19/09/2026
๐ฟ BELAJAR LAPANG DADA DALAM MENYIKAPI PERBEDAAN
Pernahkah kita berbeda pendapat dengan saudara kita dalam suatu masalah agama, lalu merasa bahwa hanya pendapat kita yang benar?
Ada sebuah kisah yang sangat indah dari para sahabat ุฑุถู ุงููู ุนููู
.
Ketika Rasulullah ๏ทบ hendak menuju Bani Quraizhah, beliau bersabda:
ยซยซููุง ููุตููููููููู ุฃูุญูุฏู ุงููุนูุตูุฑู ุฅููููุง ููู ุจูููู ููุฑูููุธูุฉูยปยป
โJanganlah salah seorang dari kalian melaksanakan shalat Ashar kecuali di Bani Quraizhah.โ
(HR. Bukhari no. 4119)
Dalam perjalanan, waktu Ashar pun tiba.
Sebagian sahabat memahami sabda Nabi ๏ทบ secara tekstual. Mereka berkata, โKami tidak akan shalat sampai tiba di Bani Quraizhah.โ
Sebagian yang lain memahami bahwa maksud Nabi ๏ทบ adalah agar mereka bergegas menuju Bani Quraizhah, sehingga ketika waktu shalat tiba, mereka pun shalat di perjalanan.
Perbedaan pemahaman ini kemudian disampaikan kepada Rasulullah ๏ทบ.
Lalu apa yang dilakukan beliau?
Beliau tidak mencela salah satu dari kedua kelompok tersebut.
ยซยซููููู
ู ููุนูููููู ููุงุญูุฏูุง ู
ูููููู
ูยปยป
โBeliau tidak mencela seorang pun dari mereka.โ
(HR. Bukhari no. 4119)
Di sinilah kita belajar sebuah adab yang sangat berharga:
Tidak setiap perbedaan harus berakhir dengan saling menyalahkan.
Para sahabat berbeda dalam memahami satu sabda Nabi ๏ทบ, namun perbedaan tersebut lahir dari kesungguhan mereka dalam mengikuti Rasulullah ๏ทบ.
Ibn Hajar ุฑุญู
ู ุงููู menjelaskan bahwa sebagian sahabat mengambil makna lahiriah dari perintah tersebut, sedangkan sebagian lainnya memperhatikan maksud dan tujuan dari perintah itu. Rasulullah ๏ทบ tidak mencela salah satu dari mereka.
Maka, ketika kita menemukan perbedaan pendapat dalam masalah-masalah yang memang menjadi ruang ijtihad para ulama, hendaknya kita belajar untuk:
๐ค Tidak mudah menuduh.
๐ค Tidak tergesa-gesa menganggap orang lain sesat atau salah.
๐ค Menghormati orang yang berbeda selama memiliki landasan ilmiah.
๐ค Menyadari bahwa pemahaman kita terhadap suatu dalil tidak selalu menjadi satu-satunya kemungkinan yang benar.
Perbedaan tidak selalu berarti permusuhan.
Dan lapang dada bukan berarti menganggap semua pendapat sama benarnya. Tetapi, kita belajar menghormati proses ilmiah dan ijtihad orang lain, sembari tetap berpegang teguh pada apa yang kita yakini berdasarkan dalil.
Semoga Allah ๏ทป memberikan kepada kita ilmu yang bermanfaat, hati yang lapang, dan adab yang baik dalam menghadapi perbedaan.
ุงูููู
ุนููู
ูุง ู
ุง ูููุนูุง ูุงููุนูุง ุจู
ุง ุนููู
ุชูุง