Saladin Institute

Saladin Institute Cendekia - Berdaya - Berbudaya (Insight, Impact, Culture). Pusat pengkajian, terapan keilmuan, dan gerakan kebudayaan. Mengapa Tasik Selatan? Wallahua’lam.[]

Kunjungi portal berita Saladin-Institute.com Saladin Institute menyatakan komitmen sebagai gerakan kebudayaan yang bercita-cita ingin menjadi jembatan atas semua perbedaan; sebagai katalis perubahan; sebagai wadah pengabdian untuk berbakti terhadap negeri; 'keur ngamumule lemah cai' yang akan berbasis di Tasik Selatan, Tasikmalaya, Indonesia, Dunia. Karena kami adalah putra daerah Tasik Selatan yang berkumpul di sini untuk membentuk kesatuan langkah dan komitmen dalam perjuangan dan menampung aspirasi demi masa depan Tasik Selatan, yang selama ini masih jauh dari jangkauan pemerataan pembangunan dalam menghadapi semangat zaman. Dengan tipografi daerah pegunungan dengan tapal batas pantai laut lepas Jawa Selatan, adalah Tasik Selatan tidak atau belum menjadi lintas mobilisasi perubahan yang berarus besar. Meskipun ini pun dapat sebagai hal baik, tetapi karena ketidakseimbangan antara yang masuk dan keluar antara kota dan desa, dapat menjadikan sikap kaku masyarakatnya dalam menghadapi tantangan zaman: antara termarjinalkan atau terjerumus pada ampas zaman. Dengan itu, pendidikan adalah hal utama sebagai inisiasi. Terutama penyadaran dalam mencari titik tengah antara konsistensi dan elastisitas, melalui peningkatan mutu pendidikan yang mengutamakan attitude, skill, dan knowledge yang harus ditanggung antara masyarakat dan pemerintah. Menuju ke sanalah Saladin Institute yang kami dirikan melangkah dengan sikap pasrah dan berserah, untuk bersandar dan tersadar. Saladin Institute ingin sekali menjadi inisiator, bermimpi sebagai pusat pengkajian dan terapan dalam sumbangsih pada kampung halaman sendiri, dan umumnya bagi Indonesia yang berkeadilan sosial.

Yang Tak Selesai dalam Mimpi Sejuta Dolar Merry RianaMenonton Merry Riana: Mimpi Sejuta Dolar setelah sekian lama membua...
27/09/2026

Yang Tak Selesai dalam Mimpi Sejuta Dolar Merry Riana

Menonton Merry Riana: Mimpi Sejuta Dolar setelah sekian lama membuat saya merasa bahwa film ini sesungguhnya tidak terutama sedang bercerita tentang uang. Judulnya memang membawa kita pada sebuah angka yang sangat besar—satu juta dolar—tetapi angka itu hanya menjadi pintu masuk saja, untuk menuju pertanyaan yang jauh lebih manusiawi tentang apa sebenarnya arti sukses, mengapa seseorang harus terus berjuang ketika keadaan tidak berpihak kepadanya, dan untuk apa seseorang mengejar kehidupan yang lebih baik jika pada akhirnya ia harus menjalaninya sendirian?

Film arahan Hestu Saputra yang dirilis pada 24 Desember 2014 ini diadaptasi dari buku Mimpi Sejuta Dolar karya Alberthiene Endah, yang pertama kali diterbitkan Gramedia Pustaka Utama pada 2011. Buku setebal 362 halaman itu ditempatkan sebagai kisah biografis tentang perjuangan Merry Riana, sementara filmnya mengubah kisah tersebut menjadi drama mengenai seorang perempuan muda yang harus membangun kembali hidupnya di Singapura setelah meninggalkan Indonesia saat situasi krisis ekonomi 1998.

Latar belakang cerita menjadi penting karena perjuangan Merry sebagaimana kita tahu bahwa tentu ia tidak memulainya dari ruang yang nyaman, meski sisi lain hidupnya ia bukanlah golongan keluarga orang kebanyakan. Film membawa penontonnya kembali pada suasana krisis dan kerusuhan 1998. Merry, yang diperankan Chelsea Islan, meninggalkan Indonesia dan pergi ke Singapura seorang diri setelah keluarganya kehilangan sebagian besar harta mereka dalam situasi yang kacau.
https://saladin-institute.com/trending-detail-publikasi-yang-tak-selesai-dalam-mimpi-sejuta-dolar-merry-riana-347

Sebab saladin-institute.com baru hari ini memulai. Semangat memberi info aktual dan mendalam.
27/09/2026

Sebab saladin-institute.com baru hari ini memulai. Semangat memberi info aktual dan mendalam.

