25/04/2017
KEUTAMAAN BASMALAH, HAMDALAH, DAN SELAWAT ; SEBUAH PIRANTI MENUJU KEBERKATAN
Pada sesi kali ini, kita akan mulai masuk pada wejangan awal (pembuka) Syekh Mahfuzh dalam penjelasan beliau terkait Manzhumah ilmu Astar karya Imam asy-Syayuthi.
Sebagaimana lumrahnya, bagian Muqaddimah (pendahuluan) dari berbagai kitab yang ditulis tidak terlepas dari tiga pembahasan, yaitu Basmalah, Hamdalah dan Selawat kepada Nabi Muhammad Saw. Begitu juga dengan pembahasan kita kali ini. 5 bait awal yang diuraikan Syekh Mahfuzh dari Manzhumah mencakup ketiga pembahasan tersebut.
Namun, sebelum masuk lebih jauh pada ketiga poin besar diatas, ada satu pertanyaan yang perlu kita ajukan (paling tidak, pertanyaan ini) sebagai landasan awal pada pembahasan kita pada kali ini.
Apa Fadhilah/keutamaan Basmalah, Hamdalah, dan Selawat kepada Nabi Muhammad Saw, sehingga selalu ditulis pada setiap awal kitab, dan disebut pada awal pembicaraan berdasarkan Hadith-Hadith Nabi Muhammad Saw?
***
(BASMALAH)
بسم الله الرحمن الرحيم
Lafazh بسم الله الرحمن الرحيم yang ditulis oleh Syekh Jalaluddin dalam Manzhumahnya dijelaskan secara terperinci oleh Syekh Mahfuzh dari kata perkata, bahkan hingga makna lafazh Jalalah yang beliau maksudkan dengan makna المعبود الواجب الوجود (Zat Yang Disembah Yang Wajib Ada).
Lafazh Basmalah menurut Syekh Mahfuzh mempunyai banyak keutamaan. Diantarannya, ia merupakan salah satu nama dari nama-nama Allah SWT. Pendapat ini beliau dasarkan kepada sebuah Hadith dari Sayyidina Utsman bin Affan yang bertanya kepada Rasulullah tentang بسم الله الرحمن الرحيم? Lantas Rasul menjawab : salah satu nama dari nama-nama Allah SWT. (al-Hadith).
الرحمن الرحيم
Lafazh الرحمن الرحيم yang merupakan salah satu penggelan kata dari Basmalah mempunyai banyak pemaknaan. Diantaranya الرحمن dengan Yang Maha Rahmat (رحمة) dan الرحيم dengan makna Yang Lemah Lembut (الرفيق). Namun dengan mengutip pendapat al-Azrami, lafazh الرحمن lebih bermakna umum, yaitu Yang Maha Rahmat bagi keseluruhan makhluk dan lafazh الرحيم lebih bermakna khusus, yaitu hanya bagi yang beriman.
Secara global, begitulah makna lafazh بسم الله الرحمن الرحيم yang dapat kita kutip dari pemaparan Syekh Mahfuz. Namun, sebelum mengakhiri pembahasan tentang pembahasan Basmalah ini, Syekh Mahfuz juga tidak lupa membahasnya melalui piranti ilmu lain. Diantaranya dari sudut pandang ilmu sastra Arab (Balaghah).
Susunan kata الرحمن الرحيم lanjut Syekh Mahfuz menjelaskan merupakan susunan kalimat yang bersastra tinggi. Sebab, susunan 2 kata ini mewakili makna yang cukup luas bahwa Rahmat Allah SWT lebih dahulu dari pada marahNYA.
(HAMDALAH)
الحمد لله رب العالمين
Pada pembahasan ini, Syekh Mahfuz tidak banyak menyinggung masalah perdebatan makna kata حمد (HAMADA). Menurut beliau, Pujian (حمد) tersebut adalah perbuatan yang mengisyaratkan (memberitahukan) dari membesarkan Orang yang memberi nikmat karena nikmat yang ia berikan. Defenisi ini berlandaskan kepada uruf/adat.
Banyak sekali Hadith Nabi Muhammad Saw yang menjelaskan keutamaan Hamdalah. Diantaranya : الحمد رأس الشكر ما شكر الله عبد لا يحمده (Pujian itu adalah kepala syukur. Hamba yang tidak memuji Allah Ta'ala bukanlah termasuk hamba yang bersyukur).
(SELAWAT KEPADA NABI MUHAMMAD SAW)
Mengikuti susunan yang terdapat dalam Manzhumah, penjabaran tentang Selawat dijelaskan oleh Syekh Mahfuzh setelah BASMALAH dan HAMDALAH.
Dalam bahasa Arab, kata الصلاة bermakna رحمة مقرونة بالتعظيم ( rahmat yang disertai dengan pembesaran).
Berdasarkan Hadith Nabi Muhammad Saw banyak sekali keutamaan yang akan didapatkan dalam selawat. Diantaranya Hadith yang menjelaskan bahwa Barang Siapa yang berselawat kepada ku pada satu kitab, niscaya Malaikat senantiasa berselawat kepadanya selama namaku masih terdapat dalam kitab tersebut (al-Hadith).
Dari uraian singkat dan global di atas jelas bagi kita bahwa begitu banyak fadhilah(keutamaan) yang terdapat dalam bacaan Basmalah, Hamdalah dan Selawat kepada Nabi Muhammad Saw yang tertera dalam Hadith-Hadith Rasul Saw. Semoga kita termasuk kedalam bagian hamba yang meraih keutamaan-keutamaan tersebut. Amiin.
Manzhumah Ilmu Atsar yang disusun oleh Imam asy-Syayuthi ini terdiri dari 1000 bait. Hal ini sebagaimana yang beliau isyaratkan dengan bait : وهذه ألفية تحكي الدرر # منظومة ضمنتها علم الأثر
Namun pada akhir kitab Manhaj Zhawi an-nazhar ini terdapat satu tulisan khusus yang membicarakan jumlah dari Syiir Manzhumah karya Syayuthi ini. Dalam tulisan tersebut dijelaskan bahwa jumlah bait syiir Manzhumah adalah kurang dari 1000 bait, tepatnya berjumlah 980 bait.
Wallahualam...
Selasa, 25 -04 - 2017. RSUP DR. M. DJAMIL PADANG.