Matapena Umma

Matapena Umma

Share

Kamu Gak Harus Jadi Orang Sukses Versinya Orang Lain :)

30/03/2022

Tau Caranya Bangkit, Itu Juga Rejeky







Menggelitik untuk saya tuliskan, setahun lalu salah satu sahabat lama mendatangiku, menumpahkan segala isi hati karena ujian hidupnya yang bertubi-tubi datang menghampiri, apakah dia merasa tidak kuat atas ujian yang dia terima ? no, bukan, yang ada dia selalu empowering perempuan-perempuan manapun yang dia jumpai untuk diajaknya saling menguatkan, bahwa semua ujian sifatnya sementara, bisa kok melaluinya dengan hati gembira.

Saya mendengarkan sharingnya, yang saya kenali dia adalah sosok sahabat yang tangguh pantang menyerah, saya tuliskan bagaimana dia mampu melejit layaknya roket pasca ujian hidup, yang nyaris tak nampak jika ternyata dia sedang diuji hidupnya, keren ya, pandai dan jenakanya dia adalah dia cerdas dalam mengelola emosi dan masalahnya, tentu saja ini perlu latihan ya, disaat sedang terpurukpun, dia masih bisa tersenyum dan menyiapkan pundak untuk tempat teman perempuannya menumpahkan isi hati padanya, anytime.

Ini dia lima jalan ninjanya :

1. Terus bangun goals, setiap langkah adalah untuk perbaikan, menyempurnakan perjalanan panjang yang sudah dilalui, baik sendiri maupun bersama partner, signal ke Allah jaga 100%

2. Bergerak terus jangan stagnan/pasif,terus mencari peluang apapun baik usaha yang minim modal duit, cari peluang modal dengkul bahkan tangan kosong sekalipun, maksimalkan potensi otak yang Allah kasih, jalan rejeky itu banyak dan melimpah dari berbagai penjuru, jangan dibuat mengkerut otak kita.

3. Bergeraklah terus mencari bekal untuk dibawa mati, dimana ada signal amal jariah sabet eksekusi, terbiasa mengenali pola peluang amal jariyah yang muncul dipermukaan bumi, mampu menajamkan mata batin, ajal semakin dekat, bekal untuk akherat segera kebut secepat kilat, karena waktu makin mepet.

4. Selesaikan semua perkara duniawi sebelum U40, niatkan untuk perbaikan jalan hidup menuju akherat lebih berkwalitas, selesaikan semua amanah, niscaya akan Allah hadirkan banyak keajaiban yang lebih besar dari peluang-peluang baru yang terus bertumbuh, niat baik itu Allah notice jaga terus low of projectionmu atau low of attractionmu.

5. Peluang yang tepat harus terus dicari sampai pada akhirnya ketemu " Yaa...ini dia yang selama ini kucari " disaat kanan kiri sibuk mencaci, bahkan mengghibahi " Eh.... itu si fulan kerjaannya ke kanan dan kekiri" tenang, biarkan waktu yang menjawab, tetap fokus pada goals yang sedang dituju dan jika telah bertemu selanjutnya fokus untuk kebermanfaatan lbh luas.

MasyaAllah semoga Allah merahmatimu kawan, sukses dunia dan akherat. Aamin

17/01/2022

[ Nasihat Seorang Guru , Menyikapi Takdir ]




Ada dua guru , guru Bahasa Indonesia dan satu lagi ustdzah yang mengajariku pelajaran aqidah akhlaq saat saya Aliyah atau SMU dulu, beliau berdua ini paling pengertian dan s**a mengajakku bicara hati ke hati, seperti membaca isi perasaanku, beliau tau kalau saya murid dari luar DIY yang merantau, jauh dari orang tua.

Kompetisi tahunan, pidato empat bahasa dulu sering digelar oleh Depag DIY, dan saya salah satu kandidat yang mewakili sekolah untuk mengikuti pidato bahasa jawa. Setiap sekolah mengirimkan perwakilannya masing-masing, fyuh ! berat saingannya, sekolah- sekolah favorit ternama di DIY rata-rata ikut, bikin keder semua peserta-pesertanya, kebayang gak, bagaimana berpidato bahasa dengan tingkatan bahasa jawa kromo inggil ? bahasa yang dipkai dilingkungan keraton ? Luar biasa , sangat belepotan saat latihan.

Tahun pertama , saya baru kelas satu terpilih untuk mewakili sekolah, dan sesuai prediksiku, gagal menyabet juara, karena baru pengalaman pertama, akhirnya dipanggil ke kantor guru, disuruh menemui Ustdzah Lilik. Beliau selain mengajar jadwalnya MasyaAllah, padetnya luar biasa mengisi kajian ibu-ibu majlis taklim Aisyiah dibanyak tempat di DIY. Saya temui beliau mengucap salam, kemudian duduk dikursi depan meja beliau.

