17/11/2022
Jika engkau tidak memiliki amal jariyah setelah kematian mu, Maka pastikan bahwa engkau juga tidak memiliki dosa jariyah setelah kematian mu.
Sebab betapa menyedihkannya nasib kita jika nafas telah berhenti yg harusnya dosa-dosa jg ikut berhenti, namun justru kita tetap terus menerus mendapatkan kucuran dosa.
Dari Jarir bin Abdillah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
مَنْ سَنَّ فِي الْإِسْلَامِ سُنَّةً سَيِّئَةً، كَانَ عَلَيْهِ وِزْرُهَا وَوِزْرُ مَنْ عَمِلَ بِهَا مِنْ بَعْدِهِ، مِنْ غَيْرِ أَنْ يَنْقُصَ مِنْ أَوْزَارِهِمْ شَيْء
“Siapa yang mempelopori satu kebiasaan yang buruk dalam islam, maka dia mendapatkan dosa keburukan itu, dan dosa setiap orang yang melakukan keburukan itu karena ulahnya, tanpa dikurangi sedikitpun dosa mereka.” (HR. Muslim).
Maka kita bisa bayangkan, orang yg pertama kali upload fotonya di sosial media atau internet tanpa menutup auratnya, dimana ia menampak kulit mulusnya, belahan pahanya, tonjolan dadanya, lekuk tubuhnya, mengenakan pakai ketat, tipis, joged-joged, kemudian ia meninggal dan kebiasaan itu ditiru banyak orang, maka dia juga akan mendapatkan kucuran dosa semua orang yang menirunya, tanpa dikurangi sedikitpun.
Belum lagi di tambah dengan dosa orang2 yg nonton atau melihatnya, dan dengan sebab itu dia menjadi tergoda, sehingga ia melakukan onani atau zina atau bahkan memperkosa, maka orang yg upload foto atau video itu akan terus mendapat kucuran dosa dari semua maksiat yg ditimbulkan meskipun ia telah meninggal.
Demikian p**a orang2 yg menunjukkan kesesatan atau melakukan kesesatan, seperti mengajarkan masyarakat untuk melakukan kesyirikan dan bid’ah, mendirikan aliran sesat, membangun pabrik miras, tempat karaoke, tukang provokasi, adu domba, fitnah, menunjukkan tempat lokalisasi, diskotik, narkoba, maka mereka akan terus mendapatkan dosanya, selama orang2 masih mengikutinya.
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
مَنْ دَعَا إِلَى ضَلَالَةٍ، كَانَ عَلَيْهِ مِنَ الْإِثْمِ مِثْلُ آثَامِ مَنْ تَبِعَهُ، لَا يَنْقُصُ ذَلِكَ مِنْ آثَامِهِمْ شَيْئًا
“Siapa yang mengajak kepada kesesatan, dia mendapatkan dosa, seperti dosa orang yang