PANTI YATIM ABUL Yatama

PANTI YATIM ABUL Yatama PANTI YATIM ABUL YATAMA ADALAH LEMBAGA YANG MENGASUH ANAK YATIM DARI PAUD SAMPAI PERGURUAN TINGGI, AGAR BISA MANDIRI EKONOMI DAN HAFAL QUR'AN 30 JUZ

INFAQ YATIM: BANK BRI REK:6092-01-014191-53-7 ATAS NAMA LKSA ABUL YATAMA

KONDISI ANAK YATIM YANG MEMPRIHATINKAN
Saat ini pendidikan yang berkualitas sangat mahal, sehingga tidak terjangkau oleh anak-anak yatim. Maka Lembaga kami ingin berkontribusi menyantuni anak yatim dengan mendapatkan pendidikan yang berkualitas, agar anak-anak yatim kedepan bisa hidup mandiri dengan dibekali ilmu dan ketram

pillan. Program Unggulan kami adalah Tahfidzul Qur,an, para anak yatim bisa hafal dan sekaligus paham dan mengamalkan ajaran Qur,an. Sehingga model pendidikannya mengunakan model pesantren. Mengatasi permasalahan anak yatim diatas, maka kami butuh kerjasama dengan seluruh elemen masyarakat untuk ikut andil dalam memperjuangkan saudara-saudara kami tersebut.

14/12/2015

"Tali iman yang paling kuat adalah cinta karena Allah dan benci karena Allah." (HR Tirmidzi)

Waspadai Jebakan Perekrutan ISISMustofa B. Nahrawardaya*Peneliti Terorisme Indonesia Crime Analyst Forum (ICAF)Dari Face...
05/12/2015

Waspadai Jebakan Perekrutan ISIS

Mustofa B. Nahrawardaya*
Peneliti Terorisme Indonesia Crime Analyst Forum (ICAF)

Dari Facebook lah, perekrutan anggota ISIS/Dawlah dapat berlangsung dengan mudah. Entah ISIS/Dawlah yang mana. Bahkan, tidak jelas, apakah Dawlah beneran atau Dawlah bikinan.

Banyak akun "Dawlah" rajin mengabarkan kobaran api jihad Suriah dan mengajak remaja-remaja Islam di Indonesia untuk ikut bergabung. Anak-anak yang baru kenal Facebook pun banyak yang tergiur setelah berkomunikasi melalui pesan private. Sebagian dari mereka bahkan ada yang sudah pergi dan dijemput perwakilan "dawlah" tanpa sepengetahuan ortunya. Mereka biasanya melalui Turki jika penjemput gelap gagal melalui jalur tikus.

Nah sebagian yang terlanjur sampai ke Suriah ada yang ingin p**ang ke Indonesia. Mereka menghubungi keluarganya di Indonesia agar dapat mencari bantuan untuk kembali ke tanah air. Alasannya ingin kembali pun macam-macam. Selain tidak seperti yang dijanjikan saat perekrutan, mereka yang terekrut, merasa aneh karena Pasport dan dokumen lain ditahan para perekrut dan tidak boleh diambil kembali. Orang-orang yang sudah sampai di Suriah, terlanjur berfoto dengan berbagai senjata berat dan dokumennya telah dibagi ke berbagai negara. Remaja-remaja ini sebagian mengaku dijanjikan gaji asal bersedia melawan pasukan kafir. Tapi ketika dipersenjatai di sana, remaja-remaja ini ternyata disuruh membunuh sesama Muslim di Suriah.

Asal tahu saja, anak-anak muda ini kemudian dilabeli teroris dan foto-foto bersenjatanya nongkrong di berbagai negara di dunia.

Apakah Anda tahu bahwa banyak anak-anak yang (di/ter)-jebak permainan seperti itu?

___
*dari fb Mustofa B. Nahrawardaya (05/12/2015)

23/11/2015

Dari Ibnu Abbas radhiallahu anhu, Rasulullah ﷺ bersabda:

مَنْ أَكْثَرَ مِنْ الِاسْتِغْفَارِ؛ جَعَلَ اللَّهُ لَهُ مِنْ كُلِّ هَمٍّ فَرَجًا، وَمِنْ كُلِّ ضِيقٍ مَخْرَجًا، وَرَزَقَهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ

“Barang siapa memperbanyak istighfar; niscaya Allah memberikan jalan keluar bagi setiap kesedihannya, kelapangan untuk setiap kesempitannya, dan rizki dari arah yang tidak disangka-sangka”. (HR. Ahmad)

19/12/2014

15 Hikmah Sakit

1. Sakit itu dzikrullah
Mereka yang menderitanya akan lebih sering dan syahdu menyebut Asma ALLAH di banding ketika dalam sehatnya.

