10/08/2024
Assalamu'alaikum
Jamak sholat saat jadi pengantin atau pas waktu karnaval
Imam Nawawi menjelaskan :
وذهب جماعة من الأئمة الى جواز الجمع فى الحاضر للحاجة لمن لا يتخذه عادة وهو قول ابن سيرين وأشهب من أصحاب مالك وحكاه الخطابي عن القفال والشاشى الكبير من أصحاب الشافعى عن أبى إسحاق المروزى عن جماعة من أصحاب الحديث واختاره ابن المنذر
"Sejumlah imam berpendapat tentang diperbolehkannya menjamak shalat di rumah karena ada keperluan bagi orang yang tidak menjadikannya sebagai kebiasaan.
Ini pendapat Ibnu Sirrin, Asyhab pengikut Imam Malik, al-Qoffal.
As-Syasyi al-Kabir dari kalangan as-Syafii dan Abu Ishaq al-Marwazi dari kalangan ahlul hadits.
Sebagaimana dipilih oleh Ibnu Mundzir.
Apabila terdapat keperluan mendesak atau udzur yang terkadang sudah menjadi kebiasaan masyarakat seperti resepsi pernikahan yang mayoritas mempelai tidak sempat malaksanakan sholat maka dalam masalah ini terdapat perbedaan pendapat
Ada yang tidak memperbolehkan dan ada yang memperbolehkannya mengqodlo' sholat.
Pendapat yang memperbolehkan dengan syarat :
-karena hajat
-Tidak dijadikan kebiasaan.
Ibnu Najim salah satu ulama madzhab Al-Hanafiyah menuliskan dalam kitabnya Al-Bahru Ar-Roiq Syarah Kanzu Ad-Daqoiq sebagai berikut :
أن كل صلاة فاتت عن الوقت بعد ثبوت وجوبها فيه فإنه يلزم قضاؤها سواء تركها عمدا أو سهوا أو بسبب نوم وسواء كانت الفوائت كثيرة أو قليلة
Bahwa tiap sholat yang terlewat dari waktunya setelah pasti kewajibannya, maka wajib untuk diqodlo', baik meninggalkannya dengan sengaja, terlupa atau tertidur. Baik jumlah sholat yang ditinggalkan itu banyak atau sedikit.
Al-Qorofi salah satu tokoh ulama besar dalam madzhab Al-Malikiyah menuliskan di dalamnya kitabnya Adz-Dzakhiroh sebagai berikut :
الْفَصْلُ الْأَوَّلُ فِي الْقَضَاءِ وَهُوَ وَاجِبٌ فِي كُلِّ مَفْرُوضَةٍ لَمْ تفعل
Pasal pertama tentang qodlo'. Mengqodlo'' hukumnya wajib atas sholat yang belum dikerjakan.
(Jadi harus diqodlo meskipun ada udzur atau tidak ada udzur).
Ibnu Juzai Al-Kalbi salah satu ulama madzhab Al-Malikiyah menuliskan di dalam kitabnya, Al-Qowanin Al-Fiqhiyah sebagai berikut :
الْقَضَاء إِيقَاع الصَّلَاة بعد وَقتهَا وَهُوَ وَاجِب على النَّائِم وَالنَّاسِي إِجْمَاعًا وعَلى الْمُعْتَمد
Qodlo' adalah mengerjakan sholat setelah lewat waktunya dan hukumnya wajib, baik bagi orang yang tertidur, terlupa atau sengaja.
Imam Asy-Syairozi salah satu ulama rujukan dalam madzhab Asy-Syafi'iyah menuliskan di dalam kitabnya Al-Muhadzdzab sebagai berikut :
ومن وجبت عليه الصلاة فلم يصل حتى فات الوقت لزمه قضاؤها
Orang yang wajib mengerjakan sholat namun belum mengerjakannya hingga terlewat waktunya, maka wajiblah atasnya untuk mengqodlo'nya (entah karena udzur atau tidak)
Imam An-Nawawi salah satu muhaqqiq terbesar dalam madzhab Asy-Syafi'iyah menuliskan di dalam kitabnya Al-Majmu' Syarah Al-Muhadzdzab sebagai berikut :
من لزمه صلاة ففاتته لزمه قضاؤها سواء فاتت بعذر أو بغيره فإن كان فواتها بعذر كان قضاؤها على التراخي ويستحب أن يقضيها على الفور
Orang yang wajib atasnya sholat namun melewatkannya, maka wajib atasnya untuk mengqodlo'nya, baik terlewat karena udzur atau tanpa udzur. Bila terlewatnya karena udzur boleh mengqodlo'nya dengan ditunda namun bila dipercepat hukumnya mustahab.
ibaroh :
فرع المعروف في المذهب أنه لا يجوز الجمع بالمرض ولا الخوف ولا الوحل
وقال جماعة من أصحابنا يجوز بالمرض والوحل
ممن قاله من أصحابنا أبو سليمان الخطابي والقاضي حسين واستحسنه الروياني
فعلى هذا يستحب أن يراعي الأرفق بنفسه فإن كان يحم مثلا في وقت الثانية قدمها إلى الأولى بالشرائط المتقدمة وإن كان يحم في وقت الأولى أخرها إلى الثانية
قلت القول بجواز الجمع بالمرض ظاهر مختار
فقد ثبت في صحيح مسلم أن النبي صلى الله عليه وسلم جمع بالمدينة من غير خوف ولا مطر
وقد حكى الخطابي عن القفا الكبير الشاشي عن أبي إسحق المروزي جواز الجمع في الحضر للحاجة من غير اشتراط الخوف والمطر والمرض وبه قال ابن المنذر من أصحابنا
والله أعلم
بل ذهب جماعة من العلماء الى جواز الجمع في الحضر للحاجة لمن لا يتخذه عادة.
كفاية الأخيار ج ١ ص ١٤٥
Meneruskan Dawuh Bu Nyai Elok Syadzili 🙏