" Lis, Ini pengalaman pertama, wajar kalau belum berhasil mendapatkan juara, jangan berkecil hati, masih ada kesempatan tahun depan, Lilis harus ikut lagi, Ibu melihat Lis punya potensi, dijaga semangatnya ya," Beliau memotifasi.
Dalam selembar kertas beliau menuliskan untukku doa dari ayat-ayat Al Quran.

" Doa ini dihafalkan, dengan sungguh-sungguh resapi maknanya, mintakan kepada Allah semoga Allah SWT memberi kemudahan apapun yang nantinya Lilis cita-citakan dalam hidup," Arahan beliau.

Kusampaikan terima kasih dan kemudian akupun kembali ke kelas, sampai dikelas kubuka selembar kertas dari beliau.

Surat At Taubah Ayat 129

حَسْبِىَ ٱللَّهُ لَآ إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ ۖ عَلَيْهِ تَوَكَّلْتُ ۖ وَهُوَ رَبُّ ٱلْعَرْشِ ٱلْعَظِيمِ

Cukuplah Allah bagiku, tidak ada Tuhan selain Dia. Hanya kepada-Nya aku bertawakkal dan Dia adalah Tuhan yang memiliki 'arsy yang agung.

Surat Ali Imron 26-27

قُلِ ٱللَّهُمَّ مَٰلِكَ ٱلْمُلْكِ تُؤْتِى ٱلْمُلْكَ مَن تَشَآءُ وَتَنزِعُ ٱلْمُلْكَ مِمَّن تَشَآءُ وَتُعِزُّ مَن تَشَآءُ وَتُذِلُّ مَن تَشَآءُ ۖ بِيَدِكَ ٱلْخَيْرُ ۖ إِنَّكَ عَلَىٰ كُلِّ شَىْءٍ قَدِيرٌ
تُولِجُ ٱلَّيْلَ فِى ٱلنَّهَارِ وَتُولِجُ ٱلنَّهَارَ فِى ٱلَّيْلِ ۖ وَتُخْرِجُ ٱلْحَىَّ مِنَ ٱلْمَيِّتِ وَتُخْرِجُ ٱلْمَيِّتَ مِنَ ٱلْحَىِّ ۖ وَتَرْزُقُ مَن تَشَآءُ بِغَيْرِ حِسَابٍ

" Wahai Tuhan Yang mempunyai kerajaan, Engkau berikan kerajaan kepada orang yang Engkau kehendaki dan Engkau cabut kerajaan dari orang yang Engkau kehendaki. Engkau muliakan orang yang Engkau kehendaki dan Engkau hinakan orang yang Engkau kehendaki. Di tangan Engkaulah segala kebajikan. Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu."

" Engkau masukkan malam ke dalam siang dan Engkau masukkan siang ke dalam malam. Engkau keluarkan yang hidup dari yang mati, dan Engkau keluarkan yang mati dari yang hidup. Dan Engkau berikan rezeki siapa yang Engkau kehendaki tanpa hisab (batas)."

***

Pelajaran penting yang saya dapatkan adalah, lakukan yang terbaik dalam proses kehidupan yang sedang diperankan, dengan tetap bersabar dan bertawakkal kepada Allah. Satu kenangan lain yang tidak bisa saya lupakan hingga hari ini adalah, saat beliau mengajari makna syukur, saat jam pulang sekolah beliau mengajakku dengan beberapa teman saja yang menyanggupi ikut, beliau mengajak kami pergi ke RS PKU Muhammadiyah untuk mengunjungi pasien-pasien yang sakit parah, disitu beliau kemudian mengajarkan kami bagaimana cara mensyukuri nikmat Allah yang sering dilupakan. MasyaAllah, betapa beruntungnya saya menemukan guru yang begitu tulus mendewasakan nalar muridnya.

Semenjak kuamalkan doa yang beliau ajarkan, sangat terasa sekali banyak pertolongan Allah, dalam bentuk kemudahan-kemudahan dalam hidup selepas lulus hingga hari ini. Disaat Allah SWT kembali memberikan ujian, dalam bentuk apapun itu, MasyaAllah, Allah munculkan rasa ketenangan. InsyaAllah akan selesai atas izinnya, InsyaAllah Allah beri kekuatan untuk menghadapi.

***

"Katakanlah, Sekali-kali tidak akan menimpa kami melainkan apa yang telah ditetapkan Allah untuk kami. Dialah Pelindung kami, dan hanya kepada Allah orang-orang yang beriman harus bertawakal". At taubah 51

"Sesungguhnya Allah SWT apabila mencintai sebuah kaum, Dia mengujinya. Barang siapa yang ridha maka dia mendapatkan keridhaan dan siapa yang benci maka dia hanya akan mendapatkan kebencian." (HR at-Tirmidzi).

"Sangat menakjubkan bagi orang Mukmin, apabila segala urusannya sangat baik baginya, dan itu tidak akan terjadi bagi seorang yang beriman, kecuali apabila mendapatkan kesenangan ia bersyukur, yang demikian itu sangat baik, dan apabila ia tertimpa kesusahan ia bersabar, yang demikian itu sangat baik baginya." (HR Muslim).

