Belajar ISLAM Aswaja- BIAS

Belajar ISLAM Aswaja- BIAS

Share

Paham ASWAJA

05/07/2021

Memang ini yg banyak terjadi...??

Yuk di simak...!!!

05/07/2021

Hmmmm......

05/07/2021

pakai mbro..

05/07/2021

Lebih pinter mana dengan anda..??

Cuma tanya...?

05/07/2021

Buat yg gak sepaham,
Monggo di lewat aja ya..

05/07/2021

Betul...
🙏🙏🙏

05/07/2021

Hmmm...
Udah Faham...??

05/07/2021

Sok di cerna..
Apakah ada yg salah dalam sujud kita?

04/07/2021

Apa kata Alm.KH.Zainudin MZ..

RUKUUUUN..
MENGHARGAI PERBEDAAN,ADA DALIL NYA...

04/07/2021

Hukum Tasyabbuh Menurut Empat Mazhab :

1.Mazhab Hanafi
Mazhab ini melarang tasyabbuh atau menyerupai orang-orang kafir, maka dari itu muncul dalil larangan menyerupai orang kafir, seperti berpakaian ataupun sejenisnya karena hal tersebut dianggap termasuk dalam tasyabuh. Sebagiaman sabda nabi “barang siapa menyerupai/meniru suatu kaum maka dia termasuk bagian daripadanya”.

2.Mazhab Maliki
Dalam firmanNya: “Janganlah kalian mengikuti jalan orang-orang Yahudi dan Nasrani, mereka diberikan kitab Taurat dan Injil lalu mereka mengembalikannya dalam waktu yang lama”. Al-Qurtubi menafsirkan ayat itu sebagai representsi mazhab maliki untuk tidak menyerupai atau tasyabbuh dengan orang kafir.

3.Mazhab Syafii
Mazhab ini mengharamkan menyerupai atau tasyabbuh dengan orang kafir. Salah satu pengikut mazhab syafii yaitu imam Al-suyuti berpendapat seorang muslim tidak sepantasnya meyerupai atau bertasyabbuh dengan orang kafir. Pada firmanNya. “kemudian kami jadikan kamu berada diatas suatu syariat dari agama itu, maka ikutilah syariat itu dan janganlah kamu ikuti hawa nafsu orang-orang yang tidak mengetahui. Sesungghunya mereka sekali-kali tidak akan dapat menolak dari dari kamu sedikitpun dari siksaan Allah” (al-jatsiyah).

4.Mazhab Hambali
Menurut ulama Hambali ada dalil Al-Quran dan hadis yang melarang menyerupai orang kafir, seabagaiman sabda nabi “bukan termasuk golongan kami siapa saja yang menyerupai selain kami” (Tirmidzi).(wahidin, 2018).
Dari uraian imam empat mazhab diatas dapat disimpulkan bahwa tasyabbuh dilarang berdasarkan :
1.ciri khusus keagamaan orang non muslim,
2.simbol-simbol keagamaan non muslim,
3.ritual keagamaan non muslim.
Dari empat imam mazhab sepakat bahwa larangan menyerupai atau tasysbbuh dengan orang non muslim bahkan mengharamkannya.

04/07/2021

Assalamu alaikum warohmatullahi wabarokatuh..
Sobat BIAS..
Ada beberapa sdr kita yg selalu berujar bahwa hadits dhoif tidak bisa di jadikan hujjah,tp pada praktek nya banyak hadits dhoif yg oleh mereka selalu di jadikan dasar hukum/dalil.
Sekedar contoh :

hadis “Man Tasyabbaha Biqoumin fahuwa minhum” yang memiliki arti Barang siapa yang meniru/menyerupai suatu kaum, maka dengan tidak langsung dia termasuk bagian kaum itu.

Hadits tsb,berdasarkan keterangan yg dapat di percaya adalah hadits yg lemah..
Tp untuk perkara yg lain nya katanya hadis dhoif/lemah gak bisa di pake buat dalil...

Hadeuh...

Keterangan berikut nya ada di kolom komentar 👇👇👇

16/12/2020

Untuk pengetahuan Sobat BIAS..

Jangan lupa...
Nabi telah menjelaskan,bahwa umat nya akan terpecah jadi 73 golongan/firqoh...
Jadi kalau berbeda di maklum tp jgn menghujat...
Tp untuk golongan yg ini,seperti nya bisa nya menghujat dan memecah belah saja...

*Irhamna ya arhamarrohimiin...*

Aamiin....

Want your school to be the top-listed School/college in Bekasi?

Click here to claim your Sponsored Listing.

Location

Category

Address


Bekasi