Yayasan Al-Ittihad Barabai Kal-sel

Yayasan Al-Ittihad Barabai Kal-sel Yayasan Al Ittihad Barabai Kalimantan Selatan didirikan pada tahun 1994. Semoga istiqamah.

05/05/2024

Bila ada pihak yang mengatas namakan yayasan Al Ittihad Barabai minta sumbangan atau lainnya, mohon konfirmasi terlebih dahulu.

Isi kedua buku ini berpedoman kepada sumber yang sama, kitab Syajaratul Arsyadiyah buah karya Syekh Abdurrahman Shiddiq ...
10/01/2021

Isi kedua buku ini berpedoman kepada sumber yang sama, kitab Syajaratul Arsyadiyah buah karya Syekh Abdurrahman Shiddiq M***i Indragiri.

Kita pribadi memperhatikan, kitab Syajaratul Arsyadiyah tidak mengarahkan kepada dari dzuriyat siapa kedua tokoh yang namanya tertera pada coper di atas, namun kepada upaya agar :

1. Bagaimana " terurainya benang kusut" yang kadang bisa terjadi ketika ada pertemuan antar masing-masing dzuriyat (ma'lum terkait keluarga namun tidak mengetahui dimana letak keterkaitannya).

2. Menumbuhkan himmah dzuriyat untuk menjadi orang shaleh sebagaimana yang ditempuh oleh pendahulu mereka.

Kedua prediksi tersebut hanya sebagian dari tujuan mulia penyusun kitab Syajaratul Arsyadiyah yang tentunya banyak lagi hikmah lain yang dapat dipetik oleh generasi sesudah beliau.

Dan perlu kami ingatkan bahwa hadirnya kedua buku di atas, khususnya tentang figur Dipasanta, terarah kepada kalangan sendiri.

Semoga ada manfa'at.

SEJARAH BERDIRINYA YAYASAN AL ITTIHAD BARABAI KALIMANTAN SELATANAdalah seorang yang bernama Muhammad Gazalie dan isterin...
14/12/2020

SEJARAH BERDIRINYA YAYASAN AL ITTIHAD BARABAI KALIMANTAN SELATAN

Adalah seorang yang bernama Muhammad Gazalie dan isterinya yang bernama Siti Zainab, telah lama memendam keinginan mendirikan suatu lembaga yang dapat menampung sekaligus mendidik anak-anak dluafa, yatim, piatu atau bahkan yatim sekaligus piatu.

Keinginan tersebut muncul, karena lembaga penyantunan anak-anak dluafa, yatim, piatu, atau yatim piatu yang saat itu sudah ada mereka rasakan jumlahnya masih kurang bahkan kala itu belum ada satupun lembaga PENYANTUNAN SEKALIGUS PENDIDIKAN atas anak-anak dimaksud.

Kedua suami istri itu mempunyai dua belas orang anak yang terdiri atas delapan anak laki-laki dan empat anak perempuan.
Kesemuanya mereka arahkan untuk menuntut pengetahuan keagamaan baik lewat lembaga formal maupun non formal.

Diantara kedua belas anak mereka, ada tiga orang yang merantau ke kota Balikpapan, berdakwah disana dan Alhamdulillah diterima masyarakat Balikpapan dengan baik, hingga dapat mendirikan yayasan pendidikan keagamaan yang dinamai dengan Yayasan Nahdlatul ‘Ulumid Diniyah.

Ketiga anak mereka dimaksud yaitu K.H. Muhammad Thaha, Ustadz H. Abdullah, dan Ustadz H. Muhammad As’ad.

Suatu ketika, keinginan yang oleh suami istri itu dipendam lama, mereka utarakan kepada anak tertua mereka, yaitu K.H. Muhammad Thaha.
Yang bersangkutan merespon dengan baik, terbukti beliau pulang ke kampung halaman untuk mewujudkan keinginan kedua orang tuanya itu.

Dengan dana seadanya, mulailah proses pembangunan asrama sebagai persiapan tempat penampungan sekaligus pendidikan santri dluafa, yatim, piatu, atau yatim piatu, sesuai yang dimaksud oleh kedua suami istri tersebut.

Ketika bangunan dirasa memungkinkan untuk difungsikan, maka mulailah kegiatan penyantunan dan pendidikan (ala pondok pesantren) dilaksanakan dengan fasilitas seadanya.

Beberapa waktu kemudian, ustadz H. Muhammad As’ad dipanggil pulang untuk membantu saudara-saudaranya mengurus santri tersebut, sementara ustadz H. Abdullah belum di idzinkan pulang oleh kedua orang tuanya, karena disamping mengurus Yayasan Nahdlatul ‘Ulumid Diniyah Balikpapan, juga sebagai penghubung antar warga Balikpapan yang sangat berperan aktif dalam membantu pendanaan atas kelangsungan penyantunan dan pendidikan terhadap anak-anak dluafa, yatim, piatu, atau yatim piatu yang diselenggarakan di Barabai.

