22/02/2021
Shabar..shabar ya ayah.. bunda yang punya anak remaja, bukan mau mereka kok jadi "melawan terus, nge gas poll kalau diajak bicara, atau lebay termehek-mehek kalau sedang sedih.
Pada masa Pubertas terjadi perubahan hormonal dan pertumbuhan yang cepat .
Pada usia 10 atau 11 tahun hormon pubertas (estrogen, progesteron, testosteron) tidak hanya mengubah bentuk tubuh tapi juga otak manusia. Otak memakai 20% dari keseluruhan volume darah, sehingga otak terpengaruh oleh hormon-hormon yang beredar, jadi semakin sensitif terhadap hormon pertumbuhan. Perubahan di otak menjadikan remaja lebih sulit mengendalikan kemarahan dan kesedihan yang muncul, sering over-reacted. Sel-sel otak juga ada yang mengalami kematian dan digantikan oleh sel-sel yang baru( Pruning), mungkin hal ini yang menjadikan remaja seolah menjadi ‘pribadi baru’
16/12/2019
Memang ya, AMANAH TIDAK PERNAH SALAH DALAM MEMILIH PUNDAK, BERGERAKLAH MENJADI DUTA - DUTA KEBAIKAN.krn Maksiat sdh terang2an maka KEBAIKAN JANGAN MALAH 'SIRI'
tidak semua bs ikut TFT DUTA REMAJA karena harus memenuhi sejumlah KOMITMEN Dan mereka yg hadir adlH ORANG PILIHAN.
Bisa dibilang Indonesia sudah sangat terlambat dalam mengedukasi peran remaja menghadapi tantangn global di era digital. Permasalahnya begitu komplek; dari narkoba, miras, e, free s*x, kehamilan di usia muda, por**, candu game, Dan penyimpangan2 Yang lain.
16/12/2019
SEBELUM DI SETRUM MATI, PERMINTAAN PRIA INI MEMBUAT SURAT WASIAT PADA IBUNYA
"Ibuku tersayang, jika hukum itu adil, saat ini juga kamu akan berada di sini. duduk denganku menunggu untuk di setrum di kursi elektrik ini, saya di nyatakan salah atas kejahatan yang kita lakukan bersama...
Ibu, ingat tidak waktu anakmu berumur 3 tahun, Aku mencuri permen kakak? ibu tidak membetulkannku, ibu tidak bilang bahwa aku salah dan yang kulakukan itu tidak baik.
Aku juga ingat waktu aku berumur 5 tahun, Pada hari itu aku mencuri mainan tetangga dan menyembunyikannya di rumah, tapi kamu kamu bilang: "mainan itu tidak ada di rumah".
Ibu, ketika aku berumur 12 tahun, Aku menyembunyikan bola sepupuku di garasi rumah. ketika dia datang bermain kerumah, tapi ibu malah bilang: "Ibu memang melihatnya sebelum bola itu hilang".
Apa ibu ingat di hari ketika aku di keluarkan dari sekolah waktu aku berumur 15 tahun? Ayah ingin menghukumku, tapi ibu menolaknya
dan di hari itu ibu bertengkar hebat dengan Ayah hanya karena ingin membelaku. ibu bilang aku masih muda. ibu juga bilang bahwa guru salah sudah mengatakan kalau aku tidak hadir di kelas, ibu membelaku, ibu bilang belum waktunya aku tahu bahwa aku salah.
Ibu juga ingat dengan baik, ibu melihat aku mencuri sepeda tetangga ketika aku berumur 17 tahun, tapi ibu tidak melaporkan bahwa aku sudah menjualnya. ibu malah diam saja. ibu sangat sangat mencintaiku. ya, ibu sayang padaku, tapi ibu tidak membetulkan aku dan malah memanjakanku.
Itulah bagaimana semuanya berawal dan selesai perlahan-lahan sampai hari ini ketika saya di setrum karena perampokan dan pembunuhan. aku masih sangat muda ibu, aku butuh perlindunganmu saja. dan saat ibu membaca ini, aku sudah mati. salam anakmu tersayang..."
Bisa di lihat bahwa sang anak merasa sangat kecewa atas parenting atau didikan sang ibu yang tidak membenarkan apa yang salah dan tidak memberi tau tentang pentingnya menjadi orang baik.
Semoga bermanfaat,
=========================
Pelajaran yang sangat berharga, bahwa Karakter terbentuk di Pola Asuh Keluarga. Ibu dan Ayah sangat berperan Dominan membentuk WATAK sang Anak.
