Surau Buya Amran

Surau Buya Amran Contact information, map and directions, contact form, opening hours, services, ratings, photos, videos and announcements from Surau Buya Amran, Education Website, Baso.

KEUTAMAAN BASMALAH, HAMDALAH, DAN SELAWAT ; SEBUAH PIRANTI MENUJU KEBERKATANPada sesi kali ini, kita akan mulai masuk pa...
25/04/2017

KEUTAMAAN BASMALAH, HAMDALAH, DAN SELAWAT ; SEBUAH PIRANTI MENUJU KEBERKATAN

Pada sesi kali ini, kita akan mulai masuk pada wejangan awal (pembuka) Syekh Mahfuzh dalam penjelasan beliau terkait Manzhumah ilmu Astar karya Imam asy-Syayuthi.

Sebagaimana lumrahnya, bagian Muqaddimah (pendahuluan) dari berbagai kitab yang ditulis tidak terlepas dari tiga pembahasan, yaitu Basmalah, Hamdalah dan Selawat kepada Nabi Muhammad Saw. Begitu juga dengan pembahasan kita kali ini. 5 bait awal yang diuraikan Syekh Mahfuzh dari Manzhumah mencakup ketiga pembahasan tersebut.

Namun, sebelum masuk lebih jauh pada ketiga poin besar diatas, ada satu pertanyaan yang perlu kita ajukan (paling tidak, pertanyaan ini) sebagai landasan awal pada pembahasan kita pada kali ini.

Apa Fadhilah/keutamaan Basmalah, Hamdalah, dan Selawat kepada Nabi Muhammad Saw, sehingga selalu ditulis pada setiap awal kitab, dan disebut pada awal pembicaraan berdasarkan Hadith-Hadith Nabi Muhammad Saw?

***
(BASMALAH)
بسم الله الرحمن الرحيم

Lafazh بسم الله الرحمن الرحيم yang ditulis oleh Syekh Jalaluddin dalam Manzhumahnya dijelaskan secara terperinci oleh Syekh Mahfuzh dari kata perkata, bahkan hingga makna lafazh Jalalah yang beliau maksudkan dengan makna المعبود الواجب الوجود (Zat Yang Disembah Yang Wajib Ada).

Lafazh Basmalah menurut Syekh Mahfuzh mempunyai banyak keutamaan. Diantarannya, ia merupakan salah satu nama dari nama-nama Allah SWT. Pendapat ini beliau dasarkan kepada sebuah Hadith dari Sayyidina Utsman bin Affan yang bertanya kepada Rasulullah tentang بسم الله الرحمن الرحيم? Lantas Rasul menjawab : salah satu nama dari nama-nama Allah SWT. (al-Hadith).

الرحمن الرحيم
Lafazh الرحمن الرحيم yang merupakan salah satu penggelan kata dari Basmalah mempunyai banyak pemaknaan. Diantaranya الرحمن dengan Yang Maha Rahmat (رحمة) dan الرحيم dengan makna Yang Lemah Lembut (الرفيق). Namun dengan mengutip pendapat al-Azrami, lafazh الرحمن lebih bermakna umum, yaitu Yang Maha Rahmat bagi keseluruhan makhluk dan lafazh الرحيم lebih bermakna khusus, yaitu hanya bagi yang beriman.

Secara global, begitulah makna lafazh بسم الله الرحمن الرحيم yang dapat kita kutip dari pemaparan Syekh Mahfuz. Namun, sebelum mengakhiri pembahasan tentang pembahasan Basmalah ini, Syekh Mahfuz juga tidak lupa membahasnya melalui piranti ilmu lain. Diantaranya dari sudut pandang ilmu sastra Arab (Balaghah).

Susunan kata الرحمن الرحيم lanjut Syekh Mahfuz menjelaskan merupakan susunan kalimat yang bersastra tinggi. Sebab, susunan 2 kata ini mewakili makna yang cukup luas bahwa Rahmat Allah SWT lebih dahulu dari pada marahNYA.

(HAMDALAH)
الحمد لله رب العالمين

Pada pembahasan ini, Syekh Mahfuz tidak banyak menyinggung masalah perdebatan makna kata حمد (HAMADA). Menurut beliau, Pujian (حمد) tersebut adalah perbuatan yang mengisyaratkan (memberitahukan) dari membesarkan Orang yang memberi nikmat karena nikmat yang ia berikan. Defenisi ini berlandaskan kepada uruf/adat.

