBUNG PADA SAAT MANDI BISA MELATIH KOORDINASI TANGAN-MATA-MULUT
Saat si kecil mandi, ajak atau kenalkan dia betapa serunya meniup gelembug dari busa sabun. Kegiatan meniup gelembung saat mandi bukan saja menyenangkan, kegiatan ini juga bisa dimanfaatkan untuk melatih koordinasi antara tangan, mata, dan mulut anak.
BELAJAR MENGGUNTING KERTAS BERGUNA UNTUK MELATIH KOORDINASI OTAK DENGAN KETEPATAN GERAK TANGAN
Saat ini di pasaran sudah banyak gunting aneka wrna yang menarik perhatian anak-anak dan semua bagian gunning tersebut terbuat dari plastik. Berikan gunting jenis tersebut pada anak dan biarkan dia memotong kertas sesuai bentuk yang diinginkannya. Awasi dia ketika menggunting sesuatu dan berikan arahan yang tepat saat menggunting. Belajar menggunakan gunting dapat melatih koordinasi dan ketepatan gerak tangan.
AJARKAN ANAK MELEPAS BAJU SENDIRI, CARA INI DAPAT MELATIH KEMAMPUAN PERENCANAAN MEREKA
Mengajarkan buah hati Anda tentang cara melepas dan memakai baju sendiri bisa menjadi cara efektif agar mereka bisa mandiri. Memberikan mereka kesempatan untuk mengenakan atau melepas pakaian dapat melatih anak Anda mengenai perencanaan dan gerak tubuh agar lebih aktif lagi.
MEMBUKA DAN MEMBACA BUKU MEMBUAT ANAK LEBIH PINTAR DALAM MENGENALI BENDA-BENDA BARU DI SEKITARNYA
Buku adalah jendela dunia, mengenalkan anak pada buku sejak dini bisa menjadi cara yang baik berkenalan pada dunia yang ada di sekitarnya. Berikan si kecil buku yang penuh dengan gambar dan warna sesuai usia perkembangannya. Membiarkannya melihat isi dari buku tersebut dapat melatih kemampuan anak dalam mengenal berbagai jenis benda, hewan, atau tumbuh-tumbuhan.
BERIKAN MAINAN YANG BISA DIPUKUL UNTUK MENINGKATKAN KOORDINASI ANTARA MATA DAN TANGAN
Anak kecil biasanya sangat s**a memukul-mukul benda-benda yang ada di sekelilingnya. Untuk itu, Anda sebagai orang tua bisa memberikannya mainan yang bisa dipukul-pukul seperti palu dari kayu, sendok plastik, atau kaleng plastik yang bisa dipukul-pukul. Membiarkannya aktif dengan benda-benda ini dapat mengasah kemampuan koordinasi antara mata dengan tangan sehingga lebih baik lagi untuk digunakan.
MAINAN BALOK KAYU JUGA BISA MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENCOCOKAN BENTUK DAN WARNA
Beri anak Anda, mainan mencocokan bentuk dan warna yang biasanya terbuat dari balok kayu. Mainan edukatif berupa kotak dengan dengan berbagai bentuk berlubang berguna untuk mengajarkan si kecil konsep mencocokan bentuk dan warna. Biarkan ia mencocokan lubang bentuk segitiga dengan balok kayu bentuk segitiga, lubang persegi dengan balok kayu bentuk persegi, dan begitu seterusnya. Mainan seperti ini juga mengajarkannya untuk lebih inisiatif dalam menemukan masalah.
16/08/2016
8 ALASAN BALITA MENOLAK MAKANAN
DAN KIAT KREATIF MENGATASINYA
Biasanya, anak mulai mendapat makanan tambahan dan susu pendamping ASI di usia 6-7 bulan. Semakin bertambah usianya, seperti saat memasuki usia 9 bulan, maka porsi makannya harus lebih besar dibanding ASI. Biasanya, anak mendapat tiga jenis makanan dalam satu hari, yakni makanan padat, susu tambahan pendamping ASI, maupun ASI itu sendiri. Dalam menjalani kebiasaan baru ini, bisa saja anak mengalami hal-hal yang membuatnya enggan menyantap makanan. Inilah alasannya:
1. Tak pernah benar-benar lapar
Tak heran jika makanan yang terdiri atas tiga kali makanan utama dan dua kali makanan selingan membuatnya kenyang. Jadi ketika waktu makan yang berikutnya tiba, ia belum benar-benar lapar. Ditambah lagi rutinitas makan dan minum susu yang bisa membuat anak bosan. Hal seperti ini akan terbawa terus hingga masa batita awal. Namun orang tua sering lupa dan menganggap perilaku menolak atau melepehkan makanan sebagai masalah besar.