Akhirnya, saladin-institute.com diberi peluang MK oleh Meta Facebook. Terima kasih!
27/09/2026

Akhirnya, saladin-institute.com diberi peluang MK oleh Meta Facebook. Terima kasih!

Flu Singapura dan Tantangan Memutus Rantai Penularan di Sekolah BatamDinas Kesehatan (Dinkes) Kota Batam meningkatkan ke...
27/09/2026

Flu Singapura dan Tantangan Memutus Rantai Penularan di Sekolah Batam

Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Batam meningkatkan kewaspadaan terhadap penyebaran Hand, Foot, and Mouth Disease (HFMD) atau yang lebih dikenal sebagai flu Singapura di lingkungan sekolah dengan memperkuat pemantauan kondisi kesehatan siswa, berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan, serta mendorong penerapan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), menyusul ratusan kasus yang tercatat di Batam sepanjang 2026.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Batam, Meldasari, mengatakan sekolah perlu menjadi salah satu titik perhatian karena interaksi antaranak berlangsung intensif. Ketika terdapat siswa yang menunjukkan gejala sakit, penanganan dini diperlukan agar kemungkinan penularan kepada anak lain dapat ditekan. “Kalau di sekolah ada anak yang sakit, segera dilakukan penanganan dan dibawa ke fasilitas kesehatan. Yang paling penting PHBS,” ujar Meldasari.

Kewaspadaan dilakukan sesuai data yang dikutip dari Dinkes Batam menunjukkan hingga 13 Agustus 2026 terdapat 493 pasien flu Singapura yang tercatat sejak awal Januari. Data tersebut dihimpun dari 23 fasilitas pelayanan kesehatan di Batam. Pada periode yang sama, Meldasari menyebut kasus mingguan sempat meningkat dari 19 kasus pada minggu ke-29 menjadi 29 kasus pada minggu ke-30, sebelum turun menjadi 10 kasus pada minggu ke-31.

Dari jumlah 493 pasien merupakan akumulasi laporan dari fasilitas kesehatan, dan bukan berarti seluruhnya anak di Batam yang terjangkit HFMD. Namun data itu cukup untuk menunjukkan bahwa penyakit tersebut bukan sekadar kemungkinan yang jauh dari kehidupan sehari-hari masyarakat di Batam.
https://saladin-institute.com/trending-detail-berita_aktual-flu-singapura-dan-tantangan-memutus-rantai-penularan-di-sekolah-batam-970

Ketika Utang BLBI Dinyatakan Lunas, Apa yang Sebenarnya Lunas?Pemerintah melalui Menteri Keuangan Suahasil Nazara menyat...
27/09/2026

Ketika Utang BLBI Dinyatakan Lunas, Apa yang Sebenarnya Lunas?

Pemerintah melalui Menteri Keuangan Suahasil Nazara menyatakan pada September 2026 bahwa seluruh sisa kewajiban obligasi Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) kepada Bank Indonesia sebesar Rp218,3 triliun telah dilunasi pada 24 Agustus 2026. Pelunasan tersebut menandai berakhirnya kewajiban pemerintah atas surat utang yang diterbitkan dalam rangka penanganan krisis keuangan dan perbankan 1997–1998, hampir tiga dekade setelah krisis tersebut mengguncang perekonomian Indonesia.

Namun, pernyataan bahwa “utang BLBI telah lunas” segera membuka kembali pertanyaan utang yang mana yang telah lunas, kepada siapa kewajiban tersebut berakhir, dari mana sumber pembayarannya, dan apakah pelunasan obligasi tersebut dengan sendirinya berarti seluruh persoalan BLBI telah selesai?

Pertanyaan itu menjadi penting karena istilah BLBI selama ini tidak hanya merujuk pada satu bentuk kewajiban. Di dalamnya terdapat sejarah panjang penyelamatan sistem perbankan, penerbitan surat utang pemerintah, pembayaran bunga dan pokok selama puluhan tahun, serta upaya negara memulihkan kembali dana dan aset dari para obligor dan debitur yang menerima fasilitas dalam masa krisis.

Karena itu, ketika pemerintah menyatakan kewajiban obligasi BLBI telah lunas, publik perlu memperoleh penjelasan yang utuh mengenai batas dari pernyataan tersebut. Sebab pelunasan sebuah instrumen utang pemerintah kepada Bank Indonesia merupakan fakta administratif dan fiskal yang berbeda dari berakhirnya seluruh hak tagih negara yang berkaitan dengan BLBI.

