24/02/2022
Mbah Bisri Mustofa Meralat Kitabnya Sendiri setelah Beliau Wafat
KH. Bisri Mustofa dikenal sebagai seorang kyai pengarang yang menulis beberapa buah kitab, khususnya dalam bahasa Jawa, diantaranya yang cukup terkenal adalah Tafsir Al Ibriz. Selain dikenal sebagai seorang kyai penulis, pengasuh Pondok Pesantren Leteh Rembang ini juga dikenal sebagai seorang orator dan politikus.
Sepeninggal KH. Bisri, KH. Mustofa Bisri atau Gus Mus putranya mengaku mengalami suatu kejadian menarik yang sulit diterima akal pada umumnya. Diceritakan Gus Mus kedatangan seorang tamu dari Cirebon yang menyampaikan pesan KH. Bisri kepada dirinya.
"Anda Gus Mus," tanya seorang tamu dari Cirebon itu.
Ya, saya Mustofa," jawab Gus Mus.
Orang itu kemudian menyampaikan pesan yang baru saja diterimanya dari KH. Bisri Mustofa menyangkut karya besar dia, Tafsir al-Ibriz.
"Kyai Bisri berpesan agar anda mengoreksi surat al-Fath karena disitu ada sedikit kesalahan."
"Kapan anda ketemu dia?"
"Kemarin di Cirebon."
Ketika Gus Mus memberi tahu bahwa KH. Bisri telah meninggal hampir 40 hari yang lalu, orang itu amat terkejut dan lunglai.
Sesudah itu, Gus Mus segera datang ke Kudus, menemui KH. Abu Amar dan KH. Arwani yang dipercaya Penerbit Menara Kudus sebagai pentasheh atau korektor. Informasi yang disampaikan orang dari Cirebon itu benar. Ternyata, dalam surat al-Fath terdapat satu kesalahan (kecil) yang lolos dalam beberapa kali koreksi. Dalam ayat ke-18 yang seharusnya berbunyi "laqad radhiyallahu 'anil mu'minina . . .," tertulis "laqad radhiyallahu 'alal mu'minina . . .,".
Pengalaman yang sama juga dialami Gus Mus, bedanya yang kedua ini datang untuk menyampaikan pesan KH. Bisri agar dirinya melanjutkan karya dia yang belum sempat diselesaikan.
"Anda ketemu sendiri," tanya Gus Mus.
"Ya, saya ketemu sendiri di Cirebon," tutur orang itu kepada Gus Mus.
Keterkejutan yang sama juga dialami orang itu, manakala diberi penjelasan bahwa KH. Bisri Mustofa sudah wafat.
Cerita disadur dari Buku Karomah Para Kiai Halaman 43.