PKBM Sebagai Pendidikan Alternatif
Obrolan sepintas dan terbatas dengan beberapa pengelola Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) sewaktu menyusun tumpukan borang akreditasi untuk dikirim ke BAN PAUD dan DIKMAS. Ada pengelola yang berkeluh kesah yang membahagiakan. Salah satu warga belajarnya dan keluarganya menyampaikan bahwa mereka belajar di PKBM karena dianggap lebih murah dengan pencapaian kompetensi yang bisa dikatakan serupa. Lebih murah, lebih fleksibel pembelajarannya, lebih aplikatif materi yang didapatkan selama pembelajaran.
Masyarakat mulai paham bahwa ada pendidikan alternatif yang dapat menjawab keraguan lulusan sekolah formal. Terlapas dari biaya sekolah yang cukup mampu untuk mengencangkan ikat pinggang orang tua, PKBM hadir dengan segala keunikan pembelajaran dan targetnya mulai berkembang di akar rumput dengan masif. Saya masih sangat yakin suatu saat, PKBM akan menjadi bahan pertimbangan pilihan alternatif pendidikan yang bermutu dan bermartabat bagi masyarakat.
Banyak masalah pendidikan yang tidak terjangkau oleh pendidikan formal dan menjadi lahan produktif di pendidikan nonformal. Sinergisitas ini suatu saat akan menjadi berimbang sehingga PKBM bukan sebagai “pelarian” melainkan “pertimbangan” untuk menentukan jalan masa depan generasi penerus bangsa.
Mari bersama membumikan PKBM dimanapun kita berada.
#Salam Berkarya, Berbakti, dan Peduli!