Lembaga Konservasi Hutan Bumi Blambangan

Lembaga Konservasi Hutan Bumi Blambangan Contact information, map and directions, contact form, opening hours, services, ratings, photos, videos and announcements from Lembaga Konservasi Hutan Bumi Blambangan, Education, dusun Krajan Desa Sempu kecamatan Sempu, Banyuwangi.

akun medsos Lembaga Konservasi Hutan Bumi Blambangan (LKHBB),
Lembaga ini bergerak di bidang Konservasi Hutan, menjaga hutan agar tetap lestari, mengedukasi dan merekrut kader peduli lingkungan.

Di tengah semakin masifnya alih fungsi hutan menjadi perkebunan monokultur, muncul satu jenis pohon asli Nusantara yang ...
17/07/2026

Di tengah semakin masifnya alih fungsi hutan menjadi perkebunan monokultur, muncul satu jenis pohon asli Nusantara yang diam-diam menyimpan potensi besar bagi masa depan lingkungan sekaligus kesejahteraan masyarakat.

Pohon aren (Arenga pinnata) bukan hanya penghasil gula merah atau kolang-kaling, tetapi juga dikenal para peneliti sebagai salah satu spesies yang mampu menyatukan kepentingan ekonomi dan konservasi.

Berbeda dengan kelapa sawit (Elaeis guineensis) yang selama puluhan tahun menjadi komoditas unggulan namun juga menuai kritik akibat ekspansi perkebunan dan hilangnya habitat satwa liar, aren justru dapat tumbuh berdampingan dengan hutan tanpa mengubah karakter ekosistemnya.

Perbandingan keduanya tidak sekadar soal nilai ekonomi, melainkan menyangkut keberlanjutan sumber daya alam, ketahanan air, hingga masa depan keanekaragaman hayati Indonesia.

Aren, Pohon Seribu Manfaat Tanpa Limbah

Para peneliti menyebut aren sebagai zero waste tree karena hampir seluruh bagian pohonnya dapat dimanfaatkan tanpa menghasilkan limbah berarti.

Pohon aren dewasa yang disadap mampu menghasilkan sekitar 10–20 liter nira setiap hari. Nira diolah menjadi gula merah maupun gula semut organik yang kini semakin diminati pasar internasional sebagai pemanis alami dengan indeks glikemik lebih rendah dibanding gula tebu.

Selain itu, nira juga menjadi bahan baku bioetanol serta minuman fermentasi tradisional.

Manfa'at aren tidak berhenti di situ. Buahnya diolah menjadi kolang-kaling yang kaya serat dan mineral. Ijuk aren dikenal sebagai serat alami yang tahan air dan asam sehingga dimanfaatkan untuk atap tradisional, penyaring, hingga kebutuhan konstruksi.

Batangnya menghasilkan pati yang dapat diolah menjadi tepung, sedangkan kayu luarnya bernilai tinggi sebagai bahan furnitur dan kerajinan. Bahkan akarnya telah lama dimanfaatkan dalam pengobatan tradisional.

Dengan banyaknya produk yang dihasilkan dari satu pohon, petani memperoleh sumber pendapatan yang beragam tanpa harus bergantung pada satu komoditas saja.

Sawit Menghasilkan Devisa, Aren Menjaga Ekosistem

Kelapa sawit memiliki kontribusi besar terhadap perekonomian nasional. Namun, berbagai kajian menunjukkan bahwa ekspansi perkebunan sawit berskala besar menjadi salah satu penyebab hilangnya tutupan hutan tropis di sejumlah wilayah Indonesia apabila dilakukan melalui pembukaan hutan primer maupun lahan gambut.

Selain perubahan bentang alam, sistem monokultur juga menyebabkan penurunan keanekaragaman hayati karena hanya sedikit spesies tumbuhan yang mampu hidup di bawah tegakan sawit.

Habitat berbagai satwa, termasuk mamalia, reptil, serangga penyerbuk, hingga burung hutan, disebut juga ikut menyusut.

Sebaliknya, aren justru berkembang optimal melalui sistem agroforestri. Pohon ini dapat ditanam bersama pohon hutan, kopi, kakao, durian, bambu, maupun tanaman lokal lainnya tanpa perlu melakukan pembukaan lahan secara besar-besaran.

Model budidaya tersebut memungkinkan masyarakat tetap memperoleh manfaat ekonomi sembari mempertahankan fungsi ekologis hutan.

Menjaga Mata Air dan Mencegah Longsor

Salah satu keunggulan terbesar pohon aren terletak pada sistem perakarannya.

Akar serabut aren membentuk jaringan yang rapat dan kuat sehingga mampu mengikat tanah, mengurangi erosi, serta meningkatkan kemampuan tanah menyerap air hujan

Karena itulah pohon aren banyak direkomendasikan sebagai vegetasi konservasi di daerah lereng, kawasan resapan air, hingga daerah aliran sungai.

Berbagai penelitian juga menunjukkan keberadaan aren berkontribusi dalam menjaga debit mata air tetap stabil pada musim kemarau karena kemampuan tanah menyimpan air menjadi lebih baik.

Rumah bagi Satwa Liar, Termasuk Burung

Nilai konservasi aren semakin tinggi karena pohon ini menjadi bagian penting dalam rantai kehidupan satwa liar.

