Taman Baca Maverick

Taman Baca Maverick Ikut mencerdaskan Anak Bangsa melalui gerakan literasi.

26/03/2025

Mengajak kepada kebaikan itu merangkul, bukan menghakimi. Memberi pesan yang baik itu dengan ajakan, bukan dorongan. Intensi yang baik akan sampai dengan baik jika sesuai dengan aksi yang baik. Memberi nasihat bukan berarti kita merasa lebih baik dari orang lain, tetapi memberi nasihat karena kita ingin sama-sama lebih baik. Salam damai. Semangat menuju tiga hari lebaran.

Ada salam dari Allah untuk kita semua, melalui tangisan warga Palestina yang masih tersisa di Rafah.Darah yang tumpah se...
29/05/2024

Ada salam dari Allah untuk kita semua, melalui tangisan warga Palestina yang masih tersisa di Rafah.

Darah yang tumpah sebanyak itu, nyawa yang sudah melayang sebanyak itu, apakah belum cukup menggerakkan hati kita? Belum cukup membuka pikiran kita? Harus dengan jeritan seperti apalagi agar jiwa kita tersentuh dan memberikan dukungan sebisa kita?

Atau jangan-jangan kita sudah bosan melihat keadaan Palestina yang tidak selesai-selesai? Atau jangan-jangan pikiran kita sudah biasa saja melihat berita pembantaian tak berperi kemanusiaan itu terus berlangsung? Palestina telah membuka mata kita dengan darah dan nyawa. Jangan biarkan itu tertutup lagi.

Rafah adalah persinggahan terakhir mereka. Saat ini dibombardir lagi oleh Isriwil laknatullah alayhim. Apakah kita hanya akan marah-marah saja? Mengutuk saja? Emosi saja tapi tidak ada inisiatif melakukan hal lebih?

Ayo terus share berita tentang Palestina sebisa kita. Terus ingatkan diri kita, bahwa suadara kita di sana membutuhkan kita. Berikan salam balasan kepada Allah untuk mereka, melalui doa-doa di tiap sujud kita, saat kita selesai sholat, ketika kita mengingat mereka, atau setelah kita membaca postingan ini. Meski hanya satu menit, mari kita langitkan doa untuk mereka.

Jika kita punya kelebihan dalam rezeki, sumbangkan sedikit untuk mereka melalui berbagai badan amal yang sudah tersebar di berbagai sosial media (usahakan badan amal resmi dari pemerintah).

Mari kita menjadi bagian dari orang-orang yang mau mendengarkan, mau memberi hati, untuk tangisan-tangisan yang mungkin telah mengguncangkan 'Arsy Allah dengan dahsyatnya. Semoga sedikit hati yang kita berikan akan bisa membawa kebaikan untuk kita di akhirat nanti.


๐Ÿ‡ช๐Ÿ‡ญ๐Ÿ‡ช๐Ÿ‡ญ๐Ÿ‡ช๐Ÿ‡ญ๐Ÿ‡ช๐Ÿ‡ญ๐Ÿ‡ช๐Ÿ‡ญ๐Ÿ‡ช๐Ÿ‡ญ๐Ÿ‡ช๐Ÿ‡ญ๐Ÿ‡ช๐Ÿ‡ญ

Kementrian Agama Republik Indonesia (Kemenag RI) mengajak seluruh umat Islam di Indonesia untuk mengikuti hari sejuta ki...
23/05/2024

Kementrian Agama Republik Indonesia (Kemenag RI) mengajak seluruh umat Islam di Indonesia untuk mengikuti hari sejuta kiblat.

Pada tanggal 27 Mei nanti akan terjadi peristiwa Istiwa A'zam atau 'Rashdul Kiblat' yang mana matahari akan melintas tepat di atas Ka'bah. Untuk memanfaatkan momen ini, Kementrian Agama RI mengajak seluruh umat Islam di Indonesia untuk mengukur arah kiblat bersama-sama dari rumah masing-masing, masjid masing-masing, atau kampung masing-masing.

Caranya sangat gampang, tinggal meletakkan satu benda tegak lurus di atas permukaan bumi yang datar. Di atas tahan, di atas jalan, atau di atas apa pun berpermukaan datar. Lalu bayangan yang dihasilkan dari benda tersebut, itulah yang menjadi arah kiblat sesungguhnya.

Memang ada banyak cara menentukan kiblat, melalui metode perhitungan, menggunakan peta atau melihat langsung dari aplikasi berbasis Islam yang bisa mengukur arah kiblat. Tapi jika melakukan sendiri secara langsung, memanfaatkan momen ketika matahari melintasi Ka'bah, maka akan lebih meyakinkan kita semua tentang arah kiblat yang benar. Apalagi hal ini dilakukan secara serentak seluruh Indonesia. Ini himbauan dari kementerian agama langsung, bukan dari golongan tertentu ya kawan-kawan ๐Ÿ™

๐—๐—ฎ๐—ป๐—ด๐—ฎ๐—ป ๐—น๐˜‚๐—ฝ๐—ฎ ๐—ฐ๐—ฎ๐˜๐—ฎ๐˜ ๐—ท๐—ฎ๐—บ๐—ป๐˜†๐—ฎ, ๐—ฝ๐—ฎ๐—ฑ๐—ฎ ๐˜๐—ฎ๐—ป๐—ด๐—ด๐—ฎ๐—น 27 ๐— ๐—ฒ๐—ถ ๐—ป๐—ฎ๐—ป๐˜๐—ถ. ๐—ฃ๐˜‚๐—ธ๐˜‚๐—น 16:18 ๐˜‚๐—ป๐˜๐˜‚๐—ธ ๐—ช๐—œ๐—• ๐—ฑ๐—ฎ๐—ป 17.18 ๐˜‚๐—ป๐˜๐˜‚๐—ธ ๐—ช๐—œ๐—ง๐—”.

