09/12/2019
RESESI SEKS MENGANCAM KITA
Oleh: Kak Eka Wardhana, Rumah Pensil Publisher
Apa itu resesi seks? Resesi seks adalah menurunnya hasrat kaum muda berhubungan seksual, termasuk memasuki jenjang pernikahan.
Kenapa resesi seks bikin heboh? Karena bahayanya lebih besar dari perang dagang, kesenjangan ekonomi dan lainnya. Kok bisa?
Bayangkan saja, bila orang tak mau menikah atau bahkan berhubungan seks, jumlah masyarakat akan terus menurun. Nanti akan lebih banyak orang tua daripada orang muda. Orang muda akan menanggung biaya hidup sangat banyak orang tua. Ekonomi suatu negara akan hancur karena jumlah pembeli barang makin sedikit. Ini adalah bencana.
Resesi seks mulai melanda negara-negara maju seperti Amerika, Jepang dan Korea Selatan. Apa penyebabnya?
Jake Novak seorang peneliti menyebutkan bahwa teknologi adalah penyebabnya. Mulai dari pornografi online, video game canggih, dan media sosial, menjadi pengganti kontak dengan manusia nyata, khususnya pria. Mereka jadi enggan menikah karena sudah terpuaskan oleh teknologi.
Di Korea Selatan bahkan sudah ada persatuan wanita yang bersumpah untuk tidak menikah, punya anak, berkencan dan berhubungan seksual. Nama kelompok ini “4B” atau “Four Nos” yang tidak mau melakukan 4 hal: No dating (tidak kencan), No s*x (tidak berhubungan seksual), No marriage (tidak menikah), No child-rearing (tidak mengasuh anak).
Wah, situasi di Korea Selatan jadi nggak seromantis dramanya nih. Salah satu anggota 4B adalah Bonny Lee, wanita profesional berusia 40-an dengan dua gelar master. Bonny Lee bilang, “Aku wanita normal, tetapi tak tertarik menjalin hubungan dengan pria. Semua pendidikan dan karirku akan sia-sia bila menikah, karena sepandai-pandainya wanita, ia hanya akan ditugasi mengurus suami dan mertuanya saja.”
Resesi seks ini tak akan terjadi bila manusia merenungi ayat Al-Qur’an ini:
“Dan di antara tanda-tanda (kebesaran)-Nya ialah Dia menciptakan pasangan-pasangan untukmu dari jenismu sendiri, agar kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan Dia menjadikan di antaramu rasa kasih dan sayang. Sungguh, pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi kaum yang berpikir.” (QS Ar-Rum [30]: 21)
Semoga resesi seks tak pernah mendatangi kita yang hati-hati menjalankan kehendak Allah. Salah satu bentuk kehati-hatian adalah mengontrol anak-anak agar tak kebablasan menggunakan teknologi.
Teknologi bukan tujuan, tetapi hanya alat bantu meraih tujuan, yaitu mendapat ridha Allah Subhanahu Wa Ta’ala.