02/09/2021
Sekolah boleh tatap muka lagi…
Berikut syarat dan ketentuan yang wajib diperhatikan siswa, guru, dan orang tua jika ingin menerapkan sekolah tatap muka. Jangan sampai sekolah meningkatkan risiko penularan COVID-19.
A. Kondisi Kelas :
1. SMA, SMK, MA, MAK, SMP, MTs, SD, MI, dan program kesetaraan harus memperhatikan jaga jarak minimal 1,5 meter dan maksimal 18 peserta didik per kelas, sekitar maksimal 50%)
2. Untuk SDLB, MILB, SMPLB, MTsLB dan SMLB, MALB juga harus memperhatikan jaga jarak minimal 1,5 meter dan maksimal lima peserta didik per kelas
3. PAUD harus memperhatikan jaga jarak minimal 1,5 meter dan maksimal lima peserta didik per kelas, sekitar maksimal 33 persen
B. Kegiatan pembelajaran tatap muka terbatas dengan pembagian rombongan belajar (shift) yang dapat ditentukan oleh satuan pendidikan dengan tetap mengutamakan kesehatan dan keselamatan warga satuan pendidikan
C. Guru dan murid wajib menggunakan masker kain tiga lapis atau masker sekali pakai/masker bedah yang menutupi hidung dan mulut sampai dagu, cuci tangan pakai sabun dengan air mengalir atau cairan pembersih tangan (hand sanitizer), menjaga jarak minimal 1,5 meter dan tidak melakukan kontak fisik seperti bersalaman dan cium tangan, serta menerapkan etika batuk/bersin
D. Baik guru dan murid harus dalam kondisi sehat saat menjalankan PTM terbatas. Jika mengidap penyakit penyerta (komorbid) juga harus dalam kondisi terkontrol
E. Kegiatan yang berpotensi menjadi kerumunan tidak diperbolehkan terjadi di satuan pendidikan, seperti jajan di kantin, kegiatan olahraga dan ekstrakurikuler, orang tua menunggu peserta didik, istirahat di luar kelas, pertemuan orang tua-peserta didik, pengenalan lingkungan satuan pendidikan, dan sebagainya.
30/01/2018
Idealisme adalah kemewahan terakhir yang dimiliki Pemuda
- Tan Malaka -
Kisah pemuda tak kan pernah ada habisnya, dari kisah Al Kahfi hingga Al Fatih
Dari kisah golongan muda dalam memerdekakan Indonesia
Hingga kini pemuda pemuda luar biasa sebagai pengharum bangsa
Namun tak tuntas rasanya jika hanya berbicara bagaimana keberhasilannya
Kita perlu memahami bagaimana kisah dibalik teguh nya para pemuda
Benar adanya, bukan tentang seberapa sering kita jatuh , tapi ini tentang seberapa lebih sering kita bangkit ketika jatuh
*
Berbicara tentang jatuh bangun hingga bangkit bahkan melangit mari kita berkisah tentang sosok sosok luar biasa yang telah banyak dikenal kita semua
Dewa Eka Prayoga
Pemuda yang diusia 21 tahun harus mengemban hutang 7,7M bahkan tak berselang lama setelah ia menikah
Jatuh, bahkan terpuruk, hingga ditinggali oleh orang orang yang mempercayai
Mampu bangkit karena tekad Hati, harus menyelamatkan diri terlebih orang orang terkasih
Hingga mampu membalikan keadaan bahkan mampu memberi peluang pemasukan pendapatan untuk lebih dari ribuan orang
Membangun kerajaan bisnisnya dengan naungan Billionaire Coach, Billionaire Store, Maxima Advertising, Noura Property dll tak heran kalau pemuda ini di daulat sebagai "Dewa Selling"
Dewa Selling yang seolah menjual apapun semudah bermain gasing tanpa pusing
*
Juga kisah pemuda lain, bernama Arif Yasir Rahman , disaat seusianya banyak berurusan dengan kisah asmara, diusia 19th ia malah terjerat hutang 1,2M
Bukannya terpuruk dan merana lama, 2 tahun selanjutnya malah mampu membalikan keadaan menjadi sebaliknya.