Begitu pentingnya arah kiblat yang benar ini sampai dibaca dalam setiap niat sholat wajib. Jadi mari ramaikan program pemerintah sekaligus menciptakan rekor MURI mengukur arah kiblat se-Indonesia nanti. Ada hadiahnya bagi 6 orang yang beruntung

Untuk keterangan selengkapnya bisa membaca langsung tulisan pada gambar di bawah ini ๐Ÿ‘‡

Ada sebuah kisah yang masyhur, kisah dahulu yang masih abadi hingga kini dan kiamat nanti. Kisah yang mengandung banyak ...
11/05/2024

Ada sebuah kisah yang masyhur, kisah dahulu yang masih abadi hingga kini dan kiamat nanti. Kisah yang mengandung banyak hikmah dan minimal ๐—ต๐—ฎ๐—ฟ๐˜‚๐˜€ ๐—ฑ๐—ถ๐—ฏ๐—ฎ๐—ฐ๐—ฎ ๐˜€๐—ฒ๐—ธ๐—ฎ๐—น๐—ถ ๐˜€๐—ฒ๐˜‚๐—บ๐˜‚๐—ฟ ๐—ต๐—ถ๐—ฑ๐˜‚๐—ฝ.

Suatu kali Nabiyullah Muhammad Shalallahu Alaihi Wasallam bersandar, "๐’‚๐’Œ๐’– ๐’‚๐’…๐’‚๐’๐’‚๐’‰ ๐’Œ๐’๐’•๐’‚ ๐’Š๐’๐’Ž๐’– ๐’”๐’†๐’…๐’‚๐’๐’ˆ ๐‘จ๐’๐’Š ๐’‚๐’…๐’‚๐’๐’‚๐’‰ ๐’‘๐’Š๐’๐’•๐’–๐’๐’š๐’‚โ€.

Saat membaca hadits tersebut, tidaklah berlebihan jika Rasulullah sendiri sampai memuji Ali bin Abi Thalib demikian, bukan karena Ali bin Abi Thalib adalah saumi dari putri kesayangannya sekaligus sepupunya sendiri, tapi karena kecerdasan seorang Amirul Mukminin Ali bin Abi Thalib begitu luar biasa. Sehingga Rasulullah Muhammad Shalallahu Alaihi Wasallam menyanjungnya sedemikian rupa.

Ketika ada beberapa orang dari kaum khawarij datang bertanya padanya tentang kelebihan ilmu dari pada harta, orang-orang orang itu menanyakan hal serupa secara bergantian, menghadap sendiri-sendiri pada Ali bin Abi Thalib radhiyallahu anhu untuk menguji seberapa tinggi ilmunya. Mereka juga berkata, jika Amirul Mukminin Ali bin Abi Thalib bisa memberikan jawaban berbeda untuk beberapa pertanyaan serupa, maka berarti dia termasuk golongan orang-orang berilmu tinggi (sangat cerdas).

Dan inilah jawaban Ali bin Abi Thalib tentang ilmu lebih baik daripada harta, kami rangkum secara singkat sebagai berikut:

1. Ilmu itu warisan para nabi dan harta itu warisan Qarun dan Syaddad dan Fir'aun serta lainnya
2. Ilmu menjagamu sedang engkau menjaga harta.
Pemilik harta mempunyai banyak musuh dan pemilik ilmu mempunyai banyak teman.

3. Apabila engkau belanjakan hartamu ia akan berkurang dan jika engkau amalkan ilmumu ia akan bertambah.

4. Pemilik harta bisa dipanggil si pelit dan menjadi hina sedang pemilik ilmu dipanggil dengan sebutan agung dan mulia.

5. Ilmu tidak bias dicuri sebaliknya harta bisa dicuri.

6. Pemilik harta akan di hisab pada hari kiamat sedangkan pemilik ilmu akan memberi syafaat pada hari kiamat.

8. Harta itu makin lama didiamkan makin bertambah usang, sedang ilmu itu tidak bisa lapuk dan usang.

9. Harta itu bisa membuat hati menjadi keras, sedang ilmu itu menerangi hati.

10. Pemilik harta dikatakan sebagai pemilik dengan sebab harta, sedang orang yang berilmu mengaku sebagai hamba Allah.

Demikianlah kebijaksanaan Ali bin Abi Thalib. Jika kita merenungkan baik-baik tiap poin penting di atas, kita akan mengerti betapa pentingnya ilmu. Bahkan Ali bin Abi Thalib bisa memberikan jawaban lebih banyak lagi, seandainya kaum khawarij itu terus bertanya lebih lanjut tentang perbedaan ilmu dan harta.

Wallahu a'lam bissawaab

Ditulis oleh : โ„๏ธ
Sumber foto : https://pin.it/1QVd9cu6b

30/04/2024

๐˜‘๐˜ช๐˜ฌ๐˜ข ๐˜ฌ๐˜ช๐˜ต๐˜ข ๐˜ช๐˜ฏ๐˜จ๐˜ช๐˜ฏ ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฎ๐˜ช๐˜ญ๐˜ช๐˜ฌ๐˜ช ๐˜ฌ๐˜ฆ๐˜ฉ๐˜ช๐˜ฅ๐˜ถ๐˜ฑ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜บ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ญ๐˜ฆ๐˜ฃ๐˜ช๐˜ฉ ๐˜ฃ๐˜ข๐˜ช๐˜ฌ, ๐˜ฎ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ข ๐˜ฑ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ฃ๐˜ข๐˜ช๐˜ฌ๐˜ช๐˜ญ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜ฉ๐˜ถ๐˜ฃ๐˜ถ๐˜ฏ๐˜จ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฅ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜จ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜บ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜”๐˜ข๐˜ฉ๐˜ข ๐˜”๐˜ฆ๐˜ฎ๐˜ช๐˜ญ๐˜ช๐˜ฌ๐˜ช ๐˜ฌ๐˜ฆ๐˜ฉ๐˜ช๐˜ฅ๐˜ถ๐˜ฑ๐˜ข๐˜ฏ.