2. Sakit itu istighfar
Dosa-dosa akan mudah teringat, jika datang sakit,sehingga lisan terbimbing untuk mohon ampun.

3. Sakit itu tauhid
Bukankah saat sedang hebat rasa sakit,kalimat thoyyibat yang akan terus digetar?

4. Sakit itu muhasabah
Dia yang sakit akan punya lebih banyak waktu untuk merenungi diri dalam sepi,menghitung-hitung bekal kembali.

5. Sakit itu jihad
Dia yang sakit tak boleh menyerah kalah,di wajibkan terus berikhtiar,berjuang demi kesembuhannya.

6. Bahkan Sakit itu ilmu
Bukankah ketika sakit,dia akan memeriksa,berkonsultasi dan pada akhirnya merawat diri untuk berikutnya ada ilmu untuk tidak mudah kena sakit.

7. Sakit itu nasihat
Yang sakit mengingatkan si sehat untuk jaga diri,yang sehat hibur si sakit agar mau bersabar,ALLAH cinta dan sayang keduanya.

8. Sakit itu silaturrahim
Saat jenguk, bukankah keluarga yang jarang datang akhirnya datang membesuk,penuh senyum dan rindu mesra? Karena itu p**a sakit adalah perekat ukhuwah.

9. Sakit itu gugur dosa
Barang haram tercelup di tubuh dilarutkan di dunia, anggota badan yang sakit dinyerikan dan
di cuci-Nya.

10. Sakit itu mustajab doa
Imam As-Suyuthi keliling kota mencari orang sakit lalu minta didoakan oleh yang sakit.

11. Sakit itu salah satu keadaan yang menyulitkan syaitan,di ajak maksiat tak mampu tak mau,dosa lalu malah disesali kemudian diampuni.

12. Sakit itu membuat sedikit tertawa dan banyak menangis,satu sikap keinsyafan yang disukai Nabi dan para makhluk langit.

13. Sakit meningkatkan kualitas ibadah,rukuk-sujud lebih khusyuk,tasbih-istighfar lebih sering,tahiyyat-doa jadi lebih lama.

14. Sakit itu memperbaiki akhlak,kesombongan terkikis,sifat tamak di paksatunduk,pribadi dibiasakan santun,lembut dan tawadhu.

15. Dan pada akhirnya sakit membawa kita untuk selalu ingat mati,mengingat mati dan bersiap amal untuk menyambutnya,adalah pendongkrak derajat ketaqwaan.

12/12/2014

Pembawa Kejayaan Islam Akhir Zaman | Oleh: Salim A Fillah

Suatu saat kami duduk di Masjid Jogokariyan, Yogyakarta, di hadirat Syaikh Dr. Abu Bakr Al ‘Awawidah, Wakil Ketua Rabithah ‘Ulama Palestina. Kami katakan pada beliau, “Ya Syaikh, berbagai telaah menyatakan bahwa persoalan Palestina ini takkan selesai sampai bangsa ‘Arab bersatu. Bagaimana pendapat Anda?”

Beliau tersenyum. “Tidak begitu ya Ukhayya”, ujarnya lembut. “Sesungguhnya Allah memilih untuk menjayakan agamanya ini sesiapa yang dipilihNya di antara hambaNya; Dia genapkan untuk mereka syarat-syaratnya, lalu Dia muliakan mereka dengan agama & kejayaan itu.”

“Pada kurun awal”, lanjut beliau, “Allah memilih Bangsa ‘Arab. Dipimpin RasuluLlah, Khulafaur Rasyidin, & beberapa penguasa Daulah ‘Umawiyah, agama ini jaya. Lalu ketika para penguasa Daulah itu beserta para punggawanya menyimpang, Allahpun mencabut amanah penjayaan itu dari mereka.”

“Di masa berikutnya, Allah memilih bangsa Persia. Dari arah Khurasan mereka datang menyokong Daulah ‘Abbasiyah. Maka penyangga utama Daulah ini, dari Perdana Menterinya, keluarga Al Baramikah, hingga panglima, bahkan banyak ‘Ulama & Cendikiawannya Allah bangkitkan dari kalangan orang Persia.”

“Lalu ketika Bangsa Persia berpaling & menyimpang, Allah cabut amanah itu dari mereka; Allah berikan pada orang-orang Kurdi; puncaknya Shalahuddin Al Ayyubi dan anak-anaknya.”

“Ketika mereka juga berpaling, Allah alihkan amanah itu pada bekas-bekas budak dari Asia Tengah yang disultankan di Mesir; Quthuz, Baybars, Qalawun di antaranya. Mereka, orang-orang Mamluk.”

“Ketika para Mamalik ini berpaling, Allah p**a memindahkan amanah itu pada Bangsa Turki; ‘Utsman Orthughrul & anak turunnya, serta khususnya Muhammad Al Fatih.”