Allah Mahaadil, Dia akan menakdirkan sesuatu menurut ilmu dan perhitungan-Nya. Dia tidak akan membebani hamba-Nya di luar batas kemampuan. Dalam keadaan apa pun tugas hambanya hanya boleh berprasangka baik kepada Allah. Yakini bahwa apa pun yang Allah takdirkan, sesungguhnya untuk kebaikan hamba-Nya MasyaAllah Tabarokalloh. (LR)

15/01/2022

part 1
Nasibku Nyaris Tragis, Dimangsa Tekong





Namaku Aminah, aku seorang janda dengan satu anak, dan semangatku dalam menjalani hidup ini adalah Khayra dia satu-satunya anak semata wayangku, yang lahir 11 tahun yang lalu. Apa yang kulakukan , apa yang kuperjuangkan saat ini semua untuk masa depannya, untuk kebahagianya juga untuk keluargaku.

Aku pernah merasakan bahtera pernikahan, hanya saja, takdir menggariskan pernikahanku hanya seumur jagung. Usiaku yang masih sangat muda kala itu tak mampu menalar secara jernih setiap konflik yang datang silih berganti, yang menerpa bahtera rumah tanggaku. Aku memilih mengakhiri ikatan pernikahanku, jika seluruh keluarganya memusuhiku tanpa sebab yang jelas, menurutku hanya akan membuatku tidak bahagia jalan yang aku tau, perceraian adalah jalan terbaik, hanya itu, dan yang kutau semua keluarganya sangat gembira dengan keputusan ini.

Setelah pengadilan ketok palu, saat itulah seluruh tanggung jawab dan nasib anakku kedapan harus kuperjuangkan, apakah mantan suamiku ikut bertanggung jawab terhadap nafkah anaknya ? mau bantu silahkan tidakpun, saya masih sanggup berjuang sendiri, apakah aku orang yang egoise ? entahlah, karena nyatanya selama aku masih berstatus sebagai istri, saat banyak saudaranya mencaci makiku dengan penuh kedengkian, dia tidak berusaha untuk melindungiku. Apa yang harus aku perjuangkan ? Cinta ?


Menuju rumah mantan suamiku hanya 10 langkah kaki saja dari depan pintu dapurku, bagaimana mungkin aku bisa melupakan semua yang terjadi, jika setiap hari, setiap waktu mataku masih melihat semua pahit getir kenangan yang selama ini terjadi, hanya membuatku makin sakit hari ke hari.

Aku anak pertama dari empat bersaudara, aku memang belum tuntas melanjutkan pendidikan SMP ku bukan berarti aku tidak mau sekolah, melihat keadaan perekonomian orang tuaku dan ketiga adikku yang masih kecil, yang butuh banyak biaya untuk masa depan mereka, rasanya gak mungkin aku melanjutkan sekolahku lagi kala itu, perekonomian keluargaku dalam keadaan yang sangat sulit.

Bekerja di tempat satu ke tempat yang lain, kujalani dengan penuh semangat demi memperjuangkan masa depan anakku, kulupakan rasa letih, walau badan terasa remuk redam, belum lagi menelan gunjingan yang dilontarkan banyak tetangga padaku, dengan berbagai tuduhan, aku mana peduli, apakah memiliki pernikahan yang menyakitkan adalah aib ? lalu jika akhirnya mengakhiri pernikahan dengan perceraian apakah yang salah salalu perempuan ? pandangan sinis mereka padaku kuanggap sampah.

Semenjak status baru yang kusandang ini, aku berprinsip, aku adalah pemilik kehidupanku sendiri, bukan milik siapa saja yang doyan menghakimi. Melawan stigma buruk janda bukan dengan cara membungkam mulut satu persatu orang yang s**a nyinyir padaku, sebaliknya , kukatakan pada diriku sendiri, aku bukanlah janda gatal dan segala sebutan embel - embel baru pasca status baruku , seperti gosip yang mereka ciptakan dan waktu yang akan menjawabnya.

Bersambung.......
ig : lilisrowiana.official

13/01/2022

[ Sakit Gerd Itu Kini Sudah Sembuh, InsyaAllah Biidznillah ]

Pagi selepas sholat dhuha kemarin, kusiapkan kembali waktu khusus untukku bermunajat, memohon supaya Allah menuntunku selalu dalam hidup ini, kupanjatkan doa kembali kepada Allah SWT.

" Ya Allah titipkanlah ayat-ayatMu untukku sehingga dengan petunjukmu dari Al Quran nanti aku mampu mengevaluasi perjalanan hidupku ini, kedepan, harus bagaimana dan seperti apa aku melangkah. Kulantunkan dzikir sepenuh hati, dengan khusuk dan ku hadirkan seluruh jiwa ragaku.