Jadi mari jadikan Keluarga kita membentuk Generasi Masa Depan yang lebih baik.
09/12/2019
RESESI SEKS MENGANCAM KITA
Oleh: Kak Eka Wardhana, Rumah Pensil Publisher
Apa itu resesi seks? Resesi seks adalah menurunnya hasrat kaum muda berhubungan seksual, termasuk memasuki jenjang pernikahan.
Kenapa resesi seks bikin heboh? Karena bahayanya lebih besar dari perang dagang, kesenjangan ekonomi dan lainnya. Kok bisa?
Bayangkan saja, bila orang tak mau menikah atau bahkan berhubungan seks, jumlah masyarakat akan terus menurun. Nanti akan lebih banyak orang tua daripada orang muda. Orang muda akan menanggung biaya hidup sangat banyak orang tua. Ekonomi suatu negara akan hancur karena jumlah pembeli barang makin sedikit. Ini adalah bencana.
Resesi seks mulai melanda negara-negara maju seperti Amerika, Jepang dan Korea Selatan. Apa penyebabnya?
Jake Novak seorang peneliti menyebutkan bahwa teknologi adalah penyebabnya. Mulai dari pornografi online, video game canggih, dan media sosial, menjadi pengganti kontak dengan manusia nyata, khususnya pria. Mereka jadi enggan menikah karena sudah terpuaskan oleh teknologi.
Di Korea Selatan bahkan sudah ada persatuan wanita yang bersumpah untuk tidak menikah, punya anak, berkencan dan berhubungan seksual. Nama kelompok ini “4B” atau “Four Nos” yang tidak mau melakukan 4 hal: No dating (tidak kencan), No s*x (tidak berhubungan seksual), No marriage (tidak menikah), No child-rearing (tidak mengasuh anak).
Wah, situasi di Korea Selatan jadi nggak seromantis dramanya nih. Salah satu anggota 4B adalah Bonny Lee, wanita profesional berusia 40-an dengan dua gelar master. Bonny Lee bilang, “Aku wanita normal, tetapi tak tertarik menjalin hubungan dengan pria. Semua pendidikan dan karirku akan sia-sia bila menikah, karena sepandai-pandainya wanita, ia hanya akan ditugasi mengurus suami dan mertuanya saja.”
Resesi seks ini tak akan terjadi bila manusia merenungi ayat Al-Qur’an ini:
“Dan di antara tanda-tanda (kebesaran)-Nya ialah Dia menciptakan pasangan-pasangan untukmu dari jenismu sendiri, agar kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan Dia menjadikan di antaramu rasa kasih dan sayang. Sungguh, pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi kaum yang berpikir.” (QS Ar-Rum [30]: 21)
Semoga resesi seks tak pernah mendatangi kita yang hati-hati menjalankan kehendak Allah. Salah satu bentuk kehati-hatian adalah mengontrol anak-anak agar tak kebablasan menggunakan teknologi.
Teknologi bukan tujuan, tetapi hanya alat bantu meraih tujuan, yaitu mendapat ridha Allah Subhanahu Wa Ta’ala.
25/11/2019
Terimakasih Guru
Jasamu mulai tak terhitung
Amalmu melimpah tak terbendung
Wahai Para Murabbi, Jadilah Seperti Sherpa
Tenzing Norgay adalah seorang pemandu pendaki gunung asal Nepal. Dialah yang mendampingi Edmund Hillary menaklukkan puncak gunung Everest.
Usai menempuh perjalanan berat selama berhari-hari, sampailah Tenzing Norgay dan Edmund Hillary di puncak gunung tertinggi di dunia itu.
“Anda seorang sherpa (pemandu) bagi Edmund Hillary, tentunya posisi Anda di depannya. Bukankah seharusnya Andalah orang pertama yang menginjakkan kaki di puncak gunung Everest?” tanya wartawan ketika mewawancarai Tenzing Norgay.
Sherpa adalah salah satu suku yang hidup di lereng pengunungan Himalaya dan banyak menjadi pemandu pendakian. Tenzing Norgay, salah satunya. Namun kini istilah sherpa telah digunakan untuk para pemandu pendakian dari suku mana pun.
"Ya benar,” jawab Tenzing Norgay. “Saat selangkah lagi mencapai puncak, saya persilakan Edmund Hillary untuk menjejakkan kakinya dan menjadi orang pertama yang berhasil menaklukkan gunung tertinggi di dunia.”
“Mengapa Anda melakukan itu?”
“Sebab itu bukan impian saya. Impian saya adalah berhasil mengantarkannya meraih impiannya.”