“Ketika Daulah ‘Aliyah ‘Utsmaniyah ini berpaling juga, Allah cabut amanah itu dan rasa-rasanya, hingga hari ini, Allah belum menunjuk bangsa lain lagi untuk memimpin penjayaan Islam ini.”

Beliau menghela nafas panjang, kemudian tersenyum. Dengan matanya yang buta oleh siksaan penjara Israel, dia arahkan wajahnya pada kami lalu berkata. “Sungguh di antara bangsa-bangsa besar yang menerima Islam, bangsa kalianlah; yang agak pendek, berkulit kecoklatan, lagi berhidung pesek”, katanya sedikit tertawa, “Yang belum pernah ditunjuk Allah untuk memimpin penzhahiran agamanya ini.”

“Dan bukankah Rasulullah bersabda bahwa pembawa kejayaan akhir zaman akan datang dari arah Timur dengan bendera-bendera hitam mereka? Dulu para ‘Ulama mengiranya Khurasan, dan Daulah ‘Abbasiyah sudah menggunakan pemaknaan itu dalam kampanye mereka menggulingkan Daulah ‘Umawiyah. Tapi kini kita tahu; dunia Islam ini membentang dari Maghrib; dari Maroko, sampai Merauke”, ujar beliau terkekeh.

“Maka sungguh aku berharap, yang dimaksud oleh Rasulullah itu adalah kalian, wahai bangsa Muslim Nusantara. Hari ini, tugas kalian adalah menggenapi syarat-syarat agar layak ditunjuk Allah memimpin peradaban Islam.”

“Ah, aku sudah melihat tanda-tandanya. Tapi barangkali kami, para pejuang Palestina masih harus bersabar sejenak berjuang di garis depan. Bersabar menanti kalian layak memimpin. Bersabar menanti kalian datang. Bersabar hingga kita bersama shalat di Masjidil Aqsha yang merdeka inshaallah.”

Ah.. Campur aduk perasaan, tertusuk-tusuk rasa hati kami di Jogokariyan mendengar ini semua. Ya Allah, tolong kami, kuatkan kami.

Salim A Fillah

05/12/2014

Kejujuran itu Kesederhanaan Yang Paling Mewah

Kejujuran itu kesederhanaan yang paling mewah. Mengapa dikatakan demikian? Kejujuran itu terdengarnya sederhana, namun sesungguhnya ia adalah mahkota kemuliaan bagi insan yang beriman. Ia adalah perhiasan jiwa yang lebih bercahaya dari intan berlian dan lebih mempesona dari bintang yang gemerlapan.

Kejujuran adalah tiang agama, pilar etika, dan pangkal wibawa. Tanpa kejujuran maka agama tidak lengkap, akhlaq tidak sempurna dan wibawa akan sirna.

Oleh karena itu Allah menyuruh kita untuk berperilaku jujur dan benar sebagaimana dalam firman-Nya :”Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kamu kepada Allah dan katakanlah perkataan yang benar. (QS.Al-Ahzab: 70).

Sesungguhnya orang yang berkata jujur akan mendapatkan tiga hal; kepercayaan, cinta dan rasa hormat. (Ali bin Abi Thalib)

Di akhir zaman ini begitu sulitnya memegang kejujuran, apalagi menemukan pemimpin yang jujur.

Ustadz Cucu Surahman MA mengatakan bertindak jujur memang tidaklah mudah. Apalagi ketika ketamakan duniawi, yang meliputi gengsi, posisi, dan upeti, sudah merasuki diri. Orang seperti ini akan menghalalkan segala cara, termasuk berdusta, demi tercapainya hasrat dan keinginan nafsunya. Demi untuk mendapatkan dunia, orang rela menukar-balikkan fakta. Menukar kebenaran dengan kebohongan, begitu juga sebaliknya.

Hal ini sesuai dengan prediksi Rasulullah Saw.: “Akan datang kepada manusia tahun-tahun yang penuh tipu daya, di masa itu para pendusta dibenarkan omongannya sedangkan orang-orang jujur didustakan, di masa itu para pengkhianat dipercaya sedangkan orang yang terpercaya justru tidak dipercaya, dan pada masa itu muncul Ruwaibidlah, ditanyakan kepada beliau saw. apa itu Ruwaibidlah? Rasul menjawab: Seorang yang bodoh (yang dipercaya berbicara) tentang masalah rakyat/publik”. (HR. Ibnu Majah).

Kejujuran seorang pemimpin atau pejabat akan menjadi lebih urgen dari orang atau rakyat biasa karena kejujurannya secara positif akan berpengaruh besar terhadap orang banyak, seperti akan terealisasinya pemerataan pembangunan dan kesejahteraan ekonomi. Dan sebaliknya, kebohongan seorang penguasa akan berdampak besar bagi rakyat banyak, tentu dalam bentuknya yang negatif, seperti melonjaknya angka pengangguran dan kemiskinan.

