10/01/2022
– part 1
[ NAHKODA JAHIL ]
Siang terik tak menyurutkan langkahku untuk bergegas ke Mall Sultana lebih pagi untuk memastikan semua persiapan acara komunitas perempuan yang kubesut bersama bestieku, yang akan digelar siang ini dalam keadaan ready. " Yess..today is my special day with my friends , oh Allah give it smooth, because today i will talk show on stage with the number one person in this province ," Doaku lirih dalam hati.
" Hai, sepertinya kamu Wina deh, kamu Wina kan ? ini aku temanmu SMP dulu Win ! ini aku Dina Win," seorang wanita menyapaku dibelakang panggung.
" Ya Allah Dinaaa....kamu Dina ? gimana cerita bisa smpai sini, sejak kapan kamu balik ke Bandung, Din simpan nomor WA ku kita atur ketemuan yaaa, aku kangen banget, sebentar lagi aku naik stage, tonton acaraku dulu jangan kemana-mana yaa,..." pintaku
" Oke Win, sip..aku hari ini jadwal me time, anak-anak sama neneknya, agendamu kelar, kita ngopi bareng yah ! good luck aku yakin penampilanmu siang ini keren , aku yakin itu" tuturnya yang selalu menyemangatiku, dari dulu.
" Oke Din, thanks banget, kamu masih sama seperti dulu ! love you din, aku ngerasa kayak mimpi tiba-tiba jumpa kamu disini " jawabku sebelum dina meninggalkanku.
kami berpisah sementara sampai agendaku kelar, Dina melanjutkan perjalanannya shopping, tapi kenapa dia sebut anak-anaknya bersama ibunya ? kemana suaminya ? dimataku, dia sahabat yang selalu ceria yang nyaris seperti tidak punya permasalahan hidup selama ini. pinternya dia adalah, pandai menyimpan perasaannya, seperih apapun perjalanan hidupnya sejak kecil.
***
Alhamdulillah, selesai sudah acaraku bersama teman-teman siang ini semua berjalan sukses, aku bergegas membuka Whatsapp memastikan pesan masuk dari Dina, ku buka satu persatu pesan masuk dari yang paling bawah.
" Lihat ini ! Semua bukti-bukti perselingkuhan Mas mu sudah ku simpan, mau menyangkal apalagi dia ? rekaman CCTV hotel Santika sudah ku ambil, lelaki macam apa masmu itu, disaat dia mengidap GONORE apakah kalian semua tau ? menjijikkan ! dengan lihainya dia mengulangnya kembali check in dengan Lonthe murahan .....dasar lelaki biadab !," kubaca pelan pesan WA yang masuk dari kakak iparku, kutariik nafas dalam-dalam.
Rasa bahagiaku siang ini seketika runtuh membaca pesan panjang yang masuk, untuk kasus-kasus yang kesekian kali dari semua rangkaian pertikaian rumah tangga Mas ku sendiri.
" Din...kamu menungguku dimana...?" kukirimkan pesan WA ke Dina.
Kubaca balasan Dina, dia menungguku di Cheers Coffee, segera aku bergegas kesana, tak sabar ingin melepas rindu.
“ Dinaaaa…..I Miss you,” Kami berpelukan erat melepas rindu
“ MasyaAllah Din, The more mature you are, the more graceful you are, I miss you so much Din, but you look so skinny, are you okay, kamu ke Mall sendirian ? Adam gak ikut ? Sudah pesan makanan belum, kali ini aku traktir kamu Din ,” ujarku
“Ih, repot-repot sih, Alhamdulillaah aku sehat Win, selamat ya sayangku, acaramu barusan keren banget lho, aku lihat dari sini, menginspirasi semua wanita, aku salut sama kamu Win, dari dulu hingga sekarang, kamu masih concern menyuarakan Domestic Violence, aku doaian selalu, semoga kiprahmu mampu menyelamatkan banyak wanita, jadi amal sholehmu Win ,” Ujar Dina dengan nadanya yang selalu lembut dan hangat.
“ Kamu baik-baik sajakah Din ? You look so skinny ,” Tanyaku
“ Aku sudah cerai sama Mas Adam Win, sudah hampir dua tahun ini, aku baru pulih dari stress post traumaticku, aku memilih hijrah pulang ke Bandung menemani Mama, terlalu pahit perjalanan pernikahanku dengan Mas Adam Win, Dia terlalu kasar , aku lelah dengan pernikahanku, doakan semoga ada hikmah kebaikan untukku dan anak-anak, aku sudah melupakannya, aku sudah memulai lembaran baru Win, aku memohon kepada Allah, semoga aku bisa lebih sehat lahir batin, kita bahas yang lain saja yah,” jawab Dina datar.
