07/10/2022
اَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَا تُهُ
Halo sahabat The Corner, kali ini kita akan membahas tentang Ruqya, apa itu Ruqya?
"Ruqya"
Kalian tentu pernah mendengar istilah Ruqya bukan? Nah kita akan membahas tentang apa itu Ruqya (Ruqyah)
Kisah tentang Asy-Syifa
Asy-Syifa binti Abdullah bin Abdusy Syams bin Khalaf bin Syadad al-Qarsyiyah al-Adwiyah merupakan perempuan pertama yang mengajarkan baca tulis Alquran dan pengobatan Ruqyah. Kemampuan langka yang dimilikinya ini membuat iya rendah hati.
Seperti diriwayatkan Syekh Abu Malik Muhammad bin Hamid dalam bukunya 150 Perempuan Shalihah Teladan Muslimah Sepanjang Massa, bahwa Asy-Syifa belum bisa melakukan pengobatan sebelum baginda Rasulullah SAW menginzinkannya.
"Aku tidak akan meruqyah sampai aku mendapatkan izin Rasulullah SWT," katanya.
Sebelum melakukan pengobatan dengan cara ruqyah Asy-Syifa terlebih dahu datang menghadap Rasulullah SAW dan berkata. "Wahai Rasulullah, sesungguhnya aku telah meruqyah dengan cara meruqyah orang jahiliyah dan aku ingin menunjukkannya kepada mu," katanya.
Tidak lama kemudian Rasulullah SAW menjawab. "Tunjukanlah."
Kemudian Asy-Syifa menunjukkannya kepada Rasulullah SAW. Dengan demikian ia meruqyah dengan menggunakan namilah (sejenis potongan kulit). Setelah itu Rasulullah SAW bersabda.
"Meruqyahlah kamu dengan itu dan ajarkan hal itu kepada Hafsah, dengan nama Allah, singkirkan setan, wahai Tuhan manusia. Dan, meruqyahlah dengan menggunakan kayu kunyit dan oleskan (...bagian yang sakit)."
Setelah peristiwa itu, Asy-Syifa terus meruqyah orang-orang yang sakit dari kalangan kaum muslimin, baik laki-laki maupun perempuan. Dia juga mengajarkannya kepada Ummul Mukminin Hafsah.
Jika diperhatikan kejadian ini, walaupun Asy-Syifa memiliki ilmu kuno ini dia dapatkan sebelum menemukan cahaya Islam, ia tidak mau menggunakannya, kecuali setelah mengetahui hukumnya secara syar'i.
Ketika dia telah mendapatkan izin dari Rasulullah SAW, ia pergunakan untuk membantu manusia. Peran asy-Syifa tidak cukup di pengobatan, dia juga mengajarkannya kepada para muslimin membaca dan menulis sehingga layak kalau dikatakan sebagai guru perempuan pertama dalam Islam.
Asy-Syifa binti Abdullah al-Adwiyah termasuk wanita langka di zamannya, karena merupakan wanita satu-satunya yang bisa membaca dan menulis di masa jahiliyah. Allah SWT telah memberkatinya dengan membuatnya mencintai keduanya, yaitu dengan memberikan akal yang kuat dan ilmu bermanfaat.
Syekh Abu Malik mengatakan, tidak banyak tulisan yang membahas tentang Asy-Syifa binti Abdullah, bahkan sangat sedikit. Ibnu Hajar dalam kitabnya, al-Ishabab, menggambarkan bawah Asy-Syifa termasuk cendikia dari kalangan wanita dan Rasulullah SAW memfasilitasinya dengan menyediakan rumah di Madinah sebagai tempat tinggalnya.
Sementara Umar bin Khattab RA mempercayai pendapatnya asy-Syifa dan mendahulukan untuk mendengar ucapannya dibanding dengan yang lain sampai dikatakan bawah ia diangkat untuk mengurus beberapa hal yang berkenaan dangan pasar.