Empat tahun adalah waktu yang lama, perjalananku mencari kesembuhan dari sakit Gerd asam lambung yang hilang timbul tanpa henti. setiap teman lama berjumpa denganku respond pertama kali yang terucap adalah " Lis, kamu kurus sekali, badanmu layu banget lho....kamu sakit ? tanya mereka dengan redaksi kalimat yang hampir mirip semua, kujawab " Iya sakit Gerd tapi InsyaAllah sudah sembuh koook," walau aslinya belum sepenuhnya sehat kala itu, saya anggap itu adalah afirmasi.

Saat membuka facebook kemudian mencari group dengan kata kunci Gerd, Asam Lambung, Anxiety, seketika aku tertegun, ratusan ribu orang yang gabung dibeberapa group itu yang mungkin banyak diantaranya sedang menahan rasa sakit, yang mungkin sedang merasa terhimpit seakan dekat sakaratul maut, dan belum kunjung dipertemukan obat yang tepat, sungguh aku bisa merasakannya.

Setelah dzikir selesai, kubaca Basmallah kemudian lanjut surat Al Fatihah kemudian membuka Al Quran dengan penuh harap atas petunjuk-petunjukNya, saat Al Quran terbuka pada halaman 329, kemudian mataku tertuju pada QS : Al Anbiya ayat 83, seketika aku menangis tersedu-sedu, bagaimana tidak ? ayat itu adalah ayat yang Ustad Adi Hidayat Sampaikan untuk dimohonkan saat sujud disetiap sholat memohon untuk diberi kesembuhan.

Ya Allah, haqqul yaqin ini adalah petunjukMu, sekitar setahun lalu, aku menemukan link kajian UAH ini dan kemudian rutin mengamalkannya, mendzikirkannya dengan sepenuh hati memohon diberi petunjuk kesembuhan, dengan ikhtiar apa dan dimana, masyaAllah Tabarokalloh satu persatu terasa dibukakan jalan. bertemu dengan metode terapi A, alhamdulillah cocok dan release, bertemu dengan herba B kemudian mulai dikonsumsi semakin release, dipertemukan dengan cyrcle pertemanan yang mensupport gaya hidup sehat dan menyuntikan semangat untuk terus fastabiqul khoirot, indahnya Masyaallah.

Apapun ujian yang terjadi dalam hidup ini, kuncinya memang harus kembali ke Allah dan mohon petunjukNya selalu. Kulantunkan terus ayat-ayat ini dalam rangka khusus memohon dan menjemput kesembuhan, seperti yang Nabi ayyub as pintakan padaNya.

اَنِّيْ مَسَّنِيَ الضُّرُّ وَاَنْتَ اَرْحَمُ الرّٰحِمِيْنَ ۚ

“(Ya Tuhanku), sungguh, aku telah ditimpa penyakit, padahal Engkau Tuhan Yang Maha Penyayang dari semua yang penyayang.” ( Al Anbiya : 83)

Semua ujian yang kualami kusampaikan satu persatu supaya allah menurunkan jalan keluar, ayat demi ayat kubaca dan kuresapi, semakin bercucuran air mataku, deras sekali.

Allah seperti berbicara padaku secara langsung, bahwa disaat hambaNya sakit lalu memohon kesembuhan, dengan ridhoNya Allah akan melenyapkan penyakit itu dari padanya dan melimpahinya rahmat karena telah bersabar. Allah Ta'ala seakan menyuruhku untuk meneladani Nabi Ayyub as, Nabi Ismail as, Nabi Idris as dan Nabi Zulkifli as dimana beliau semua adalah hamba Allah yang sholeh dan sabar.

Allah SWT seakaan berkata padaku, untuk mengambil hikmah dan kemudian mengingat kejadian yang dialami oleh Nabi Yunus as pada saat beliau sakit dalam kegelapan yang terhimpit dalam perut ikan, kemudian aku cerminkan pada takdir ujian yang menimpaku, sungguh tak ada apa-apanya mungkin, lebih berat ujian beliau, dimana maut sudah didepan mata dan membuatnya marah dan putus asa. pada akhirnya Allah SWT menyelamatkan kedukaan hambanya yang beriman yang sungguh-sungguh dalam memohon pertolongan, Nabi Yunus as diberi keselamatan.

Kemudian diayat selanjutnya Allah juga terasa menyuruhku untuk bersegera dalam mengerjakan kebaikan-kebaikan layaknya Nabi Zakaria as yang terus meminta kepada Robbnya supaya jangan membiarkan ia hidup seorang diri, tanpa ahli waris terbaik yang mampu menegakkan panji-panji tauhid dimuka bumi.

MasyaAllah tabarokalloh, nikmat mana lagi yang aku dustakan, nikmat tertinggi yang namanya kesehatan itu kini telah dikembalikan, alhamdulillah.