Ketika bangunan sudah mulai rampung dan karena tenaga pengajar yang terdiri atas putra-putri kedua suami istri tersebut dirasa perlu penambahan, maka diperintahkanlah ustadz H. Abdullah oleh kedua orang tuanya kembali ke kampung halaman.

Pada tanggal 24 Januari 1994, oleh kedua suami istri tersebut dibentuklah suatu yayasan yang mereka namai dengan Yayasan Al Ittihad, yang disahkan oleh notaris dengan akte No. 56, sebagai payung hukum atas kegiatan penyantunan dan pendidikan diatas.

Alhamdulillah Yayasan Al Ittihad berjalan dengan baik hingga sekarang.
Dan semoga dapat istiqamah serta bermanfaat bagi masyarakat, khususnya kaum muslimin.

ABDUL JALIL (QADLI).Abdul Jalil bin (Alimul Fadlil) Muhammad Amin bin Abdullah bin Dipasanta (Ahmad bin Pardi bin Ahmad)...
08/12/2020

ABDUL JALIL (QADLI).

Abdul Jalil bin (Alimul Fadlil) Muhammad Amin bin Abdullah bin Dipasanta (Ahmad bin Pardi bin Ahmad), yang dalam kitab Syajaratul Arsyadiyah disebut Qadli Abdul Jalil Karang Intan, adalah salah satu dari putera (Alimul Fadlil) Muhammad Amin.

Untuk diketahui bahwa (Alimul Fadlil) Muhammad Amin ayahanda dari Abdul Jalil (Qadli Karang Intan) ini punya beberapa orang anak dari beberapa orang isteri beliau.
1. Abdullah, dari isteri beliau orang Pontianak (nama belum diketahui).

2. Abdurrahman, dari isteri beliau orang Semarang (nama belum diketahui).

3. Khadijah, Abdus Shamad, Muhammad Arsyad (Qadli Tunggul Irang), Muhammad Sa'id (M***i Amuntai) dan Aisyah (isteri Qadli Ahmad Barabai), semuanya dari isteri beliau yang bernama Maimunah binti Zainuddin (Banjar).

4. Muhammad Shaleh, dari isteri orang Surabaya (nama belum diketahui)

5. Abdul Jalil (Qadli Karang Intan) dan Khatimah, dari isteri beliau orang Martapura (nama belum diketahui).

6. Najib, dari isteri beliau orang Surabaya.

Abdul Jalil (Qadli Karang Intan) mulanya beristeri Afifah, kemudian beristeri Mulik.

Anak beliau yang bernama Intung melahirkan Indera yang merupakan ibu dari (Guru) Muhammad Shaleh (Antasan Senor Martapura), lahir dari isteri beliau yang bernama Afifah binti (Alimul Fadlil) Muhammad Arif bin Abdullah bin Dipasanta.

Adapun dari isteri beliau yang bernama Mulik lahirlah seorang anak yang bernama Ahmad Fadil (Antasan Senor Martapura) yang bergelar Anang Enam.

Abdul Jalil (Qadli Karang Intan) dimakamkan dkompkek pemakaman Sultan Sulaiman Karang Intan, sebagaimana kakek beliau Abdullah bin Dipasanta (Ahmad bin Pardi bin Ahmad).

اللهم انفعنا ببركاتهم وانفحنا من نفحاثهم وامدنا من امدادهم.

JAMALUDDIN BIN DIPASANTA.Jamaluddin yang dalam kitab Syajaratul Arsyadiyah disebut Haji Jamaluddin, beristri empat orang...
25/11/2020

JAMALUDDIN BIN DIPASANTA.

Jamaluddin yang dalam kitab Syajaratul Arsyadiyah disebut Haji Jamaluddin, beristri empat orang, yaitu :
1. Gusti Dungking, berketurunan Anang Mahmud dan Ummu Kulsum.

2. Tengku Aminah, berketurunanTengku Abdul Karim dan Tengku Halimah.

3. Orang Martapura (nama tidak disebutkan), berketurunan Muhammad Samman.

4. Orang Martapura (nama tidak disebutkan), berketurunan Hanifah.

Berikut beberapa orang dari dzuriyat Jamaluddin bin Dipasanta yang dikenal sangat berperan aktif dalam syiar agama Islam :
1. KH. Muhammad Zaini bin Abdul Ghani bin Salbiyah binti Yusuf bin Ali bin Muhammad Samman bin Jamaluddin bin Dipasanta (Ahmad bin Pardi bin Ahmad).

