๐ 8. Allah Melaknat Orang yang Melaknat Kedua Orang Tuanya
(๐ dari Kitab Adabul Mufrad)
๐ 17. 'Amr bin Marzuq menceritakan kepada kami, ia berkata :
Syu'bah mengabarkan kepada kami dari al Qasim bin Abi Bazzah :
Dari Abuth Thufail ia berkata,
"Suatu ketika 'Ali ditanya,
'Apakah Nabi mengkhususkanmu dengan sesuatu yang seluruh manusia tidak diberinya?'
'Ali lalu menjawab,
'Rasulullah shalallaahu 'alaihi wa sallam tidak mengkhususkan kami dengan sesuatu yang tidak diberikan kepada seluruh manusia, kecuali sesuatu yang ada pada sarung pedangku ini.'
Lalu ia mengeluarkan secarik kertas yang bertuliskan,
'Allah melaknat siapa yang menyembelih binatang untuk selain Allah, Allah melaknat siapa yang mencuri tanda batas-batas tanah, Allah melaknat siapa yang melindungi (membantu) orang yang berbuat kerusakan di bumi.'"
(Shahih, al Misykah, Muslim)
โ Bersambung
Tiap Selasa dan Rabu sore in syaa Allah (HJ)
Majelis Ilmu Al-Minhaaj
Contact information, map and directions, contact form, opening hours, services, ratings, photos, videos and announcements from Majelis Ilmu Al-Minhaaj, School, Kemang Pratama, Bekasi.
๐ Kandungan Bab 5 (lanjutan)
( ๐ dari Kitab Fathul Majiid )
โฆAllah menyebutkan bahwa mereka mencintai sesembahan-sesembahan mereka seperti mencintai Allah.
โก Ini menunjukkan bahwa mereka mencintai Allah dengan cinta yang besar, namun hal itu tidak memasukkan mereka ke dalam Islam.
โLalu bagaimana dengan orang yang lebih mencintai sekutu tersebut darpada kepada Allah ?
โBagaimana dengan orang yang tidak mencintai kecuali hanya sekutu semata, dan dia tidak mencintai Allah?
๐ Diantaranya adalah sabda Nabi shalallaahu 'alaihi wa sallam,
" Barangsiapa mengucapkan 'Laa ilaha illallaah' dan kafir kepada apa yang disembah selain Allah, maka haramlah harta dan darahnya, dan hisabnya kembali kepada Allah."
โก Hadits ini adalah diantara penjelas paling besar bagi makna 'Laa ilaha illallaah', karena hadits ini tidak menganggap mengucapkannya sudah cukup untuk melindungi harta dan darah, bahkan tidak p**a pengakuan kepadanya, bahkan tidak p**a bahwa orang bersangkutan tidak berdoa kecuali kepada Allah semata, dan tidak ada sekutu bagiNya, bahkan harta dan darahnya tidak menjadi haram, sehingga dia menambahkan di samping itu kufur kepada segala sesuatu yang disembah selain Allah. Jika dia ragu-ragu atau tidak memiliki sikap jelas, maka darah dan hartanya tidak haram.
๐ Sungguh ini adalah kandungan yang benar-benar besar lagi agung, sebuah penjelasan yang benar-benar jelas dan sebuah hujjah yang benar-benar tajam terhadap orang yang menolak.
โ Bersambung
In syaa Allah tiap Selasa dan Rabu pagi (HJ)
โจ 7. Durhaka kepada Kedua Orang Tua
( ๐ dari Kitab Adabul Mufrad )
ใฐ 15. Musaddad menceritakan kepada kami, ia berkata : Busyr bin al Mufadhdhal menceritakan kepada kami, ia berkata : al Jurairi menceritakan kepada kami dari 'Abdurrahman bin Abi Bakrah :
Dari Abu Bakra ia berkata, Rasulullah shalallaahu 'alaihi wa sallam bersabda,
'Maukah kalian aku beritahukan tentang dosa yang paling besar?'
Beliau mengucapkannya 3 kali.