12/01/2022

– part 2 finish
[ NAHKODA JAHIL ]

" Win, kamu bisa lihat semua bukti yang kusimpan, kamu lihat ini Win, perempuan itu nampak jelas berjalan menuju kamar 205, dan dari CCTV lorong kamar nampak jelas masmu membukakan pintu untuk pelacur itu, Mbak yakin ini bukan kali pertama Masmu melakukan perbuatan zina seperti ini , aku sudah merasa keanehan dari Masmu sudah lama, Mbak yakin ini kelakuannya yang kesekian kali ," Kakak Iparku menyodorkan smua bukti-bukti perselingkuhan masku yang tersimpan di Hp nya.

" Mbak, Ibu dimana ? Aku minta tolong ya mbak, semua yang terjadi sekarang jangan terdengar lagi ke telinga Ibu, Ibu sudah gak saatnya lagi terlibat dalam urusan ini Mbk," Pintaku ke Mb Nur supaya tetap merahasiakan serapi-rapinya dari Ibu.

"Ibu dikamar Win... ," jawab Mbak Nur dan kemudian aku duduk mendekatinya.

" Masmu sudah dua hari tidak pulang, saat pulang dia lupa meletakkan kunci Hotel Santika itu dimeja kamar yang mungkin tanpa dia sadari dan dia pergi lagi tanpa ada sapa apapun ke kami. Sore kemaren Mbak langsung pergi ke Hotel santika untuk meminta Informasi ke petugas disana, apa benar Mas mu menginap, dan ternyata benar Win...... ," Mb Nur menjelaskan kronoligi kejadian yang dia temukan dengan isak air mata, jejak dimana Masku melakukan kebodohannya.

" Kamu lihat ini Win, ini tissue dan rambut bekas mereka melakukan perbuatan keji di kamar 205 Santika Win, didekat kakak dia berani melakukan hal bodoh seperti ini, apa kabar selama ini saat dia keluar kota berminggu-minggu dari pulau ke pulau, dengan dalih urusan bisnis, yang jika tidak ditelfon tak pernah punya inisiatif menanyakan kabar anak-anaknya, sehat atau tidak, sudah makan atau belum, anak-anak pada ngapain ? suami dan ayah macam apa dia Win," Mb Nur masih terus menumpahkan perasaannya, dan aku memilih untuk tetap mendengarkannya.

" Feeling setiap Istri mampu merasakan keanehan prilaku suaminya Win, ini sebenarnya aib Masmu, tapi jika dia masih terus seperti ini untuk apa Mbak tutupi ? rasanya sudah cukup , sakit dan lelah , dua tahun yang lalu, Masmu mengidap sakit Genore yang cukup parah Win , setiap dia buang air kecil kesakitan seperti anak kecil yang menangis kesakitan, sudah jelas dia sudah sering berzina Win, gak mungkin enggak, Nanah Win bukan urine ," Suara Mbak Nur semakin serak.

Aku memeluk Mb Nur erat, sambil terus menguatkannya, jika dirunut kebelakang yang terjadi saat ini dalam rumah tangga masku adalah masalah komunikasi yang tidak lancar antar keduanya, menumpuk, menggunung bagai gunung es, kadang aku sendiri gedek melihat kelakuan Masku sendiri, dalam urusan bisnis dia begitu lihai dan luwesnya, tapi tidak di rumah tangganya, kali ini aku tidak banyak memberikan mas**an apapun ke Mbak Nur, karena mas**an dariku masih sama dengan apa yang pernah kusampaikannya dahulu.

Tidak semua kesalahan ada pada Mas ku, suami istri adalah pasangan yang seharusnya saling mengisi dan mengoreksi lebih dini supaya jangan menjadi bom waktu, seni dalam menahkodai kapal rumah tangga itu, kenyataanya memang tidak dimiliki oleh Mas ku. kali ini aku juga merasa lelah dengan perjalanan pernikahan Mas ku dan Mbak Nur, sepertinya butuh pukulan telak dari Allah supaya Mas ku menjadi lelaki yang sepenuhnya bertanggung jawab pada diri dan keluarganya, ya dia lelaki bukan banci, mau dibawa kemana anak-anaknya jika figur ayahnya yang nampak indah tapi sesungguhnya hancur lebur, keteladanan tak pernah dia berikan untuk anak-anaknya.

" Mbak Nur, mulai malam ini Wina akan bawa Ibu tinggal sama Wina mbak, aku khawatir kesehatan Ibu terganggu jika mendengar Mb Nur ribut sama Mas Rudi terus, tadi pas Mas Rudi keluar, Wina sudah sampaikan, biar Wina yang menyampaikan alasannya ke Ibu..,"

" Maafkan Mbak ya Win, seharusnya ini gak terjadi, disinipun juga InsyaAllah Mbak masih bisa merawat Ibu lin.. ,"

" Gak papa mbak, insyaAllah ini yang terbaik buat Ibuk, Besok kita ngobrol lagi ya Mbak, sudah mulai malam, Wina harus cepet -cepet biar gak kemalaman dijalan, aku ke kamar Ibu dulu ya mbak.."
" Oke Win....Mbk siapkan baju dan obat-obatan Ibuk dulu ya....,"
Aku bergegas menuju kamar Ibu , ku ketok kencang dan ku ucapkan salam, tapi tidak dijawab oleh Ibu, ternyata pintu tidak dikunci, nampak olehku Ibu sedang sholat dalam posisi bersujud, kunanti dibelakangnya, menunggu sampai Ibu selesai, tapi entah kenapa Ibu tak kunjung bangkit dari sujudnya yang lama., tiba-tiba tubuh Ibuku tersungkur ke samping kanan, dan seketika itu aku menjerit memanggil Mbk Nur.....