โœŽ๏น๏น๏น๏น๏น๏น๏น๏น๏น๏น ๐“ข๐“ท๐“ธ๐”€๐“ฏ๐“ต๐“ช๐“ด๐“ฎ โ„๏ธ

Taqabbalallaahu minna wa minqumMeskipun lebaran telah lewat beberapa hariPerkenankan TBM mengucap selamat idul FitriTela...
17/04/2024

Taqabbalallaahu minna wa minqum

Meskipun lebaran telah lewat beberapa hari
Perkenankan TBM mengucap selamat idul Fitri
Telah berlalu bulan suci yang semula menyinari
Semoga kita bisa menjumpainya lagi kemudian hari

Berhubungan masih membahas masalah lebaran, ๐—ฎ๐—ฑ๐—ฎ ๐˜€๐—ฎ๐˜๐˜‚ ๐—ฝ๐—ฒ๐—บ๐—ฎ๐—ป๐—ฑ๐—ฎ๐—ป๐—ด๐—ฎ๐—ป ๐˜†๐—ฎ๐—ป๐—ด ๐˜๐—ฒ๐—ฟ๐—ท๐—ฎ๐—ฑ๐—ถ ๐—ฑ๐—ถ ๐—น๐—ฎ๐—ฝ๐—ฎ๐—ป๐—ด๐—ฎ๐—ป ๐˜๐—ถ๐—ฎ๐—ฝ ๐˜๐—ฎ๐—ต๐˜‚๐—ป ๐—ธ๐—ฒ๐˜๐—ถ๐—ธ๐—ฎ ๐˜€๐—ต๐—ผ๐—น๐—ฎ๐˜ ๐—ถ๐—ฑ. Lagi dan lagi itu adalah ๐—บ๐—ฎ๐˜€๐—ฎ๐—น๐—ฎ๐—ต ๐—ฏ๐—ฎ๐—ฟ๐—ถ๐˜€๐—ฎ๐—ป ๐—ท๐—ฎ๐—บ๐—ฎ๐—ฎ๐—ต ๐—ฎ๐˜๐—ฎ๐˜‚ ๐˜€๐—ต๐—ฎ๐—ณ๐—ณ, terkhusus shaff di bagian perempuan.

Saya rasa kita semua sudah tahu, bahwa lurus dan rapatnya shaff itu merupakan bagian dari kesempurnaan sholat. Baik itu sholat berjamaah maupun sunnah. Tapi lagi-lagi sebagian orang ketika datang sholat di lapangan langsung buru-buru mengambil shaff di belakang yang teduh.

Padahal ketika mengisi shaff sholat disunnahkan mengisi bagian paling depan, serta menyambung bagian shaff yang kosong. Hal ini adalah perkara yang sangat perlu bahkan harus. Saking harusnya, ๐—ฝ๐—ฎ๐—ฟ๐—ฎ ๐—บ๐—ฎ๐—น๐—ฎ๐—ถ๐—ธ๐—ฎ๐˜ ๐—ฝ๐˜‚๐—ป ๐˜€๐—ฒ๐—ป๐—ฎ๐—ป๐˜๐—ถ๐—ฎ๐˜€๐—ฎ ๐—บ๐—ฒ๐—ป๐—ฑ๐—ผ๐—ฎ๐—ธ๐—ฎ๐—ป ๐—ผ๐—ฟ๐—ฎ๐—ป๐—ด-๐—ผ๐—ฟ๐—ฎ๐—ป๐—ด ๐˜†๐—ฎ๐—ป๐—ด ๐—บ๐—ฒ๐—ป๐—ด๐—ถ๐˜€๐—ถ ๐—ฏ๐—ฎ๐—ฟ๐—ถ๐˜€๐—ฎ๐—ป ๐˜€๐—ต๐—ผ๐—น๐—ฎ๐˜ ๐—ฝ๐—ฎ๐—น๐—ถ๐—ป๐—ด ๐—ฑ๐—ฒ๐—ฝ๐—ฎ๐—ป, ๐—ฑ๐—ฎ๐—ป ๐˜†๐—ฎ๐—ป๐—ด ๐—บ๐—ฒ๐—ป๐˜†๐—ฎ๐—บ๐—ฏ๐˜‚๐—ป๐—ด ๐˜€๐—ฎ๐—ณ๐—ณ ๐˜€๐—ต๐—ฎ๐—น๐—ฎ๐˜ ๐˜†๐—ฎ๐—ป๐—ด ๐—ธ๐—ผ๐˜€๐—ผ๐—ป๐—ด.

"๐˜™๐˜ข๐˜ด๐˜ถ๐˜ญ๐˜ถ๐˜ญ๐˜ญ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜š๐˜ˆ๐˜ž ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ซ๐˜ฆ๐˜ญ๐˜ข๐˜ด๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฌ๐˜ฆ๐˜ถ๐˜ต๐˜ข๐˜ฎ๐˜ข๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ด๐˜ฉ๐˜ข๐˜ง ๐˜ฑ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ต๐˜ข๐˜ฎ๐˜ข ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ญ๐˜ข๐˜ฎ ๐˜ด๐˜ฉ๐˜ฐ๐˜ญ๐˜ข๐˜ต ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ญ๐˜ข๐˜ฎ ๐˜ฉ๐˜ข๐˜ฅ๐˜ช๐˜ด๐˜ฏ๐˜บ๐˜ข, โ€œ๐˜ด๐˜ฆ๐˜ด๐˜ถ๐˜ฏ๐˜จ๐˜จ๐˜ถ๐˜ฉ๐˜ฏ๐˜บ๐˜ข ๐˜ˆ๐˜ญ๐˜ญ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฑ๐˜ข๐˜ณ๐˜ข ๐˜ฎ๐˜ข๐˜ญ๐˜ข๐˜ช๐˜ฌ๐˜ข๐˜ต-๐˜•๐˜บ๐˜ข ๐˜ฃ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ด๐˜ฉ๐˜ข๐˜ญ๐˜ข๐˜ธ๐˜ข๐˜ต ๐˜ฌ๐˜ฆ๐˜ฑ๐˜ข๐˜ฅ๐˜ข ๐˜ฐ๐˜ณ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜บ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ด๐˜ฉ๐˜ฐ๐˜ญ๐˜ข๐˜ต ๐˜ฅ๐˜ช ๐˜ด๐˜ฉ๐˜ข๐˜ง ๐˜ฑ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ต๐˜ข๐˜ฎ๐˜ข.โ€ (๐˜.๐˜™ ๐˜ˆ๐˜ฃ๐˜ถ ๐˜‹๐˜ข๐˜ธ๐˜ถ๐˜ฅ, ๐˜ด๐˜ฉ๐˜ข๐˜ฉ๐˜ช๐˜ฉ).