Bercita cita memiliki 7 perusahaan sebelum usia 25, hingga diusia 22 mampu memiliki 6 perusahaan di tahun yang sama
Hingga kini ia menata fokus di 3 perusahaanya, dimana sebagai CEO Java Travel Indonesia dan menjadi komisaris di Penta Property & Azzra Rent Car nya
Hingga kini mampu memiliki lebih 10.000 para travelpreneur (mitra Java Travel Indonesia) yang tersebar di seluruh Indonesia
*
Kabar baiknya, mereka akan hadir di Agenda Luar biasa bersama sama .
Hari : Minggu, 04 - Februari - 2017
Jam : 08:30 - 17:00
di Ball Room Gedung BPPT Thamrin Jakarta
Selain mereka berdua, akan ada pembicara tamu, yaitu guru dari Mas Arif Yasir Rahman
Pemuda dari salah satu desa di pulau Jawa, yg berhasil mem valuasi nilai perusahaan menjadi Triliunan dengan bermodalkan uang 10Juta
Witcjaksono Pendiri 2 Perusahaan TBK
Seorang Pemuda Asal Pati Desa Kecil di Jawa Tengah anak seorang buruh Pabrik yang kemudian berhasil memiliki lebih dari 20 perusahaan berskala nasional
Bagaimana menjadikan usaha dengan modal kecil bisa Go Public, selama ini menjadi rahasia yang tertutup rapat untuk segelintir orang saja. Sementara itu Beliau Berhasil Membuat 2 Perusahaan Milik nya Go Public Dan Meraup Dana Trilyunan Serta Membuat Bisnisnya Menjadi Raksasa Di Bidangnya.
Kini Beliau akan Buka-Bukaan Rahasia, Bagaimana Membangun Usaha Dari Kecil Hingga Bisa Go Public dan Bagaimana Anda Menjadi Pemilik Saham Di Perusahaan TBK. Hanya di Mega Travelpreneur 2018.
Penasaran???
Anda Akan Diajak Memahami Tentang 3 Point Penting Dalam Acara Ini
1. Bagaimana Cara Anda Menjadi Pengusaha Tour And Travel Dengan Cara Yang Mudah Dan Simpel, memperoleh Income Puluhan Juta Perbulan Melalui Media Sosial Langsung di Training Oleh Praktisinya
2. Bagaimana memanfaatkan sosial media sebagai alat mudah berjualan
3. Bagaimana Anda Bisa Mendirikan Perusahaan Dengan Modal Minim menjadi ber valuasi hingga Triliyunan
PASTIKAN ANDA HADIR PADA,
Minggu, 04 February 2017
Pukul 09.00 WIB s/d 17.00 WIB
Tempat : Ball Room Gedung BPPT Thamrin Jakarta
Daftar Segera !!!
Klik Link di bawah ini
bit.ly/daftarseminarTC
bit.ly/daftarseminarTC
bit.ly/daftarseminarTC
INVESTASI
Rp. 150,000 (Sendiri)
Rp. 200,000 (Berdua)
FREE
1 Kaos Travelpreneur Senilai Rp 125rb (Jika datang sendiri)
2 Kaos Travelpreneur Senilai Rp 250ribu (Jika datang berdua)
Akun Java Travel System Senilai Rp 2juta
Lunch
Selain 2 skema diatas bisa juga menggunakan skema alternatif berikut ini :
4 orang, investasi tiket pelatihan sebesar Rp 240 rb
5 orang, investasi tiket pelatihan sebesar Rp 250 rb
7 orang, investasi tiket pelatihan sebesar Rp 280 rb
Ketiga skema terakhir tetap mendapatkan kickback bonus yang sama untuk setiap tiketnya jika mendaftar ke
bit.ly/daftarseminarTC
bit.ly/daftarseminarTC
bit.ly/daftarseminarTC
waduh mas… pengen banget nih ikut tapi apa daya isi dompet masih susah diajak kerjasama.