Pernyataan Suahasil tersebut kemudian mendapat tanggapan dari Managing Director Political Economy and Policy Studies (PEPS), Anthony Budiawan. Ia bahkan memberi judul tulisannya, “Suahasil: Utang BLBI Lunas, Penyesatan dan Pembodohan Publik”, sebuah judul yang menunjukkan kritik keras terhadap cara pemerintah mengomunikasikan pelunasan tersebut kepada masyarakat.

Bagi Budiawan, persoalannya bukan sekadar apakah surat utang tersebut secara administratif telah dibayar, melainkan bagaimana publik memahami kata “lunas” ketika pada saat yang sama negara masih memiliki kewajiban utang dan masih harus melakukan pemulihan atas hak tagih yang berkaitan dengan BLBI.
https://saladin-institute.com/trending-detail-perspektif-ketika-utang-blbi-dinyatakan-lunas-apa-yang-sebenarnya-lunas-387

Omukade: Ketika Musuh Saling Menolong dan Kemanusiaan yang Melampaui PerangSesuatu yang menarik ketika unsur Jepang munc...
26/09/2026

Omukade: Ketika Musuh Saling Menolong dan Kemanusiaan yang Melampaui Perang

Sesuatu yang menarik ketika unsur Jepang muncul dalam sebuah film Thailand. Jepang memang bukan sekadar nama sebuah bangsa atau latar kebudayaan, melainkan sebagai bagian dari sejarah yang pernah bersinggungan langsung dengan Thailand.

Omukade mengambil latar itu, ketika Thailand pada masa Perang Dunia II, atau ketika tentara Jepang dan tawanan perang pihak Sekutu terjebak di sebuah tambang terkutuk dan dipaksa berhadapan dengan ancaman yang jauh lebih mengerikan daripada musuh yang selama ini mereka hadapi.

Judul film ini sendiri merujuk pada Omukade, yokai dalam cerita rakyat Jepang yang digambarkan sebagai kelabang raksasa. Para sineas Thailand kemudian membawa makhluk mitologis tersebut ke dalam ruang sejarah Thailand pada masa perang, lalu mempertemukannya dengan manusia dari latar kebangsaan yang berbeda.
https://saladin-institute.com/trending-detail-publikasi-omukade-dan-ketika-musuh-saling-menolong-dan-kemanusiaan-yang-melampaui-perang-346

Dari Tony Jaa ke Nadech Kugimiya, Thailand dalam Wajah dan Layar The Debt CollectorMenonton beberapa film karya sineas T...
26/09/2026

Dari Tony Jaa ke Nadech Kugimiya, Thailand dalam Wajah dan Layar The Debt Collector

Menonton beberapa film karya sineas Thailand, rupanya sudah begitu berkembang perfilman negeri gajah putih itu, baik dari sisi tema dan teknik kamera. Perkembangannya tidak hanya terlihat dari semakin beragamnya cerita yang diproduksi, tetapi juga dari keberanian sineas Thailand mengolah persoalan lokal menjadi cerita yang dapat dipahami penonton di luar Thailand.

Setelah Ong Bak yang memperkenalkan Tony Jaa, seorang aktor yang datang dengan tubuh sebagai bahasa film. Dalam Ong Bak, gerak tubuh manusia, Muay Thai, kecepatan kamera, koreografi perkelahian, dan ruang berpadu menjadi satu kesatuan visual yang membuat film Thailand memperoleh perhatian internasional.

Setelah sekian jarak waktu, rupanya terjadi perubahan dalam selera dan kecenderungan sinema Thailand. Ong Bak cukup berhasil memperlihatkan bagaimana Thailand mampu menjadikan seni bela diri sebagai tontonan global. Kemudian datang The Debt Collector, yang bergerak ke wilayah yang lebih gelap tentang kehidupan manusia yang terperangkap dalam utang, kekerasan, dan pilihan-pilihan moral yang tidak selalu hitam-putih.
https://saladin-institute.com/trending-detail-publikasi-dari-tony-jaa-ke-nadech-kugimiya-thailand-dalam-wajah-dan-layar-the-debt-collector-345

Kawasan Industri Batam Mulai Memburu Listrik HijauPT Arkora Hydro Tbk (ARKO) memperkuat ekspansi bisnis energi surya set...
26/09/2026

Kawasan Industri Batam Mulai Memburu Listrik Hijau

PT Arkora Hydro Tbk (ARKO) memperkuat ekspansi bisnis energi surya setelah anak usahanya, PT Endorshine Energy Solutions (EES), memperoleh fasilitas pembiayaan maksimal US$9,8 juta atau sekitar Rp175 miliar dari PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) pada 21 September 2026 untuk membiayai proyek Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) yang telah beroperasi secara komersial di Batam dan Bintan, Kep**auan Riau.

