Ponpes Nurul Qur'an Singojuruh Banyuwangi

Ponpes Nurul Qur'an Singojuruh Banyuwangi Ponpes Nurul Qur'an Mencetak kader bangsa yang Qur'ani

adakah yang merasa menjadi mantan santri??? yang ada adalah tiada mantan santri.22 oktober hari santri, dari santri untu...
29/10/2016

adakah yang merasa menjadi mantan santri??? yang ada adalah tiada mantan santri.
22 oktober hari santri, dari santri untuk indonesia NKRI harga mati

26/10/2016

17/06/2014

Santriyyah-santriyyahku!

-Pewarisan nilai-nilai lebih utama dari manusianya.
-Kalau laki-laki dan perempuan jadi manusia beneran, maka Islamlah tempat yang tepat.
-Setiap insan mempunyai bakat menonjolkan dirinya, Cuma kadar, cara dan hasilnya yang berbeda-beda. Hati-hatilah!
-Pandai-pandailah memilih mana yang prinsipil, jangan menjadi insan “mendinganistist” atau mangsa/objek makhluk-makhluk ambisius dunia.

-Banyak teka-teki: menyejahterakan kemudian mentaatkan kemudian mengislamkan dan sebaliknya. Banyak juga yang terkecoh dengan istilah “ummiyyah” atau penemuan ilmiyyah. Ada juga yang sibuk mengurusi orang gila, padahal yang waras masih banyak.

11/06/2014

DARI KIYAI UNTUK Santriyyah-santriyyahNYA!

-Tanggungjawab sebagai seorang wanita tak ada berhentinya. Apalagi wanita muslimah.

-Banyak “plesetan-plesetan” kehidupan di sekitar kita, tanpa sempat diketahui dengan pasti pembuat atau perancangnya!

-Penyimpangan dari kodrat kewanitaan pasti menghadapi benturan di dunia dan akhirat.

-Sunnatullah itu tetap tidak mungkin berubah atau diubah. Janganlah santriyyah-santriyyahku terkecoh.

-Fungsikanlah “Nurani Ilahy” dalam menentukan apa saja. Berangkatlah dari sumber ajaran Islam dalam berjalan….dan berperilaku!

-Hidup ini adalah pendidikan abadi bagi seluruh alam, termasuk manusia. Dan ternyata manusialah yang sanggup mengemban “amanah” kakhalifahan.

- Waspadalah terhadap pengajar-pengajar gadungan. Pelajaran-pelajaran palsu mempesona, merayu… banyak keluar dari pakar-pakar bertitel.

-Renungkanlah ayat-ayat Allah yang tertulis di kitab-Nya dan di luar kitab-Nya… dengan renungan yang cukup…. Jangan tergesa-gesa sebab hidayah tidak mudah dimiliki dengan jual beli, tapi dengan mujahadah yang jujur, dan istiqomah yang abadi…. sepanjang umur manusia.

11/06/2014

Pesan & Nasehat Bapak Kyai untuk Santriwati
“Saya takut, santri-santriku yang sudah sekian tahun dididik di pondok pesantren akan rusak oleh lingkungan ketika mereka terjun ke masyarakat nanti. Harapan saya adalah apa yang dilihat, didengar dan dirasakan di pesantren yang merupakan pendidikan menjadi bekal utama dalam hidup bermasyarakat” Demikian sedikit kekhawatiran yang ada dalam benak bapak pengasuh menjelang pelepasan para santriwati yang telah menyelesaikan jenjang pendidikannya di pesantren. Atas dasar itu pembekalan para alumni oleh bapak pengasuh menjadi menu utama dalam sebuah perpisahan yang mengharukan. Setelah pembekalan tidak ada coret-coret pakaian atau coret-coret tembok. Yang ada adalah hujan air mata, peluk perpisahan antar santriwati dan sujud syukur bersama.

11/06/2014

DARI KIYAI untuk Santriyyah-santriyyahNYA!

-Perang peradaban sudah berjalan sekian lama, ananda punya kesempatan mahal saat ini untuk melibatkan diri.

-Wanita/perempuan menjadi salah satu target strategi yang digunakan musuh Islam, maka tegaklah berdiri, tegakkanlah ‘aqidahmu ! Pintu jihad terbuka kini.

-Mulai tampak keterpurukan-keterpurukan peradaban tanpa moral, tanpa syara’ yang dibangun oleh musuh Islam.

-Bangkrut dari dalam dirinya sendiri. Kecongkakan adalah awal dari kehancuran. Itu hukum Allah dan hukum alam. Percayalah!

