19/08/2020
Doa Awal dan Akhir Tahun.
Contact information, map and directions, contact form, opening hours, services, ratings, photos, videos and announcements from Majelis Ta'lim Aljadid, Education, Mushola Al-Mubarok, Jalan Sultan Agung No. 28, RT. 04/RW. 04, Kali Baru, Kecamatan Medan Satria, Bekasi.
19/08/2020
Doa Awal dan Akhir Tahun.
24/05/2020
Semoga setiap hari adalah Hari Raya. Setiap hari adalah pemaafan.
21/05/2020
Teruslah berbuat baik walaupun tidak semua perbuatan baik disambut dengan baik.
21/05/2020
Pemikiran bentuk Bumi menjadi dinamika dari masa ke masa. Pada abad pertengahan, konsep Bumi berbentuk bulat sudah menjadi keyakinan para ilmuwan Muslim dan ditegaskan dalam sebuah bola dunia atau globe. Globe yang kita kenal saat ini, hasil dari proses penciptaan yang panjang. Globe lahir dari pemikiran, eksperimen, dan penjelajahan para ilmuwan. Sosok kunci kelahiran globe adalah seorang ilmuwan Muslim bernama Al Idrisi.
Nama lengkapnya Abu Abdullah Muhammad Al Idrisi Al Qurtubi
Al Hasani Al Sabti. Orang-orang Eropa menyebutnya Dresses. Ia lahir di Ceuta, Spanyol pada tahun 1100. Nasabnya masih bersambung dengan Nabi Muhammad. Al Idrisi menempuh pendidikan di Kordoba. Saat usaianya masih 16 tahun, ia berkunjung ke Asia Kecil. Kemudian Al Idrisi melakukan perjalanan di sepanjang pantai selatan Perancis, mengunjungi Inggris, dan melakukan perjalanan secara luas di Spanyol dan Moroko.
Selain menghimpun pengalaman pribadi, ia tekun mengumpulkan data geografis seluruh dunia dengan berbagai cara. Mulai dari bertanya pada para pedagang dan wisatawan, hingga memunculkan antitesis yang mengkritik para ahli geografi sebelumnya. Petualangan Al Idrisi ke berbagai belahan dunia membuat namanya makin populer. Para navigator laut dan perencana militer Eropa pun tak asing dengan namanya. Hingga akhirnya Raja Roger II, seorang raja di Sicilia keturunan
Normandia mengundangnya.
Raja Roger memintanya membentuk sebuah peta dunia yang komprehensif. Namun ia tak langsung menerima tawaran itu, Al Idrisi memberikan satu syarat kepada sang raja. Ia meminta agar dokumen sejarah sebelum pemerintahan beralih ke Raja Roger di Sicilia saat di bawah kendali kaum Muslim agar tak dihapus. Raja Roger II
mengabulkan syarat itu. Al Idrisi juga berusaha meyakinkan bahwa karyanya tak bisa diganggu gugat sebagai peta Bumi yang berbentuk bulat.
Lanjut dikomentar ⬇
Diolah dari berbagi sumber
Ilustrasi: Al-Idris (Al-Muhajir.deviantart.com)
20/05/2020
Doa di penghujung ramadhan
19/05/2020
Fadhilah malam ke-27 ramadhan.
19/05/2020
Abu Musa Jabir bin Hayyan, atau dikenal dengan nama Geber di dunia Barat, seorang yang berkebangsaan Abbasiyah dan Umayyah. Ia adalah seorang polymath terkemuka: kimiawan, alkimiawan, ahli astronomi dan astrologi, insinyur, ahli bumi, ahli filsafat, ahli fisika, apoteker dan dokter, Lahir pada tahun 721 M, di Tus, Iran. Dan wafat pada tahun 813 M, di Kufah, Irak.
Tokoh besar yang dikenal sebagai “the father of modern chemistry” ini merupakan seorang muslim yang ahli dibidang kimia, farmasi, fisika, filosofi dan astronomi. Kontribusi terbesar Jabir bin Hayyan adalah dalam bidang kimia. Keahliannya ini didapatnya dengan ia berguru pada Barmaki Vizier, pada masa pemerintahan Harun Ar-Rasyid di Baghdad.
Jabir Ibnu Hayyan mampu mengubah persepsi tentang berbagai kejadian alam yang pada saat itu dianggap sebagai sesuatu yang tidak dapat diprediksi, menjadi suatu ilmu sains yang dapat dimengerti dan dipelajari oleh manusia.