28/11/2014

Khalifah Umar Sangat Takut Andai 1 Onta Hilang, Bagaimana Jika 1 Nyawa Melayang?
Kiamat seolah datang, seandainya Khalifah Umar mendengar bahwa ada sepeser uang milik umum dicuri atau dirampas atau dibelanjakan secara boros. Tubuhnya akan gemetar dan hati orang yang melihatnya akan bergetar seolah-olah yang hilang bukan hanya satu atau dua rupiah tetapi seluruh kekayaan negara dan isi perbendaharaan baitul mal.
Umar pernah bersumpah bahwa dirinya merasa takut akan pertanyaan Allah seandainya ada seekor unta hasil zakat hilang di pinggir sungai Tigris atau Eufrat, walaupun dia sendiri berada di Madinah.
Pada suatu hari yang terik di musim panas yang amat menyenangat, Usman bin Affan melepaskan padangan dari jendela dangaunya yang terletak di tempat yang tinggi. Tampak olehnya seorang laki-laki sedang mengiring dua ekor anak unta, sementara udara panas menyelubungi bagaikan lambaian lidah api yang menyala seolah-olah hendak membakar gunung dan menghancurkannya.
“Kenapa orang ini tidak tinggal di rumah saja menunggu udara dingin ?” Tanya Usman dalam hati.
Kemudian Usman menyuruh pelayannya untuk melihat siapa kiranya orang itu. Pelayannya mengintai melalui celah pintu, lalu katanya:
“Saya melihat seorang laki-laki yang menutupi kepalanya dengan bajunya sambil menghalau dua anak unta di depannya … “
Setelah ditunggu beberapa lama dan orang itu semakin mendekat, maka pelayan Usman segera mengenalinya. Dia berseru sambil kaget:
“Oh… dia adalah Umar, Amirul Mu’minin !”
Untuk melindungi dirinya dari terpaan panasnya angina, Usman hanya menyembulkan kepalanya dari sebuah lubang kecil. Kemudian serunya:
“Apa maksud anda keluar pada saat seperti ini, wahai Amirul Mu’minin ?”
“Ada dua ekor anak unta hasil zakat yang tertinggal di penggembalaan” , jawab Umar. “Saya takur jangan-jangan mereka hilang dan saya akan ditanya oleh Allah tentang mereka kelak !”
“Marilah minum dulu dan berteduhlah di sini. Biarkanlah kami yang mengurusi hewan itu !” ujar Usman.
“Kembalilah ke dalam !” titah Umar.
“Kembalilah ke dalam wahai Usman” kata Umar mengulangi perintahnyam, sementara ia meneruskan perjalanannya di tengah-tengah panasnya matahari yang menyengat.
Melihat itu, Usman merasa takjub dan terpesona, kemudian katanya:
“Barang siapa yang hendak menyaksikan orang yang kuat lagi terpercaya, maka lihatlah, Umar !”
***
Khalifah Umar merasa sangat takut pada pertanyaan Allah kelak seandainya ada 1 ekor unta hasil zakat yang hilang. Bagaimana dengan 1 nyawa yang melayang?
“Setiap kamu adalah pemimpin dan setiap kamu akan ditanya tentang apa yang dipimpinnya.” (HR Bukhari & Muslim)

21/11/2014

Kebiasaan itu Seperti Pohon

Di suatu hari yang cerah, mentari bersinar sangat indah.

Seorang guru memberikan materi pelajaran kepada murid-muridnya sebagaimana biasa.

Tiba-tiba muncul ide kreatif di dalam pikirannya.

Dia mengajak anak-anak murid keluar kelas untuk belajar di ruang terbuka supaya mereka bisa merasakan udara segar dan menikmati suasana di alam lepas.

Ketika perhatian semua murid tertuju kepadanya, dia memberi isyarat dengan tangannya supaya salah seorang murid mengambil sebuah bijian yang baru tumbuh di taman sekolah.

Seorang murid segera bangkit dan mencabut bijian yang baru tumbuh itu.

Kemudian guru itu kembali meminta anak yang lain mencabut bijian yang lainnya yang baru tumbuh.

Tanpa ada kesulitan apapun si murid mencabutnya.

Selanjutnya guru itu menunjuk ke sebuah pohon besar dan meminta murid-murid untuk mencabutnya bersama-sama.

Semua murid serempak berkata itu hal yang mustahil mereka lakukan. Karena pohon itu sudah tua dan besar sekali. Mereka tidak mempunyai kekuatan melakukan itu.

Dengan spontan senyuman guru itu mengembang di bibirnya dan ia segera menyampaikan inti pelajarannya:

Ananda sekalian, tumbuhan ini seperti kebiasaan jelek kita. Setiap kali suatu kebiasaan jelek terpendam lama di dalam diri kita dan waktupun berlalu, kita tidak akan mempunyai kekuatan untuk mencabut dan membuangnya. Dia akan mencengkram kuat dan kitapun tidak akan bisa membebaskan diri darinya.