Banyak sekali Hadith Nabi Muhammad Saw yang menjelaskan keutamaan Hamdalah. Diantaranya : الحمد رأس الشكر ما شكر الله عبد لا يحمده (Pujian itu adalah kepala syukur. Hamba yang tidak memuji Allah Ta'ala bukanlah termasuk hamba yang bersyukur).

(SELAWAT KEPADA NABI MUHAMMAD SAW)

Mengikuti susunan yang terdapat dalam Manzhumah, penjabaran tentang Selawat dijelaskan oleh Syekh Mahfuzh setelah BASMALAH dan HAMDALAH.

Dalam bahasa Arab, kata الصلاة bermakna رحمة مقرونة بالتعظيم ( rahmat yang disertai dengan pembesaran).

Berdasarkan Hadith Nabi Muhammad Saw banyak sekali keutamaan yang akan didapatkan dalam selawat. Diantaranya Hadith yang menjelaskan bahwa Barang Siapa yang berselawat kepada ku pada satu kitab, niscaya Malaikat senantiasa berselawat kepadanya selama namaku masih terdapat dalam kitab tersebut (al-Hadith).

Dari uraian singkat dan global di atas jelas bagi kita bahwa begitu banyak fadhilah(keutamaan) yang terdapat dalam bacaan Basmalah, Hamdalah dan Selawat kepada Nabi Muhammad Saw yang tertera dalam Hadith-Hadith Rasul Saw. Semoga kita termasuk kedalam bagian hamba yang meraih keutamaan-keutamaan tersebut. Amiin.

Manzhumah Ilmu Atsar yang disusun oleh Imam asy-Syayuthi ini terdiri dari 1000 bait. Hal ini sebagaimana yang beliau isyaratkan dengan bait : وهذه ألفية تحكي الدرر # منظومة ضمنتها علم الأثر

Namun pada akhir kitab Manhaj Zhawi an-nazhar ini terdapat satu tulisan khusus yang membicarakan jumlah dari Syiir Manzhumah karya Syayuthi ini. Dalam tulisan tersebut dijelaskan bahwa jumlah bait syiir Manzhumah adalah kurang dari 1000 bait, tepatnya berjumlah 980 bait.

Wallahualam...

Selasa, 25 -04 - 2017. RSUP DR. M. DJAMIL PADANG.

  1 [ Sebuah Pengantar ]" Langkah menelusuri pemahaman Syekh Muhammad Mahfuz at-Termasi dalam MANHAJnya"Nusantara. Sebua...
21/04/2017

1 [ Sebuah Pengantar ]

" Langkah menelusuri pemahaman Syekh Muhammad Mahfuz at-Termasi dalam MANHAJnya"

Nusantara. Sebuah kata yang mewakili ribuan pulau yang terbentang luas ini memang memiliki banyak kekhasan. Ia sering diperbincangkan dari berbagai sisi, termasuk para tokoh yang sempat mengharumkannya ke berbagai penjuru dunia.

Sebut saja salah satunya adalah Syekh Muhammad Mahfuz bin Abdullah at-Termasi. Salah seorang ulama yang menjadi salah satu induk (kepala) sanad yang menghubungkan silsilah keilmuan santri Nusantara dengan para ulama besar keturunan Arab, Persi, Hindia, dan Eropa.

Syekh Mahfuz, atau yang biasa dikenal dengan panggilan Syekh Mahfuz Termas, bernama lengkap Muhammad Mahfuz bin Abdullah bin Ahmad at-Termasi. Lahir dari rahim seorang ibu bersuku Jawa yang berdiam di kampung Termas pada 12 Jumadil Ula 1285 H/31 Agustus 1868 M. Dan wafat di Mekah pada tahun 1 Rajab 1338 H/30 Mei 1920 M.

Semenjak kecil, Syekh Muhammad Mahfuz telah terbiasa dengan lingkungan yang serba agamis Islamis dan kebudayaan ala santri Nusantara. Dalam rentang waktu yang cukup lama, beliau berguru dengan beberapa ulama besar tanah Jawa akan berbagai bidang pengetahuan. Terkhusus, yang berhubungan dengan ilmu Fiqh dasar dan menghafal al-Quran.

