09/09/2026
Pembelajaran untuk suami istri dalam pernikahan.
Kejadian 3:17-19 Lalu firman-Nya kepada manusia itu: "Karena engkau mendengarkan perkataan isterimu dan memakan dari buah pohon, yang telah Kuperintahkan kepadamu: Jangan makan dari padanya, maka terkutuklah tanah karena engkau; dengan bersusah payah engkau akan mencari rezekimu dari tanah seumur hidupmu:
semak duri dan rumput duri yang akan dihasilkannya bagimu, dan tumbuh-tumbuhan di padang akan menjadi makananmu;
dengan berpeluh engkau akan mencari makananmu, sampai engkau kembali lagi menjadi tanah, karena dari situlah engkau diambil; sebab engkau debu dan engkau akan kembali menjadi debu."
Adam di kutuk jadi susah payah dan berpeluh untuk mencari nafkah. Mengapa demikian? Bermula karena kesalahan adam sendiri.adam sledor ga punya prinsip.dengan kan nasehat istri yang salah.
Pembelajaran dari kasus ini.
Pertama bagi kaum adam
-harus menjadi pembuat keputusan.
Sebab itu berdoa dulu sebelum buat keputusan,bangun relasi dengan Tuhan,maka Roh kudus akan tuntun.
-suami juga harus menghargai istri diskusi untuk segala sesuatu dan berdua datang pada Tuhan berdoa untuk setiap perencanaan.
-suami yang memimpin bukan istri yang memimpin.
Istri yang tunduk pada suami, tidak takut ancaman.Taat saja!
1 Petrus 3:1-7 Demikian juga kamu, hai isteri-isteri, tunduklah kepada suamimu, supaya jika ada di antara mereka yang tidak taat kepada Firman, mereka juga tanpa perkataan dimenangkan oleh kelakuan isterinya,
jika mereka melihat, bagaimana murni dan salehnya hidup isteri mereka itu.
Perhiasanmu janganlah secara lahiriah, yaitu dengan mengepang-ngepang rambut, memakai perhiasan emas atau dengan mengenakan pakaian yang indah-indah,
tetapi perhiasanmu ialah manusia batiniah yang tersembunyi dengan perhiasan yang tidak binasa yang berasal dari roh yang lemah lembut dan tenteram, yang sangat berharga di mata Allah.
Sebab demikianlah caranya perempuan-perempuan kudus dahulu berdandan, yaitu perempuan-perempuan yang menaruh pengharapannya kepada Allah; mereka tunduk kepada suaminya,
sama seperti Sara taat kepada Abraham dan menamai dia tuannya. Dan kamu adalah anak-anaknya, jika kamu berbuat baik dan tidak takut akan ancaman.