Ok, buat temen temen yang kesulitan banget finansialnya tapi pengen banget ikut silahkan wapri aja ke nomor
0818 0682 4829
Nanti akan infokan skema harga tiket yang lebih ringan bahkan gratis.
Acara ini belum tentu terulang, Pastikan Anda Hadir !!!
Nasib anda hari ini adalah hasil dari keputusan anda di masa lalu, dan nasib anda di masa depan adalah hasil keputusan anda di masa sekarang
Jadi Putuskan lah, untuk mengikuti acara ini
Daftar Segera !!!
Klik Link di bawah ini
bit.ly/daftarseminarTC
bit.ly/daftarseminarTC
bit.ly/daftarseminarTC
Ada yang tak dimiliki oleh orang lain selain pemuda, yaitu keberanian !!
_______________
Note : buat yng mau update dan ikut mentoring online gratis bisa gabung grup dengan klik link di bawah
https://chat.whatsapp.com/CSUVeR7LJJkHyVaay3kf7X
18/07/2016
Mengantar anak di hari pertama adalah baru partisipasi awal bukan akhir, artinya masih di perlukan setumpuk program lain dalam keterlibatan orang tua guna sukses proses pendidikan anak anak di sekolah
Arsad's Site: Positif, Kampanye Antar Anak Sekolah
22/06/2016
http://www.arviantoni.com/2016/06/gadget-liar.html
Gadget Liar
Harga perangkat elektronik saat ini semakin murah dan semakin canggih, tak terkecuali gadget atau smartphone. Dengan uang kisaran satu juta kita sudah bisa dapat handphone android yang relatif canggih walaupun produk China. Dengan berbagai fiture dasar yang saat ini seolah menjadi kebutuhan pokok sudah bisa kita dapatkan. Mulai dari kamera 5MP, jaringan 3G, sistem operasi android yang compatible dengan banyak aplikasi maupun games. Serta berbagai macam kanal sosial media yang membuat berbagai macam interaksi sosial menjadi semakin maya. Artinya menjauhkan yang dekat dan mendekatkan yang jauh.
Situasi menjauhkan yang dekat dan mendekatkan yang jauh sering kita jumpai dalam aktivitas kebersamaan tapi di isi dengan interaksi bersama gadgetnya masing masing dan lebih khusu' berkomunikasi dengan orang yang lebih jauh. situasi yang sama menular juga di keluarga. interaksi di rumah seakan hening walau seluruh anggota keluarga sedang berkumpul. bagaimana tidak, masing masing anggota keluarga asik dengan gadgetnya masing masing.
ayah masih sibuk dengan urusan kantor dan teman temannya, ibu juga asik dengan obrolan di grup. Kakak sibuk chatting dengan teman teman sekolah, adik tenggelam dengan gamesnya dan bibi juga ngga mau kalah nonton dangdut di youtube. Berkumpul tapi hambar.
Telepon Pintar akan semakin liar efeknya jika masing masing individu pengguna telepon tersebut tidak "pintar". Pintar bukan artian hanya dalam hal teknis penggunaannya saja melainkan juga pintar dalam aspek sikap dan tanggung jawab. Telepon pintar akan terlihat kepintarannya jika terkoneksi dengan Internet. Nah mendidik orang khususnya anak anak agar sikapnya pintar dan tanggungjawabnya juga pintar selayaknya harus di lakukan terlebih dahulu jika hendak menggunakan telepon pintar tersebut atau memberikan gadget kepada anak anak kita.
