19/08/2026
☕ KOPI PAGI
Senin, 18 Agustus 2026 | 3 Rabiul Awal 1448 H
TERUSLAH MENCINTAI INDONESIA
Namanya Mbah Sadiman, seorang lelaki sederhana dari Wonogiri. Selama bertahun-tahun ia menanam ribuan pohon di perbukitan yang tandus. Ia bekerja bukan karena jabatan, bukan karena proyek, dan bukan p**a untuk mencari pop**aritas. Ia hanya punya satu keyakinan, kalau hutan kembali hijau, air akan kembali mengalir dan masyarakat akan mendapatkan manfaatnya.
Mbah Sadiman tidak banyak berbicara tentang nasionalisme. Ia tidak memasang slogan besar tentang cinta tanah air. Ia menunjukkannya melalui pekerjaan. Hari demi hari ia menanam, merawat dan menjaga pohon-pohon itu, bahkan ketika hasilnya belum terlihat. Bertahun-tahun kemudian, kawasan yang dahulu tandus menjadi lebih hijau dan sumber air kembali memberi kehidupan bagi masyarakat.
Dari sini kita belajar bahwa mencintai Indonesia tidak selalu harus dengan melakukan sesuatu yang besar. Seorang petani mencintai Indonesia ketika ia bekerja menyediakan pangan. Seorang guru mencintai Indonesia ketika ia mendidik anak-anak dengan sabar. Seorang pelajar mencintai Indonesia ketika ia belajar sungguh-sungguh. Seorang pedagang mencintai Indonesia ketika ia jujur. Seorang pemimpin mencintai Indonesia ketika ia amanah tidak korup dan tidak melakukan hal-hal tercela.
Belajar dari Mbah Sadiman, kita bisa belajar tentang kepedulian, kesabaran, konsisten dan kesediaan berkorban. Ia menanam hari ini untuk manfaat yang mungkin baru dirasakan bertahun-tahun kemudian. Ia tidak menunggu orang lain bergerak. Ia memulai dari apa yang bisa ia lakukan, dengan apa yang ia punya.
Kemerdekaan yang kita rayakan kemarin seharusnya tidak berhenti pada upacara, lomba dan kibaran Merah Putih. Kemerdekaan juga harus melahirkan kesadaran bahwa setiap orang punya bagian dalam menjaga dan membangun negeri ini. Tidak semua orang harus menjadi pahlawan. Tetapi setiap orang bisa berkontribusi di bidang apapun yang bermanfaat.
Yah kita tidak punya hutan untuk dihijaukan seperti Mbah Sadiman. Tetapi kita punya keluarga untuk dibina, anak-anak untuk dididik, pekerjaan untuk ditunaikan, lingkungan untuk dijaga, tetangga untuk dibantu dan amanah untuk diselesaikan. Itulah ladang pengabdian kita.
Teruslah mencintai Indonesia dengan menanam kebaikan apapun hari ini, di tempat kita berada, dengan apa yang kita punya......🙏