Bersholawat di sini dalam artian Allah dan malaikat memuji orang-orang yang bersemangat berada di shaff terdepan saat sholat.

"๐˜š๐˜ฆ๐˜ด๐˜ถ๐˜ฏ๐˜จ๐˜จ๐˜ถ๐˜ฉ๐˜ฏ๐˜บ๐˜ข ๐˜ˆ๐˜ญ๐˜ญ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฑ๐˜ข๐˜ณ๐˜ข ๐˜”๐˜ข๐˜ญ๐˜ข๐˜ช๐˜ฌ๐˜ข๐˜ต-๐˜•๐˜บ๐˜ข ๐˜ด๐˜ฆ๐˜ญ๐˜ข๐˜ญ๐˜ถ ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ฅ๐˜ฐ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฐ๐˜ณ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ-๐˜ฐ๐˜ณ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜บ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜บ๐˜ข๐˜ฎ๐˜ฃ๐˜ถ๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ด๐˜ฉ๐˜ข๐˜ง-๐˜ด๐˜ฉ๐˜ข๐˜ง ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ญ๐˜ข๐˜ฎ ๐˜ด๐˜ฉ๐˜ข๐˜ญ๐˜ข๐˜ต. ๐˜š๐˜ช๐˜ข๐˜ฑ๐˜ข ๐˜ด๐˜ข๐˜ซ๐˜ข ๐˜บ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜จ๐˜ช๐˜ด๐˜ช ๐˜ฃ๐˜ข๐˜จ๐˜ช๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ด๐˜ฉ๐˜ข๐˜ง ๐˜บ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ญ๐˜ฐ๐˜ธ๐˜ฐ๐˜ฏ๐˜จ, ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฅ๐˜ช๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ต ๐˜ฅ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ข๐˜ซ๐˜ข๐˜ต๐˜ฏ๐˜บ๐˜ข ๐˜ฐ๐˜ญ๐˜ฆ๐˜ฉ ๐˜ˆ๐˜ญ๐˜ญ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜ด๐˜ข๐˜ต๐˜ถ ๐˜ต๐˜ช๐˜ฏ๐˜จ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ต," (๐˜๐˜™. ๐˜๐˜ฃ๐˜ฏ๐˜ถ ๐˜”๐˜ข๐˜ซ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜•๐˜ฐ. 995).

Bayangkan, kita sudah berjalan dari rumah dengan bersemangat, berkumpul di tengah lapangan dan berpanas-panasan selama kurang lebih HANYA dua jam untuk sholat id di lapangan, di mana ini hanya setahun sekali dan kita ingin mendapatkan sholat yang berkesan di mata Allah, ๐˜๐—ฎ๐—ฝ๐—ถ ๐—ธ๐—ฒ๐˜€๐—ฎ๐—ป ๐—ถ๐˜๐˜‚ ๐—ฏ๐—ฒ๐—ฟ๐—ธ๐˜‚๐—ฟ๐—ฎ๐—ป๐—ด ๐—ฎ๐˜๐—ฎ๐˜‚ ๐—ฏ๐—ฎ๐—ต๐—ธ๐—ฎ๐—ป ๐—ฏ๐—ถ๐˜€๐—ฎ ๐—ต๐—ถ๐—น๐—ฎ๐—ป๐—ด ๐—ธ๐—ฎ๐—ฟ๐—ฒ๐—ป๐—ฎ ๐—ธ๐—ฒ๐—ฒ๐—ด๐—ผ๐—ถ๐˜€๐—ฎ๐—ป ๐˜€๐—ฒ๐—ฏ๐—ฎ๐—ด๐—ถ๐—ฎ๐—ป ๐—ผ๐—ฟ๐—ฎ๐—ป๐—ด ๐˜†๐—ฎ๐—ป๐—ด ๐—บ๐—ฒ๐—บ๐—ถ๐—น๐—ถ๐—ต ๐˜๐—ฒ๐—บ๐—ฝ๐—ฎ๐˜ ๐˜๐—ฒ๐—ฑ๐˜‚๐—ต? ๐—ฆ๐—ฒ๐—ต๐—ถ๐—ป๐—ด๐—ด๐—ฎ ๐—บ๐—ฒ๐—ป๐—ด๐—ฎ๐—ฏ๐—ฎ๐—ถ๐—ธ๐—ฎ๐—ป ๐—ธ๐—ฒ๐—น๐˜‚๐—ฟ๐˜‚๐˜€๐—ฎ๐—ป ๐—ฏ๐—ฎ๐—ฟ๐—ถ๐˜€๐—ฎ๐—ป ๐˜€๐—ต๐—ผ๐—น๐—ฎ๐˜ ๐—ฑ๐—ฎ๐—ป ๐—ฏ๐—ผ๐—น๐—ผ๐—ป๐—ด๐—ป๐˜†๐—ฎ ๐—ฏ๐—ฒ๐—ฏ๐—ฒ๐—ฟ๐—ฎ๐—ฝ๐—ฎ ๐—ฏ๐—ฎ๐—ฟ๐—ถ๐˜€๐—ฎ๐—ป ๐—ฑ๐—ถ ๐—ฏ๐—ฒ๐—น๐—ฎ๐—น๐—ฎ๐—ป๐—ด???