-Santri itu terhormat dan santri yang mencari dihormati itu palsu. Predikat itu sudah ada dalam diri ananda, katanya, apa benar?!

-Raport manusia terhadap diri ananda tidak ada artinya jika raport Malaikat….Njemblek….

-Pandangan manusia tak berarti bagi yang memohon pandangan mesra dari Allah SWT.

11/06/2014

Imam As-Syafi’i Ra berkata, tidak akan bahagia orang yang mencari ilmu disertai tinggi hati dan kemewahan hidup. Tetapi yang berbahagia adalah orang yang mencari ilmu disertai rendah hati, kesulitan hidup dan khidmah pada ulama.

11/06/2014

10 Nasehat KH Hasyim Asy’ari Bagi Santri / Penuntut Ilmu

Dalam Kitab-nya Adabul ‘Alim wal Muta’allim, KH.M.Hasyim Asy’ari merangkum etika-etika santri atau pelajar sebagaimana berikut:

PERTAMA, seorang santri hendaknya membersihkan hatinya dari segala hal yang dapat mengotorinya seperti dendam, dengki, keyakinan yang sesat dan perangai yang buruk. Hal itu dimaksudkan agar hati mudah untuk mendapatkan ilmu, menghafalkannya, mengetahui permasalahan-permasalahan yang rumit dan memahaminya.

KEDUA, hendaknya memiliki niat yang baik dalam mencari ilmu, yaitu dengan bermaksud mendapatkan ridho Allah, mengamalkan ilmu, menghidupkan syariat Islam, menerangi hati dan mengindahkannya dan mendekatkan diri kepada Allah. Jangan sampai berniat hanya ingin mendapatkan kepentingan duniawi seperti mendapatkan kepemimpinan, pangkat, dan harta atau menyombongkan diri di hadapan orang atau bahkan agar orang lain hormat.

KETIGA, hendaknya segera mempergunakan masa muda dan umurnya untuk memperoleh ilmu, tanpa terpedaya oleh rayuan “menunda-nunda” dan “berangan-angan panjang”, sebab setiap detik yang terlewatkan dari umur tidak akan tergantikan. Seorang santri hendaknya memutus sebisanya urusan-urusan yang menyibukkan dan menghalang-halangi sempurnanya belajar dan kuatnya kesungguhan dan keseriusan menghasilkan ilmu, karena semua itu merupakan faktor-faktor penghalang mencari ilmu.

KEEMPAT, menerima sandang pangan apa adanya sebab kesabaran akan ke-serba kekurangan hidup, akan mendatangkan ilmu yang luas, kefokusan hati dari angan-angan yang bermacam-macam dan hikmah hikmah yang terpancar dari sumbernya.

KELIMA, pandai membagi waktu dan memanfaatkan sisa umur yang paling berharga itu. Waktu yang paling baik untuk hafalan adalah waktu sahur, untuk pendalaman pagi buta, untuk menulis tengah hari, dan untuk belajar dan mengulangi pelajaran waktu malam. Sedangkan tempat yang paling baik untuk menghafal adalah kamar dan tempat-tempat yang jauh dari gangguan. Tidak baik melakukan hafalan di depan tanaman, tumbuhan, sungai dan tempat yang ramai.

KEENAM, makan dan minum sedikit. Kenyang hanya akan mencegah ibadah dan bikin badan berat untuk belajar. Di antara manfaat makan sedikit adalah badan sehat dan tercegah dari penyakit yang di akibatkan oleh banyak makan dan minum, seperti ungkapan syair yang artinya: “Sesungguhnya penyakit yang paling banyak engkau ketahui berasal dari makanan atau minuman.”
Hati dikatakan sehat bila bersih dari kesewenang-wenangan dan kesombongan. Dan tidak seorangpun dari para wali, imam dan ulama pilihan memiliki sifat atau disifati atau dipuji dengan banyak makannya. Yang dipuji banyak makannya adalah binatang yang tidak memiliki akal dan hanya dipersiapkan untuk kerja.

KETUJUH, bersikap wara’ (mejauhi perkara yang syubhat ‘tidak jelas ‘ halal haramnya) dan berhati-hati dalam segala hal. Memilih barang yang halal seperti makanan, minuman, pakaian, tempat tinggal dan semua kebutuhan hidup supaya hatinya terang, dan mudah menerima cahaya ilmu dan kemanfaatannya. Hendaknya seorang santri menggunakan hukum-hukum keringanan (rukhsoh) pada tempatnya, yaitu ketika ada kebutuhan dan sebab yang memperbolehkan. Sesungguhnya Allah senang bila hukum rukhsohnya dilakukan, seperti senangnya Allah bila hukum ‘azimahnya (hukum sebelum muncul ada sebab rukhsoh) dikerjakan.