2. Syekh Muhammad Afif (Datu Landak) bin Anang Mahmud bin Jamaluddin bin Dipasanta (Ahmad bin Pardi bin Ahmad).

3. Syekh Abdurrahman Shiddiq (M***i Indragiri) bin Muhammad Afif bin Anang Mahmud bin Jamaluddin bin Dipasanta (Ahmad bin Pardi bin Ahmad).

4. KH.Abdurrahman Shiddiq (Kampung Kopi) bin Muhammad Sa'ad bin Muhammad Hasyim bin Qadli Ahmad (Qadli Barabai) bin Hanifah binti Jamaluddin bin Dipasanta (Ahmad bin Pardi bin Ahmad).

5. KH. Utsman bin Abu Bakar bin Maimunah binti Qadli Ahmad (Qadli Barabai) bin Hanifah binti Jamaluddin bin Dipasanta (Ahmad bin Pardi bin Ahmad).

6. KH. Abdul Wahid bin Anwar bin Ahmad Zaini binti Khadijah binti Muhammad Hasyim bin Qadli Ahmad (Qadli Barabai) bin Hanifah binti Jamaluddin bin Dipasanta (Ahmad bin Pardi bin Ahmad).

7. KH. Muhammad Thaha bin Siti Zainab binti Ma'nawiyah binti Ma'shum bin Muhammad Sa'ad bin Muhammad Hasyim bin Qadli Ahmad (Qadli Barabai) bin Hanifah binti Jamaluddin bin Dipasanta (Ahmad bin Pardi bin Ahmad).

8. Dan lainnya.

TENTANG DIPASANTA YANG BELUM TERSINGKAP.Dipasanta yang nama lengkap beliau Ahmad bin Pardi bin Ahmad, menurut keterangan...
24/11/2020

TENTANG DIPASANTA YANG BELUM TERSINGKAP.

Dipasanta yang nama lengkap beliau Ahmad bin Pardi bin Ahmad, menurut keterangan yang ulun dengar langsung dari :
1.Guru Hatim bin Syekh Salman Jalil, yang beliau mendengar dari Syekh Irsyad Zein,

2. Kakenda Muhammad Thabrani bin Syekh Muhammad Shaleh Antasan Senor, yang beliau dengar langsung dari tiga orang tokoh yang kala itu mengadakan pertemuan dikediaman orang tua beliau.
Ketiga tokoh dimaksud adalah :
- Syekh Muhammad Shaleh Antasan Senor
- Syekh Mahmud Shidiq bin Syekh Abdurrahman Shiddiq (M***i Indragiri)
- Syekh Irsyad Zein,
.. adalah MENANTU dari Sayyidis Syekh Kalampayan.

Namun menurut kedua sumber, ketiga tokoh tersebut tidak menyebutkan nama isteri Dipasanta dan berapa serta siapa-siapa nama keturunan beliau dari anak Sayyidis Syekh Kalampayan.

Berdasar ungkapan di atas ulun pribadi menganggap hal ini sebagai "khabar shadiq", sehingga (semoga tidak salah) kalau judul diatas ditambah kalimah "KEBENARAN Tentang Dipasanta Yang Belum Tersingkap".

Semoga postingan ini menjadi sebab bagi tersingkapnya hal demikian.
Wallahul Musta'in.

ABDULLAH BIN DIPASANTA.Abdullah bin Ahmad bin Pardi bin Ahmad (Dipasanta) yang dalam kitab Syajaratul Arsyadiyah di sebu...
24/11/2020

ABDULLAH BIN DIPASANTA.

Abdullah bin Ahmad bin Pardi bin Ahmad (Dipasanta) yang dalam kitab Syajaratul Arsyadiyah di sebutkan Haji Abdullah bin Dipasanta Ahmad bin Pardi bin Ahmad, dimakamkan di Karang Intan pada komplek pemakaman Sultan Sulaiman bin Sultan Tahmidullah II.

Beliau menikah dengan Afifah binti Qadli Muhammad Sa'id bin Mu'min dan berketurunan :
1. Maimunah
2. Alimul Fadlil Muhammad Amin
3. Alimul Fadlil Muhammad Arif
4. Alimul Fadlil Abdul Jalil.
5. Abu Najib
6. Ummu Salmah
7. Siti Aminah
8. Khatimah.

Diantara dzuriyat Abdullah bin Dipasanta yang berperan aktif dalam penegakan syiar Islam adalah :
1. KH. Muhammad Zaini bin Abdul Ghani (Abah Guru Sekumpul) bin Abdul Ghani bin Salbiyah binti Yusuf bin Putih binti Alimul Fadlil Muhammad Arif bin Abdullah bin Ahmad bin Pardi bin Ahmad (Dipasanta).

2. KH. Utsman (M***i Kandangan) bin Husin Khatib bin M***i Muhammad Sa'id (Amuntai) bin Alimul Fadlil Muhammad Amin bin Abdullah bin Ahmad bin Pardi bin Ahmad (Dipasanta).