Akan tetapi, tidak disebutkan tugas apa yang diemban oleh asy-Syifa di pasar, kecuali apa yang disampaikan oleh Ibnu Sa'ad di dalam Thabaqat yang diriwayatkan dari cucunya Umar bin Sulaiman bin Abi Khatsmah dari bapaknya berkata, "asy-Syifa binti Abdullah berkata.
"Aku melihat beberapa pemuda berjalan dengan pelan-pelan. Lalu asy-Syifa berkata. Apa ini? . Mereka berkata "Ahli ibadah. Lalu ia berkata, Umar ketika ia berkata terdengar, jika berjalan cepat, dan jika memukul akan menyakitkan. Dia adalah sebenar-benarnya manusia.
Dapat disimpulkan bahwa dari pembicaraan asy-Syifa binti Abdullah tersebut adalah bagian dari tugas seorang pengawas harga. Akan tetapi sebagaimana diceritakan dalam kejadian tersebut, ia tidak berbicara langsung kepada kump**an pemuda tersebut, tetapi hanya berkata kepada orang yang mendampinginya.
Nah di pembahasan Berikutnya kita akan membahas lebih dalam tentang Ruqya, untuk apa Ruqya, bagaimana caranya, dan seperti apa dampaknya.
Sekian sahabat The Corner
اَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَا تُهُ
04/10/2022
Tafsir :
⚠️ Al-Muyassar / Kementerian Agama Saudi Arabia
Dan tidaklah tindakan dari setan ini muncul kecuali supaya Allah menjadikannya sebagai cobaan bagi orang-orang yang di dalam hati mereka terdapat keraguan dan kemunafikan, dan bagi orang-orang berhati keras dari kaum musyrikin yang sama sekali tidak terpengaruh oleh peringatan apa pun. dan sesungguhnya orang-orang zhalim, baik dari golongan munafik maupun golongan musyrikin, berada dalam api permusuhan besar terhadap Allah dan RasulNya dan perlawanan terhadap al-haq, lagi jauh dari kebenaran.
⚠️ Tafsir Al-Mukhtashar / Markaz Tafsir Riyadh, di bawah pengawasan Syaikh Dr. Shalih bin Abdullah bin Humaid (Imam Masjidil Haram)
53. Setan memasukkan dalam bacaan Nabi -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- tambahan kata-kata sebagai ujian bagi kaum munafik dan orang-orang musyrik yang keras hatinya. Dan sungguh orang-orang zalim dari kalangan kaum munafik dan musyrik benar-benar melakukan permusuhan dengan Allah dan rasul-Nya, dan mereka sungguh jauh dari kebenaran dan petunjuk.
⚠️ Tafsir Al-Madinah Al-Munawwarah / Markaz Ta'dzhim al-Qur'an di bawah pengawasan Syaikh Prof. Dr. Imad Zuhair Hafidz, professor fakultas al-Qur'an Universitas Islam Madinah
53. Allah akan menjadikan was-was dan syubhat itu sebagai ujian bagi orang-orang munafik dan orang-orang kafir, agar kesesatan dan kejahatan mereka semakin bertambah. Orang-orang yang menzalimi diri mereka sendiri itu sangat jauh dari petunjuk, dan mereka sangat memusuhi orang-orang beriman.
⚠️ Zubdatut Tafsir Min Fathil Qadir / Syaikh Dr. Muhammad Sulaiman Al Asyqar, mudarris tafsir Universitas Islam Madinah
53. لِّيَجْعَلَ مَا يُلْقِى الشَّيْطٰنُ فِتْنَةً (agar Dia menjadikan apa yang dimasukkan oleh syaitan itu, sebagai cobaan)
Yakni apa yang diucapkan setan adalah kesesatan.
لِّلَّذِينَ فِى قُلُوبِهِم مَّرَضٌ(bagi orang-orang yang di dalam hatinya ada penyakit)
Yakni terdapat keraguan dan kelemahan iman.