" Mbak Nuuuuuuuurrrrrr....Ibuuuuk Mbaaaaaakkkkkkkkkkk !!! Kenapa Ibuk Mbak ...... " Aku menjerit histeris melihat tubuh Ibuku yang mulai kaku.

" Mbaaaak Nuur, Ibuk Meninggaal Mbaak...........," aku menangis sejadi-jadinya sambil memeluk tubuh Ibuku yang entah sejak kapan sakaratul maut menjemputnya, tiada lagi denyut nadinya..."

" Innalillahi Wainnailaihi Roojiuun, Ibuk meninggal Mbak Nuur...," kataku ke Mb Nuur.

" diatas sajadah tempat Ibuku sholat ada secarik kertas yang sepertinya Ibu tulis sendiri, saat kubaca, surat itu tertulis jelas wasiat untuk Masku....

- - - -

Rudi Anakku ...

Membunuh kejahilan adalah dengan belajar dan banyak bertanya kepada ahli ilmu, Engkau adalah anak yang sejak dahulu kami nantikan kehadiranmu, Ibadah terbaikmu adalah berusaha dengan semaksimal mungkin tidak bermaksiat kepada Allah Ta'ala dengan latihan yang panjang.

Buang Keangkuhan, kesombongan yang ada di dadamu, jika engkau ingin berhenti dari kemaksiatan maka dengan cara ibadah terus-menerus, Ibadah yang tidak engkau campur dengan kemaksiatan, Ibadah yang engkau bekali dengan Ilmu.
Ibu berharap kita sekeluarga akan berkumpul kembali di Syurganya Allah, jaga keluargamu dan adikmu Rud ...

dari Ibu....
Bandung, 10 Januari 2022

Tubuhku lemas lunglai, membaca secarik kertas tulisan Ibu, ku peluk erat tubuh Ibu yang dingin, yang masih terbalut mukena putihnya. " Ya Allah jika takdir ini mampu membuat Masku menjadi lelaki yang baik, aku ikhlas ya Allaah......peluk dia dengan hidayahMu, terimalah semua amal ibadah Ibuku ya Allah....." doaku lirih dengan hati yang remuk.

Innalillahi Wainnailaihi Roojiunm Ibu Sartika Binti Martosuwiryo.

***
Tamat

10/01/2022

– part 1
[ NAHKODA JAHIL ]

Siang terik tak menyurutkan langkahku untuk bergegas ke Mall Sultana lebih pagi untuk memastikan semua persiapan acara komunitas perempuan yang kubesut bersama bestieku, yang akan digelar siang ini dalam keadaan ready. " Yess..today is my special day with my friends , oh Allah give it smooth, because today i will talk show on stage with the number one person in this province ," Doaku lirih dalam hati.

" Hai, sepertinya kamu Wina deh, kamu Wina kan ? ini aku temanmu SMP dulu Win ! ini aku Dina Win," seorang wanita menyapaku dibelakang panggung.

" Ya Allah Dinaaa....kamu Dina ? gimana cerita bisa smpai sini, sejak kapan kamu balik ke Bandung, Din simpan nomor WA ku kita atur ketemuan yaaa, aku kangen banget, sebentar lagi aku naik stage, tonton acaraku dulu jangan kemana-mana yaa,..." pintaku

" Oke Win, sip..aku hari ini jadwal me time, anak-anak sama neneknya, agendamu kelar, kita ngopi bareng yah ! good luck aku yakin penampilanmu siang ini keren , aku yakin itu" tuturnya yang selalu menyemangatiku, dari dulu.

" Oke Din, thanks banget, kamu masih sama seperti dulu ! love you din, aku ngerasa kayak mimpi tiba-tiba jumpa kamu disini " jawabku sebelum dina meninggalkanku.

kami berpisah sementara sampai agendaku kelar, Dina melanjutkan perjalanannya shopping, tapi kenapa dia sebut anak-anaknya bersama ibunya ? kemana suaminya ? dimataku, dia sahabat yang selalu ceria yang nyaris seperti tidak punya permasalahan hidup selama ini. pinternya dia adalah, pandai menyimpan perasaannya, seperih apapun perjalanan hidupnya sejak kecil.

***

Alhamdulillah, selesai sudah acaraku bersama teman-teman siang ini semua berjalan sukses, aku bergegas membuka Whatsapp memastikan pesan masuk dari Dina, ku buka satu persatu pesan masuk dari yang paling bawah.