Langkah tersebut datang sekitar sebulan setelah ARKO mengambil alih EES, sekaligus memperlihatkan semakin besarnya ruang bisnis listrik rendah emisi di kawasan industri yang membutuhkan pasokan energi sekaligus tuntutan untuk menekan jejak karbon.

Corporate Secretary ARKO Ricky Hartono mengatakan fasilitas tersebut berasal dari PT SMI, perusahaan pembiayaan infrastruktur milik negara yang berada di bawah koordinasi Kementerian Keuangan. Menurutnya, perjanjian pembiayaan ditujukan untuk proyek PLTS milik EES yang telah memasuki tahap operasi komersial.

“Perjanjian tersebut bertujuan untuk pembiayaan proyek Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) milik EES yang telah beroperasi secara komersial,” kata Ricky dalam keterbukaan informasi kepada Bursa Efek Indonesia pada 23 September 2026.
https://saladin-institute.com/trending-detail-berita_aktual-kawasan-industri-batam-mulai-memburu-listrik-hijau-969

Bantuan Satu Bulan dan Tanda Tanya Hak 1.025 Pekerja Ghim LiSebanyak 1.025 pekerja PT Ghim Li Indonesia di Batam kini me...
23/09/2026

Bantuan Satu Bulan dan Tanda Tanya Hak 1.025 Pekerja Ghim Li

Sebanyak 1.025 pekerja PT Ghim Li Indonesia di Batam kini menghadapi tenggat baru setelah Ghim Li Singapura menyiapkan bantuan senilai satu bulan gaji, dengan syarat pekerja menandatangani surat pernyataan paling lambat 2 Oktober 2026, sementara pemerintah masih menelusuri siapa yang bertanggung jawab atas upah, pesangon, kompensasi, dan hak ketenagakerjaan lain setelah aktivitas produksi perusahaan berhenti.

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Kep**auan Riau Diky Wijaya mengatakan dana tersebut perlu ditempatkan dalam konteks yang berbeda. Menurutnya, uang yang disiapkan Ghim Li Singapura bukan pembayaran gaji dalam pengertian kewajiban perusahaan, melainkan bantuan sukarela dengan nilai setara gaji satu bulan. “Ini bukan gaji. Ini bantuan, cuma senilai gaji,” kata Diky, Selasa (22/9/2026).
https://saladin-institute.com/trending-detail-berita_aktual-bantuan-satu-bulan-dan-tanda-tanya-hak-1025-pekerja-ghim-li-968

Meraih Mimpi, Mimpi tentang Indonesia UtaraMeraih Mimpi, dalam narasinya, adalah sebuah cerita yang berlangsung di sebua...
20/09/2026

Meraih Mimpi, Mimpi tentang Indonesia Utara

Meraih Mimpi, dalam narasinya, adalah sebuah cerita yang berlangsung di sebuah desa di Filipina.

Sebagai penonton dari Indonesia, saya sedikit terkejut ketika muncul unsur wayang, sesuatu yang selama ini begitu lekat dengan identitas kebudayaan Indonesia. Seketika muncul pertanyaan bagaimana mungkin wayang hadir dalam sebuah cerita yang berlatar desa di Filipina?

Barangkali justru di situlah menariknya cerita ini. Di antara desa, manusia, cerita, dan bayang-bayang yang dimainkan di balik layar, mimpi ternyata tidak pernah benar-benar mengenal batas negara. Sebuah kisah yang lahir di suatu tempat dapat menemukan rumahnya di tempat lain.

Begitu p**a manusia dapat menemukan persaudaraan bukan semata-mata karena kesamaan paspor, melainkan karena pengalaman sejarah, kebudayaan, dan ingatan yang pernah mempertemukan mereka.
https://saladin-institute.com/trending-detail-publikasi-meraih-mimpi-mimpi-tentang-indonesia-utara-344

Address

Nongsa
Batam
29312

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Saladin Institute posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The School

Send a message to Saladin Institute:

Shortcuts

Share