Para Shahabat menjawab,
'Tentu wahai Rasulullah.'
Beliau lalu bersabda,
'Mempersekutukan Allah dan durhaka kepada kedua orang tua.'
Beliau mengucapkannya sambil duduk bersandar,
'Serta ucapan (sumpah) palsu, kebohongan atau tuduhan tanpa bukti.'
Beliau terus mengulang-ulangnya hingga aku berkata,
'Sekiranya beliau diam.'
(Shahih : al Bukhari kitab al Adab 6 bab 'Uququl Walidain minal Kaba'ir, Muslim kitab al Iman)
ใฐ 16. Muhammad bin Salam menceritakan kepada kami, ia berkata : Jarir mengabarkan kepada kami, dari 'Abdul Malik bin 'Umair :
Dari Warrad, juru tulis al Mughirah, bin Syu'bah, ia berkata,
"Mu'awiyah pernah menulis surat kepada al Mughirah yang isinya,
'Kirimkanlah surat kepadaku yang isinya tentang apa yang pernah engkau dengar dari Rasulullah shalallaahu 'alaihi wa sallam.'"
Warrad berkata,
"Maka ia melakukannya untukku dan kutulis ucapannya yang berbunyi,
'Aku mendengar Rasulullah shalallaahu 'alaihi wa sallam melarang banyak bertanya dan membuang-buang harta serta desas-desus menyatakan ini dan itu.'"
(Shahih)
โ Bersambung
In syaa Allah tiap Selasa dan Rabu sore (HJ)
๐ Kandungan Bab 5
( ๐ dari Kitab Fathul Majiid )
โซ Dan penjelasan bab ini adalah bab-bab sesudahnya. Di dalamnya terkandung masalah-masalah paling besar dan paling penting, yaitu :
tafsir tauhid dan tafsir syahadat, dan penulis menjelaskannya dengan perkara-perkara yang jelas.
๐ Diantaranya adalah ayat dalam surat al Isra' : 57, dimana di dalamnya Allah menjelaskan bantahan kepada orang-orang musyrikin yang berdoa kepada orang-orang shalih. Di dalamnya terkandung keterangan bahwa ini adalah syirik akbar.
๐ Diantaranya adalah ayat dalam surat al Bara'ah, di dalamnya Allah menjelaskan bahwa ahli kitab telah mengangkat ulama-ulama dan ahli-ahli ibadah mereka sebagai tuhan-tuhan selain Allah. Allah menjelaskan bahwa mereka tidak diperintahkan kecuali menyembah kepada satu Rabb, dan sebabnya adalah sangat jelas, yaitu karena mereka menaati para ulama dan para ahli ibadah dalam kemaksiatan, bukan karena berdoa (meminta) kepada mereka.
๐ Diantaranya adalah ucapan al Khalil (Ibrahim) 'alaihi sallam kepada orang-orang kafir,
"Sesungguhnya aku berlepas diri (anti) dari apa yang kamu sembah, kecuali (aku hanya menyembah) Rabb yang menjadikanku."
โก Dia mengecualikan Rabbnya dari sesembahan-sesembahan tersebut. Dan Allah menyebutkan bahwa sikap berlepas diri dan sikap loyal ini adalah tafsir 'Laa ilaha illallaah'.
๐ Dia berfirman,
"Dan (Nabi Ibrahim) menjadikan kalimat tauhid itu kalimat yang kekal pada keturunannya supaya mereka kembali kepada kalimat tauhid itu."
๐ Diantaranya adalah ayat dalam surat al Baqarah dimana Allah berfirman tentang mereka,
"Dan mereka tidak akan keluar dari neraka."