Perjalan Syekh Mahfuz menuntut ilmu di tanah Jawa berakhir hingga beliau dipanggil oleh sang ayah, Syekh Abdullah, untuk berangkat ke Mekah guna memperdalam ilmu agama lebih lanjut dengan para ulama besar Mekah. Pada tahun 1291, beliau pun memenuhi panggilan sang ayah dan menetap beberapa waktu di Mekah.

Namun, beberapa waktu setelah itu, Syekh Mahfuz kembali pulang ke tanah Jawa, walaupun pada akhirnya beliau juga kembali rihlah (berangkat) ke Mekah pada kali yang ke dua.

Selain gigih mencari sumber ilmu agama dengan menghadiri majlis-majlis ilmu, sosok Syekh Mahfuz juga dikenal sebagai ulama yang produktif dalam berkarya. Salah satu sisi kelebihan yang dimiliki Syekh Mahfuzh dalam dunia pendidikan dan dalam mengembangkan ilmu pengetahuan.

Hingga saat ini, karya tulis Syekh Muhammad Mahfuz masih sering dikaji dan diajari oleh para penuntut ilmu agama hampir di seluruh dunia. Apalagi, bagi mereka yang sedang mendalami ilmu Musthalah Hadith. Tentu, mereka tidak asing lagi dengan buah-buah pemikiran Syekh Mahfuz, terlebih yang terdapat dalam kitab Manhaj Zhawi an-Nazhar tentang segelumit ilmu-ilmu Hadith.

***

Sebagai santri sekaligus anak seketurunan asli Nusantara, kehadiran Syekh Mahfuz dalam dunia pengetahuan, apalagi dalam bidang Ilmu Hadith tentu membuat kita bangga dan patut untuk mensyukurinya. Kenapa tidak? Jarang dan sangat sulit sosok seperti beliau ditemukan. Sosok yang aktif dalam menimba ilmu pengetahuan dan produktif dalam mengembangkannya dengan karya tulisan.

Maka oleh karena itu, dalam tulisan kali ini, dan In Sya Allah akan dilanjutkan dengan tulisan-tulisan berikutnya, kita akan mencoba kembali menelisiri mutiara-mutiara pengetahuan syekh Muhammad Mahfuzh khusus dalam bidang ilmu Hadith, guna menghidupkan kembali ruh -ruh makna yang tersimpan di dalam goresan tinta Syekh Mahfuzh.

Supaya tujuan dan maksud dari pembicaraan kita lebih fokus dan tepat sasaran, maka kita akan memilih salah satu karya Syekh Mahfuz yang sering diperbincangkan, yaitu kitab MANHAJ ZHAWI AN-NAZHAR FI SYARAH MANZHUMAH ILMI ASTAR.

Sesuai dengan namanya, kitab ini merupakan syarah (penjelasan lebih luas) dari bait-bait syi'ir yang disusun oleh Syekh Jalaluddin asy-Syayuthi tentang ilmu Hadith. Dengan bahasa yang simpel dan mudah dipahami, Syekh Mahfuz mencoba menguraikan makna-makna yang tersimpan dalam susunan bait yang lebih kurang berjumlah 1000 bait tersebut.

Bagaimana rasa cita wejangan Syekh Mahfuz? Nanti, bersama-sama akan kita nikmati semua. Sabaaarr.

Sebelum mengakhiri tulisan ini, ada satu hal penting yang perlu kita cermati pada Muqaddimah Kitab Manhaj dan nikmati bersama, yaitu silsilah sanad Manzhumah Ilmu Astar yang diterima oleh Syekh Mahfuz hingga Syekh Jalaluddin asy-Syayuthi.

Silsilah tersebut diterima Syekh Mahfuzh melalui 2 jalur sanad, pertama dari Syekh Abu Bakar bin Muhammad Syatha al-Makky dan kedua dari Muhammad Amin bin Ahmad al-Madani. Kedua jalur ini bertemu (diterima dari ) pada Syekh Syamsyu Muhammad bin Salim al-Hafani.

Berikut untaian sanadnya :
Syekh Mahfuzh menerima (1) dari Syekh Abi Bakar bin Muhammad Syatha dari Syekh Ahmad bin Zaini Dahlan dari Syekh Ustman bin Hasan ad-Dhimyathi dari Syekh Abdullah bin Hijazi asy-Syarqawi dari Syamsyu Muhammad bin Salim al-Hafani. Dan (2) dari Muhammad Amin bin Ahmad al-Madani dari Syekh Abdul Hamid asy-Syarwani dari Syekh Ibrahim al-Bajuri dari Syekh Syarqawi dari al-Hafani dari Syekh Muhammad bin Muhammad al-Badiri dari Ali bin Ali asy-Syabramilisy dari Ali al-Halaby dari Nur az-Ziyady dari Sayyid Yusuf al-Armiyuny dari Syekh Jalaluddin asy-Syayuthi.