وَالْقَاسِيَةِ قُلُوبُهُمْ ۗ( dan yang kasar hatinya)
Mereka adalah orang-orang musyrik.
وَإِنَّ الظّٰلِمِينَ لَفِى شِقَاقٍۭ بَعِيدٍ (Dan sesungguhnya orang-orang yang zalim itu, benar-benar dalam permusuhan yang sangat)
Yakni permusuhan yang keras.
⚠️ Tafsir Al-Wajiz / Syaikh Prof. Dr. Wahbah az-Zuhaili, pakar fiqih dan tafsir negeri Suriah
53. Agar Dia menjadikan apa yang dimasukkan oleh syaitan itu, sebagai cobaan bagi orang-orang yang di dalam hatinya ada penyakit dan yang kasar hatinya. Dan sesungguhnya orang-orang yang zalim itu, benar-benar dalam permusuhan yang sangat,
⚠️ Tafsir Ash-Shaghir / Fayiz bin Sayyaf As-Sariih, dimuraja’ah oleh Syaikh Prof. Dr. Abdullah bin Abdul Aziz al-‘Awaji, professor tafsir Univ Islam Madinah
⚠️ Dia hendak menjadikan apa yang dimasukkan setan itu sebagai cobaan} ujian {bagi orang-orang yang di dalam hatinya ada penyakit} keraguan dan kemunaafikan {dan hatinya keras. Sesungguhnya orang-orang yang zalim itu benar-benar dalam perselisihan yang jauh} permusuhan yang sangat dahsyat dan perselisihan yang jauh dari kebenaran
Yakni orang yang hatinya ada penyakit dan orang-orang yang kasar hatinya (kaum musyrik).
Terhadap Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam dan kaum mukmin.
Tafsir Ringkas Kementrian Agama RI / Surat Al-Hajj Ayat 53
Allah mengizinkan setan menyisipkan kata-kata sesat ke dalam ayat-ayat-Nya ketika diwahyukan, karena dia ingin menjadikan kata-kata sesat yang ditimbulkan setan itu sebagai cobaan yang bisa menyesatkan, bagi orang-orang yang lemah iman yaitu bagi orang-orang yang dalam hatinya ada penyakit kemunafikan dan orang yang berhati keras sehingga tertutup dari cahaya Allah. Dan sungguh orang-orang yang zalim itu, karena meyakini kata-kata setan itu bagian dari wahyu Allah, benar-benar dalam permusuhan terhadap Allah dan rasul-Nya yang jauh dari kebe-naran. 54. Penjelasan Allah di dua ayat di atas bertujuan agar orang-orang yang telah diberi ilmu akal dan ilmu kalbu meyakini bahwa Al-Qur'an itu benar dari tuhanmu, tidak akan pernah bisa disusupi kata-kata setan; lalu mereka beriman kepada Al-Qur'an dengan mantap; dan hati mereka pun tunduk kepadanya tanpa ada keraguan sedikit pun. Dan sungguh, Allah adalah maha pemberi petunjuk bagi orang-orang beriman kepada jalan yang lurus, agama islam yang hanif, karena pikiran, perasaan, dan ruhaninya tercerahkan dengan cahaya Allah.
26/07/2022
Assalamu'alaikum,
Kali ini kita akan membahas salah satu pintu/ celah masuknya syaitan pada manusia, tahukah kamu apa itu?
" Marah"
Tahukah kamu kalau marah itu merupakan salah satu pintu/ celah masuk syaitan? Pada saat kita marah, maka itu dapat merusak akal kita. Apalagi kalau akal kita lemah, wah jadi lebih mudah bagi syaitan menguasai kita.
Nah pada saat inilah tentara syaitan akan melakukan serangan dan mereka akan menertawakan manusia. Marah inilah yang merupakan pintu dan celah utama syaitan dalam merusak manusia.