โ Bersambung
In syaa Allah tiap Selasa dan Rabu pagi (HJ)
๐Kitab Al Wajiz Ensiklopedi Fiqih Islam Dalam Al Qur'an Dan As Sunnah As Shahihah, Abdul 'Azhim bin Badawi Al Khalafi
๐ฒ BAB : Cara Membersihkan Najis
๐ Membersihkan Pakaian Dari Air Madzi
๐
Dari Shal bin Hunaif, ia berkata, Dahulu aku biasa mendapati kesulitan dan kepayahan karena madzi sehingga aku sering mandi karenanya. Lalu aku utarakan hal tersebut kepada Rasulullah Shalallahu'alaihi Wa Salam, maka Beliau bersabda, "Sesungguhnya cukuplah bagimu hanya dengan berwudhu." Kemudian aku bertanya, "Wahai Rasulullah, bagaimana dengan madzi yang mengenai pakaianku?" Maka jawabnya, "Cukuplah bagimu mengambil setelapak tangan air lalu tuangkanlah pada pakaianmu (yang terkena madzi) sehingga kamu lihat air itu membasahinya."
[Hasan : Shahih Ibnu Majah 409, dan yang lainnya].
๐ Membersihkan Bagian Bawah Sandal
๐
Dari Abu Sa'id radhiyallahu'anhu bahwa Nabi Shalallahu'alaihi Wa Salam bersabda, "Apabila diantara kamu datang ke masjid, maka baliklah kedua sandalnya dan perhatikan keduanya : kalau ia melihat kotoran (pada sandalnya), maka gosokkanlah ke tanah kemudian shalatlah dengan keduanya."
[Shahih : Shahih Abu Dawud 605].
๐ Mensucikan Tanah/Lantai
๐
Dari Abu Hurairah radhiyallahu'anhu, ia berkata, "Telah berdiri seorang Arab Badui di (pojok) dalam masjid lalu kencing, maka kemudian para sahabat hendak menghentikannya, lalu Nabi Shalallahu'alaihi Wa Salam bersabda kepada mereka, 'Biarkan dia (sampai selesai) dan (kemudian) tuangkanlah di atas kencingnya setimba air atau seember air; karena kalian diutus (ke permukaan bumi) sebagai pemberi kemudahan, bukan ditampilkan untuk menyulitkannya.'"
[Muttafaqun'alaih]
โถ Nabi Shalallahu'alaihi Wa Salam memerintah para sahabat berbuat demikian hanyalah sebagai tindakan cepat agar tanah yang dikencingi segera suci kembali. Kalau tanah yang dimaksud dibiarkan sampai kering dan bau pesingnya hilang maka ia menjadi suci.
โถ Ini didasarkan pada riwayat Ibnu Umar radhiyallahu'anhu :"anjing-anjing sering kencing di dalam masjid, dan biasa keluar masuk (masjid) pada masa Rasulullah Shalallahu'alaihi Wa Salam, dan para sahabat tidak pernah menyiramnya sedikitpun."
[Shahih : Shahih Abu Dawud 368 dan yang lainnya].
โInsyaAllah bersambung setiap Senin dan Kamis sore (TD)
๐ท Kitab Syarhus Sunnah, karya Al Imam Al Barbahariy, Tahqiq : Abdurrahman bin Ahmad Al Jumaizi, Pustaka Imam Adz Dzahabi
๐Mengenal Isi Buku
๐Teks Buku Setelah Ditahqiq
Segala puji hanya milik Allah, Dialah Dzat yang telah memberi hidayah dan karunia Islam kepada kita semua serta menjadikan kita umat terbaik.
2โฃ9โฃ. Wajib mendengar dan mentaati para pemimpin dalam perkara yang dicintai dan diridhai Allah dan orang yang memegang tampuk khilafah yang diangkat berdasarkan kesepakatan dan kerelaan selutuh umat, maka ia termasuk Amirul Mukminin.
3โฃ0โฃ. Seseorang tidak boleh bermalam sementara ia tidak merasa memiliki imam, baik seorang imam yang adil ataupun zhalim.
3โฃ1โฃ. Haji dan berjihad bersama imam terus berlanjut dan boleh shalat jama'ah di belakang mereka dan setelah itu lakukan shalat enam rakaat dengan cara salam setiap dua rakaat sebagaimana pendapat Imam Ahmad Hambal*
(*Lihat Thabaqat Al Hanabilah I/331), dan belum ditemukan dalil dalam masalah ini).