Sekalipun suatu saat kita mampu menebangnya, tapi akarnya hampir tidak mungkin kita cabut.

Untuk itu, selagi masih di usia kecil ini kalian sangat mudah merubah keadaan kalian, sebelum kesempatan untuk itu berlalu, tidak akan kembali.

Siapa yang tumbuh di atas sifat yang tidak baik akan tetap seperti itu untuk selama-lamanya kalau ia tidak segera merubahnya selagi ia masih muda.

(Zulfi Akmal)

14/11/2014

Cara Allah 'Memperlakukan' Orang Zalim

Banyak di antara kita yang mengira bahwa Allah akan menurunkan azab kepada orang zalim dengan instan. Segera setelah kezaliman yang ia lakukan. Tapi ini adalah perkiraan yang salah.

Orang zalim itu akan melalui 4 fase yang mesti kita pahami secara baik. Supaya kita tidak berburuk sangka kepada Allah dan putus asa melihat kenyamanan si zalim dalam melancarkan kejahatannya.

Fase pertama: Penangguhan atau penundaan.

Allah berfirman:

{وَأُمْلِي لَهُمْ إِنَّ كَيْدِي مَتِينٌ}

Dan aku akan memberi tangguh kepada mereka. Sesungguhnya rencana-Ku amat teguh (Al Qalam: 45)

Di fase itu Allah menangguhkan azab bagi orang zalim. Semoga saja ia bertaubat atau kembali kepada jalur yang benar.

Fase kedua: Istidraj.

Allah berfirman:

(سَنَسْتَدْرِجُهُمْ مِنْ حَيْثُ لَا يَعْلَمُونَ)

Kami akan menarik mereka dengan berangsur-angsur ke arah kebinasaan dengan cara yang tidak mereka ketahui. (Al A'raf: 182)

Bukan artinya dunia disempitkan bagi mereka. Tidak sama sekali. Bahkan justru dibukakan dunia selebar-lebarnya, diangkatkan derjatnya di mata manusia, dihamparkan baginya rezki dan kelezatan dunia, Allah memberikan apa saja yang ia minta dan inginkan, bahkan melebihi apa yang mereka harapkan.

Fase ketiga: Pemolesan hingga kelihatan cantik dan indah.

(وَزَيَّنَ لَهُمُ الشَّيْطَانُ أَعْمَالَهُمْ )

"Dan setan telah menjadikan mereka memandang indah perbuatan-perbuatan mereka.." (An Naml: 24)

Saat itu hati orang zalim akan mati. Karenanya ia akan menganggap seluruh pendapatnya adalah kebaikan yang mesti ia lakukan. Hatinya tidak akan hidup lagi untuk menyesali apa yang sudah ia lakukan.

Fase keempat: Turun azab.

{وَكَذَلِكَ أَخْذُ رَبِّكَ إِذَا أَخَذَ الْقُرَى وَهِيَ ظَالِمَةٌ إِنَّ أَخْذَهُ أَلِيمٌ شَدِيدٌ}

"Dan begitulah azab Tuhanmu, apabila Dia mengazab penduduk negeri-negeri yang berbuat zalim. Sesungguhnya azab-Nya itu adalah sangat pedih lagi keras". (Hud: 102)

Pada saat ini orang zalim tidak diberi ampun lagi. Kesempatan untuk perbaikan sudah ditutup. Azab Allah segera turun terhadap si zalim. Dan bentuk azabnya sangat dahsyad, tidak terbayangkan oleh siapapun.

Ketika itulah hati-hati orang mukmin akan terobati.

فقطع دابر القوم الذين ظلموا والحمد لله رب العالمين.

"Maka orang-orang yang lalim itu dimusnahkan sampai ke akar-akarnya. Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam". (Al An'am: 45)

(Zulfi Akmal)

07/11/2014

10 Keutamaan Hari Jum’at

Oleh Syaikh Khâlid Abū Shâliĥ

1. Bahwasanya ia adalah sebaik-baik hari

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu ’anhu dari Nabi Shallallahu ’alaihi wa Salam beliau bersabda,

خير يوم طلعت عليه الشمس يوم الجمعة فيه خلق آدم وفيه أدخل الجنة وفيه أخرج منها ولا تقوم الساعة إلا في يوم الجمعة

”Sebaik-baik hari yang matahari terbit padanya (hari cerah) adalah hari Jum’at, (karena) pada hari ini Adam diciptakan, hari ini p**a Adam dimasukkan ke dalam surga dan dikeluarkan darinya, dan tidaklah akan datang hari kiamat kecuali pada hari Jum’at.” (HR Muslim).