" Lihat ini ! Semua bukti-bukti perselingkuhan Mas mu sudah ku simpan, mau menyangkal apalagi dia ? rekaman CCTV hotel Santika sudah ku ambil, lelaki macam apa masmu itu, disaat dia mengidap GONORE apakah kalian semua tau ? menjijikkan ! dengan lihainya dia mengulangnya kembali check in dengan Lonthe murahan .....dasar lelaki biadab !," kubaca pelan pesan WA yang masuk dari kakak iparku, kutariik nafas dalam-dalam.

Rasa bahagiaku siang ini seketika runtuh membaca pesan panjang yang masuk, untuk kasus-kasus yang kesekian kali dari semua rangkaian pertikaian rumah tangga Mas ku sendiri.
" Din...kamu menungguku dimana...?" kukirimkan pesan WA ke Dina.

Kubaca balasan Dina, dia menungguku di Cheers Coffee, segera aku bergegas kesana, tak sabar ingin melepas rindu.

“ Dinaaaa…..I Miss you,” Kami berpelukan erat melepas rindu

“ MasyaAllah Din, The more mature you are, the more graceful you are, I miss you so much Din, but you look so skinny, are you okay, kamu ke Mall sendirian ? Adam gak ikut ? Sudah pesan makanan belum, kali ini aku traktir kamu Din ,” ujarku

“Ih, repot-repot sih, Alhamdulillaah aku sehat Win, selamat ya sayangku, acaramu barusan keren banget lho, aku lihat dari sini, menginspirasi semua wanita, aku salut sama kamu Win, dari dulu hingga sekarang, kamu masih concern menyuarakan Domestic Violence, aku doaian selalu, semoga kiprahmu mampu menyelamatkan banyak wanita, jadi amal sholehmu Win ,” Ujar Dina dengan nadanya yang selalu lembut dan hangat.

“ Kamu baik-baik sajakah Din ? You look so skinny ,” Tanyaku

“ Aku sudah cerai sama Mas Adam Win, sudah hampir dua tahun ini, aku baru pulih dari stress post traumaticku, aku memilih hijrah pulang ke Bandung menemani Mama, terlalu pahit perjalanan pernikahanku dengan Mas Adam Win, Dia terlalu kasar , aku lelah dengan pernikahanku, doakan semoga ada hikmah kebaikan untukku dan anak-anak, aku sudah melupakannya, aku sudah memulai lembaran baru Win, aku memohon kepada Allah, semoga aku bisa lebih sehat lahir batin, kita bahas yang lain saja yah,” jawab Dina datar.

Tanpa banyak pertanyaan lagi, aku memeluk erat Dina, dan menguatkannya atas rangkaian ujian hidupnya selama ini, semenjak lulus kuliah kami tidak lagi tinggal di satu kota yang sama, semenjak itulah kami kehilangan kontak, karena dia ikut suaminya, dan Mamanya ikut kakaknya yang ada di Banjarmasin dan rumahnya di Bandung disewakan. Dan saya sempat pindah domisli di Surabaya beberapa tahun sebelum akhirnya kembali lagi ke Bandung.

Ya, Adam yang kukenal dulu, adalah pria yang temperament, saat Dina memutuskan menikah muda dengannya, sempat terfikir semoga Dina tidak salah memilih dan memutuskan, karakter Dina yang lembut aku sangka bisa merubah tabiat Adam yang kasar, ternyata sebaliknya, penderitaan demi penderitaan yang Dina alami selama kurun waktu pernikahannya berjalan.

”Rayuan Adam meluluhkanmu kala itu Din…. seharusnya kamu tidak mengalami ini semua, tapi bagaimanapun ini adalah takdir hidup, sudah jodohmu, semoga ada keindahan setelah semua kepahitan ini berlalu,” Doaku lirih.

Bekas pukulan dipelipis matanya masih bersisa samar, bekas luka ditangannya menyisakan bekas guratan, dan Dina telah memasang dua gigi palsu,betapa menderitanya Dina menjalani kehidupannya bersama Adam selama ini, maafkan aku sahabatku, karena kurang berusaha mencari kabar keberadaanmu selama ini, kemana aku selama ini ? yang sibuk menyuarakan keadilan untuk perempuan, teman sendiri luput dari ingatan, maafkan aku Dina.

Sore itu kami berpisah di Cheers Coffee, kami pulang masing-masing dan membuat janji ketemuan minggu depan sekalian mengajak anak-anak Dina berenang ke pantai, kubawakan makanan kes**aan Ibuku untuk kubawa pulang ke rumah, Tenderloin Steak, daging khas dalam yang terletak pada bagian tengah sapi. Tenderloin jenis daging steak yang paling dicari penyuka steak dan memiliki harga yang lebih mahal dibandingkan sirloin. tekstur dari tenderloin yang sangat lembut dan lapisan lemaknya sedikit, membuat Ibuku ketagihan minta makanan mahal ini setiap sebulan sekali. Alhamdulillaah walau gigi Ibu sudah banyak copot, masih bisa menikmati makanan yang dis**ainya.