2. Mulai punya selera terhadap rasa
Yang juga kerap terlupakan, di usia batita ini rasa ingin tahu anak sudah semakin besar. Ia sudah punya selera tersendiri terhadap makanan. Itulah kenapa makanan anak usia ini tidak boleh disamakan dengan makanan bayi yang tawar. Tidak ada salahnya memberikan rasa-rasa tertentu yang dia s**ai ke dalam makanannya, seperti garam dan gula. Apa citarasa yang dis**ai anak, tugas orang tualah untuk menemukannya.
3. Bosan tekstur yang halus dan campur aduk
Rasa bosan bisa juga muncul dari tekstur. Bukan mustahil anak bosan atau sudah merasa mual dengan makanan lunak dan campur aduk seperti makanannya semasa bayi. Dengan demikian orang tua mesti cerdik dalam menyiasati olahan dan penyajian makanan. Variasikan sedemikian rupa agar anak tetap s**a makan, misalnya dengan memisah-misahkan lauknya dan memblender berasnya saja lebih dulu sebelum diolah.
4. Munculnya sikap negativistik
Sikap negativistik yang menjadi ciri usia batita antara lain ditandai dengan sikap penolakan terhadap rutinitas yang selama ini wajib dijalani anak. Namun, lantaran khawatir kecukupan gizi anak tidak terpenuhi, orang tua biasanya makin keras memaksa anaknya makan. Padahal cara ini justru harus dihindari.
Asal tahu saja, semakin dipaksa anak usia ini justru akan makin ngotot melakukan perlawanan sebagai wujud negativistiknya. Realisasinya apalagi kalau bukan penolakan terhadap makanan. Bisa dimaklumi kalau ada orang yang sampai dewasa emoh makan nasi atau sama sekali tak menyentuh daging. Bisa jadi sewaktu masih kecil yang bersangkutan sempat mengalami trauma akibat perlakuan orang tuanya yang selalu memberinya makan secara paksa.
5. Mulai cari perhatian
Cari perhatian biasanya ditunjukkan dengan mudahnya anak melahap makanannya saat disuapi pengasuh sementara selagi disuapi orang tuanya malah jual mahal.
6. Mulai eksplorasi ke mana-mana
Ketika sudah mahir berjalan, anak akan lebih mengutamakan kegiatan eksplorasi ketimbang acara makan. Lihat saja cara bermainnya yang disertai gerakan berjalan, memanjat, atau berlari seolah tidak pernah lelah. Tak heran jika acara makan dianggapnya sebagai kegiatan buang-buang waktu, apalagi kalau diminta duduk diam.
7. Sedang sakit
Tidak mau makan yang disebabkan alasan medis biasanya disertai ciri-ciri badan lemas, sering demam, bolak-balik diare, berat badannya tak bergerak naik atau malah mengalami penurunan, dan adanya perubahan tingkah laku. Kalau semula anak terlihat aktif, riang dan "cerewet", maka di kala sakit ia lebih s**a diam dan terlihat malas-malasan.
Kalau anak menunjukkan gejala seperti itu, tentu harus segera diperiksakan ke dokter. Sebab dilihat dari indikasinya, besar kemungkinan problema sulit makan ini disebabkan radang tenggorok, lambung terganggu, atau malah kena vlek paru-paru, bahkan TBC.
8. Kebanyakan diberi camilan manis dan gurih
Bisa juga anak tampak lemas tapi tidak memperlihatkan gejala sakit. Yang seperti ini, menurut Nuraini, boleh jadi akibat tidak tercukupinya asupan kalori dari makanan padat. Anak yang sulit makan seperti ini biasanya punya kebiasaan makan yang salah. Semisal, belum apa-apa anak sudah dijejali susu, permen, cokelat, atau snack yang mengandung MSG. "Sekalipun mengenyangkan, makanan seperti ini jelas-jelas tidak bisa memenuhi angka kecukupan gizi si kecil. Karena sudah merasa kenyang, jangan salahkan bila ia cenderung menolak makanan padat."
KIAT KREATIF MENGATASINYA
Beberapa tips berikut bisa dicoba untuk diterapkan di rumah:
* Sebelum memberi makan, cicipi dulu makanan tersebut. Kalau menurut kita tidak enak, ya jangan paksa anak menikmatinya.
* Kombinasikan rasa asin dan gurih dari lauk pauk secara pas dengan rasa asam dan manis dari buah-buahan. Ini semata-mata supaya makanan tersebut enak untuk dicecap, harum ketika dicium, dan menggugah selera.
* Variasikan hidangan setiap kali makan, baik dari pilihan bahan makanannya maupun penyajiannya.
* Begitu juga pilihan peralatan makan. Manfaatkan bentuk, gambar dan warna-warna menarik kes**aan anak. Sementara penyajiannya bisa diakali dengan tampilan yang lucu dan menarik seperti hiasan dari tomat, wortel, sayur atau irisan telur di atasnya.
