Pondok Pesantren Darussalam Puncak Banyuwangi

Pondok Pesantren Darussalam Puncak Banyuwangi bertempat di perbukitan yang rindang, sejuk, asri

Silaturahim Nasional Alumni Darussalam Blokagung
28/01/2024

Silaturahim Nasional Alumni Darussalam Blokagung

18/12/2020
Jejak JATMAN di Banyuwangi
03/12/2018

Jejak JATMAN di Banyuwangi

Jejak Jatman di Banyuwangi

Thariqah atau tarekat menjadi praktik keberagamaan yang tak bisa dipisahkan dalam ritus Ahlussunnah wal Jama'ah (Aswaja). Tak terkecuali bagi Nahdlatul Ulama yang menjadi representasi organisasi keagamaan berbasis Aswaja. Bahkan, ditubuh NU, kegiatan bertarekat ini terwadahi dalam sebuah badan otonom yang disebut Jam'iyah Ahli Thoriqah Mu'tabaroh an-Nahdliyah (Jatman).

Jatman sendiri didirikan oleh para kiai di Magelang pada 10 Oktober 1957 dengan nama Jam'iyah Ahli Thoriqah Mu'tabaroh saja. Baru pada Muktamar ke-26 NU di Semarang (1979), ditambah kata "An-Nahdliyah" dipenghujung namanya. Hal ini juga menjadi penegas sebagai bagian dari NU. Dilansir dari Aula edisi No. 04/Th XXII/. April 2000, ada 45 jenis tarekat yang diakui validitasnya (muktabar) oleh NU.

Diantaranya adalah Qadiriyah wa Naqsabandiyah, Kholidiyah wa Naqsabandiyah, Tijaniyah, Syatariyah, Syuhrawandiyah hingga ahlu mulazamatil qur'an was sunnah wa dalailil khoirot wa ta'limi Fathil Qorib au Kifayatil Awam.

Akan tetapi, proses organisasi dari Jatman sendiri tak seperti badan otonom lainnya. Meski memiliki jamaah yang cukup banyak dan tersebar di seluruh pelosok Nusantara, tak memiliki kecakapan mengorganisir diri dengan membentuk kepengurusan di tingkat cabang. Perkembangan Jatman hingga tersebar ke berbagai Cabang NU pun berjalan lamban.

Seperti halnya di NU Cabang Banyuwangi. Semenjak berdiri pada 1957 hingga dekade 80-an, tak ditemukan catatan ataupun keterangan yang memuat informasi tentang keberadaan maupun peranan dari Jatman. Walaupun pada prakteknya, laku tarekat sangat kuat diterapkan warga Nahdliyin di ujung timur Jawa tersebut.

Keberadaan Jatman Cabang Banyuwangi sendiri baru terkonfirmasi pada dekade 90-an. Tepatnya pada 20 Agustus 1990. Hal ini dibuktikan dengan adanya Surat Keputusan dari PP Jatman bernomor 001/ IS/ TMN/ VIII/ 1990. Surat yang berlaku hingga 1994 tersebut terdiri empat bagian struktur kepengurusan. Mulai dewan Mustafadl yang tertinggi, lalu disusul Ifadliyah, Imdloiyah hingga Imdadiyah.

Mustafadl sendiri diketuai oleh KH. Mukhtar Syafaat Blokagung. Beliau saat itu juga menjabat sebagai Rais Mustasyar. Sedangkan para anggotanya adalah KH. Moh. Thohir Tegalpare, KH. As'adi Sufyan Kepundungan, KH. Masykur Tegalpare dan Kiai Salim Tegalsari.

Sedangkain bagian Ifadliyyah di-rais-i oleh KH. Munawir Ma'shum Kedungliwung. Adapun wakilnya antara lain: KH. Mahfud Abu Bakar Sukopuro, KH. Abdullah Siliragung, Kiai Ahmad Bakir Kedungliwung dan Kiai Mansur Sukorejo.

Pada bagian Ifadliyyah ini juga terdapat posisi katib. Posisi ini dijabat oleh Kiai Mukasib Sumberejo Bangorejo dan wakilnya Kiai Abdul Hadi Basri Panderejo serta Kiai Mu'alim Blokagung.

Berikutnya adalah Imdloiyyah yang secara struktural terdiri dari ketua, sekretaris dan bendahara (aminus shunduq). Ketuanya adalah KH. Mahfudz Rosyid Sukorejo Bangorejo. Sedangkan wakilnya secara berurutan adalah Kiai Rofi'i Kampung Sepuluh Tegaldlimo, Kiai Nurhadi Kemiri, Kiai Ismail Pancursari dan Kiai Rofi'i Tegalpare.

Sekretarisnya dijabat oleh Kiai Maksum Sraten. Wakilnya adalah Kiai Misri Bangorejo dan Kiai Nahru Zamroji Sumbersari Srono. Adapun Kiai Nuruddin Bangorejo dipercaya sebagai bendahara. Ia ditemani oleh KH. Ahmad Mukri Sumbergondo sebagai wakil bendahara.

Adapun para imdadliyah terdiri dari sembilan orang. Ia adalah Kiai Ihsan Mubin Temuguruh, Kiai Thohir Sumberwangi, Kiai Mubin Temuguruh, Kiai Makinuddin Tamanagung, Kiai Mudzakir Barurejo, Kiai Syarif Tegalpare, Kiai Suwandi Bangorejo, M. Junaidi Sarbini Pengatigan Banyuwangi dan Moh. Solihin Singotrunan.