KEDELAPAN, meminimalisir penggunaan makanan yang menjadi penyebab bebalnya otak dan lemahnya panca indera seperti buah apel yang asam, buncis dan cuka. Begitu juga dengan makanan yang dapat memperbanyak dahak (balgham) yang memperlambat kinerja otak dan memperberat tubuh seperti susu dan ikan yang berlebihan. Hendaknya seorang santri menjauhi hal-hal yang menyebabkan lupa seperti makan makanan sisa tikus, membaca tulisan di nisan kuburan, masuk di antara dua unta yang beriringan dan membuang kutu hidup-hidup.

KESEMBILAN, meminimalisir tidur selama tidak berefek bahaya pada kondisi tubuh dan kecerdasaan otak. Tidak menambah jam tidur dalam sehari semalam lebih dari delapan jam. Boleh kurang dari itu, asalkan kondisi tubuh cukup kuat. Tidak masalah mengistirahatkan tubuh, hati, pikiran dan mata bila telah capek dan terasa lemah dengan pergi bersenang-senang ke tempat-tempat rekreasi sekiranya dengan itu kondisi diri dapat kembali (fresh).

KESEPULUH, meninggalkan pergaulan karena hal itu merupakan hal terpenting yang seyogyanya di lakukan pencari ilmu, terutama pergaulan dengan lain jenis dan ketika pergaulan lebih banyak-main-mainnya dan tidak mendewasakan pikiran. Watak manusia itu seperti pencuri ulung (meniru perilaku orang lain dengan cepat) dan efek pergaulan adalah ketersia-siaan umur tanpa guna dan hilang agama bila bergaul dengan orang yang bukan ahli agama. Jika seorang pelajar butuh orang lain yang bisa dia temani, maka hendaknya dia jadi teman yang baik, kuat agamanya, bertaqwa, wara ‘, bersih hatinya, banyak kebaikannya, baik harga dirinya (muru’ah), dan tidak banyak bersengketa: bila teman tersebut lupa dia ingatkan dan bila sudah sadar maka dia tolong.

06/06/2014
05/06/2014

Menghadiri majelis ilmu harus disertai sikap taubat dari dosa dan kelalaian agar hati menjadi bersih dan mendapat manfaat besar dari berbagai hakikat Islam yang ia dengar. Jika kelalaian masih bersarang dan hatimu masih berkarat serta terhijab oleh maksiat, bagaimana mungkin hatimu bisa memahami apa yang didengar. Ketahuilah, obat penyembuh ada di tanganmu. Lenyapkanlah hijab yang menutupi hatimu. Dengan begitu, kau akan mendapatkan manfaat besar dari kehadiranmu di majelis dan mendengarkan nasihat.

05/06/2014

Jangan menjauhi majelis hikmah meskipun kau masih terus bermaksiat. Namun, teruslah mendekat dan menghadiri majelis. Kau harus tetap menghadiri majelis ilmu meskipun masih melakukan maksiat. Jika hari ini tidak mendapat manfaat, mungkin esok kau akan mendapatkannya. ketahuilah, satu kali duduk di majelis seorang ulama yang tulus dapat membuatmu berubah dari sosok pelaku maksiat menjadi hamba yang taat dan takut kepada Allah.

05/06/2014

Ibnu Athaillah berkata : “Jika kau menghadiri majelis, lalu kembali melakukan pelanggaran dan kelalaian, jangan kemudian berujar,’Apa gunanya hadir?’ Namun, tetaplah hadir! Selama empat puluh tahun kau mengidap penyakit, lalu kau berpikir penyakitmu akan hilang dalam sekejap atau satu hari?! Keadaanmu seperti pasir yang dilemparkan ke satu tempat selama 40 tahun, mungkinkah ia lenyap dalam sesaat atau dalam sehari?! Orang yang melakukan maksiat lalu tenggelam dalam suatu yang haram, niscaya ia tidak akan bisa membersihkannya meskipun menyelam tujuh lautan jika belum bertaubat kepada Allah.”

Address

Dusun Wijenan Kidul Desa Singolatren Kecamatan Singojuruh
Banyuwangi
65464

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Ponpes Nurul Qur'an Singojuruh Banyuwangi posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Shortcuts

Share

Category