2. Hari ini mengandung kewajiban sholat Jum’at

Kewajiban sholat Jum’at merupakan sebesar-besar kewajiban Islam yang paling ditekankan dan seagung-agungnya berhimpunnya kaum muslimin. Barangsiapa meninggalkannya (menunaikan sholat Jum’at) karena meremehkannya, niscaya Alloh tutup hatinya sebagaimana di dalam hadits shahih yang diriwayatkan Muslim.

3. Terdapat waktu yang orang berdo’a di dalamnya diijabahi (dikabulkan)

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ’anhu berkata, Rasulullah Shallallahu ’alaihi wa Salam bersabda,

إن في الجمعة ساعة لا يوافقها عبد مسلم وهو قائم يصلى يسأل الله شيئا إلا أعطاه إياه

”Sesungguhnya di dalam hari Jum’at ini, ada suatu waktu yang tidaklah seorang Muslim menemuinya (hari Jum’at) sedangkan ia dalam keadaan berdiri sholat memohon sesuatu kepada Alloh, melainkan akan Alloh berikan padanya.” (Muttafaq ’alaihi)

Ibnul Qayyim berkata setelah menyebutkan adanya perselisihan tentang penentuan spesifikasi waktu ini, ”Pendapat-pendapat yang paling rajih (kuat) adalah dua pendapat yang keduanya terkandung di dalam sebuah hadits yang tsabit (shahih). Yaitu, Pendapat pertama, bahwasanya (waktu ijabah tersebut) mulai dari duduknya imam hingga ditunaikannya sholat, sebagaimana dalam hadits Ibnu ’Umar bahwasanya Nabi Shallallahu ’alaihi wa Salam bersabda,

هي ما بين أن يجلس الإمام إلى أن تقضى الصلاة

”(waktu ijabah tersebut) yaitu diantara duduknya imam sampai ditunaikannya sholat.” (HR Muslim).

Pendapat kedua, yaitu setelah waktu ’Ashar. Dan ini adalah dua pendapat yang paling kuat. (Zaadul Ma’ad I/389-390).

4. Bersedekah di dalamnya kebih baik daripada bersedekah pada hari lainnya

Ibnul Qayyim berkata, ”Bersedekah pada hari Jum’at dibandingkan hari-hari lainnya dalam sepekan, seperti bersedekah pada bulan Ramadhan dibandingkan bulan-bulan lainnya.”

Dan di dalam hadits Ka’ab (dikatakan),

والصدقة فيه أعظم من الصدقة في سائر الأيام

”Bersedekah di dalamnya lebih besar (pahalanya) daripada bersedekah pada hari lainnya.” (hadits mauquf shahih namun memiliki hukum marfu’).

5. Ia adalah hari dimana Allah Azza wa Jalla memuliakan di dalamnya para wali-wali-Nya kaum mukminin di dalam surga.

Dari Anas bin Malik radhiyallahu ’anhu, beliau berkata tentang firman Allah Azza wa Jalla,

(( وَلَدَيْنَا مَزِيْدٌ ))

”Dan pada sisi kami ada tambahannya.” (QS Qaf, 35)

Beliau berkata, ”Allah muliakan mereka pada tiap hari Jum’at.”

6. Ia adalah hari ’Ied (perayaan) yang berulang-ulang setiap pekan.

Dari Ibnu ’Abbas radhiyallahu ’anhuma berkata, Rasulullah Shallallahu ’alaihi wa Salam bersabda,

إن هذا يوم عيد جعله الله للمسلمين فمن جاء الجمعة فليغتسل…

”Sesungguhnya hari ini adalah hari ’Ied yang Alloh jadikan bagi kaum Muslimin, barangsiapa yang mendapati hari Jum’at hendaknya ia mandi…” (HR Ibnu Majah dalam Shahih at-Targhib I/298).

7. Ia adalah hari yang menghapuskan dosa-dosa.

Dari Salman beliau berkata, Rasulullah Shallallahu ’alaihi wa Salam bersabda,

لا يغتسل رجل يوم الجمعة ويتطهر ما استطاع من طهر ويدهن من دهنه أو يمس من طيب بيته ثم يخرج فلا يفرق بين اثنين ثم يصلي ما كتب له ثم ينصت إذا تكلم الإمام إلا غفر له ما بينه وبين الجمعة الأخرى

”Tidaklah seorang hamba mandi pada hari Jum’at dan bersuci dengan sebaik-baik bersuci, lalu ia meminyaki rambutnya atau berparfum dengan minyak wangi, kemudian ia keluar (menunaikan sholat Jum’at) dan tidak memisahkan antara dua orang (yang duduk), kemudian ia melakukan sholat apa yang diwajibkan atasnya dan ia diam ketika Imam berkhutbah, melainkan segala dosanya akan diampuni antara hari Jum’at ini dengan Jum’at lainnya.” (HR Bukhari).