Ia telah mengembangkan teknik eksperimentasi sistematis di dalam penelitian kimia, sehingga setiap eksperimen dapat direproduksi kembali. Jabir menekankan bahwa kuantitas zat berhubungan dengan reaksi kimia yang terjadi, sehingga dapat dianggap Jabir telah merintis ditemukannya hukum perbandingan tetap.
Kontribusi lainnya antara lain dalam penyempurnaan proses kristalisasi, distilasi, kalsinasi, sublimasi dan penguapan serta pengembangan instrumen untuk melakukan proses-proses tersebut.
Jabir terus bekerja dan bereksperimen dalam bidang kimia dengan tekun di sebuah laboratorium dekat Bawaddah di Damaskus dengan ciri khas eksperimen-eksperimennya yang dilakukan secara kuantitatif, bahkan instrumen-instrumen yang digunakan untuk eksperimennya ia buat sendiri dari bahan logam, tumbuhan dan hewani.
Selanjutnya dikomentar.
Sumber: Disadur dari berbagai sumber
Ilustrasi: Jabir ibnu Hayyan (google)
19/05/2020
19/05/2020
Ratibul Haddad diambil dari nama penyusunnya yaitu Sayyidina Al-Imam Al-Qutbh Al-Ghauts Habib Abdullah Bin 'Alawi Al-Haddad RA, seorang Imam Mujaddid (Pembaharu Islam).
19/05/2020
Penyemangat di 26 ramadhan😊
18/05/2020
Doa yg dibaca Rasulullah SAW di 10 malam terakhir ramadhan. Mari kita amalkan doa ini sebanyak mungkin agar kita mendapatkan malam Lailatul Qadar.
18/05/2020
Ibnu Rusyd adalah salah satu ilmuwan muslim yang lahir dari kejayaan Islam di benua Eropa. Ia lahir di Kordoba, Andalusia (Spanyol) pada tahun 520 H/1126 M, tepat 15 tahun setelah Imam Ghazali wafat. Lahir dari sebuah keluarga yang kaya harta dan juga kaya ilmu. Nama lengkapnya adalah Abu Walid Muhammad bin Ahmad bin Rusyd, atau di dunia Barat terkenal dengan nama Averroes.
Ayahnya Ahmad atau Abu al-Qasim seorang hakim di Kordoba, begitu juga dengan kakeknya yang sangat terkenal sebagai ahli fiqh.
Kakeknya juga seorang hakim yang merangkap sebagai imam masjid Kordoba.
Perjamuannya dengan dunia intelektual ditempuh di Kordoba. Konon, di sana ia belajar tafsir, hadis, fikih, teologi, dan sastra Arab. Tak hanya itu, ia juga belajar matematika, fisika, astronomi, logika, filsafat, dan kedokteran. Di masanya, tanah Kordoba memang dikenal sebagai pusat studi-studi filsafat, pesaing setia Damakus, Baghdad, dan Kairo di belahan dunia Timur kala itu.
Kenyataan yang tak terbantahkan adalah bahwa kemajuan peradaban Barat (Eropa) sejak abad ke-12 tidak terlepas dari sumbangan peradaban Arab-Islam yang dikembangkan oleh tokoh-tokoh filosof saintis muslim. Tokoh-tokoh ilmuwan, filosof dan saintis Barat banyak yang belajar dari filosof dan saintis muslim. Banyak tokoh-tokoh ilmuwan dan filosof muslim Abad Pertengahan mendapat tempat yang terhormat di kalangan sarjana-sarjana Barat. Namun tokoh filosof dan pemikir muslim yang dianggap paling berpengaruh dalam proses alih ilmu pengetahuan dan filsafat Islam ke Barat adalah Ibnu Rusyd.
Rasionalitas filsafat Ibnu Rusyd justru membawa angin segar bagi dunia Eropa, bahkan mampu membebaskan Eropa dari cengkraman hegemoni gereja. Kehadiran filsafat Ibnu Rusyd telah mengobarkan api revolusi yang menghendaki pemisahan sains dari agama. Ibnu Rusyd, dengan kemampuannya mengomentari karya-karya Aristoteles, telah membangkitkan kembali budaya berpikir yang telah lama redup dalam peradaban tersebut.
Lanjut dikomentar ⬇
Diolah dari berbagai sumber
Ilustrasi: Ibnu Rusyd (Google)