Kenapa kita harus khawatir dengan panas yang hanya satu dua jam? Berpanas-panasan satu dua jam untuk sholat, itu pun dilakukan dengan lebih banyak duduk, tidak akan membuat kita sakit. Apalagi jika barisan kita lurus dan penuh, seperti pasukan perang yang siap di hadapan Allah, kita mendapatkan pujian Allah, mendapatkan pujian malaikat, didoakan malaikat. Bahkan, berpanas-panasan nya kita selama kurang lebih dua jam ini, insyaallah akan dibalas dengan awan teduh di Padang Mahsyar nanti.

Bukankah kita semua ingin di Padang Mahsyar tidak kepanasan? Tidakkah kita ingin dipuji Allah dan malaikat di hari yang Fitri dan didoakan oleh malaikat? Maka jangan merusak kesempurnaan sholat itu dengan memilih tempat teduh yang ujung-ujungnya tetap akan terkena panas juga saat matahari makin tinggi. Ini terjadi selalu setiap tahun, sayang disayangkan.

Semoga shalat idul adha dua bulan lagi, dan sholat id yang seterusnya nanti, kita semua lebih memperhatikan barisan sholat dan bersemangat mengisi bagian depan, juga bersemangat menyambung shaff sholat yang kosong.

Wallahu a'lam
Ditulis oleh: โ„๏ธ

๐™ˆ๐™š๐™ฃ๐™œ๐™–๐™ฅ๐™– ๐™ ๐™ž๐™ฉ๐™– ๐™๐™–๐™ง๐™ช๐™จ ๐™Ž๐™๐™ค๐™ก๐™–๐™ฉ? Banyak orang yang sudah berpuluh tahun menjadi muslim, tetapi ketika diajukan pertanyaan itu ...
02/04/2024

๐™ˆ๐™š๐™ฃ๐™œ๐™–๐™ฅ๐™– ๐™ ๐™ž๐™ฉ๐™– ๐™๐™–๐™ง๐™ช๐™จ ๐™Ž๐™๐™ค๐™ก๐™–๐™ฉ?

Banyak orang yang sudah berpuluh tahun menjadi muslim, tetapi ketika diajukan pertanyaan itu masih banyak yang bingung menjawabnya. Paling yang bisa diucapkan hanya jawaban standar seperti "๐™ ๐™–๐™ง๐™š๐™ฃ๐™– ๐™จ๐™๐™ค๐™ก๐™–๐™ฉ ๐™–๐™™๐™–๐™ก๐™–๐™ ๐™ ๐™š๐™ฌ๐™–๐™Ÿ๐™ž๐™—๐™–๐™ฃ," atau "๐™ ๐™–๐™ง๐™š๐™ฃ๐™– ๐™ž๐™ฉ๐™ช ๐™–๐™™๐™–๐™ก๐™–๐™ ๐™ฅ๐™š๐™ง๐™ž๐™ฃ๐™ฉ๐™–๐™ ๐˜ผ๐™ก๐™ก๐™–๐™."

Tidak salah memang. Tapi apakah hanya sampai di situ saja pemahaman yang harus kita tahu? Tentu tidak. Kali ini kami akan memaparkannya secara sederhana, semoga bisa dimengerti semuanya dan membuat kita makin menyadari betapa Allah begitu penyayang pada manusia.

Dalam hidup ini kita memiliki orang-orang yang berjasa besar pada kita. Entah itu orang tua, guru, saudara, keluarga, teman, atau mungkin orang yang kita kenal. Kita ambil contoh paling umum adalah orang tua. Mereka yang merawat kita sejak kita baru melihat apa-apa, tak berdaya, belum memahami dunia, hingga kita tumbuh menjadi seperti sekarang.

Pertanyaannya, ๐™–๐™ฅ๐™–๐™ ๐™–๐™ ๐™™๐™š๐™ฃ๐™œ๐™–๐™ฃ ๐™จ๐™š๐™ ๐™–๐™™๐™–๐™ง ๐™ข๐™š๐™ฃ๐™œ๐™ช๐™˜๐™–๐™ฅ๐™ ๐™–๐™ฃ ๐™ฉ๐™š๐™ง๐™ž๐™ข๐™– ๐™ ๐™–๐™จ๐™ž๐™ ๐™ฅ๐™–๐™™๐™– ๐™ข๐™š๐™ง๐™š๐™ ๐™–, ๐™–๐™ง๐™ฉ๐™ž๐™ฃ๐™ฎ๐™– ๐™ ๐™ž๐™ฉ๐™– ๐™จ๐™ช๐™™๐™–๐™ ๐™˜๐™ช๐™ ๐™ช๐™ฅ ๐™—๐™š๐™ง๐™—๐™–๐™ ๐™ฉ๐™ž? ๐˜ผ๐™ฅ๐™–๐™ ๐™–๐™ ๐™ž๐™ฉ๐™ช ๐™จ๐™ช๐™™๐™–๐™ ๐™—๐™ž๐™จ๐™– ๐™ข๐™š๐™ข๐™—๐™–๐™ก๐™–๐™จ ๐™ ๐™š๐™—๐™–๐™ž๐™ ๐™–๐™ฃ ๐™ข๐™š๐™ง๐™š๐™ ๐™– ๐™จ๐™š๐™ก๐™–๐™ข๐™– ๐™ž๐™ฃ๐™ž?

Tentu tidak.

Seorang anak yang paham betul bagaimana perjuangan orang tua membesarkannya akan berusaha berbakti semampunya. Dia tahu tidak akan pernah cukup ucapan terima kasih itu meski disampaikan puluhan, ratusan, atau bahkan jutaan kali.

Jika pada orang tua saja seperti itu, lalu ๐™—๐™–๐™œ๐™–๐™ž๐™ข๐™–๐™ฃ๐™– ๐™ ๐™ž๐™ฉ๐™– ๐™—๐™š๐™ง๐™ฉ๐™š๐™ง๐™ž๐™ข๐™– ๐™ ๐™–๐™จ๐™ž๐™ ๐™ฅ๐™–๐™™๐™– ๐˜ผ๐™ก๐™ก๐™–๐™ ๐™ฎ๐™–๐™ฃ๐™œ ๐™ข๐™š๐™ข๐™—๐™š๐™ง๐™ž ๐™ ๐™ž๐™ฉ๐™– ๐™ค๐™ง๐™–๐™ฃ๐™œ ๐™ฉ๐™ช๐™– ๐™ฎ๐™–๐™ฃ๐™œ ๐™—๐™–๐™ž๐™ ? ๐™†๐™š๐™ก๐™ช๐™–๐™ง๐™œ๐™– ๐™ฎ๐™–๐™ฃ๐™œ ๐™—๐™–๐™ž๐™ ? ๐™‹๐™š๐™ฃ๐™œ๐™๐™–๐™จ๐™ž๐™ก๐™–๐™ฃ ๐™ฎ๐™–๐™ฃ๐™œ ๐™˜๐™ช๐™ ๐™ช๐™ฅ? ๐™๐™š๐™ข๐™ฅ๐™–๐™ฉ ๐™ฉ๐™ž๐™ฃ๐™œ๐™œ๐™–๐™ก ๐™ฎ๐™–๐™ฃ๐™œ ๐™ข๐™š๐™ก๐™ž๐™ฃ๐™™๐™ช๐™ฃ๐™œ๐™ž ๐™™๐™–๐™ง๐™ž ๐™จ๐™š๐™œ๐™–๐™ก๐™– ๐™˜๐™ช๐™–๐™˜๐™–? ๐˜ฟ๐™–๐™ฃ ๐™จ๐™š๐™œ๐™–๐™ก๐™– ๐™ฃ๐™ž๐™ ๐™ข๐™–๐™ฉ ๐™ก๐™–๐™ž๐™ฃ ๐™ฎ๐™–๐™ฃ๐™œ ๐™ฉ๐™ž๐™™๐™–๐™  ๐™–๐™ ๐™–๐™ฃ ๐™ฅ๐™š๐™ง๐™ฃ๐™–๐™ ๐™ ๐™ž๐™ฉ๐™– ๐™๐™ž๐™ฉ๐™ช๐™ฃ๐™œ ๐™จ๐™–๐™ข๐™ฅ๐™–๐™ž ๐™ ๐™ž๐™ฉ๐™– ๐™ข๐™–๐™ฉ๐™ž? ๐˜ผ๐™ฅ๐™–๐™ ๐™–๐™ ๐™˜๐™ช๐™ ๐™ช๐™ฅ ๐™™๐™š๐™ฃ๐™œ๐™–๐™ฃ ๐™๐™–๐™ฃ๐™ฎ๐™– ๐™จ๐™š๐™ ๐™š๐™™๐™–๐™ง ๐™ข๐™š๐™ฃ๐™œ๐™–๐™ฉ๐™–๐™ ๐™–๐™ฃ ๐˜ผ๐™ก๐™๐™–๐™ข๐™™๐™ช๐™ก๐™ž๐™ก๐™ก๐™–๐™ ๐™—๐™š๐™ง๐™ ๐™–๐™ก๐™ž-๐™ ๐™–๐™ก๐™ž?

Tidak perlu dijelaskan panjang lebar, pasti hati kalian langsung menjawabnya dengan lugas.

Sholat adalah jalan terbaik berterima kasih pada Allah dengan cara sederhana dan tidak memerlukan biaya sepeserpun, Gratis, tis tis!! Kita hanya perlu menginvestasikan waktu dan sedikit tenaga.

Bahkan semakin kita banyak bersyukur dengan sholat, Allah akan semakin menambah keberkahan untuk kita. Entah secara fisik, psikologis, ekonomi, mau pun sosial.

Sholat juga merupakan salah satu cara paling baik untuk berkomunikasi dengan Allah, mengadukan semua masalah kita, tempat pelarian terbaik ketika kita mencari ketenangan dari segala tekanan dunia yang melelahkan.

๐˜ผ๐™ฅ๐™–๐™ ๐™–๐™ ๐˜ผ๐™ก๐™ก๐™–๐™ ๐™ข๐™š๐™ข๐™ž๐™ฃ๐™ฉ๐™– ๐™ ๐™ž๐™ฉ๐™– ๐™จ๐™๐™ค๐™ก๐™–๐™ฉ ๐™ ๐™–๐™ง๐™š๐™ฃ๐™– ๐™™๐™ž๐™– ๐™—๐™ช๐™ฉ๐™ช๐™ ๐™ฅ๐™š๐™ฃ๐™œ๐™–๐™—๐™™๐™ž๐™–๐™ฃ ๐™ ๐™ž๐™ฉ๐™–? ๐™๐™ž๐™™๐™–๐™ ! ๐˜ผ๐™ก๐™ก๐™–๐™ ๐™ข๐™š๐™ข๐™ž๐™ฃ๐™ฉ๐™– ๐™ ๐™ž๐™ฉ๐™– ๐™จ๐™๐™ค๐™ก๐™–๐™ฉ ๐™ ๐™–๐™ง๐™š๐™ฃ๐™– ๐™ ๐™ž๐™ฉ๐™– ๐™ฎ๐™–๐™ฃ๐™œ ๐™ข๐™š๐™ข๐™—๐™ช๐™ฉ๐™ช๐™๐™ ๐™–๐™ฃ๐™ฃ๐™ฎ๐™–. Ketika semua manusia di dunia ini tidak sholat, tidak menyembah Allah, setitik debu pun keagungan Allah tidak berkurang. Dia tinggal mengatakan kun, dalam hitungan detik dia bisa mengganti kita semua dengan hamba-hamba yang lebih taat.

Kita yang butuh Allah, kita bergantung padanya (QS Al-Ikhlas: 2), dan kita harus berterimakasih untuk semua keberkahan yang sampai mati tidak akan pernah bisa kita hitung.

Terakhir, kami akan menutup postingan ini dengan kisah nyata yang terjadi dalam kehidupan manusia paling agung di dunia, Muhammad rasulullah shalallahu alaihi waasallam.

Suatu hari Aisyah mendapati kaki Rasulullah bengkak-bengkak, dan dia tahu suaminya sampai seperti itu karena sholat. Maka dia pun bertanya:

"Ya rasulullah? Mengapa harus beribadah sekeras ini? Sampai kakimu bengkak-bengkak?" tanya Aisyah

Alasan kaki Rasulullah bisa bengkak karena ketika beliau sholat, terutama sholat tahajjud, dia akan berdiri sangat lama, ruku' dan suju juga sangat lama. Saking nikmat dan khusyu nya saat berkomunikasi dengan Allah. Lalu apa kata Rasulullah? Dia hanya menjawab dengan satu kalimat sederhana tapi sangat dalam maknanya.

"๐™๐™ž๐™™๐™–๐™  ๐™—๐™ž๐™จ๐™–๐™ ๐™–๐™ ๐™–๐™ ๐™ช ๐™ข๐™š๐™ฃ๐™Ÿ๐™–๐™™๐™ž ๐™จ๐™š๐™ค๐™ง๐™–๐™ฃ๐™œ ๐™๐™–๐™ข๐™—๐™– ๐™ฎ๐™–๐™ฃ๐™œ ๐™—๐™š๐™ง๐™จ๐™ฎ๐™ช๐™ ๐™ช๐™ง?"

Kalau ada yang berkata, "Muhammad kan nabi dan rasul, jadi wajar saja jika dia beribadah sampai seperti itu."

Justru itu, karena kita bukan nabi, kita hanya manusia biasa, kita tidak tahu apakah akan mati dengan khusnul khatimah atau sebaliknya, kita juga tidak tahu apakah akan masuk surga atau tidak. Dan kita masih enggan untuk sholat?

Rugi d**g!!!!

Yuk, mulai sekarang kita mencoba berterima kasih kepada Allah dengan cara terbaik. Yakin deh, kalau kita melakukan sholat karena benar-benar ingin bersyukur pada Allah, maka yang tadinya kewajiban itu terasa seperti beban dan cukup berat, maka lama-kelamaan akan menjadi ringan dan kita akan selalu rindu untuk berkomunikasi dengan Allah dalam sholat. Ketenangan hidup dan segala keberkahan itu akan meliputi kita sampai kita menutup mata dalam keadaan damai.

Sumber foto:
https://pin.it/6b7jlLB9m

Ditulis oleh; โ„๏ธ

Bayangkan ada sebatang besi yang sudah sangat berkarat, diangkat dan digantung di ujung nyala api bergejolak, lalu beber...
18/03/2024

Bayangkan ada sebatang besi yang sudah sangat berkarat, diangkat dan digantung di ujung nyala api bergejolak, lalu beberapa lama kemudian besi itu ditarik dan dihentakkan ke lantai, maka rontoklah semua karat-karat yang sudah lama menempel kuat di batang besi itu.

Atau bayangkan sebuah tempat yang sekian lama diterpa cuaca panas, membuat tanaman, batu-batu, kayu, udara di sekelilingnya menjadi kusam dan berdebu, lalu tiba-tiba hujan turun menyapu semua debu-debu atasnya, sehingga menjadi bersih kembali, juga membuat udara lebih cerah sehingga mata kita lebih enak menikmati pemandangan dan lebih segar saat menarik napas.

Demikianlah perumpamaan Ramadhan yang kembali menyapa kita dengan kemuliaannya di tahun 2024 ini. Ramadhan hadir sebagai salah satu bentuk kasih sayang Allah, di antara jutaan kasih sayang (Rahman & Rahim) yang Dia tebarkan di dunia untuk kita. Bahkan merupakan bagian dari kasih sayang-Nya yang terbesar dan paling utama. Alangkah meruginya jika kita menyia-nyiakan Ramadhan begitu saja.

Ibarat diskos besar-besaran di supermarket dan promo tergila di tokoh online, jika untuk itu saja kita rela berburu demi mendapatkan barang yang kita inginkan, maka saat Ramadhan datang gunakan waktu sebaik-baiknya untuk meraih ampunan seluas-luasnya, raih keberkahan sebanyak-banyaknya dan ahmat setinggi-tingginya, sesuai dengan kemampuan kita.

Meski pun harus bersusah-susah menahan lapar, haus, hawa nafsu, ego, amarah, dan segala hal yang bisa membuat kita kehilangan kedaulatan pada diri sendiri, sehingga hati kita kembali berkarat dan berdebu, di bulan yang suci ini Allah ingin membuat kita kembali menjadi insan yang bersih (fitri).

Promo pahala, rahmat dan kasih sayang Allah seperti ini belum tentu kita jumpai lagi di tahun depan. Sekali lagi, jangan kita menyia-nyiakannya.

"Wahai orang-orang yang beriman! Diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang sebelum kamu agar kamu bertakwa." (Q.S Al-Baqarah [2] : 183)

Artinya: Barangsiapa berpuasa di bulan Ramadhan karena Iman dan mengharap pahala dari Allah maka akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu (HR Bukhari dan Muslim).

Ditulis oleh: โ„๏ธ

Jalan setapak meliuk di tengah himpitan pohon-pohon hijau yang tumbuh bertebaran, rumput-rumput liar dan semak-semak jug...
12/03/2024

Jalan setapak meliuk di tengah himpitan pohon-pohon hijau yang tumbuh bertebaran, rumput-rumput liar dan semak-semak juga semakin menambah suasana hijau di bukit Pangilia. Meski penduduk setempat lebih sering menyebut ini sebagai gunung, nyatanya bentang alam paling tinggi di pulau Talaga kecil ini tidaklah memadai untuk disebut gunung. Sangat jauh dibandingkan dengan gunung Mekongga yang ada di kolaka sana. Apalagi dibandingkan dengan gunung Semeru yang tertinggi di pulau Jawa.

"Pangilia memang kerdil sekali, Anak, tapi gunung ini sudah bertahun-tahun menjadi salah satu tumpuan hidup warga kita," ucap La Kalangka pada anaknya La Katambu.

Ayah dan anak itu berjalan dengan tenang melwwati jajaran pagar bambu yang mejadi pembatas kebun para warga. Meski La Katambu yang masih berusia sepuluh tahun belum mengerti tentang ucapan ayahnya yang menceritakan tentang gunung-gunung, tapi wajah polosnya tampak antusias.

"Terus gunung tertinggi di dunia itu apa e?" tanya anak itu.

"Gunung Himalaya, mungkin seratus kali lebih besar dia dari pada Pangilia ini," jawab La Kalangka dengan lagaknya yang sangat kebapakan. Satu tangannya memegang parang, sedangkan tangan satu lagi memegang karung.

"Bhelee, kabalaga sekali itu di? Baru di mana tempatnya gunung Himalaya itu, Bapa?"

"Kalau yang pernah Bapak baca di google toh, gunung Himalaya itu saking kabhalaga-nya gunung sampai ada di wilayah lima negara. Kalau tidak salah itu ada di negara Afganistan, Pakistan, India, Tiongkok, Bhutan, Nepal dan Myanmar."

Semua nama-nama itu tentu saja masih asing bagi La Katamu, karena di sekolah dia belum mendapatkan pelajaran tentang negara. Namun dalam kepala kecilnya sudah terbayang itu adalah daratan-daratan yang sangat besar. Mungkin seratus kali lebih besar dari pulau Talaga Kecil yang dia tinggali ini.

Ayah dan anak itu terus berjalan dengan tenang, ditemani oleh udara pagi yang sejuk di hari minggu. Saat ini masih jam tujuh, di tengah suasana hijau udara terasa begitu sejuk. La Kalangka dengan sebar menjawab tiap pertanyaan La Katambu, seperti saat melewati kebun orang-orang anak itu akan bertanya siapa pemiliknya, saat mendengar suara burung dari jauh dia akan bertanya burung apa itu. Hingga mata anak itu menangkap adanya jejak-jekak kaki hewan di jalan setapak bertanah liat.

Dan seperti sebelumnya La Katambu akan bertanya lagi, "Bapae, kakinya apa ini?"

Pria tua itu sesaat mengamati jejak kaki yang mereka lewati lalu dengan tenang dia menjawab, *mungkin kaknyai kombo'u."

"Saya belum pernah lihat ee, kira-kira di mana dia di? Saya penasaran," La Katambu melihat sekeliling, barangkali saja hewan yang dimaksud tiba-tiba muncul.

Melihat tingkah anaknya La Kalangka hanya tertawa, "kalau ko pikir-pikir Anak, jejak kaki hewan tadi muncul sendiri tidak?"

"Tidak toh, pasti ada hewan yang lewat di situ," jawab La Katambu dengan yakin.

"Kalau pagar-pagar kebun ini, sama tanaman-tanaman di dalamnya, itu tumbuh sendiri tidak?"

"Tidaklah, pasti ada yang buat pagarnya dan tanam tanamannya, iya toh Bapak?"

La Kalangka tersenyum bijak, "kalau begitu, barang kecil seperti jejak kaki, pagar bambu, tumbuhan di kebun, sudah jelas toh ada yang bikin. Kalau gunung Pangilia ini dan pulau Talaga kita, kira-kira ada dengan sendirinya tidak?"

Mendengar pertanyaan ayahnya, La Katambu jadi terdiam dan berpikir serius.

"Kalau jejak kaki tadi ada karena hewan lewat di jalan, berarti sudah jelas toh kalau gunung Pangilia ini ada juga pasti karena ada yang buat," tanya La Kalangka lagi.

Kepala kecil La Katambu jelas belum bisa mencerna dengan baik semua informasi yang diterimanya saat ini. Tapi anak kecil sepertinya bisa memikirkan dengan baik, segala sesuatu itu pasti ada yang mengadakan, "iya juga ee, kalau begitu siapa yang buat gunung Pangilia ini, Bapa?"

"Yang bikin semua ini ada di dunia itu Allah, Anak. Tuhan kita. Dia ciptakan gunung, laut, pulau-pulau, semuanya," La Kalangka mengusap rambut anaknya yang kemerahan karena sering mandi laut.

Sepasang mata di wajah polos itu mengerjakan beberapa kali, memikirkan bagaimana Allah itu?

"Nanti saya kasih ko penjelasan lagi, sekarang kita tone jagung dulu ee," tak terasa mereka sudah tiba di kebun yang dituju.

Dengan penuh semangat ayah dan itu mulai memetik jagung dan memasukkannya satu persatu dalam karung.

Ditulis oleh: โ„๏ธ
Sumber foto:
https://pin.it/6re7qOAuN

Aktif lagi โœŠMarhaban ya Ramadhan ๐ŸŽ‰Selamat menjalankan ibadah syaum semuanya, semoga berjalan dengan lancar hingga hari k...
12/03/2024

Aktif lagi โœŠ

Marhaban ya Ramadhan ๐ŸŽ‰
Selamat menjalankan ibadah syaum semuanya, semoga berjalan dengan lancar hingga hari kemenangan nanti.

Sumber foto:
https://pin.it/7K5gIObHz

Hi, Mavers!!!Berbulan-bulan belum melapak lagi bukan berarti tidak ada waktu berbagi. Alhamdulillah dapat kabar dari tem...
01/09/2021

Hi, Mavers!!!

Berbulan-bulan belum melapak lagi bukan berarti tidak ada waktu berbagi. Alhamdulillah dapat kabar dari teman yang mau launching Taman Bacaan di kota tempatnya mengabdi, jadi bisalah Taman Baca Maverick ikut berdonasi agar sekalian terlibat mencerdaskan kehidupan bangsa. โค๐Ÿ˜Š

Taman Baca Maverick
Pulau Talaga Kecil, Kec. Talaga Raya, Kab. Buton Tengah, Sulawesi Tenggara. Kode Pos 93766.
(0853 9422 6820)

Salam Literasi.๐Ÿ‘†
Salam Bergerak.โœ‹

Address

Baubau

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Taman Baca Maverick posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The School

Send a message to Taman Baca Maverick:

Shortcuts

Share

Category