Jumat, 21-04-2017. RS M. Djamil Padang.

 ~IRAB MAHALLI~DESKRIPSI MASALAHAdalah salah satu qaidah yang umum dalam ilmu tata bahasa Arab bahwa setiap kata Isim te...
27/12/2016



~IRAB MAHALLI~

DESKRIPSI MASALAH

Adalah salah satu qaidah yang umum dalam ilmu tata bahasa Arab bahwa setiap kata Isim tergolong kepada jenis kalimat yang Murab (di'irab) dan setiap posisi Irab mempunyai tanda-tandanya sendiri, seperti Irab rafa' yang bertanda dhammah pada kata زيد dan القاضي dalam kalimat جاء زيد القاضي dan Irab Nashab yang bertanda Fathah pada kalimat : رأيت زيدا القاضي.

Lantas, bagaimana dengan kata هؤلاء pada kalimat أنظر ه‍ؤلاء dan جاء هؤلاء yang tidak berubah harkat akhirnya, walaupun kedudukan/posisi Irabnya sudah berbeda ?.

PERTANYAAN :

Apa tanda Irab kata هؤلاء pada contoh kalimat diatas?

JAWABAN :

Kata هؤلاء tidak mempunyai tanda irab sebagaimana yang ada pada kata زيد atau القاضي

PENJELASAN :

Kata هؤلاء termasuk kepada golongan Isim Dhomir. Adapun jenis Irab pada Isim Dhomir adalah Irab Mahalli, bukan Lafzhi (sprt pada kata زيد), atau Taqdiri (sprt pada kata القاضي).

Dan sebagaimana yang telah dimaklumi, Irab Mahalli merupakan irab yang hanya melihat posisi/kedudukannya saja, tanpa memerlukan adanya tanda Irab yang dizhahirkan atau yang ditaqdirkan.

REVERENSI: Mustafa al-Ghalayani, Jamiuddurus (Kairo: Dar Ibnu al-Jauzi), hal.19.

SURAU BUYA AMRAN

Gambar; salah satu halaman dalam kitab Jamiuddurus pada pembahasan 'Irab.

 SHALAT JAMAAH ; HUKUM JAMAAH DENGAN IMAM LAIN MAZHABDESKRIPSI MASALAH :Di tengah masyarakat yang multimazhab, seorang m...
25/12/2016



SHALAT JAMAAH ; HUKUM JAMAAH DENGAN IMAM LAIN MAZHAB

DESKRIPSI MASALAH :

Di tengah masyarakat yang multimazhab, seorang mahasiswa yang bermazhab Syafii hendak melaksanakan shalat zuhur berjamaah. Kebetulan, ketika itu ia sedang berada di dekat masjid yang bermazhab Hanafi. Karena takut ketinggalan jamaah, mahasiswa ini langsung menuju masjid tersebut dan bermakmum kepada Imam yang bermazhab Hanafi.

PERTANYAAN :

Apakah jamaah mahasiswa tersebur SAH?

JAWABAN :

Tidak Sah.

PENJELASAN :

Hukum tidak sah ini berlandaskan kepada salah Qaidah : Menganggap yang sunnah pada hal yang Fardhu adalah membatalkan (قصد النفليةفي الفرض مبطل). Maksudnya, jika seorang imam memiliki pemahaman berbeda dengan si makmum pada hal-hal yang fardhu, maka itu dapat membatalkan jamaah shalat.

Misalkan, Jika si makmum meyakini bahwa membaca basmalah pada al-Fatihah adalah salah satu rukun dari Shalat, sedangkan Imam tidak meyakini membaca basmalah adalah rukun Shalat, Maka shalat si Makmun batal. Walaupun sang Imam membaca basmalah dalam shalat tersebut. Sebab, basmalah bagi Imam hanyalah sunnah bukan wajib sebagaimana keyakinan si makmum.

REVERENSI : FATHUL MUIN, hal: 34.