Wahai para murabbi. Jadilah para pemandu di jalan dakwah ini. Jadilah seperti sherpa yang mendampingi para pendaki mencapai puncak tertinggi. Antarkan para mutarabbi meraih impiannya.
Jalan murabbi adalah jalan sunyi. Tetapi ia keniscayaan yang dibutuhkan dalam dakwah. Dan biarlah jalannya tetap sunyi, namun dunia akan melihat hasilnya serta merasakan buahnya.
Jalan murabbi tak perlu publikasi. Bahkan menjadi murabbi tak perlu diketahui. Seperti membangun pondasi sebuah gedung bertingkat, prosesnya ditutup rapat. Setelah gedung meninggi, barulah tutup itu dibuka dan orang-orang bisa melihat betapa kokoh bangunannya.
Mungkin tidak banyak yang mengenal Syaikh Aaq Syamsuddin. Namanya tidak sepopuler Muhammad Al Fatih. Namun dialah murabbi dan sherpa bagi penakluk Konstantinopel itu. Bahkan saat Muhammad Al Fatih hampir putus asa karena benteng Konstantinopel tetap kokoh setelah puluhan hari diserang, Syaikh Aaq Syamsuddin-lah yang memotivasi dan menginspirasinya untuk terus berjuang dan kemudian berujung kemenangan gemilang.
Mungkin tidak banyak yang mengenal Ahmad Hassan. Dialah ayah sekaligus murabbi bagi Abul A’la Al Maududi. Melalui tarbiyahnya, Al Maududi tumbuh menjadi pribadi religius dan mencintai Islam. Melalui tarbiyahnya, Al Maududi memiliki semangat juang. Hingga akhirnya ia menjadi salah satu tokoh pembaharu Islam di Pakistan.
Demikianlah jalan murabbi. Jalannya sunyi dengan ikhlas sebagai sumber energi. Keberhasilannya adalah ketika mutarabbinya mencapai keberhasilan. Kesuksesannya adalah ketika mutarabbinya menggapai kesuksesan. Menjadi rijalud dakwah, rijalul ummah, bahkan rijalud daulah. Sedangkan murabbi itu tak peduli popularitasnya sendiri. Karena ketika ia ikhlas, pahalanya telah pasti. (bersama dakwah)
16/11/2019
Sabtu RKI
Pertemuan ke -3
Sabtu, 16 Nov 2019
Alhamdulillah, tanpa terasa Kasturi sudah berjalan 3 kali pertemuan setiap bulannya. Pertemuan yang dihadiri sejumlah tokoh2 perempuan dan asatizah sebekasi ini, guna mengupdate dan mengupgrade ilmu dari pakarnya. Alhmdulillah di pertemuan ke 3 kali ini diisi oleh DR. Attabiq Lutfie sebagai nara sumbernya dengan tema "KARAKTERISTIK UMMAT RASULULLAH SAW"
Ilmu itu didatangi bukan mendatangi ( Imam Malik) masha Alloh para asatizah ini dtng dr berbagai penjuru bekasi hanya untuk menintut ilmu bersama Doktor Tafsir
03/11/2019
Launching Kartu Sahabat PKS
JB, Ahad 271019
03/11/2019
Viral wanita ABG Dibohongi oleh pacarnya, minta hubungan badan buat keluarkan sel darah putih padahal yg dikeluarkan itu adalah sel sperma.
Waspada buat kita semua, teutama utk orang tua yg punya anak perempuan.. pendidikan seks itu penting tapi dibarengi dengan benteng iman atau pendidikan agama yg kuat agar anak kita tidak masuk ke dalam jebakan Iblis yang senantiasa mengajak manusia untuk berbuat dosa dan masuk ke dalam neraka.
Petik hikmahnya..
Dalam Shohih Bukhari, Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:
"Tidak boleh seorang laki-laki berdua dua an dengan seorang wanita yang bukan mahramnya"
Zina kedua mata adalah melihat, zina kedua telinga adalah mendengar, zina lisan adalah berbicara, zina tangan adalah dengan meraba atau memegang wanita yang bukan mahram, zina kaki adalah melangkah, dan zina hati adalah menginginkan dan berangan-angan, lalu semua itu diteruskan atau tidak oleh zina kemaluannya.
(Hadits shahîh Bukhari Muslim)
Allah berfirman: "Dan janganlah kalian MENDEKATI perbuatan zina, sesungguhnya itu adalah perbuatan dosa besar & sejelek-jelek jalan.”
(Quran Surah Al-Isra ayat 32)
.
semoga kita terhindar dari keburukan zina dan hal yg mendekatinya..aamiin