Mendidik sikap dan tanggung jawab terlebih dahulu sebelum menggunakan gadget bisa diibaratkan seperti memberikan SIM bagi setiap orang yang akan mengendarai Kendaraan bermotor, baik roda dua maupun roda empat. Secara, banyak anak anak usia SD yang sudah mahir mengendarai kendaraan sepeda motor, namun secara kelayakan mereka belum di perbolehkan mengendarai sepeda motor sebelum berusia 17 tahun. Karena mengendarai kendaraan bermotor tidak hanya butuh keahlian teknis saja melainkan juga penting untuk ahli bersikap dan bertanggung jawab dalam mengendarai kendaraan bermotor. Jika tidak maka yang berbahaya tidak hanya orang yang bersangkutan melainkan orang banyak sangat mungkin terkena dampak bahayanya.
Penggunaan gadget yang tidak bertanggung jawab sama bahayanya dengan mengendarai kendaraan dengan tidak bertanggungjawab. Setiap orang tua, guru, pemerhati anak, serta pemerintah terkait harus memberikan perhatian dan pengawasan lebih terhadap antisipasi bahaya penggunaan gadget ini. Pendidikan terhadap orang tua menjadi penting agar para orang tua juga menyadari bahaya jangka panjang dan tidak kasat mata dari penggunaan gadget yang salah.
Kesadaran bahaya penggunaan gadget, harus dihadirkan seperti perhatian orang tua yang sedang menjaga anaknya bermain main di kolam renang. Tentu tidak akan ada orang tua yang berani melepas anaknya yang masih kecil atau belum bisa berenang, bermain main sendirian di kolam renang apalagi kolam nya dalam. bermain di kolam renang menampakan bahaya yang nyata sengga orang tua lebih antisipatif. Nah bahaya yang nyata itu juga harus di tampakan dihadapan para orang tua sebelum memberikan gadget kepada anak-anaknya.
Terlalu sederhana jika karena urusan gengsi dan gaya hidup maka kita mengabaikan bahaya yang mengancam dari setiap penyalahgunaan gadget.
Arsad's Site: Gadget Liar
02/03/2016
Setahun ibnu sina archery club berdiri...
Bonus itu hadir juga.
Aisyah... juara 2 lomba panahan kategori prestasi putri SD pada islamic book fair 2016...
23/12/2014
Ini Dia Agenda Harian Untuk Menghafal Al Quran http://wp.me/p3ktmL-3M
Ini Dia Agenda Harian Untuk Menghafal Al Quran | Arsad site
Agenda Hitungan Harian Menghafal Al-Qur'an berdasarkan Ayat dan Kemampuan Sebuah Renungan dan Pelajaran ‘’Penyandaran Amaliyah Yaumiyah yang akan terus berlangsung dalam menapaki perjalanan panjang menuju Jannah Alloh Ta’ala‘’, Jika Anda Menghafal Al-Qur'anul Karim dalam 1 hari (1 ayat saja), Anda akan menghafal-nya secara keseluruhan dalam rentang waktu 17 tahun, 7 bulan, 9 hari. Jika Anda Menghafal Al-Qur'an dalam satu hari 2 ayat, Anda akan menghafal-nya selama 8 tahun, 9 bulan, 18 hari… [ 972 more words. ]
23/12/2014
Terima Kasih Ibu…(2) http://wp.me/p3ktmL-3Q
arviantoni.com
Terima Kasih Ibu Ibu... Kau adalah anugerah terindah yang hadir dihidupku Ibu... Aku tak bisa memilih dengan siapa terlahir Ibu...percayalah, aku bangga padamu Ibu...kita pernah berada dalam satu tubuh Ibu...sembilan bulan kehangatan yang tak pernah tergantikan Dan, tak sanggup membalas segala jasamu Ketika usia kandungan ibu semakin berat Ibu tetap sujud dan lantunkan doa-doa harap Agar aku menjadi anak yang baik… [ 172 more words. ]