وكذا لو كان لا يعتقد وجوب بعض الأركان أو الشروط وإن أتى بها لأنه يقصد بها النفلية وهو مبطل عندنا

SURAU BUYA AMRAN, CANDUANG.

Gambar; salah satu halaman dari kitab Fathul Muin pada bab Shalat Jama'ah.

PENGERTIAN (BER)SUCIAdalah salah satu syarat sah shalat  SUCI atau bersih dari najis dan kotoran.Bersuci secara bahasa s...
24/12/2016

PENGERTIAN (BER)SUCI

Adalah salah satu syarat sah shalat SUCI atau bersih dari najis dan kotoran.

Bersuci secara bahasa sama dengan makna bersih-bersih. Sedangkan menurut Istilah ahli Fiqh, bersuci merupakan suatu perbuatan yang dapat menghilangkan najis dan kotoran. Artinya, pengertian "Bersuci" menurut ahli Fiqh lebih khusus dari pengertian secara bahasa. Sebab, tidak semua yang "bersih" dapat dikategorikan "Suci" menurut ahli Fiqh.

Bersuci, menurut ahli Fiqh, mempunyai tiga bagian utama : Maqashid, Wasail, dan Wasail Wasail.

Adapun yang dimaksud dengan MAQASHID di sini adalah tujuan dari bersuci. Ada 4 macam dari Maqashid bersuci yaitu Wudhu, Mandi, Tayammum, dan Menghilangkan najis.

Adapun makna WASAIL bersuci adalah jalan yang ditempuh untuk bisa bersuci. Wasail bersuci ada 4 : Air, Tanah, Batu, dan Samak.

Adapun makna dari Wasail Wasail adalah jalan dari jalan sehingga kita bisa bersuci. Yaitu, bejana dan ijtihad (kesungguhan/keinginan untuk bersuci).

Referensi : Salamah Azami, Tanwirul Qulb ( Darul Ihyail Kutub al-Islami) hal. 93.

SURAU BUYA AMRAN, CANDUANG.

Gambar ; satu bagian halaman kitab Tanwirul Qulb pada bagian Fiqih.

  NAHWUKETENTUAN ISIM BILANGAN (اسم العدد)Bagi Isim bilangan, ada beberapa kaidah yang biasa digunakan. Beberapa kaidah ...
21/12/2016

NAHWU

KETENTUAN ISIM BILANGAN (اسم العدد)

Bagi Isim bilangan, ada beberapa kaidah yang biasa digunakan. Beberapa kaidah tersebut adalah sebagaimana berikut ini :

1. Jika bilangannya SATU atau DUA, maka hukumnya sama dengan Yang dibilang (المعدود). Jika Yang dibilang muzakkar, maka Isim bilangannya juga Muzakkar, seperti جاء رجل واحد. Dan jika Yang dibilang berbentuk muannats, maka Isim bilangannya juga berbentuk muannats seperti جاءت امرأة واحدة.

2. Jika bilangannya TIGA sampai SEPULUH, maka ketentuannya adalah 'dibedakan'. Artinya Jika Yang dibilang Muzakkar, maka Isim bilangannya berbentuk Muannats seperti ثلاثة رجال. Dan jika Yang dibilang berbentuk muannats, maka isim bilangannya berbentuk muzakkar seperti ثلاث نساء.

3. Kaidah nomor dua dikecualikan pada bilangan nomor SEPULUH, jika ia bergabung dengan nomor yang lain. Maka baginya harus menyesuai bentuk Yang dibilang. Ia berbentuk muzakkar jika Yang dibilang muzakkar dan Ia harus berbentuk muannats jika Yang dibilang berbentuk muannats.
seperti : ثلاثة عشر رجلا و ثلاث عشرةامرأة.

4. Jika Isim bilangan berbentuk ISIM FAIL, maka ia mesti mengikuti bentuk Yang dibilang. Ia berbentuk muzakkar jika Yang dibilang muzakkar, dan Ia berbentuk muannats jika Yang dibilang adalah berbentuk muannats. Seperti : الباب الرابع والصفحة الرابعة

5. Harkat huruf Syiin (ش) dari bilangan SEPULUH (عشر) adalah Fathah, jika Yang dibilang berbentuk muzakkar, dan berharkat sukun jika yang dibilang adalah yang berbentuk muannats.

Referensi : Jamiuddurus karya Syekh Mustafa Ghayalani, hal 11.

