Yayasan Hijaiyyah Bekasi

Yayasan Hijaiyyah Bekasi

Share

Sebuah Instansi yang bergerak dibidang Pendidikan Dan Sosial

Photos 09/09/2015

Bismillah...

Mari berqurban bersama yayasan hijaiyah bekasi

08/07/2015

Bismillah...

cerita untuk anak- anak kita ''MAKAN ALA RASULULLAH''

Suatu hari Rasulullah hendak maka roti. Rasulullah kemudian mencuci kedua tanganya terlebih dahulu dengan baik. Hal yang sama dilakukanya saat beliau hendak memakan hidangan yang telah disediakan.

Selain mencuci tangan, sebelum makan atau ketika hendak makan Rasulullah akan meletakkan kedua tanganya di atas makanan, kemudian membaca basmallah.

Beliau meminta para sahabatnya melakukan hal yang serupa. Doa yang sering Rasulullah lakukan sebelum makan adalah, '' Allahumma bariklana fimaa rozaqtanaa wa qinaa 'adzabanaar''(Ya Allah berkahilah kami dengan apa yang Engkau rezekikan kepada kami dan jauhkanlah kami dari siksa api neraka).

Namun, apabila lupa, Rasulullah mengajarkan untuk mengucapkan, ''Bismillahi awalahu wa akhiru.'' Semua itu dilakukan supaya setan tidak ikut serta saat manusia makan dan supaya apa- apa yang dimakannya itu menjadi daging yang sehat dalam tubuh manusia.

Saat Rasulullah makan dengan keluarganya, Abdullah bin salamah, anak tiri Rasulullah yang masih yang masih remaja itu, masuk ke kamar Rasulullah. Dengan gegabah ia mengambil makanan di piring.

Rasul pun menegurnya sambil mengatakan, ''Hai anak muda, makanlah dengan menyebut nama Allah, menggunakan tangan kanan, dan makan yang ada di dekatmu.''

Rasulullah tidak pernah melewatkan kesempatan makan bersama, baik itu bersama keluarga, para sahabat, anak- anak kecil, para orang tua, budak atau hamba sahaya dan orang merdeka.
Rasulullah juga orang yang hanya makan sedikit. Beliau makan secukupnya dan tidak pernah kekenyangan. Artinya, Rasulullah menghentikan makannya sebelum kenyang.

Ketika ditanya mengapa Rasulullah melarang umatnya makan sampai kekenyangan? Rasulullah menjawab, tidak ada yang lebih buruk bagi anak adam daripada mengisi perut sampai penuh.
Cukup tiga suapan, sekedar menegakkan tulang sulbinya. Jika tidak bisa, cukuplah sepertiga untuk makanan, sepertiga untuk minuman, dan sepertiga untuk napasnya.

Selain melarang makan berlebihan, Rasulullah juga melarang umatnya mencela makanan, misalnya dengan mengatakan makanan tersebut tidak enak atau berbau tidak sedap, atau hal jelek lainya.

Terakhir setelah makan, yang dilakukan Rasulullah adalah membaca alhamdulillah atas rezeki yang telah Allah berikan melalui makanan tersebut. Selain itu, selesai makan, Rasulullah juga menjilati jari- jari tangannya yang beliau gunakan untuk makan. ''Apabila seseorang di antara kalian makan, maka hendaklah ia menjilati jemarinya karena ia tidak tahu di makanan yang manakah yang ada berkahnya.'' (HR Muslim).

Semoga bermanfaat bagi kita semua Aamiin.

30/06/2015

Bismillah...