8. Orang yang berjalan untuk menunaikan sholat Jum’at, pada tiap langkah kakinya ada pahala puasa dan sholat setahun.

Ssebagaimana hadits Aus bin Aus radhiyallahu ’anhu beliau berkata, Rasulullah Shallallahu ’alaihi wa Salam bersabda,

من غسل واغتسل يوم الجمعة وبكر وابتكر ودنا من الإمام فأنصت, كان له بكل خطوة يخطوها صيام سنة وقيامها وذلك على الله يسير

”Barangsiapa yang mandi lalu berwudhu pada hari Jum’at, lalu ia bersegera dan bergegas (untuk sholat), kemudian ia mendekat kepada imam dan diam, maka baginya pada setiap langkah kaki yang ia langkahkan (ada pahala) puasa dan sholat setahun, dan yang demikian ini adalah sesuatu yang mudah bagi Alloh.” (HR Ahmad dan Ashhabus Sunnan, dishahihkan oleh Ibnu Khuzaimah).

Allohu Akbar! Setiap langkah yang diayun menuju sholat Jum’at sepadan dengan puasa dan sholat setahun?!

Dimana orang-orang yang mau berlekas untuk menuju kebesaran ini?! Dimana orang-orang yang menginginkan anugerah ini?!

(( ذَلِكَ فَضْلُ اللّهِ يُؤْتِيْهِ مَنْ يَشَاءُ وَاللَّهُ ذُوْ الفَضْلِ العَظِيْمِ ))

”Itulah karunia Allah, diberikan-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya dan Allah mempunyai karunia yang besar.” (QS al-Hadiid, 21)

9. Jahannam itu dinyalakan –yaitu dikobarkan apinya- setiap hari dalam sepekan kecuali pada hari Jum’at.

Yang mana hal ini sebagai (salah satu bentuk) pemuliaan terhadap hari yang agung ini. (Lihat Zaadul Ma’ad I/387).

10. Meninggal pada hari Jum’at atau malamnya merupakan tanda-tanda husnul khotimah.

Dimana orang yang wafat pada hari ini akan aman dari siksa kubur dan dari pertanyaan dua Malaikat. Dari Ibnu ’Amr radhiyallahu ’anhuma beliau berkata, Rasulullah Shallallahu ’alaihi wa Salam bersabda,

ما من مسلم يموت يوم الجمعة أو ليلة الجمعة إلا وقاه الله تعالى فتنة القبر

”Tidaklah seorang muslim meninggal pada hari Jum’at atau pada malam Jum’at, kecuali Alloh Ta’ala lindungi dari fitnah kubur.” (R Ahmad dan Turmudi, dishahihkan oleh al-Albani).

sumber: fimadani.com

***

Amalan-Amalan yang Disyari’atkan pada Hari Jum’at

1. Memperbanyak shalawat

Dari Abu Umamah radhiyallahu ‘anhu bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata, “Perbanyaklah shalawat kepadaku setiap hari jum’at karena shalawatnya umatku akan dipersembahkan untukku pada hari jum’at, maka barangsiapa yang paling banyak bershalawat kepadaku, dia akan paling dekat derajatnya denganku.” (HR. Baihaqi dengan sanad shahih)

2. Membaca surat Al Kahfi

Dari Abu Sa’id Al-Khudri radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Barangsiapa membaca surat Al-Kahfi pada hari jum’at akan diberikan cahaya baginya diantara dua jum’at.” (HR. Al Hakim dan Baihaqi dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani)

3. Memperbanyak do’a

4. Amalan-amalan shalat jum’at
- Mandi, bersiwak, dan memakai wangi-wangian.
- Berpagi-pagi menuju tempat shalat jum’at.
- Diam mendengarkan khatib berkhutbah.
- Memakai pakaian yang terbaik.
- Melakukan shalat sunnah selama imam belum naik ke atas mimbar.

03/11/2014

Selamat menunaikan Puasa Asyura 10 Muharam, sahabatku semua...

Semoga terhapuskan dosa kita setahun yang lalu. Semoga hari-hari yang akan kita lalui penuh keberkahan.

"Puasa Asyura menghapuskan dosa satu tahun yang lalu” (HR. Muslim).

01/11/2014

Sebab Turunnya Rasulullah | Oleh Salim A. Fillah

Suatu hari Rasulullah pernah ditanya oleh para sahabat, “Ya Rasulullah cobalah kau bicara tentang dirimu, ceritakanlah kepada kami tentang dirimu”. Maka beliau menjawab :

1. Aku adalah doa Ibrahim (al Baqarah 129)
2. Aku adaalah Nubuat Isa (As Shaf 6)
3. Aku adalah kesempurnaan nikmat Allah atas orang-orang beriman (Al Baqarah 151, Ali Imran 164)
4. Aku adalah anak dua orang yang dikorbankan (Keturunan Ismail)

Aku adalah doa Ibrahim

"Ya RasulaLlah”, begitu suatu hari para sahabat bertabik saat mereka menatap wajah beliau yang purnama, “Ceritakanlah tentang dirimu.”