Kepengurusan Jatman Banyuwangi ini berjalan cukup dinamis. Karena, kegiatan Jatman menjadi bagian dari program kerja dari Syuriyah PCNU Banyuwangi masa itu. "Program yang lain yang merupakan bidang garapan syuriyah adalah Jam'iyah Al Mu'tabaroh An Nahdliyah satu-satunya yang baru kita bentuk dan disahkan," demikian tertulis dalam Laporan Pertanggungjawaban Syuriyah PCNU Banyuwangi masa khidmat 1988-1992.

Salah satu program unggulan dari Jatman sendiri adalah menggalakkan Majelis Khushushiyah. Yaitu, semacam pelaksanaan dzikir secara bersama. Juga, banyak mengkader para imam dan badal dari praktik Khushushiyah tersebut.

"Jam'iyah Thoriqoh cukup banyak berperan dan sudah banyak membentuk badal-badal serta imam-imam khushusiyah yang pada waktu tertentu diadakan kegiatan yang dikenal dengan nama KHUSHUSHIYAH," demikian tertulis dalam LPJ yang sama.

Keberadaan JATMAN masa itu memiliki kiprah yang cukup pesat. Bisa dikatakan mencapai puncak keemasannya. Berbagai kegiatan Jatman tak hanya berlaku dikalangan terbatas saja. Namun, memiliki daya tarik yang cukup luas. Banyak orang yang terlibat di dalamnya.

Seiring wafatnya para kiai besar yang memangku Jatman Banyuwangi, kiprah tersebut kiat redup. Lebih-lebih pasca wafatnya Kiai Munawir, Jatman Banyuwangi tak lagi menemukan tokoh sentral yang bisa membawa organisasi ini bergerak lebih dinamis. Meski secara kelembagaan tetap ada, namun kiprahnya hanya terdengar sayup-sayup.

Pada 2012, Jatman membentuk Mahasiswa Ahli Thoriqah Mu'tabaroh An-Nahdliyah (MATAN). Di Banyuwangi pun segera dibentuk. Namun, tak terlalu berkembang. Pada 2018, Matan baru bisa mendinamisir gerakan tarekat di Banyuwangi. (*)

Amalan 2( Rabo Wekasan ) atau Rabo akhir bulan shafar , yang InsyaAlloh jatuh hari Rabo 7 November 2018/ 29 shofar 1440 ...
05/11/2018

Amalan 2( Rabo Wekasan ) atau Rabo akhir bulan shafar , yang InsyaAlloh jatuh hari Rabo 7 November 2018/ 29 shofar 1440 H ,
Menrut para Ulamaussholihin , Ahlil Ma'rifat Hari Rabo Wekasan ALLOH SWT menurunkan 320.000 Bala' ,maka kita semua Di anjurkan untuk mendekatkan diri kita pada ALLOH SWT...
Semoga kita dan keluarga kita semua Di jauhkan dari Bala' dunia dan akhirat , Aamiin...
Semoga bermanfaat....

16/07/2018

Sak apik-apik wong yoiku wong kang aweh manfaat marang lian

21/06/2018
Kabar duka datang dari Madura. KH Khalilurrahman mengembuskan napas terakhirnya Selasa (10/4) malam sekitar pukul 22.00 ...
10/04/2018

Kabar duka datang dari Madura. KH Khalilurrahman mengembuskan napas terakhirnya Selasa (10/4) malam sekitar pukul 22.00 WIB di Bangkalan, Madura, Jawa Timur.

Kabar wafatnya cucu Syaikhona Kholil Bangkalan itu dibenarkan oleh salah satu keponakannya, Ra Nasih Aschal.

“Mohon doa semua para kiai dan gus, pamanda Kiai Kholilurrahman (Ra Lilur) telah wafat tadi sekitar jam 10 malam,” tulisnya pada salah satu grup Whatsapp.

“Semoga arwah beliau diterima di sisi Allah,” lanjutnya.

Kiai yang akrab disapa Ra Lilur ini dikenal sebagai seorang waliyullahjadzab. Tidak seperti kebanyakan kiai lainnya, Ra Lilur lebih sering mengenakan kaos dalam dan celana pendek dengan mengenakan kopiah. Meskipun dalam keadaan menerima tamu.

Kabarnya, janazah akan dimakamkan di komplek pemakaman Syaikhona Kholil di Bangkalan, Madura, Jawa Timur, besok, Rabu (11/4) siang.

Acara Trail Adventure dalam rangka Haul Masyayih Blokagung KH MUKHTAR SYAFAAT ABDUL GHOFUR
05/04/2018

Acara Trail Adventure dalam rangka Haul Masyayih Blokagung KH MUKHTAR SYAFAAT ABDUL GHOFUR

View PP DARUSSALAM PUNCAK BANYUWANGI dan pemandangan sekitar dari atas Masjid Jami' Puncak Syafa'ah
12/03/2018

View PP DARUSSALAM PUNCAK BANYUWANGI dan pemandangan sekitar dari atas Masjid Jami' Puncak Syafa'ah

Address

Jalan Baung Sumberurip
Banyuwangi
68488

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Pondok Pesantren Darussalam Puncak Banyuwangi posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The School

Send a message to Pondok Pesantren Darussalam Puncak Banyuwangi:

Shortcuts

Share

Category