Jawablah Panggilan Ibumu

Sebuah kisah dari bani israil. Suatu hari ada seorang pemuda yang begitu rajin beribadah bernama Diyab.
kesalehanyua dan ketaatanya dalam beribadah terkenal luas dan menjadi perbincangan masyarakat.
Diyab seorang pemuda yang menghabiskan waktunya hanya untuk memuji Allah SWT dan mencari rahmat-Nya. Ia tidak pernah meninggalkan ibdah- ibadah wajibnya juga senantiasa menjalankan ibadah sunah.
Suatu ketika, ibunda Diyab datang berkunjung ke rumahnya.
Setelah mengucapkan salam, sang ibu lantas memanggil nama anaknya. '' Diyab, keluarlah dan temui ibu, nak!" panggil ibu Diyab.
Kebetulan Diyab baru saja memulai sholatnya. Mendengar panggilan ibu, Diyab galau dan bingung. '' Ya Allah, bagaimana ini? Mana yang harus aku dahulukan? Memenuhi panggilan ibunda atau meneruskan sholaytku hingga selesai? '' begitu Diyab membatin.
Namun, keputusan yang diambil adalah meneruskan sholatnya. Ia mengabaikan panggilan ibunya. Karena tidak ada sahutan dari Diyab, sang ibu pun pulang dengan perasaan kecewa.
Keesokan harinya, saat Diyabmelakukan sholat zhuhur, ibu Diyab kembali mendatangi rumah anaknya. Ia pun memanggil- manggil Diyab karena ingin berjumpa dengan putra kesayangannya itu.
Dengan kerinduan yang memuncak di dada, ibunya terus memanggil Diyab dan memintanya keluar rumah. Namun, kembali tak terdengar jawaban sepatah kata pun dari Diyab. Diyab tetap pada pendirianya, yakni menyelesaikan sholat lebih dahulu. Dengan langkah gontai, ibunda Diyab kembali pulang.
Karena kembali gagal menemui anaknya, padahal hatinya dipenuhi kerinduan ingin berjumpa putranya, ibu yang kecewa itupun berdoa. Dalam doanya ia bermohon: ''Ya Allah, berilah pelajaran kepada Diyab. sungguh terluka hati ini dia tidak memenuhi panggilanku."
Tak di sangka- sangka keesokan harinya seorang wanita telah melahirkan seorang bayi dan mengaku anak Diyab. Wanita itu mengatakan kepada bani israil, '' Bayi ini adalah anak Diyab!"
Sontak saja, pengakuan wanita itu memancing amarah masyarakat. Kemudain, berbondong- bondong masyarakat itu menuju tempat Diyab beribadah. Diyab kaget menemukan begitu banyak warga mendatangi tempatnya. '' Apa yang mendorong kalian berbuat seperti ini?''
Warga marah kepada Diyab dan merobohkan tempat ibadahnya. Namun, Diyab masih meminta izin untuk mengerjakan sholat sejenak. Permintaan di kabulkan.
Selesai mengerjakan sholat, Diyab menghampiri bayi itu dan bertanya, ''Hai nak, siapakah sebenarnya ayahmu?'' Kemudian atas kehendak Allah, bayi tersebut menjawab, ''Aku adalah anak fulan pengembala ternak itu.''
Mendengar keajaiban tersebut, orang- orang bani israil menghampiri Diyab seraya meminta maaf. Mereka juga berjanji akan membangun kembali yempat ibadah Diyab, bahkan dengan lapisan emas. Namun, dengan tegas Diyab menolak. Diyab hanya meminta di bangunkan kembali sebagaimana dulu tempat ibadah itu berdiri.
Setelah urusan itu selesai, Diyab merenung. Memikirkan apa yang tiba-tiba menimpanya. Lantas ia mengingat pernah berkali- kali tidak mendekati ibunya saat namanya di dipanggil. Karena hal kecil itu, kemudian Allah memberikannya sebuah peringatan. Dengan bergegas Diyab segera mengunjungi rumah ibunya seraya meminta maaf atas perbuatan yang telah melukai hati ibunya itu.
Dari Abu Hurairah RA dia berkata, seseorang datang kepada Rasulullah SAW dan bertanya, Wahai Rasulullah, kepada siapakah aku harus berbakti pertama kali?'' Ibumu!'' Orang tersebut kembali bertanya, ''kemudian siapa lagi?'' Rasulullah menjawab, ''Ibumu!'' orang tersebut kembali bertanya,""kemudian siapa lagi? Beliau kembali menjawab, ''Ibumu" Orang tersebut kembali bertanya, ''Lantas siapa lagi, Ya Rasulullah?'' Rasulullah menjawab, ''kemudian ayahmu.'' (HR Bukhari Muslim)

pelajaran dari kisah ini adalah, mulai sekarang, jika ibu memanggil, maka menjawablah dan dekatilah ibu. Semoga bermanfaat bagi kita semua Aamiin.

Photos from Yayasan Hijaiyyah Bekasi's post 16/06/2015

bismillah...

terima kasih ibu dokter coklatnya, semoga ibu dokter menjadi lebih baik....

09/06/2015

Bismillah...

Assalamualaikum wr,wb

Alhamdulillah kita masih dilindungi Allah hingga malam ini, sesuatu yang sangat berharga karunia -Nya.

Terima kasih kami sampaikan kepada para dermawan,donatur yang masih mempercayakan kepada kami untuk mendididk anak-anak kami, mereka memang sangat membutuhkan uluran tangan kita, mereka seakan terpojokan oleh sisi kehidupan global yang tidak tentu arah, kebanyakan mereka adalah keluarga kurang mampu,yatim,piatu bahkan ada anak- anak jalanan, kalau bukan kita yang menolong/meringankan beban lalu siapa lagi..
semoga Allah mampukan kami dalam mendidiknya hingga sampai sukses Aamiin ya robbal alamin.

23/10/2014

pengahafal qur'an di akhir zaman itu sangat banyak tapi sangat sedikit dari mereka yang memahami dan mau mengamalkan perintah dari Al Qur'an itu sendiri.

Want your school to be the top-listed School/college in Bekasi?

Click here to claim your Sponsored Listing.

Location

Category

Telephone

Address


Jln. Raya Narogong Km. 07 Bojong Rawalumbu
Bekasi
17116