3โฃ2โฃ. Manusia yang paling berhak memegang khilafah adalah keturunan Quraisy sampai Isa bin Maryam turun.
3โฃ3โฃ. Barangsiapa keluar dari imam yang muslim, maka ia termasuk kelompok Khawarij dan telah mematahkan tongkat kepemimpinan kaum muslimin serta menentang atsar. Apabila meninggal, maka ia mati dalam keadaan jahiliyah.
3โฃ4โฃ. Tidak boleh mengangkat pedang memerangi pemimpin dan keluar dari mereka meskipun mereka sosok pemimpin yabg jahat. Sebagaimana yang dikatakan oleh Nabi Shalallahu'alaihi Wa Salam kepada Abu Dzar Al Ghifari radhiyallahu'anhu :
" Bersabarlah meskipun (peminpin itu) seorang budak Habasyi."
Dan sabda Nabi Shalallahu'alaihi Wa Salam kepada kaun Anshar :
"Bersabarlah hingga kalian bertemu aku di Haudh (telaga)"
๐Memerangi pemimpin tidak termasuk perbuatan sunah, sebab yang demikian itu akan menimbulkan kerusakan dalam agama dan kehidupan dunia.
โ InsyaAllah bersambung setiap Senin dan Kamis pagi (TD)
21/12/2015
๐ Tafsir Qur-an
Surah al Fatihah
( ๐dari Kitab Taisir al Karim ar Rahman fii Tafsir Kalam al Mannan,
Penulis : Syaikh Abdurrahman bin Nashir as Sa'di )
Ayat 5โฃ
ุฅููููุงูู ููุนูุจูุฏู ููุฅููููุงูู ููุณูุชูุนูููู
"Hanya kepada Engkau lah kami menyembah dan hanya kepada Engkau lah kami memohon pertolongan."
๐
Yaitu kami mengkhususkan semata kepadaMu segala ibadah dan permintaan akan pertolongan.
Karena mendahulukan suatu kata maksudnya menjadi obyek adalah menunjukkan suatu pembatasan, yaitu menetapkan ketetapan bagi yang disebutkan dan meniadakannya dari selainnya, maka seolah-olah dia berkata; kami menyembahMu, dan tidak menyembah selain diriMu, kami meminta pertolongan kepadaMu, dan tidak meminta pertolongan pada selain diriMu.
โ Mendahulukan ibadah daripada permintaan akan pertolongan adalah di antara bentuk mendahulukan yang umum dari hal yang khusus, serta perhatian dalam mendahulukan hak-hak Allah daripada hak hambaNya.
โ Ibadah adalah sebuah kata yang mencakup apa pun yang dicintai oleh Allah dan diridhaiNya berupa perbuatan maupun perkataan, baik yang lahir maupun yang batin, sedangkan memohon pertolongan adalah bersandar kepada Allah dalam mendapatkan kemaslahatan dan menolak kemudharatan, diiringi dengan keyakinan yang kuat kepadaNya dalam mewujudkan semua itu.
๐
Melaksanakan ibadah kepada Allah dan memohon pertolongan kepadaNya merupakan jalan bagi sebuah kebahagiaan yang abadi dan keselamatan dari segala kenahatan. Maka tidaklah ada cara untuk mendapatkan keselamatan kecuali dengan melaksanakan kedua hal tersebut.
Dan sesungguhnya sebuah ibadah itu dikatakan sebagai ibadah apabila ibadah tersebut diambil contohnya dari Rasulullah shalallaahu 'alaihi wa sallam yang dimaksudkan dengannya wajah Allah semata.
Maka dengan kedua faktor tersebut jadilah perbuatan itu sebagai ibadah.
โ Adapun penyebutan permohonan pertolongan setelah ibadah itu yang sebenarnya merupakan hal yang telah tergolong dari ibadah itu sendiri adalah karena kebutuhan hamba di dalam seluruh ibadah-ibadah mereka kepada permohonan akan pertolongan kepada Allah ta'alaa tersebut, sebab bila Allah tidak menolongnya maka tidak akan terwujud untuknya sesuatu yang dikehendakinya dari pelaksanaan perintah maupun menghindari larangan.