* Soal lauk pauknya, berikan seperti apa yang dimakan anggota keluarga lainnya. Jangan membatasi dengan hanya memberinya olahan hati ayam, wortel dan bayam. Kacang merah yang ditumbuk, sup kacang hijau atau kacang polong sah-sah saja dicampur dengan ikan, daging sapi atau ayam maupun telur. Yang harus diberikan secara terbatas dan hati-hati sebetulnya hanyalah jenis lauk pauk yang mengundang alergi seperti ikan laut, udang, dan telur.
* Bangun p**a suasana makan yang menyenangkan. Bila perlu libatkan anak. Kalau anak s**a makan sambil diiringi musik, why not? Kalau anak bisa lahap sambil main mobil-mobilan, ya tidak apa-apa. "Asalkan lambut laun seiring dengan bertambahnya usia, anak harus digiring untuk tahu bahwa di sini dan begini, lo, cara makan yang baik itu."
* Yang juga sering terjadi, gara-gara tidak mau makan, orang tua lantas "menggenjot" anaknya dengan asupan susu lebih banyak. Padahal pola seperti ini justru hanya akan membunuh nafsu makannya. Bagaimana pun, makanan padat penting bagi anak. Terutama sebagai latihan dan pembelajaran mengunyah sampai menelan makanan tanpa tersedak. "Tidak mungkin sampai dewasa ia hanya mengandalkan susu sebagai makanannya." Malahan, pemberian susu sebaiknya dikurangi secara bertahap.
* Hindari atau setidaknya kurangi pemberian makanan "alternatif" yang mengenyangkan seperti cokelat, dan sejenisnya. Kalau asupan karbohidratnya memang dianggap kurang, misalnya karena si anak tak s**a nasi, berikanlah makanan alternatif yang kandungan zat gizinya setara. Bisa roti, makaroni, jagung, dan lain-lain.
* Berikan tambahan vitamin atau suplemen makanan yang dapat menutupi kekurangan zat gizi tertentu akibat ia sulit makan. Jangan lupa, konsultasikan dulu dengan dokter yang bisa menilai kebutuhan anak. Harus diingat bahwa vitamin/zat gizi yang terdapat dalam sumber nabati maupun hewani yang fresh jauh lebih baik dari vitamin/zat gizi sejenis yang didapat dari suplemen.
25/07/2016
5 KESALAHAN POLA ASUH INI SERING KITA LAKUKAN
Tanpa Disadari Orang tua Melalukan 5 Kesalahan Pola Asuh Ini Padahal Berpengaruh Buruk pada Anak-anak
Apakah anda mulai merasa kesulitan mengendalikan perilaku anak anda? Apakah anda dan pasangan sering tidak sepaham dalam mendidik anak anak Apakah anak anda sering merengek dan maksa untuk dituruti kemauannya?
Jika iya, mungkin kesalahan-kesalahan berikut ini, sering tak kita sadari, padahal berpengaruh buruk pada anak-anak. Ralat dari sekarang yuk!
1. LEBIH SIBUK BERSOSIAL MEDIA TIADA HENTI
Saat anak minta ditemani bermain, mengajak bicara atau sekedar kangen minta dipeluk, Anda tak mempedulikannya karena jari sibuk bersocial media ria.
Anak jadi rewel dan menganggu ingin merebut ponsel. Anda jengkel, memanggil pengasuh dan minta pengasuh membawa balita menjauh.
Anak belajar memahami bahwa keadirannya tidak penting dan kemudian mengembangkan perilaku masa bodoh. Di usia selanjutnya, saat Anda membutuhkannya, bisa-bisa ia tak peduli.
2. TANPA SADAR MENGGAJARKAN ANAK MELANGGAR LALU LINTAS
“Ah, tanggung!” begitu biasanya alasan ketika menerobos lampu kuning yang siap merah. Menambah kecepatan untuk menambah kesempatan, memang lebih enak ketimbang memperlambat laju kendaraan dan antre menunggu lampu merah.
Kalau anak sudah paham rambu, ia belajar bahwa aturan boleh dilanggar. Kalau anak belum paham rambu, ia akan belajar bahwa lampu kuning artinya boleh jalan. Padahal ini membahayakan diri sendiri dan orang lain.
3. BERMUKA DUA MEMBUAT ANAK BELAJAR BERSIKAP MUNAFIK, PURA-PURA BAIK SUPAYA DIANGGAP BAIK
Berpura-pura manis saat tetangga datang meminjam majalah. Begitu sang tetangga balik badan, Anda kontan ngedumel, “Minjam melulu. Beli sendiri, kenapa?” Anak belajar bersikap munafik, pura-pura baik supaya dianggap baik.
4. MINTA ANAK BERBOHONG SEHINGGA MENJADIKAN ANAK BELAJAR BAHWA BERBOHONG ITU BOLEH
Ketika terlihat tetangga hendak mampir ke rumah, Anda cepat-cepat berbisik di telinga balita, “Bilang Tante Irma, ibu lagi di kamar mandi, ya,” atau malah disuruh mengatakan ibu sedang pergi.