3. KH. Utsman bin Abu Bakar bin Maimunah binti Aisyah binti Alimul Fadlil Muhammad Amin bin Abdullah bin Ahmad bin Pardi bin Ahmad (Dipasanta).

4. KH. Abdul Qadir bin Hasan bin Khadijah bin Alimul Fadlil Muhammad Arif bin Abdullah bin Ahmad bin Pardi bin Ahmad (Dipasanta).

5. KH. Muhammad Shaleh (Antasan Senor Martapura) bin Indera binti Intung binti Qadli Abdul Jalil (Karang Intan) bin Alimul Fadlil Muhammad Amin bin Abdullah bin Ahmad bin Pardi bin Ahmad (Dipasanta).

6. KH. Abdul Wahhab bin Marzuqi bin Qadli Muhammad Hasan bin M***i Muhammad Sa'id (Amuntai) bin Alimul Fadlil Muhammad Amin bin Abdullah bin Ahmad bin Pardi bin Ahmad (Dipasanta).

7. KH. Abdurrahman (Kampung Kop Barabai) bin Muhammad Sa'ad bin Ilik bin Qadli Muhammad Arsyad (Tunggul Irang) bin Alimul Fadlil Muhammad Amin bin Abdullah bin Ahmad bin Pardi bin Ahmad (Dipasanta).

8. KH. Kusairin (Kotabaru) bin Imansyah bin Muhammad Shaleh bin Rukayyah binti Alimul Fadlil Muhammad Arif bin Abdullah bin Ahmad bin Pardi bin Ahmad (Dipasanta).

9. KH. Rizali M. Noer bin Nurani bin Qadli Muhammad Muchtar bin Qadli Muhammad Hasan bin M***i Muhammad Sa'id (Amuntai) bin Alimul Fadlil Muhammad Amin bin Abdullah bin Ahmad bin Pardi bin Ahmad (Dipasanta).

10. Dan lainnya.

Personalia Badan Pengurus Yayasan Al Ittihad  Barabai Kalimantan Selatan.=====================================Periode Pe...
11/06/2020

Personalia Badan Pengurus Yayasan Al Ittihad Barabai Kalimantan Selatan.
=====================================
Periode Pertama (1994 hingga 2005).
- Ketua Umum/ Pendiri : Muhammad Gazalie.
- Ketua : Muhammad Thaha.
- Sekretaris I : Muhammad Shaleh
- Sekretaris II. : Abdullah
- Bendahara I. : Muhammad As'ad
- Bendahara II : Abdul Qadir Jailani
- Anggota. : 1. Muhammad
2. Johansyah Rozah

Periode Kedua (2005 hingga 2018).
- Ketua : Muhammad Thaha
- Sekretaris I. : Muhammad Shaleh
- Sekretaris II : Abdullah
- Bendahara I : Muhammad As'ad
- Bendahara II : Abdul Qadir Jailani
- Anggota : 1. Muhammad
2. Johansyah Rozah.

Periode ketiga (2018 hingga sekarang).
- Ketua : Abdullah
- Sekretaris I : Muhammad As'ad.
- Sekretaris II : Nursa'idah
- Bendahara I : Abdul Qadir Jailani
- Bendahara II : Siti Fathimah
- Anggota. : 1. Muhammad
2. Johansyah Rozah
3. Muhammad Samman.G
4. Muhammad Iderus.
5. Muhammad Ma'shum
6. Ahmad Qusyairi
7. Muhammad Saifullah

Ketua Badan Pengurus Yayasan AlIttihad.
10/06/2020

Ketua Badan Pengurus Yayasan AlIttihad.

Al-Habib Abdullah bin Husein bin Thahir berkata:واطلب العلم في صباح وممسى * وبليل وبالعشي والبكور"Carilah ilmu setiap pa...
05/06/2020

Al-Habib Abdullah bin Husein bin Thahir berkata:

واطلب العلم في صباح وممسى * وبليل وبالعشي والبكور

"Carilah ilmu setiap pagi dan sore * Dan setiap malam dan siang hari.

إن في العلم كل فوز ونجح * إن في العلم كل خير ونور

Sungguh di dalam ilmu terdapat keberuntungan dan keberhasilan * Sungguh di dalam ilmu terdapat cahaya dan kebaikan.

فبه تعرف الإله وتعرف * كل أمر في ورده والصدور

Dengan ilmu engkau mengetahui hakikat Tuhanmu * engkau juga akan tahu setiap perkara zhohir dan bathinnya."

Address

M. Ramli. Kel Barabai Darat
Barabai

Telephone

+6285249415540

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Yayasan Al-Ittihad Barabai Kal-sel posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Shortcuts

Share

Category