Tanpa banyak pertanyaan lagi, aku memeluk erat Dina, dan menguatkannya atas rangkaian ujian hidupnya selama ini, semenjak lulus kuliah kami tidak lagi tinggal di satu kota yang sama, semenjak itulah kami kehilangan kontak, karena dia ikut suaminya, dan Mamanya ikut kakaknya yang ada di Banjarmasin dan rumahnya di Bandung disewakan. Dan saya sempat pindah domisli di Surabaya beberapa tahun sebelum akhirnya kembali lagi ke Bandung.
Ya, Adam yang kukenal dulu, adalah pria yang temperament, saat Dina memutuskan menikah muda dengannya, sempat terfikir semoga Dina tidak salah memilih dan memutuskan, karakter Dina yang lembut aku sangka bisa merubah tabiat Adam yang kasar, ternyata sebaliknya, penderitaan demi penderitaan yang Dina alami selama kurun waktu pernikahannya berjalan.
”Rayuan Adam meluluhkanmu kala itu Din…. seharusnya kamu tidak mengalami ini semua, tapi bagaimanapun ini adalah takdir hidup, sudah jodohmu, semoga ada keindahan setelah semua kepahitan ini berlalu,” Doaku lirih.
Bekas pukulan dipelipis matanya masih bersisa samar, bekas luka ditangannya menyisakan bekas guratan, dan Dina telah memasang dua gigi palsu,betapa menderitanya Dina menjalani kehidupannya bersama Adam selama ini, maafkan aku sahabatku, karena kurang berusaha mencari kabar keberadaanmu selama ini, kemana aku selama ini ? yang sibuk menyuarakan keadilan untuk perempuan, teman sendiri luput dari ingatan, maafkan aku Dina.
Sore itu kami berpisah di Cheers Coffee, kami pulang masing-masing dan membuat janji ketemuan minggu depan sekalian mengajak anak-anak Dina berenang ke pantai, kubawakan makanan kes**aan Ibuku untuk kubawa pulang ke rumah, Tenderloin Steak, daging khas dalam yang terletak pada bagian tengah sapi. Tenderloin jenis daging steak yang paling dicari penyuka steak dan memiliki harga yang lebih mahal dibandingkan sirloin. tekstur dari tenderloin yang sangat lembut dan lapisan lemaknya sedikit, membuat Ibuku ketagihan minta makanan mahal ini setiap sebulan sekali. Alhamdulillaah walau gigi Ibu sudah banyak copot, masih bisa menikmati makanan yang dis**ainya.
Nampak dari jauh, Mobil masku sudah terparkir didepan artinya masku sedang ada dirumah, selama setahun ini. Ibu tinggal serumah dengan masku, semoga Ibu tidak sampai terganggu kesehatannya dari semua rangkaian pertikaian rumah tangga Masku, Ibuku sudah udzur, 70 tahun sudah usianya, aku gak habis fikir dengan Masku satu ini, kenapa nalar fikirannya sedemikian rumit menjalani kehidupan, apakah ini bagian ujian hidup Ibuku ? Dilimpahkan padanya harta benda yang melimpah seakan Allah cabut cahaya dari dalam dada Masku, Istidrojj ! parah !!
” Lelaki macam apa kamu Mas, sudah mau 15 tahun kita menikah kamu masih seperti ini terus, melukaiku dan anak-anak, apa yang kamu mau, aku capek, apa kamu mau semua bukti aku buka didepan Ibu mas ? setega itu kamu mas, dugaanku kamu selingkuh selama ini benar adanya kan ? ngaku mas ! gak usah kamu tutupi, katakan ! ” Teriak Kakak iparku terdengar dari teras rumah.
” Sudah diam mulutmu, Plaak !!! Praaaaaaaang !!,”
Suara adu mulut bersahut-sahutan, disusul suara lemparan benda pecah belah yang beserak dilantai.
" Aku muaaak sama kamu !!," Teriak iparku terdengar kencang.
” Braaak !!,” masku keluar membuka pintu
”Mas, aku mau jemput Ibu, mau aku bawa tinggal bersamaku sekarang !,” Kataku saat berpapasan diteras rumah.
Tanpa jawaban apapun, dia berlalu pergi.
-----
IG : lilisrowiana/official
dilanjut lagi kalau sudah luang waktu yah 🙂