Anak pun paham bahwa berbohong itu boleh. Sedikit demi sedikit ia belajar berbohong, hingga kelak mahir mengelabui Anda.
5. TIDAK SPORTIF DENGAN MENYALAHKAN ORANGLAIN
Menyaksikan kemenangan anak dalam suatu lomba memang membanggakan. Tapi ketika balita kalah dalam lomba fashion show misalnya, Anda berusaha menghibur hatinya (dan Anda!) dengan kata-kata yang salah.
“Duh sayang, kok kamu kalah ya? Padahal kamu tadi oke banget lho! Pasti jurinya salah pilih.”
Anak belajar menyalahkan orang lain, tidak menerima kekalahan dan tidak punya cara lebih baik untuk menghibur diri selain menyalahkan.
22/07/2016
MEMILIH ACARA TV YANG TEPAT BAGI ANAK PENTING SEKALI
Tak bisa dipungkiri bahwa anak-anak sekarang ini tak bisa lepas dari televisi. Keseharian mereka pun banyak dihabiskan di depan layar televisi. Kaiser Family Foundation (KFF) mengungkapkan bahwa;
• 2/3 balita dan batita rata-rata menonton TV selama 2 jam per hari,
• Anak-anak dibawah usia 6 tahun menonton TV sekitar 2 jam per hari,
• Anak-anak dan remaja usia 8-18 tahun menghabiskan kurang lebih 4 jam per hari di depan televisi dan 2 jam per hari di depan komputer serta bermain game
Padahal The American Academy of Pediatrics menyatakan bahwa menonton TV terlalu berlebihan bisa mempengaruhi cara mereka bersosialisasi dengan dunia luar.
Menurut The American Academy of Pediatrics anak-anak dengan usia dibawah 2 tahun tak seharusnya diperbolehkan menonton TV. Mengapa demikian? Hal ini karena di usia 2 tahun pertama hidupnya adalah masa-masa penting pertumbuhan otak anak-anak. Di usia tersebut,normalnya otak si kecil akan berkembang dan belajar mengeksplorasi dunia luar, maka dari itu bermain di luar sangat baik bagi mereka karena
• si kecil bisa bergerak bebas sehingga membuat syaraf-syaraf motoriknya berkembang,
• si kecil bisa belajar bersosialisasi juga berinteraksi dengan bercengkrama bersama orangtua dan orang-orang lain disekitarnya.
Terlalu banyak menonton TV bisa sangat mempengaruhi perilaku buah hati Anda, mereka akan bersikap pasif, malas membaca & mengerjakan PR, tak mau bermain dan menghabiskan waktu bersama keluarga dan teman-teman lainnnya.
The American Academy of Pediatrics mengungkapkan tak selamanya televisi hanya mempunyai sisi buruk bagi anak. Ada beberapa manfaat yang bisa Anda ambil dari menonton televisi
• Televisi dalam porsi yang tepat sangat bisa membantu dan mengembangkan kemampuan anak Anda.
• Melalui televisi si kecil bisa belajar menghafal huruf dan angka, televisi pun bisa menjadi media pengetahuan yang memberikan pandangan luas mengenai kehidupan di luar sana dan kehidupan di alam liar,
• Televisi bisa sangat membantu Anda dan si kecil mengetahui perkembangan berita dunia terkini.
• Televisi bisa jadi pendidik dan penghibur yang sangat baik bagi anak Anda.
Namun, Anda tetap harus selalu waspada dan berhati-hati dalam memberikan dan memilih acara televisi untuk anak-anak Anda.
Berikut tips-tips agar Anda bisa memilih acara-acara yang aman bagi buah hati Anda
HIDARI TONTONAN YANG PENUH DENGAN KEKERASAN
Anda harus benar-benar selektif terhadap tontonan anak Anda. Pasalnya, kekerasan yang ada dalam tontonan anak-anak bisa berdampak langsung pada perilakunya. Anak-anak yang terpengaruh kekerasan dalam tontonanya bisa bersikap lebih agresif. Kekerasan dalam tontonan anak-anak pun terkadang disisipikan dalam karakter-karakter baik atau pahlawan yang sangat diidolakan oleh anak-anak. Ketika di rumah Anda mengajarkan pada si kecil bahwa memukul, menghajar, menggigit atau menendang orang lain adalah hal buruk karena menyakiti orang lain, tetapi sebaliknya dalam tontonan anak Anda tokoh-tokoh baik atau super yang mereka idolakan melakukan pemukulan, menghajar orang, atau menendang orang, hal tersebut malah diperbolehkan karena dia berada di pihak baik. Tentu hal ini bisa jadi membingungkan anak Anda. Maka dari itu dampingi anak Anda selalu dan berikanlah informasi yang benar akan segala sesuatunya sehingga anak Anda tak kebingungan nantinya.