SURAU BUYA AMRAN, CANDUANG.

Gambar ; Kitab Jamiuddurus karya Syekh Mustafa al-Galaayani.

 Tercelanya sikap TAQLID dalam AqidahDalam pengertian singkat, Taqlid bermakna mengikut atau bermakmum kepada orang lain...
21/12/2016



Tercelanya sikap TAQLID dalam Aqidah

Dalam pengertian singkat, Taqlid bermakna mengikut atau bermakmum kepada orang lain. Artinya, seseorang dikatakan sebagai MUQALLID, jika dalam tindak perbuatannya ia mengikut dengan pendapat atau perbuatan orang lain, tanpa mengenal lebih jauh terkait apa yang ia ikuti tersebut.

Sejatinya, dalam permasalahan agama, sikap Taqlid ini memang baik, apalagi bagi orang awam yang tidak begitu paham dengan seluk beluk ajaran agama. Cuma, dalam beberapa hal sikap Taqlid ini juga tercela atau tidak baik dijadikan sebagai pegangan hidup dalam beragama. Diantarannya adalah dalam masalah Aqidah/Tauhid.

Imam an-Nawawi al-Bantani, seorang ulama Sunni terkemuka berpendapat bahwa sepatutnya bagi setiap muslim yang balig berakal untuk mengetahui Akidah-akidah dalam ajaran Islam beserta dalilnya. Akidah yang dimaksud di sini adalah Akidah 50 sebagaimana yang lebih masyhur dikenal bagi kalangan masyarakat Indonesia.

Sebab, Akidah atau keyakinan dalam beragama merupakan dasar bagi seluruh perbuatan. Jika Akidah sudah salah atau sesat, maka perbuatan pun juga akan sesat atau tidak sesuai dengan ajaran yang diturunkan oleh Sang Khaliq.

Selanjutnya, Imam Nawawi menjelaskan bahwa seorang Mukmin yang mampu untuk menuntut ilmu dalam memperkuat pemahaman Aqidahnya, tapi ia masih tetap Taqlid, maka ia termasuk kepada golongan Mukmin yang berdosa.

Semoga kita dapat memelihara Akidah yang benar sebagaimana yang dibawa oleh Rasulullah Saw. Yaitu Akidah yang mengEsakan Allah Swt dan memuliakan Utusan-Nya, Nabi Muhammad Saw. Supaya terbentuk kepribadian yang bersikap Rahmatan Lil Alamiin.

Referensi; Fathul Majid karya Syekh Nawawi Al-al-Bantani.

CANDUANG, Surau Buya Amran.

Gambar; Kitab Fathul Majid karya Syekh Nawawi al-Bantani, salah satu referensi aqidah Ahlu Sunnah Wal Jamaah.

 Buya Haji Agus Salim; sosok Ulama yang hampir terlupakan (1)Tak jarang, jika nama H. Agus Salim disebut, maka yang pert...
20/12/2016



Buya Haji Agus Salim; sosok Ulama yang hampir terlupakan (1)

Tak jarang, jika nama H. Agus Salim disebut, maka yang pertama kali diingat oleh kebanyakan kita, masyarakat Indonesia adalah seorang sosok/tokoh yang telah berjasa banyak bagi bangsa ini. Apalagi, keahliannya dalam beberapa bahasa dunia yang telah mengantarkannya untuk memperkenalkan Indonesia ke dunia luar.

H. Agus Salim, putra asli Minangkabau ini, sejatinya bukanlah hanya seorang tokoh pahlawan seperti tokoh-tokoh pahlawan yang lain. Ia memiliki kemulian dan keistimewaan yang tidak terlalu dikenal banyak orang, yaitu keahlian atau pemahaman agamanya yang amat dalam.

H. Agus Salim adalah seorang anak yang lahir dari keturunan yang mulia. Ia lahir dari keluarga yang mempunyai pemahaman agama yang kuat. Pamannya adalah seorang ulama terkenal di zamannya, bahkan hingga saat sekarang ini. Yaitu Syekh Ahmad Khatib al-Minangkabawi, seorang ulama keturunan suku Minang yang telah lama merantau dan tinggal di kota Makkah. Di Makkah, selain mengajarkan ilmu agama kepada para penuntut ilmu yang datang dari berbagai negeri, Syekh Ahmad Khatib juga mengemban amanah sebagai Imam Masjidil Haram.

