06/08/2026
*Hari Belajar Guru SMP Negeri 28 Bulukumba Bahas Implementasi Pembelajaran Mendalam*
Bulukumba – SMP Negeri 28 Bulukumba kembali melaksanakan kegiatan Hari Belajar Guru (HBG) sebagai wadah penguatan kompetensi pendidik dalam mengimplementasikan Pembelajaran Mendalam (PM). Kegiatan ini menghadirkan Ryan Dani Saputra, S.Pd. sebagai pemateri yang menyampaikan konsep, prinsip, serta strategi penerapan Pembelajaran Mendalam dalam proses pembelajaran di kelas.
Dalam pemaparannya, Ryan Dani Saputra mengawali materi dengan mengajak peserta melakukan refleksi melalui sebuah pertanyaan, "Mengapa ada peserta didik yang hadir di kelas, tetapi jiwanya tidak berada di dalam kelas?" Menurutnya, kondisi tersebut dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, baik yang berasal dari diri peserta didik maupun dari strategi pembelajaran yang diterapkan oleh guru. Oleh karena itu, guru dituntut mampu menciptakan pembelajaran yang menarik, relevan, dan bermakna sehingga peserta didik terlibat secara utuh dalam proses belajar.
Pembelajaran Mendalam didefinisikan sebagai pendekatan pembelajaran yang mendorong peserta didik untuk memahami konsep secara utuh, berpikir kritis, memecahkan masalah, serta mampu mengaitkan pengetahuan yang diperoleh dengan kehidupan sehari-hari. Dengan demikian, pembelajaran tidak hanya berorientasi pada penguasaan materi, tetapi juga pada pembentukan karakter dan kompetensi peserta didik.
Ryan Dani Saputra juga menekankan pentingnya nilai memuliakan sebagai landasan utama dalam Pembelajaran Mendalam. Guru diharapkan mampu memuliakan setiap peserta didik dengan menghargai potensi, karakteristik, dan kebutuhan belajarnya sehingga tercipta lingkungan belajar yang aman, nyaman, inklusif, dan menyenangkan.
Peserta kegiatan memperoleh penguatan mengenai pentingnya membangun pembelajar aktif, yaitu peserta didik yang terlibat secara penuh dalam proses pembelajaran, mampu menghubungkan materi dengan pengalaman nyata, serta belajar dalam suasana yang positif dan kolaboratif.
Selain itu, Pembelajaran Mendalam diarahkan untuk mengembangkan potensi peserta didik secara menyeluruh melalui empat dimensi utama, yaitu olah pikir, olah hati, olah rasa, dan olah raga, sebagai