Selain itu Anda harus tahu bahwa sebenarnya anak-anak sangat rentan ketakutan melihat hal-hal yang berbau kekerasan. Ketakutan yang ditimbulkan bisa saja menggangu pikiran buah hati Anda. Jadi pantau terus si kecil ketika menonton TV dan berikanlah informasi yang benar karena dengan begitu si kecil tahu bahwa terkadang apa yang ditampilkan di TV tak seluruhnya dapat dipercaya dan hal tersebut pun bisa mengurangi ketakutannya.
TV BISA JADI MEMPENGARUHI PERILAKU BUAH HATI ANDA
Seperti yang kita ketahui banyak program-program dan iklan-iklan di televisi yang menampilkan perilaku yang tak terpuji dan tak layak dicontoh oleh anak-anak. Misalnya saja, minum minuman keras, mengkonsumsi obat-obatan terlarang, merokok dengan bebas atau seks bebas dikalangan remaja, hal tersebut bertentangan dengan norma yang ada tetapi kegiatan tersebut malah digambarkan sebaliknya di televise. Hal tersebut digambarkan sebagai kebiasaan yang keren, menyenangkan dan seru. Pada akhirnya hal tersebut sangat berdampak besar pada perubahan pola pikir dan tingkah laku anak-anak yang melihat dan menontonnya.
TELEVISI BISA MENYEBABKAN OBESITAS PADA ANAK ANDA
Para ahli kesehatan telah membuktikan bahwa menonton TV bisa menyebabkan obesitas, salah satu penyakit yang paling banyak diderita sekarang ini. Mengapa demikian? Obesitas bisa terjadi karena ketika anak-anak menonton TV, mereka tak bergerak dan cenderung ngemil sembari menonton TV. Ditambah lagi, selama menonton TV, anak-anak digiring dan diarahkan agar mereka makan makanan junk food seperti kripik kentang, mie instant atau soda kaleng yang mereka lihat di TV yang mana tak sehat untuk tubuh mereka. Salah satu penelitian pun menunjukan hasil yang mengejutkan bahwa mengurangi jam menonton TV pada anak Anda bisa menurunkan berat badan anak Anda.
BUATLAH ATURAN TEGAS MENGENAI WAKTU MENONTON BAGI ANAK ANDA
Hal ini sangatlah penting, mengingat buah hati Anda bisa saja kecanduan menonton televisi. Maka dari itu Anda harus membuat batasan waktu dari dan sampai jam berapa si kecil bisa menonton TV di rumah. Hal ini pun akan sangat membantu si kecil agar ia tak ketergantungan pada televisi dan hanya menonton untuk sekedar mencari hiburan saja.
JANGAN PERNAH MENARUH TV DI KAMAR ANAK
Menaruh TV dikamar anak sama saja dengan memberikan kebebasan menonton TV pada mereka tanpa batas. Hal tersebut akan menjadi kebiasaan yang sangat buruk tentunya. Maka, taruhlah TV di ruangan yang bisa terkontrol oleh Anda sehingga Anda bisa mengatur waktu kapan dia harus menonton TV, kapan si kecil harus mengerjakan PR, kapan si kecil harus pergi tidur atau bermain dengan teman-temnannya.
SELALU DAMPING ANAK ANDA KETIKA MENONTON
Mendampingi anak Anda ketika menonton TV sangatlah penting karena bisa saja acara anak-anak Anda disisipi oleh perilaku-perilaku yang tak wajar atau tak pantas ditampilkan di acara televisi anak-anak. Jadi jangan pernah membiarkan buah hati Anda menonton TV sendirian, dampingilah dia selalu agar tontonan yang dia tonton aman baginya.
21/07/2016
KUALITAS KOMUNIKASI ORANGTUA - ANAK MEMPENGARUHI PERKEMBANGAN ANAK
Komunikasi yang efektif selalu ditemukan dalam keluarga yang memiliki hubungan orangtua-anak yang kuat. Bahkan, hal ini sangat mempengaruhi kualitas kedekatan keluarga. Banyak penelitian yang menemukan bahwa kualitas komunikasi orangtua-anak mempengaruhi perkembangan mereka. Karena itu, orang tua perlu menumbuhkan sikap yang tepat dan mempelajari keterampilan komunikasi yang efektif untuk menguatkan hubungan antara orang tua dan anak.
Berikut ini adalah beberapa ide untuk berkomunikasi dengan anak-anak kita.