โ Bersambung
In syaa Allah tiap Jum'at sore [HJ]
๐Hisnul Muslim -Perisai Bagi Muslim
Dari Dzikir-Dzikir Alquran Dan Sunnah
ูSyeikh Said Ibnu Ali Al-Qahthani
2โฃ. ๐DOA KETIKA MENGENAKAN PAKAIAN:
ุงูููุญูู
ูุฏู ููููููู ุงูููุฐููู ููุณูุงูููู ููุฐูุง (ุงูุซููููุจู) ููุฑูุฒููููููููู ู
ููู ุบูููุฑู ุญููููู ู
ูููููู ูููุงู ูููููุฉู.
๐
"Alhamdulillaahilladziy kasaaniy haadzats-tsauba warozaqoniyhi min ghoiri haulin minniy walaa quwwatin."
๐น Segala puji bagi Allah yang memberi pakaian ini kepadaku sebagai
rezeki daripadaNya tanpa daya dan kekuatan dariku.
[HR. Abu Daud, At-Tirmidzi dan Ibnu Majah, lihat Irwaโul Ghalil 7/47]
3โฃ. ๐DOA KETIKA MENGENAKAN PAKAIAN BARU:
ุงูููููููู
ูู ูููู ุงููุญูู
ูุฏู ุฃูููุชู ููุณูููุชูููููููุ ุฃูุณูุฃููููู ู
ููู ุฎูููุฑููู ููุฎูููุฑู ู
ูุง ุตูููุนู ููููุ ููุฃูุนูููุฐู ุจููู ู
ููู ุดูุฑูููู ููุดูุฑูู ู
ูุง ุตูููุนู ูููู
๐
"Allaahumma lakal-hamdu Anta kasawtaniyhi, as-aluka min khoirihi wa khoiri maa shuni'a lahu, wa a'uudzu bika min syarrihi wa syarri maa shuni'a lahu."
๐น Ya Allah, hanya milikMu segala puji, Engkaulah yang memberi
pakaian ini kepadaku. Aku mohon kepadaMu untuk memperoleh kebaikannya dan kebaikan yang ia diciptakan karenanya. Aku berlindung kepadaMu dari kejahatannya dan kejahatan.
[HR. Abu Dawud, At-Tirmidzi, Al-Baghawi dan lihat Mukhtashar Syamaailit Tirmidzi, oleh Al-Albani, halaman 47]
4โฃ. ๐DOA KITA BAGI ORANG YANG MENGENAKAN PAKAIAN BARU:
ุชูุจูููู ููููุฎููููู ุงูููู ุชูุนูุงููู
๐
"Tubliy wayukhlifullaahu ta'aala"
๐น "Kenakanlah sampai lusuh, semoga Allah Taโala memberikan gantinya kepadamu."
[HR. Abu Daud 4/41 dan lihat p**a Shahih Abi Dawud, 2/760]
๐Doa yang Lainnya:
ุงูููุจุณู ุฌูุฏูููุฏูุงุ ููุนูุดู ุญูู
ูููุฏูุงุ ููู
ูุชู ุดูููููุฏูุง
๐
"Ilbas jadiidan wa 'isy hamiidan wa mut syahiidan"
๐นโBerpakaianlah yang baru, hiduplah dengan terpuji dan matilah dalam keadaan syahidโ.
[HR. Ibnu Majah 2/1178, Al-Baghawi 12/41 dan lihat Shahih Ibnu Majah 2/275]
5โฃ. ๐BACAAN KETIKA MENANGGALKAN PAKAIAN
๐ทRasulullah shallallahu'alaihi wa sallam bersabda,
ุณูุชูุฑู ู
ูุง ุจููููู ุฃุนูููู ุงูุฌูููู ููุนูููุฑูุงุชู ุจูููู ุขุฏู
ุฅุฐุง ููุถูุนู ุฃูุญุฏูููู
ู ุซูููุจููู ุฃูู ูููู ุจูุณูู
ู ุงูููู
๐
"Penghalang yang menutupi antara mata jin dan aurat anak Adam ketika seseorang membuka pakaian adalah membaca:
ุจูุณูู
ู ุงูููู
๐
"Bismillaah"
๐น Dengan nama Allah (aku melepaskan pakaian)."
