30/06/2015
Bismillah...
Jawablah Panggilan Ibumu
Sebuah kisah dari bani israil. Suatu hari ada seorang pemuda yang begitu rajin beribadah bernama Diyab.
kesalehanyua dan ketaatanya dalam beribadah terkenal luas dan menjadi perbincangan masyarakat.
Diyab seorang pemuda yang menghabiskan waktunya hanya untuk memuji Allah SWT dan mencari rahmat-Nya. Ia tidak pernah meninggalkan ibdah- ibadah wajibnya juga senantiasa menjalankan ibadah sunah.
Suatu ketika, ibunda Diyab datang berkunjung ke rumahnya.
Setelah mengucapkan salam, sang ibu lantas memanggil nama anaknya. '' Diyab, keluarlah dan temui ibu, nak!" panggil ibu Diyab.
Kebetulan Diyab baru saja memulai sholatnya. Mendengar panggilan ibu, Diyab galau dan bingung. '' Ya Allah, bagaimana ini? Mana yang harus aku dahulukan? Memenuhi panggilan ibunda atau meneruskan sholaytku hingga selesai? '' begitu Diyab membatin.
Namun, keputusan yang diambil adalah meneruskan sholatnya. Ia mengabaikan panggilan ibunya. Karena tidak ada sahutan dari Diyab, sang ibu pun pulang dengan perasaan kecewa.
Keesokan harinya, saat Diyabmelakukan sholat zhuhur, ibu Diyab kembali mendatangi rumah anaknya. Ia pun memanggil- manggil Diyab karena ingin berjumpa dengan putra kesayangannya itu.
Dengan kerinduan yang memuncak di dada, ibunya terus memanggil Diyab dan memintanya keluar rumah. Namun, kembali tak terdengar jawaban sepatah kata pun dari Diyab. Diyab tetap pada pendirianya, yakni menyelesaikan sholat lebih dahulu. Dengan langkah gontai, ibunda Diyab kembali pulang.
Karena kembali gagal menemui anaknya, padahal hatinya dipenuhi kerinduan ingin berjumpa putranya, ibu yang kecewa itupun berdoa. Dalam doanya ia bermohon: ''Ya Allah, berilah pelajaran kepada Diyab. sungguh terluka hati ini dia tidak memenuhi panggilanku."
Tak di sangka- sangka keesokan harinya seorang wanita telah melahirkan seorang bayi dan mengaku anak Diyab. Wanita itu mengatakan kepada bani israil, '' Bayi ini adalah anak Diyab!"
Sontak saja, pengakuan wanita itu memancing amarah masyarakat. Kemudain, berbondong- bondong masyarakat itu menuju tempat Diyab beribadah. Diyab kaget menemukan begitu banyak warga mendatangi tempatnya. '' Apa yang mendorong kalian berbuat seperti ini?''
Warga marah kepada Diyab dan merobohkan tempat ibadahnya. Namun, Diyab masih meminta izin untuk mengerjakan sholat sejenak. Permintaan di kabulkan.
Selesai mengerjakan sholat, Diyab menghampiri bayi itu dan bertanya, ''Hai nak, siapakah sebenarnya ayahmu?'' Kemudian atas kehendak Allah, bayi tersebut menjawab, ''Aku adalah anak fulan pengembala ternak itu.''
Mendengar keajaiban tersebut, orang- orang bani israil menghampiri Diyab seraya meminta maaf. Mereka juga berjanji akan membangun kembali yempat ibadah Diyab, bahkan dengan lapisan emas. Namun, dengan tegas Diyab menolak. Diyab hanya meminta di bangunkan kembali sebagaimana dulu tempat ibadah itu berdiri.
Setelah urusan itu selesai, Diyab merenung. Memikirkan apa yang tiba-tiba menimpanya. Lantas ia mengingat pernah berkali- kali tidak mendekati ibunya saat namanya di dipanggil. Karena hal kecil itu, kemudian Allah memberikannya sebuah peringatan. Dengan bergegas Diyab segera mengunjungi rumah ibunya seraya meminta maaf atas perbuatan yang telah melukai hati ibunya itu.
Dari Abu Hurairah RA dia berkata, seseorang datang kepada Rasulullah SAW dan bertanya, Wahai Rasulullah, kepada siapakah aku harus berbakti pertama kali?'' Ibumu!'' Orang tersebut kembali bertanya, ''kemudian siapa lagi?'' Rasulullah menjawab, ''Ibumu!'' orang tersebut kembali bertanya,""kemudian siapa lagi? Beliau kembali menjawab, ''Ibumu" Orang tersebut kembali bertanya, ''Lantas siapa lagi, Ya Rasulullah?'' Rasulullah menjawab, ''kemudian ayahmu.'' (HR Bukhari Muslim)
pelajaran dari kisah ini adalah, mulai sekarang, jika ibu memanggil, maka menjawablah dan dekatilah ibu. Semoga bermanfaat bagi kita semua Aamiin.