Salah satu kisah Nabi Yunus AS saat marah bisa digambarkan dalam Q.S Al-Abiya:87 yang berbunyi :
وَذَا النُّوْنِ اِذْ ذَّهَبَ مُغَاضِبًا فَظَنَّ اَنْ لَّنْ نَّقْدِرَ عَلَيْهِ فَنَادٰى فِى الظُّلُمٰتِ اَنْ لَّآ اِلٰهَ اِلَّآ اَنْتَ سُبْحٰنَكَ اِنِّيْ كُنْتُ مِنَ الظّٰلِمِيْنَ
“Dan (ingatlah kisah) Zun Nun (Yunus), ketika dia pergi dalam keadaan marah, lalu dia menyangka bahwa Kami tidak akan menyulitkannya, maka dia berdoa dalam keadaan yang sangat gelap, ”Tidak ada tuhan selain Engkau, Maha Suci Engkau. Sungguh, aku termasuk orang-orang yang zalim.”
Dan berikut adalah larangan marah :
عَنْ أَبِيْ هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَنَّ رَجُلًا قَالَ لِلنَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : أَوْصِنِيْ ، قَالَ : (( لَا تَغْضَبْ )). فَرَدَّدَ مِرَارًا ؛ قَالَ : (( لَا تَغْضَبْ )). رَوَاهُ الْبُخَارِيُّ
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, bahwa ada seorang laki-laki bertanya kepada Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam ia berkata: Wahai Rasulullah, sampaikanlah suatu perkataan kepadaku dan ringkaslah mudah-mudahan aku memahaminya. Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam bersabda: Jangan marah. Lalu aku mengulanginya berkali-kali, semuanya dibalas Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam dengan sabda, Jangan marah!” (HR. Ahmad)
إِنَّ الْغَضَبَ مِنْ الشَّيْطَانِ وَإِنَّ الشَّيْطَانَ خُلِقَ مِنْ النَّارِ وَإِنَّمَا تُطْفَأُ النَّارُ بِالْمَاءِ فَإِذَا غَضِبَ أَحَدُكُمْ فَلْيَتَوَضَّأْ
“Sesungguhnya amarah itu dari setan, dan setan diciptakan dari api. Api akan padam dengan air. Apabila salah seorang dari kalian marah, hendaknya berwudhu.” (HR. Abu daud)
Nah jadi tau kan, lalu bagaimana cara meredam nya?
غضب الرجل فقال : أعوذ بالله سكن غضبه
“Jika seseorang marah, lalu dia mengatakan: a’udzu billah (aku berlindung pada Allah), maka akan redamlah marahnya.” (As Silsilah Ash Shohihah no. 1376. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shohih)
Dari kutipan Hadits di atas, bacalah "A'udzu billah" Sebagai peredam rasa marah tersebut.
الْغَضَبُ، وَإِلاَّ فَلْيَضْطَجِعْ
“Bila salah satu di antara kalian marah saat berdiri, maka duduklah. Jika marahnya telah hilang (maka sudah cukup). Namun jika tidak lenyap p**a, maka berbaringlah.” (HR. Abu Daud)
Mulai sekarang ayo kita coba lebih tenang dan bersabar dalam menghadapi segala situasi. Mudah mudahan Allah SWT selalu melindungi kita dari godaan dan bisikan-bisikan syaitan. Karena syaitan itu musuh yang nyata, dan berkali-kali di sebutkan dalam Al-Qur'an. Salah satunya tertulis dalam QS. Al-Baqarah:168
يَٰٓأَيُّهَا ٱلنَّاسُ كُلُوا۟ مِمَّا فِى ٱلْأَرْضِ حَلَٰلًا طَيِّبًا وَلَا تَتَّبِعُوا۟ خُطُوَٰتِ ٱلشَّيْطَٰنِ ۚ إِنَّهُۥ لَكُمْ عَدُوٌّ مُّبِينٌ
"Hai sekalian manusia, makanlah yang halal lagi baik dari apa yang terdapat di bumi, dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah syaitan; karena sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagimu."