Akademi Agapornis Roseicollis Indonesia

Akademi Agapornis Roseicollis Indonesia Dasar tujuan dikhususkan untuk pembelajaran dasar spesies bagi kalangan umum yang baru memulai prose

Salam Edukasi,Dalam spesies Agapornis Roseicollis ( Lovebird NON KLEP ) terdiri dari 2 type secara VISUAL / FENOTYPE, di...
24/03/2021

Salam Edukasi,

Dalam spesies Agapornis Roseicollis ( Lovebird NON KLEP ) terdiri dari 2 type secara VISUAL / FENOTYPE, diantaranya :

1.Non Opaline ( Standart )
2.Opaline

*Mengenai Opaline disini ialah pengembangan / transmutasi dari Non Opaline.

*Opaline = dalam bahasa lokal dikalangan masyarakat awam ( Biola ).

Untuk lebih jelasnya bisa kita amati, pahami & teliti pada contoh gambar dibawah ini.

Beberapa refrensi dokumentasi by Lawrance Oei & rekan-rekan LNKI-N serta dari komunitas Agapornis Roseicollis baik dari dalam maupun luar negeri.

Dimaksudkan sebagai media informasi edukasi khususnya bagi kalangan umum yang ingin mempelajari tentang spesies Agapornis Roseicollis ( Lovebird NON KLEP ) agar dapat memberikan manfaat dasar dalam menjalani proses breeding kedepannya.

Salam Edukasi,Pada fase awal khususnya bagi rekan-rekan yang baru mengenal spesies ini perlu mengetahui riwayat asal usu...
04/03/2021

Salam Edukasi,

Pada fase awal khususnya bagi rekan-rekan yang baru mengenal spesies ini perlu mengetahui riwayat asal usulnya, guna meningkatkan kapasitas pribadi dalam proses pembelajaran spesies kedepannya.

Nama internasional : Agapornis Roseicollis

Istilah lokal / daerah di Indonesia : Lovebird NON KLEP ( Non Eye Ring / Tanpa Kacamata )

Mengenai spesies Agapornis Roseicollis ini ditemukan pada tahun 1793.

Dari 9 spesies Agapornis di dunia, hanya spesies Agapornis Roseicollis ini yang memiliki Sub-spesies yang dikenal sebagai Agapornis Roseicollis Catumbella.

Awalnya dianggap sub-spesies berwajah merah tetapi diakui sebagai ras sejati pada sekitar tahun 1817 oleh peneliti berkebangsaan perancis Louis Jean Pierre Vieillot.

Sub-spesies ini hidup di kota Catumbella di wilayah Angola digambarkan pada tahun 1952, yang memiliki perbedaan dengan spesies yang ditemukan di wilayah Namibia.

Pada bagian barat daya Afrika siklus hidup nya dalam peralihan wilayah dari dua puluh hingga tiga puluh burung bermigrasi.

Kelompok spesies ini mendiami wilayah sabana untuk membuat sarang pada dinding tebing, batang pohon kaktus.

Bahan sarang alami yang biasa burung betina buat diantaranya daun janur tua, serat kulit kayu disebagian daerah teritorial mereka dalam masa kawin.

Untuk penampilan visual burung muda berbeda dengan penampilan burung dewasa yang bisa kita amati pada :

• warna wajah
• warna paruh
• warna kaki

Burung jantan akan lebih sering aktif mencari makanan pada masa burung betina sedang mengerami telurnya didalam sarang.

Salam Edukasi,Dengan dasar tujuan inisiatif dalam mengembangkan potensi serta konsistensi para penghobi spesies Agaporni...
04/03/2021

Salam Edukasi,

Dengan dasar tujuan inisiatif dalam mengembangkan potensi serta konsistensi para penghobi spesies Agapornis Roseicollis khususnya di Indonesia, dibentuknya media alternatif sarana informasi edukasi dasar spesies guna pembelajaran secara intensif.

Diharapkan bagi rekan-rekan baru maupun yang sudah menjalani proses breeding memiliki antusiasme yang besar dalam melanjutkan estafet edukasi di lingkungan sekitar dengan ikhlas & baik.

Bilamana terdapat kekurangan dalam halaman ini dipersilahkan memberikan tambahan untuk proses pembelajaran spesies kedepannya.

Terima kasih,

Bianz Atmadja - Roseicollis Indonesia

Address

Batu
65314

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Akademi Agapornis Roseicollis Indonesia posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Shortcuts

Share

Category