Nampak dari jauh, Mobil masku sudah terparkir didepan artinya masku sedang ada dirumah, selama setahun ini. Ibu tinggal serumah dengan masku, semoga Ibu tidak sampai terganggu kesehatannya dari semua rangkaian pertikaian rumah tangga Masku, Ibuku sudah udzur, 70 tahun sudah usianya, aku gak habis fikir dengan Masku satu ini, kenapa nalar fikirannya sedemikian rumit menjalani kehidupan, apakah ini bagian ujian hidup Ibuku ? Dilimpahkan padanya harta benda yang melimpah seakan Allah cabut cahaya dari dalam dada Masku, Istidrojj ! parah !!

” Lelaki macam apa kamu Mas, sudah mau 15 tahun kita menikah kamu masih seperti ini terus, melukaiku dan anak-anak, apa yang kamu mau, aku capek, apa kamu mau semua bukti aku buka didepan Ibu mas ? setega itu kamu mas, dugaanku kamu selingkuh selama ini benar adanya kan ? ngaku mas ! gak usah kamu tutupi, katakan ! ” Teriak Kakak iparku terdengar dari teras rumah.

” Sudah diam mulutmu, Plaak !!! Praaaaaaaang !!,”

Suara adu mulut bersahut-sahutan, disusul suara lemparan benda pecah belah yang beserak dilantai.

" Aku muaaak sama kamu !!," Teriak iparku terdengar kencang.

” Braaak !!,” masku keluar membuka pintu

”Mas, aku mau jemput Ibu, mau aku bawa tinggal bersamaku sekarang !,” Kataku saat berpapasan diteras rumah.

Tanpa jawaban apapun, dia berlalu pergi.
-----
IG : lilisrowiana/official
dilanjut lagi kalau sudah luang waktu yah 🙂

21/12/2021

ATTA'AWUN , TEMPAT HATIKU TERTAUT

Tepatnya tiga kali kesempatan saat masa gadis dulu, me time dimasjid yang adem dan menenangkan ini, selebihnya hanya lewat saja karena tidak sempat mampir karena buru-buru. dari tiga kali kehadiran ini, doa yang kupanjatkan nyaris sama. Kulangkahkan kakiku, sejenak kunikmati hembusan angin, kukitari tamannya yang indah, mengharum wangi bunga-bunganya yang bermekaran, sumber air pegunungan Cisarua yang dialirkan mengelilingi masjid ini suaranya gemericik menambah rasa syukur atas indahnya ciptaanNya, sungguh indah masjid ini.

Kusegerakan langkah kakiku , kuhamparkan sajadah, kupusatkan seluruh kesadaranku, menyadarkan diri seutuhnya sebagai makhluk yang kecil tak punya daya dan upaya yang hendak menghamba mengharap belas kasih " Ya Allah, aku mengembara dibelahan bumimu, dimanapun aku berada, sendiri bukanlah sepi, aku hanya memilikimu Ya Allah, berikanlah teman-teman yang baik, yang hanya membawaku pada kebaikan saja, berikan padaku kesehatan karena hidupku harus berarti untuk siapapun, dan tiada sesuatu apapun selain semuanya engkau takdirkan mudah dan melimpah untuk kehidupanku kini dan seterusnya, hingga akhir hayatku nanti." Kulantunkan do'a ini penuh sungguh dihadapanNya.

Mudah, mudah, mudah, itu yang selalu kutanamkan dalam keyakinanku, bahwa Allah SWT akan memudahkan semua urusan-urusanku dalam kondisi apapun. waktu terus berjalan Atta'wun selalu mengembalikan kesadaranku menjaga hati untuk terus berprasangka baik, cara terbaik agar mampu berprasangka baik kepada Allah SWT adalah berjuang sepenuhnya untuk istiqomah dalam berdoa , berdzikir atau mengingat-Nya dalam keadaan apapun, hingga suatu saat nanti kemuliaan Allah SWT curah limpahkan.

Atta'awun, menjadi saksi, segelas wedang ronde menemaniku selepas isya, semakin malam semakin dingin hembusan puncak cisarua. Kembali kuazzamkan kedalam hati sebelum kulangkahkan kaki meninggalkan halaman masjid ini. " Ya Robb , hamba yakin, Engkau maha pengasih dan Penyayang, perkenankan doa hambamu yang sering lalai ini." bisikku dalam hati.

Mobil yang kutumpangi melaju menuju penginapan, sepanjang perjalanan, hatiku masih tertaut di Attawun, Bismillaah, Ya Robb mudah, mudah , mudah, limpahi, rahmati, berkahi, husnul khotimah atau syahid sampai pada akhir episode hidupku nanti.

Want your school to be the top-listed School/college in Batam?

Click here to claim your Sponsored Listing.

Location

Category

Website

Address


Batam
29432