LUANGKAN WAKTU UNTUK BERBICARA
Kadang-kadang orang tua begitu sibuk sehingga tidak dapat meluangkan waktu dengan anak-anak. Ingat, betapapun handalnya orang tua berkomunikasi, hal itu sulit diwujudkan tanpa memprioritaskan waktu bicara dengan anak-anak. Tapi, hal ini bisa diatasi dengan mencuri waktu untuk berkomunikasi. Anda bisa melakukannya saat mengemudi, melakukan tugas bersama-sama, sebelum tidur, atau waktu-waktu anda bersama dnegan mereka. Akan lebih baik jika anda membuat jadwal rutin sebagai “waktu bicara” dengan masing-masing anak, misalkan sebulan sekali. Dengan meluangkan waktu berdua, maka segala perasaan, kebutuhan, tujuan, kekhawatiran, dan pendapat mereka dapat diketahui dan dibicarakan bersama.
MELIBATKAN (BUKAN HANYA MENYURUH) MEREKA
Orang tua tentunya ingin anak-anak dapat bertanggung jawab serta mau bekerja sama. Namun, orang tua harus benar-benar mampu mengirimkan pesan tersebut. Hindari atau kurangi perintah bernada satu arah seperti komando militer. Contohnya seperti kalimat, “Gosok gigimu!”, “Duduk yang tegak!”, “Jangan bicara sambil makan!”.
Kalimat bernada negatif seperti “Kenapa selalu berantakan sih!” atau “Ibu lagi, ibu lagi ang mengerjakannya.” juga sebaiknya segera ditinggalkan. Mengapa? Karena anda akan membuat anak merasa tidak mampu, bodoh, atau buruk. Cobalah menggunakan kata “tolong,” “terima kasih,” “maafkan Ibu (atau Ayah),” dan “terima kasih kembali.” Lalu, rangkai kata anda dengan kalimat ajakan, seperti “Ayo, bereskan kasur.”Kalimat-kalimat seperti ini akan lebih membekas secara positif dalam pembentukan karakternya.
GUNAKAN KALIMAT PENDORONG BERBUAT BAIK
Kalimat-kalimat komunikatif yang bernada hormat akan memiliki efek yang luar biasa terhadap rasa percaya diri anak. Lihatlah beberapa contoh di bawah ini:
“Kamu sekarang terampil sekali membereskan lemari, ya.”
“Terima kasih telah membantu adik membersihkan kamarnya.”
“Itu adalah ide yang bagus!”
“Kamu itu sangat istimewa.”
“Ikut Ibu ke warung, yuk? Ibu senang sekali berjalan berdua dengan Kakak.”
“Senang deh dibantu anak baik seperti kamu.”
GAMBARKAN SITUASI KETIKA MEMINTA KERJASAMANYA
Saat anda menginginkan si kecil membantu anda, kurangi kalimat yang bernada curiga atau menyalahkan. Untuk situasi dimana anak menyimpan gelas di meja tamu, dari pada mengatakan, “Siapa yang menaruhnya disini?”, anda bisa mengatakan “Wah, gelas ini bisa jatuh jika tersenggol, lho.” Selain membuat anak tidak merasa bersalah, anda akan membantunya mengembangkan kemampuan berbahasa.
KURANGI KATA YANG TIDAK PERLU UNTUK MEMINTANYA BERTANGGUNG JAWAB
Semakin sedikit kata yang anda gunakan bisa menjadi semakin baik. Kurangi kebiasaan merangkai kalimat panjang untuk memintanya bekerja sama, seperti, “Tuh kan, coba Ibu tidak membelikan mainan baru, pasti tidak berantakan. Bereskan d**g. Ibu sudah bilang berapa kali, sih.”
Sekarang sudah saatnya anda langsung menunjuk objeknya untuk diatasi. Contohnya, dengan hanya mengatakan, “Dina, mainanmu nih.” – ketika kamar mainannya berantakan.
LIBATKAN PERASAAN ANDA DALAM KOMUNIKASI
Bicarakanlah apa yang anda rasakan ketika melihat sesuatu yang tidak anda s**ai. Contohnya, daripada berkata “Pasti deh, Dina yang lupa tutup pintunya,” – anda bisa bisa mengatakan “Dina, Ibu kok agak takut banyak nyamuk ya kalau pintunya dibiarkan terbuka begitu.” Hal ini akan melatih empati anak dan membuat mereka percaya diri karena telah membantu anda. Namun, meski ini efektif, anda perlu berhati-hati melakukannya. Pastikan bahwa pesan yang sampai adalah perilaku mereka yang tidak dapat diterima bukan si anak yang membuat anda tidak nyaman.
JANGAN BERKOMUNIKASI DI SAAT MARAH
Kadang-kadang perasaan negatif begitu kuat sehingga menjadi sangat sulit untuk berkomunikasi dengan efektif. Karena itu, jika anda sangat marah, berhenti berbicara selama beberapa menit. Hal ini sangatlah penting karena amarah sesaat dapat merusak hubungan yang terbangun. Anda juga dapat melakukan hal yang anda s**ai untuk meredakan amarah, seperti menghitung sampai sepuluh, berjalan, tidur, membaca, bermain badminton, atau menulis. Apapun itu, intinya adalah, berkomunikasilah pada saat yang tepat.
