26/06/2020
NAMA adalah BRAND
Small Fact We Need to Know
Disatu kesempatan saya ditanya satu hal, "Berapa harga dari namamu jika dirupiahkan?" Sempat kaget, karena selama ini nyaris tidak pernah ada yang melakukan itu.
Ibu Bapak pernah memikirkan, andaikata mendapatkan pertanyaan serupa. Bagaimana menjawabnya?. Disini kita sadar bahwa sebagai sebuah kata, nama yang tersemat itu adalah BRAND.
Ada muatan ikatan emosi yang menyelubunginya. Dan ia tersambung dengan pola emosi yang khas saat berinteraksi dengan siapa saja diluar sana.
Berbeda dengan produk yang hanya bisa memberikan APA kepada penggunanya. Brand akan menjadikan MENJADI SIAPA.
Jam tangan biasa, hanya akan memberikan kemanfaatan fisik berupa informasi tentang waktu. Akan tetapi, ROLEX sebagai sebuah brand, ia memberikan value kepada siapa saja yang memakainya untuk merasakan suasana emosi Sukses.
MENJADI SIAPA, bermakna, ada value yang ditawarkan kepada klien. Lhaa.. sekarang, apa value yang bisa diawarkan kepada setiap orang yang berinteraksi dengan anda? Apa perasaan yang dengan sengaja anda bangun untuk diri anda sendiri?
Mohon izin mengulang 5 pertanyaan yang sama dibawah ini, sekira ibu bapak serius bisa menjawabnya dengan perlahan.
Apa Value yang anda miliki?
Apa Value yang anda miliki?
Apa Value yang anda miliki?
Apa Value yang anda miliki?
Apa Value yang anda miliki?
"If people believe they share values with a company, they will stay loyal to the brand." Howard Schultz
Value yang tidak hanya menjadikan orang mendapatkan APA dari diri anda, tapi membuat siapa saja MENJADI SIAPA?
Bagaimana? Jika semakin 'tertarik' ngobrol tentang Personal Branding, inshaAllah kita akan dipertemukan diruang kelas nantinya. Mau? Klik wa.me/6285236662268
Mas Rofi,
CEO SmartGen Indonesia
ESQ 3.0 Coach for Personal Branding
Penulis Buku School Branding Strategy