22/11/2022
Kampung Horta, Punya Cerita
Alhamdulillah, Alhamdulillah, Alhamdulillah...
Setelah 2 tahun lamanya, anandas tidak dapat melaksanakan kegiatan visiting secara langsung. Atas izin Allah, hari ini anandas berhasil menyelesaikan kegiatan di Kampung Horta, Bogor. Allahuakbar!
Jum'at, 11 November 2022 menjadi goresan tinta sejarah baru dalam perjalanan kehidupan anandas. Ananda Zalfa dari kelas empat, misalnya. Sehari sebelum keberangkatan, merasa khawatir tidak dapat bangun pagi dan gagal mengikuti kegiatan visiting. Namun MaasyaAllah, mengingat pesan dari gurunya untuk memunculkan niat, keyakinan dan berdoa kepada Allah agar dibangungkan lebih pagi, Alhamdulillah, atas izin Allah, berhasil!
"Ibu, ternyata bener loh kata ibu kemarin. Tadi pagi, ana langsung kebangun sendiri."
MaasyaAllah, Alhamdulillah…
Lain lagi dengan ananda Abi, yang tidak tidur malam karena semangat yang membuncah untuk mengikuti kegiatan visiting. Luar Biasa!
Bangun lebih pagi, melawan dinginnya pagi. Anandas harus berkumpul di sekolah pukul 06.30 WIB. Membawa seperangkat barang yang sudah diinformasikan, anandas mengawali kegiatan di sekolah dengan melaksanakan Salat Dhuha berjama’ah. Walaupun cuaca di Kota Bekasi pagi itu terlihat sedikit mendung, namun tidak mematahkan semangat anandas untuk segera berangkat menuju Kampung Horta.
Ibu Acha sebagai penanggung jawab kegiatan, melakukan briefing kepada anandas tentang hal-hal yang boleh dan tidak boleh dilakukan selama kegiatan berlangsung. Salah satunya, senantiasa menjaga adab yang baik selama perjalanan. Setelah selesai, anandas segera bersiap membentuk kelompok-kelompok kecil, untuk berjalan menuju mobil yang sudah menunggu di dekat Tol Jatiwarna.
MaasyaAllah, Alhamdulillah.
Selama perjalanan dari sekolah munuju Kampung Horta, jalanan terpantau lancar. Hanya beberapa titik saja yang sedikit padat. Sekitar pukul 08.30 WIB, anandas tiba di Kampung Horta. Saat pertama kali datang, anandas disambut dengan hamparan sawah di sisi kanan dan saung di sisi kiri. Tak henti-hentinya anandas berkata, “Ana ngga sabar pak!” “Nanti kita turun ke sawah bu?” “Ana turun duluan ya bu.” Luar biasa!
Kegiatan pertama di Kampung Horta, anandas menghias boneka horta yang terbuat dari serbuk kayu. Jika dirawat dengan baik, akan tumbuh tanaman dari seluruh sisi boneka hortanya. Hasil karya anandas, dapat dibawa p**ang untuk dirawat secara mandiri. Tak ketinggalan, bapak dan ibu guru juga turut serta menghias boneka horta. Hayooo, jangan lupa pesan tetehnya. Boneka Hortanya, sudah di rendam dulu 1-2 jam? Kemudian esoknya mulai di siram 2 kali sehari ya.
Lanjut menuju kegiatan kedua. Anandas mendapatkan tantangan untuk membuat tempat menyimpan alat tulis dari tanah liat. Pada mulanya, beberapa akhwat merasa geli untuk memegangnya. Namun, setelah diarahkan oleh Tim Kampung Horta, masing-masing berhasil menyelesaikan tantangannya. Hasil karya anandas beragam, ada yang tampak besar, ada p**a yang lebih kurus. Namun tidak mengapa. Karena anandas sudah berusaha melakukan yang terbaik untuk karyanya. Hebat!
Turun ke sawah menjadi kegiatan yang paling ditunggu. Setelah selesai melakukan kegiatan kedua, anandas segera berganti pakaian dan siap turun ke sawah. Ada 4 kegiatan yang akan anandas lakukan selama di sawah. Menanam padi, menangkap ikan dan bebek, kemudian ditutup dengan lomba tarik tambang.
Terdapat 3 fase umum yang dialami oleh anandas ketika hendak turun ke sawah.
Fase pertama, tidak ingin turun karena merasa takut atau jijik karena menginjak lumpur. Untuk fase pertama, lebih banyak dialami oleh anandas akhwat. Namun Alhamdulillah, setelah fase pertama ini berhasil dilawan dengan merasakan langsung menginjak lumpur di sawah, maka fase pertama sudah terlewati. Walaupun diawali dengan teriakan dan ungkapan tidak mau sembari turun ke sawah.
Untuk beradaptasi dengan kondisi lumpur, anandas belajar dahulu cara menanam padi. Setelah selesai, maka anandas bergegas menuju area di tengah sawah. Pada area ini, anandas bermain menangkap ikan dan bebek serta tarik tambang. Inilah fase kedua dimulai.
Pada fase kedua, anandas masih ragu untuk ‘menceburkan’ diri ke dalam air lumpur di sawah. Namun, karena tantangannya adalah menangkap ikan dan bebek, serta melakukan tarik tambang yang mengharuskan anandas lebih dalam berinteraksi dengan air lumpur. Maka, di sinilah fase ketiga dimulai.
Fase ketiga adalah menikmati. Pada fase ini, dipastikan, tidak ada lagi anandas yang berucap geli, takut atau jijik. Tidak p**a anandas ragu-ragu untuk ‘menceburkan’ diri ke dalam air lumpur sawah. Karena anandas, sudah berhasil melawan ketakutan diri, menghilangkan keraguan dan mulai menikmati setiap kondisi yang ada di sawah.
MaasyaAllah. Kampung Horta, Punya Cerita. Allahuakbar!
-----------------------------------------
Ayah Bunda,
Mari daftarkan putra-putri Ayah Bunda di Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2023 SDIT Insantama Bekasi. Pendaftaran dilakukan secara online melalui link: ppdb.insantama.sch.id
Masa Pendaftaran: Mulai dari 1 Desember 2022
Salam dari kami,