20/07/2016
ANAK YANG DEKAT DENGAN AYAH CENDERUNG MEMILIKI EMOSI STABIL
Anak dekat dengan ibunya itu tentu sudah biasa, namun sebuah penelitian yang dilakukan Oxford University menunjukkan bahwa ada kaitan antara kedekatan ayah dan anak dengan keberhasilan akademisnya di sekolah.
Hal ini diperkuat oleh pernyataan Dr. David Popenoe, sosiolog dan Co-Director di The National Marriage Project Rutgers, The University of New Jersey, yang mengatakan bahwa anak yang banyak berinteraksi dengan ayahnya memiliki IQ lebih tinggi dibanding anak yang tak cukup berinteraksi dengan sang ayah
Selain itu, sebuah tinjauan studi yang dilakukan oleh Father Involvement Research Alliace menunjukkan bahwa bayi yang dekat dengan ayah cenderung memiliki emosi yang stabil. Saat dewasa dia lebih percaya diri, dan bersemangat dalam mengeksplorasi potensi diri untuk merealisasikan ide serta impian.
Tips anak dekat dengan ayahnya:
1. BERI PERHATIAN BILA ANAK MENANGIS DAN SEDIH
Dekati bayi atau anak anda bila sedang menangis, sedih atau ketakutan. Saat bayi menangis perlu dekapan ayah supaya anak merasa lebih nyaman dan lebih tenang bisa dengan menggend**g dan mengganti popok saat bayi menangis . Tenangkan dengan sabar dan penuh kasih sayang bila anak balita anda menangis atau ketakutan.
2. AYAH JUGA HARUS SEKALI-SEKALI MERASAKAN MEMBERIKAN MAKAN PADA BAYI DAN MENYUAP MAKAN PADA ANAKNYA
Di usia bayi, ternyata tugas yang remeh ini bagi ibu dapat lebih mendekatkan kenyamanan pada anak sehingga mengapa anak dekat dengan ibunya. Ayah juga harus sekali-sekali merasakan memberikan makan pada bayi dan menyuap makan pada anaknya. Pada umumnya tugas itu merupakan hal paling tabu dan paling menakutkan bagi para ayah. butuh kesabaran dan toleransi pada anak.
3. BERMAIN DALAM WAKTU SENGGANG JANGAN SIBUK DENGAN SMARTPHONENYA SAJA
Di waktu senggang kadang ayah lebih sibuk dengan urusan kantor yang di bawa kerumah, menonton televisi atau bermain BB dibandingkan bermain dengan anak. Sisihkan waktu untu anak anda meski tidak lama untuk bermain. Bermain bisa dilakukan di tempat tidur, di kamar mandi, di halaman atau dimana saja saat anda berada. Bermain dengan anak bisa membantu membangun ikatan batin antara anak dan Anda.
4. TIDAK MESTI SETIAP HARI AYAH IKUT MELAKUKAN PERAWATAN BAYI DAN ANAK SEPERTI MEMANDIKAN, MENGGANTI BAJU, MEMAKAIKAN SEPATU DAN LAINNYA
Perawatan rutin pada anak biasa dilakukan oleh baby sitter dan ibunya. kadang hal ini yang membuat mengapa anak lebih dekat dengan perawat atau ibunya. Meski tidak harus setiap hari secara berkala minimal seminggu kali sebaiknya ayah ikut melakukan perawatan bayi dan anak. Seperti memandikan, mengganti baju, memakaikan sepatu dan kegiatan lainnya sambil bercanda dan bernyanyi dengan anak
5. BICARA DAN BERKOMUNIKASI DENGAN BAIK, KOMUNIKASI TERSEBUT DAPAT DILAKUKAN DENGAN KATA, LAGU ATAU BELAIAN KASIH SAYANG DAN CIUMAN RINGAN DI P**I DAN KENING ANAK
Komunikasi dengan anak harus dilakukan sejak bayi hingga tumbuh dewasa. Pada saat bayi, bisa dilakukan kapan saja. Pada anak balita sebaiknya ajak anak bercerita, melakukan permainan atau bermain sandiwara dengan anak. Pada anak lebih besar bisa dilakukan komunikasi dan bersenda gurau di mobil, saat mengantar anak sekolah, di meja makan atau dimanapun ayah berada dekat dengan anak.
6. BERI TANDA MATA, MESKI HANYA KECIL DAN SEDERHANA SAAT PULANG KE RUMAH
Saat ayah berpergian baik bepegian dekat atau jauh, baik dari luar kota atau luar negeri atau bahkan p**ang kantor. Beri anak anda hadiah bisa berupa makanan ringan, buku, atau benda-benda yang menarik yang dapat anda bawa dari kantor, toko atau dari manapun anada berada. Bila anda melakukan rutin dan sering maka jangan heran anda akan selalu dinantikan dan disambut anak di depan pintu rumah saat anda p**ang kantor.
7. MENJADI PANUTAN
Anak-anak sangat mencerminkan orang tuanya. Oleh sebab itu, berilah contoh yang baik sejak anak masih kecil, terutama ketika mereka beranjak besar, selalu perhatikan setiap perkataan dan tingkah laku Anda.
8. BERI DUKUNGAN DAN PUJIAN
Setiap pilihan anak atau prestasi anak atau kelebihan anak asalkan tidak menyimpang, sebaiknya didukung dan diberi pujian. Tak ada salahnya jika Anda menjadi ayah yang demokratis bagi anak. Pemberian pujian dan dukungan bukan hanya dengan hadiah tetapi cukup dengan pujian kata-kata disertai belaian ndan ciuman di p**i anak.
9. JANGAN TERLALU KERAS DAN MEMAKSA.
Pada anak tertentu yang keras kepala dan emosi tinggi seringkali pendekatan yang keras dan memaksa berdampak tidak baik pada anak. Bukannya anak menurut, tetapi sebaliknya justru anak s**a menentang. Saat ingin memberikan pengertian pada anak atau memberikan larangan pada anak harus dilakukan dengan pelan dan kasih sayang serta disertai penjelasan yang masuk akal nalar anak.
10. BERILAH CIUMAN MESKI ANAK SUDAH TERLELAP
Berilah ciuman kepada anak anda minimal 3 kali sehari. Saat anda pergi ke kantor, p**ang dari kantor atau sebelum tidur. Berilah ciuman pada anak meski anak sedang tidur saat anda p**ang larut malam.
11. JANGAN MENGGODA BERLEBIHAN
Seringkali ayah menggoda anak berlebihan hingga anak menangis. Menggoda anak hingga anak menangis dianggap momen yang menyenangkan bagi sang Ayah. Tetapi tidak disadari hal yang berlebihan membuat anak menangis akan membuat anak tidak nyaman dan mencari pelarian ke ibunya untuk mengadu bahwa ayah membuat si anak tidak nyaman. Saat anak mengadu pada ibunya, itulah anak merasa lebih nyaman dengan ibunya.
12. ISTERI JANGAN MELECEHKAN ATAU MENGOLOK-OLOK AYAH DI DEPAN ANAKNYA
Seringkali beberapa isteri mempunyai perilaku mengolok-olok dan menyindir ayah dengan perkataan dan sikap negatif. Misalnya, papa ini pemalas, tidak bantu papa. Papa ini pelit tidak belikan adik mainan. Hal yang dianggap bercanda ini bila terlalu sering akan mencetak memori pada anak bahwa sosok ayah selalu menjadi sosok negatif. Sosok negatif ini memuat anak tidak senang dan tidak nyaman. Bila hal ini dilakukan isteri anda, sebaiknya bicaralah dan berdiskusilah dengan isteri.
13. BIASAKAN MINTA MAAF KEPADA ANAK ANDA
Setiap anda melakukan kesalahan, perkataaan kasar, bicara terlalu keras, emosi dan memarahi anak sebaikjnya segera meminta maaf pada anak. Sampaikan dengan lembut dan sayang ayah khilaf dan tidak akan terulang lagi.
14. JANGAN BERTENGKAR DAN BERSUARA KERAS TERHADAP ISTERI DI DEPAN ANAK
Sebaiknya ayah menghindari berkata keras, berteriak, bertengkar apalagi melakukan kekerasan terhadap isteri di depan anak. Pada kasus tertentu, hal tersebut membuat anak trauma dan lebih dekat ibunya. Bila ibunya disakiti maka secara alamiah berati juga menyakiti si anak. Bila ini terjadi maka sosok ayah merupakan sosk negatif yang tidak nyaman untuk didekati. Bila hal itu sudah terlanjur terjadi sebaiknya dengan segera dekati anak, belai dan cium dan segera meminta maaf kapada anak terhadap segala kekerasan kata-kata atau fisik terhadap ibunya.
15. BIASAKAN TAK BAWA PEKERJAAN KANTOR KE RUMAH
Bila hal itu sering dilakukan, maka akan mengurangi kualitas dan komunikasi komunikasi anda dengan anak. Pekerjaan kantor di rumah sering membuat anda malas untuk menyuapi, mengganti popok dan menggend**g bayi. Pekerjaan kantor yang menumpuk membuat anda segan bermain dan bercerita saat tidur. Bila perkerjaan kantor tidak bisa dihindari harus dikerjakan di rumah, utamakan anak daripada pekerjaan kantor. Sebaiknya anda lebih mengutamakan perkejaan kantor hanya saat di kantor bukan di rumah.
Click here to claim your Sponsored Listing.
Location
Category
Website
Address
Ruko Emerald Commercial UF. 11 Summarecon Bekasi
Bekasi
17142