H. Agus Salim dalam rihlah ilmiahnya tidak menyia-nyiakan akan keberadaan pamannya tersebut. Setelah menyelesaikan pendidikannya di Indonesia, ia menyempatkan untuk bertemu dan belajar langsung kepada pamamnya, Syekh Ahmad Khatib, di kota Mekah.

Di bawah bimbingan pamannya inilah, H. Agus Salim banyak menimba ilmu agama. Sehingga tak dapat dipungkiri bahwa H. Agus Salim termasuk salah seorang santri didikan langsung Syekh Ahmad Khatib yang alim dan paham dengan ajaran agama Islam.

Pada salah satu kesempatan, H. Agus Salim diminta untuk mengisi kuliah umum tentang ajaran Islam di Cornell University, Amerika. Pada perkuliahan tersebut, di hadapan peserta seminar yang mayoritas non Islam, H. Agus Salim memaparkan pesan-pesan yang terkandung dalam agama Islam. Sangat menakjubkan, para peserta dapat memahami agama Islam sebagai ajaran yang membawa rahmat dan rasional.

CANDUANG.

*Gambar; Buya H. Agus Salim dan Buya Sulaiman Arrasuli.

PENGERTIAN MURAKKAB DAN PEMBAHAGIANNYASecara bahasa, kata Murakkab (المركب) adalah isim maful dari ركب yang diterjemahka...
19/12/2016

PENGERTIAN MURAKKAB DAN PEMBAHAGIANNYA

Secara bahasa, kata Murakkab (المركب) adalah isim maful dari ركب yang diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia dengan kata "tersusun".

Sedangkan menurut istilah ahli Nahwu, Murakkab merupakan susunan dua kalimat atau lebih karena ada FAEDAH yang dimaksud. Cuma, faedah di sini ada yang sempurna sprt susunan kalimat جاء زيد atau tidak sempurna seperti: غلام زيد.

PEMBAHAGIANNYA

Murakkab terbagi kepada enam :

1. Murakkab Isnadi. Ialah murakkab yang membentuk sebuah isnad.
Adapun yang dikatakan dengan Isnad adalah menghukumi sesuatu dengan sesuatu (الحكم بالشيئ على الشيئ)
Contoh : زيد قائم. Artinya, dalam susunan ini ada Isnad, yaitu menghukumi si Zaid dengan Berdiri.

2. Murakkab Idhafi. Ialah susunan antara Mudhaf dan Mudhafun Ilaih.
Contoh : غلام زيد.

3. Murakkab Bayani. Ialah susunan dua kalimat yang mana kalimat kedua berlaku sebagai penjelas bagi kalimat pertama.
Murakkab Bayani ini ada pada susunan Naat dan Man'ut, Muakkid dan Muakkad, dan Badil dan Mubdal minhu.
Contoh : جاء زيد القائم نفسه أخوك.

4. Murakkab Al-Athfi. Ialah susunan antara Mathuf dan Mathuf Alaih dengan perantaraan salah satu huruf Athaf.
Contoh : جاء زيد وأخوك.

5. Murakkab Mazji. Ialah susunan dua kalimat yang telah dijadikan satu.
Contoh : سيبويه.

6. Murakkab Adadi. Ialah tiap-tiap dua bilangan yang diantara keduanya terdapat huruf athaf yang ditaqdirkan.
Contoh : أحد عشر.

Referensi : Kitab Jamiuddurus karya Syekh Musthafa al-Galayani, hal 8-10.

PPTI AT-TAQWA CANDUANG

*Gambar; Syekh Buya Amran A. Shamad, Pendiri dan guru besar PPTI AT-TAQWA CANDUANG.

Menarik
21/09/2016

Menarik

Ikutilah!!!*NGAJI* *HADIS* *ARBA'IN* *NAWAWI*Bersama *Syekh* *Hisyam* *Kamil* dari MesirHari: Senin malam SelasaTanggal:...
18/09/2016

Ikutilah!!!
*NGAJI* *HADIS* *ARBA'IN* *NAWAWI*
Bersama *Syekh* *Hisyam* *Kamil* dari Mesir

Hari: Senin malam Selasa
Tanggal: 19 September 2016
Waktu: Ba'da Isya' - selesai
Tempat: Ma'had Darus-Sunnah Ciputat

Pengajian dibuka untuk umum

Address

Baso

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Surau Buya Amran posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Shortcuts

Share