[HR. At-Tirmidzi 2/505 dan yang lainnya. Lihat Irwaโul Ghalil: 49 dan Shahihul Jamiโ 3/203]
โBersambung InsyaAllah setiap Jum'at pagi
Kitab Al Wajiz Ensiklopedi Fiqih Islam Dalam Al Qur'an Dan As Sunnah As Shahihah, Abdul 'Azhim bin Badawi Al Khalafi
๐ฒ BAB : Cara Membersihkan Najis
๐ Mensucikan Pakaian Yang Terkena Darah Haidh
๐
Sebagaimana dalam riwayat Asma' berikut :
Dari Asma' binti Abu Bakar Radhiyallahu'anhu ia berkata : "Telah datang seorang perempuan kepada Nabi Shalallahu'alaihi Wa Salam seraya berkata 'Pakaian seorang di antara kami, terkena darah haidh, bagaimana ia harus berbuat?' Maka jawab Beliau, "(Hendaklah) ia menggosoknya, lalu mengeriknya dengan air kemudian membilasnya, kemudian ia (boleh) shalat dengannya."
[Muttafaqun'alaih]
โก Kalau setelah itu ternyata masih terlihat bekasnya, maka tidak mengapa. Berdasarkan riwayat berikut :
"Dari Abu Hurairah Radhiyallahu'anhu bahwa Khaulah binti Yasar berkata, 'Ya Rasulullah, aku hanya mempunyai satu potong pakaian, dan (sekarang) saya haidh mengenakan pakaian tersebut.' Maka Rasulullah menjawab, 'Apabila kamu suci, maka cucilah yang terkena darah haidmu, kemudian shalatlah kamu dengannya.' Ia bertanya (lagi) 'Ya Rasulullah (bagaimana) kalau bekasnya tidak bisa hilang?!' Rasulullah menjawab, 'Cukuplah air bagimu (dengan mencucinya) dan bekasnya tidak membahayakan (shalat)mu'"
[Shahih : Shahih Abu Dawud 351 dan lainnya].
๐ Membersihkan Bagian Bawah Pakaian Wanita
๐
Cara membersihkannya adalah sebagaimana yang diuraikan riwayat berikut :
Dari seorang ibu putera Ibrahim bin Abdurrahman bin 'Auf bahwa ia pernah bertanya kepada Ummu Salamah isteri Nabi Shalallahu'alaihi Wa Salam, 'Sesungguhnya aku adalah seorang perempuan yang biasa memanjangkan pakaianku dan (kadang-kadang) aku berjalan di tempat yang kotor?' Maka jawab Ummu Salamah, bahwa Nabi Shalallahu'alaihi Wa Salam pernah bersabda, 'Tanah telah menjadi pembersihnya.'"
[Shahih : Shahih Ibnu Majah 430 dan yang lainnya].
๐ Mensucikan Pakaian Dari Air Kencing Anak Kecil Yang Masih Menyusu
๐
Caranya sebagaimana yang diriwayatkan berikut :
"Dari Abus Samh, pembantu Nabi Shalallahu'alaihi Wa Salam, ia berkata, bahwa Nabi Shalallahu'alaihi Wa Salam bersabda, 'Dicuci (pakaian badan) yang terkena kencing anak perempuan dan (cukup) disiram dipercik air dari kencing anak laki-laki."
[Shahih : Sunan Nasa'i 293 dan yang lainnya].
โInsyaAllah bersambung setiap Senin dan Kamis sore [TD]
Click here to claim your Sponsored Listing.
Location
Category
Website
Address
Kemang Pratama
Bekasi
17116