Dalam riwayat Ibn Ishaq sebagaimana direkam Ibn Hisyam di Kitab Sirah-nya; kala itu Sang Nabi ShallaLlahu ‘Alaihi wa Sallam menjawab dengan beberapa kalimat. Pembukanya adalah senyum, yang disusul senarai kerendahan hati, “Aku hanyasanya doa yang dimunajatkan Ibrahim, ‘Alaihissalam..”

Doa itu, doa yang berumur 4000 tahun. Ia melintas mengarungi zaman, dari sejak lembah Makkah yang sunyi hanya dihuni Isma’il dan Ibundanya hingga saat 360 berhala telah menyesaki Ka’bah di seluruh kelilingnya. Doa itu, adalah ketulusan seorang moyang untuk anak-cucu. Di dalamnya terkandung cinta agar orang-orang yang berhimpun bersama keturunannya di dekat rumah Allah itu terhubung dan terbimbing dari langit oleh cahayaNya.

“Duhai Rabb kami, dan bangkitkan di antara mereka seorang Rasul dari kalangan mereka sendiri; yang akan membacakan atas mereka ayat-ayatMu, mengajarkan Al Kitab dan Al Hikmah, serta mensucikan mereka. Sesungguhnya Engkau Maha Perkasa lagi Maha Bijaqksana.” (QS Al Baqarah [2]: 129)

“Kata adalah sepotong hati”, ujar Abul Hasan ‘Ali An Nadwi, maka doa adalah setetes nurani. Ia disuling dari niat yang haru dan getar lisan yang syahdu. Ia dibisikkan dengan tadharru’ dan khufyah; dengan berrendah-rendah mengakui keagungan Allah dan berlirih-lirih menginsyafi kelemahan diri. Dalam diri Ibrahim, kekasih Ar Rahman itu, doanya mencekamkan gigil takut, gerisik harap, dan getar cinta.

Maka dari doa itu kita belajar; bahwa yang terpenting bukan seberapa cepat sebuah munajat dijawab, melainkan seberapa lama ia memberi manfaat. Empat ribu tahun itu memang panjang. Tapi bandingkanlah dengan hadirnya seorang Rasul yang tak hanya diutus untuk penduduk Makkah, tapi seluruh alam; menjadi rahmat bukan hanya bagi anak-turunnya, tapi semesta; membacakan ayatNya bukan hanya dalam kata, tapi dengan teladan cahaya; mensucikan jiwa bukan hanya bagi yang jumpa, tapi juga yang merindunya; dan mengajarkan Kitab serta Hikmah bukan hanya tuk zamannya, tapi hingga kiamat tiba.

Dari doa itu kita belajar; bahwa Allah Maha Pemurah; tak dimintaipun pasti memberi. Maka dalam permohonan kita, bersiaplah menerima berlipat dari yang kita duga. Allah Maha Tahu; maka berdoa bukanlah memberitahu Dia akan apa yang kita butuhkan. Doa adalah bincang mesra, agar Dia ridhai untuk kita segala yang dianugrahkanNya.

Dalam syukur pada dua orang yang disebut ‘Uswatun Hasanah’ itu, kita teringat shalawat yang diajarkan Muhammad ShallaLlahu ‘Alaihi wa Sallam dengan rendah hati; mengenang bapak para Nabi yang atas doanyalah beliau diutus. Maka tiap kebaikan yang dipancarkan Muhammad hingga hari kiamat, Ibrahim memegang sahamnya.

Dan kita yang rindu pada Sang Nabi untuk disambut di telaganya, diberi minum dengan tangannya, dinaungi bersamanya, dan beroleh syafa’atnya; mari tak bosan membaca, “Allahumma shalli ‘ala Muhammad, wa ‘ala Ali Muhammad; k**a shallaita ‘ala Ibrahim wa ‘ala Ali Ibrahim..”

Untuk lebih lengkap lagi mengenai 4 poin tentang Rasulullah mari kita simak rek**an mp3 pembahasan bersama Ustad Salim A Fillah dengan KLIK :

-Sebab Turunnya Rasulullah 1.mp3 | 21mb | 92mnt
-Sebab Turunnya Rasulullah 2.mp3 | 19mb |83mnt
-Sebab Turunnya Rasulullah 3.mp3 | 18mb | 88mnt

*sumber: http://senyumparainsan.wordpress.com/

Address

Jalan Gatot Subroto 15 Bawen (Terminal Bawen) Semarang
Bawen
50661

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when PANTI YATIM ABUL Yatama posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Shortcuts

Share

Category