17/01/2021
Menjadi Bunda Rabbani Di Tengah Pandemi
(Bagian 1)
Oleh : Zulfa Alya
Pandemi Corona saat ini sangatlah panjang. Kita tidak tahu kapan berakhirnya.
Wabah yang sifatnya mendunia ini meluluh lantakkan berbagai sendi kehidupan. Termasuk merubah gaya hidup seluruh makluk yang ada dimuka bumi ini.
Termasuk mengubah pola asuh dan cara mendidik anak. Sehingga menuntut para orang tua untuk melakukan pola asuh dirumahnya sendiri-sendiri.
Orang tua dipaksa kembali memerankan perannya menjadi pendidik utama dan pertama. S**a atau tidak s**a. Mau atau tidak mau. Siap atau tidak siap.
Tetapi, bukankah memang itu tugas utama orang tua? Menjadi pendidik pertama dan utama bagi putra-putrinya.
Baik masa pandemi ataupun bukan. Ternyata berbagai lembaga sekolah selama ini berhasil dengan sukses mengambil alih peran ini. Sehingga banyak orang tua terlena dan terlupa tugas utama mereka ini.
Dan saat anak kembali ke orang tua untuk dididik dirumah. Orang tua gelagapan. Terkejut. Panik. Tidak siap mendidik anak-anaknya sendiri dirumah.
Padahal tugas orang tua yang utama adalah pendidik pertama dan utama bagi putra-putrinya.
Sebagaimana hadist Rasulullah :
"Kalian semua adalah pemimpin. Dan kalian semua akan diminta pertanggungjawaban atas apa yang dipimpinya. Seorang suami adalah pemimpin dirumah tangganya dan dia bertanggung jawab atas apa yang dipimpinnya.
Seorang wanita (ibu) adalah pemimpin di rumah suaminya dan anak-anaknya, dan dia bertanggungjawab atas apa yang dipimpinnya. (Muttafaq 'alaih).
Hadist di atas mengatur peran ayah dan ibu dalam keluarga. Ayah sebagai pemimpin keluarga dan ibu sebagai pengatur (manager) rumah tangga. Ibu juga memiliki peran yang penting dan strategis dalam pendidikan anak dirumah.
Sehingga seharusnya ayah ibu tidak gagap, ragu, panik ketika mendidik anak-anak dirumah dimasa pandemi.🥰
-Diina