Buah aren menjadi sumber pakan bagi musang, kelelawar pemakan buah, serta berbagai mamalia kecil yang sekaligus berperan sebagai penyebar biji secara alami. Proses tersebut membantu regenerasi pohon tanpa campur tangan manusia.

Selain itu, tajuk aren menyediakan tempat bertengger, berlindung, bahkan lokasi mencari makan bagi berbagai jenis burung hutan.

Keberadaan vegetasi yang beragam dalam sistem agroforestri menciptakan habitat yang jauh lebih kaya dibandingkan hamparan perkebunan monokultur.

Bagi burung pemakan serangga, kawasan agroforestri juga menyediakan populasi serangga yang lebih melimpah. Sementara bagi burung pemakan buah dan nektar, keberagaman tanaman menjadi sumber pakan sepanjang tahun.

Kondisi ini menjadikan lanskap yang ditumbuhi aren lebih mampu mempertahankan keanekaragaman hayati dibanding kawasan monokultur yang cenderung miskin spesies.

Masa Depan Konservasi Berbasis Masyarakat

Organisasi Pangan dan Pertanian Perserikatan Bangsa-Bangsa (FAO), CIFOR, serta berbagai penelitian dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menilai sistem agroforestri sebagai salah satu solusi penting menghadapi perubahan iklim, menjaga cadangan karbon, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar hutan.

Dalam konteks tersebut, pohon aren menjadi salah satu spesies lokal yang memiliki prospek sangat besar. Selain menghasilkan berbagai produk bernilai ekonomi tinggi, aren membantu menjaga air, tanah, satwa liar, dan hutan tetap lestari.

Di tengah meningkatnya kebutuhan dunia terhadap pembangunan yang berkelanjutan, pohon aren menunjukkan bahwa keuntungan ekonomi tidak selalu harus dibayar dengan hilangnya hutan.

Justru melalui spesies asli Nusantara ini, konservasi alam dan kesejahteraan masyarakat dapat berjalan berdampingan.

Peringati Hari Hutan Hujan Sedunia 2026, Lembaga Konservasi Hutan Bumi Blambangan & Forpimka Sempu Tanam Pohon di Mata A...
22/06/2026

Peringati Hari Hutan Hujan Sedunia 2026, Lembaga Konservasi Hutan Bumi Blambangan & Forpimka Sempu Tanam Pohon di Mata Air Watu Gedek

Sempu, 22/06/2026 – Lembaga Konservasi Hutan Bumi Blambangan bersama Forpimka Sempu Kabupaten Banyuwangi memperingati Hari Hutan Hujan Sedunia 2026 dengan aksi nyata: penanaman pohon di sekitaran mata air Watu Gedek, Desa Jambewangi, Kecamatan Sempu.

Peringatan yang jatuh setiap 22 Juni ini tahun ini diisi kolaborasi lintas sektoral. Lembaga Konservasi Hutan Bumi Blambangan selaku lembaga konservasi turut serta menghadiri undangan Forpimka Sempu yang terdiri dari Camat, Kapolsek, Danramil Sempu, KPH Banyuwangi Barat, kades Jambewangi, komunitas RAPI dan BANSER tersebut guna untuk menjaga fungsi hidrologis kawasan hulu.

Jaga mata air, jaga kehidupan
Lokasi Watu Gedek dipilih karena perannya sebagai sumber air bagi warga Jambewangi dan sekitarnya, yang kebetulan airnya di kelola oleh PDAM / PUDAM Banyuwangi untuk memenuhi kebutuhan air bersih warga di wilayah Banyuwangi Barat, Penanaman pohon endemik dan pohon pelindung sumber air dilakukan langsung oleh jajaran Forpimka, Sekretaris Lembaga Konservasi Hutan Bumi Blambangan, perangkat desa dan penggiat lingkungan hingga warga setempat.

“Melestarikan hutan hujan berarti menjaga cadangan air kita. Aksi di Watu Gedek ini simbol bahwa konservasi dimulai dari hulu, merawat hulu adalah tugas kita bersama dan semuanya wajib menjaganya”. ujar Ryan Achmadi sekretaris Lembaga Konservasi Hutan Bumi Blambangan sa'at berkegiatan.

Camat Sempu Mujito dalam sambutannya menekankan sinergi penting antara lembaga konservasi dan pemerintah kecamatan. “Forpimka Sempu siap mengawal dan merawat pohon-pohon yang ditanam agar tumbuh dan benar-benar menjaga debit mata air untuk anak cucu kita,” katanya.

Hari Hutan Hujan Sedunia
Lebih dari sekadar peringatan
Tahun 2026, tema global Hari Hutan Hujan Sedunia menyorot peran hutan hujan tropis sebagai paru-paru dunia dan benteng perubahan iklim.
Di Banyuwangi, hutan di lereng Raung termasuk ekosistem penting yang menopang pertanian dan sumber air bersih bagi masyarakat.

Melalui penanaman di Watu Gedek,
Lembaga Konservasi Hutan Bumi Blambangan dan Forpimka Sempu ingin mengajak masyarakat
merawat hutan hujan tidak harus jauh. Cukup mulai dari sumber mata air di desa sendiri seperti di desa Jambewangi ini contohnya

Kegiatan ditutup dengan komitmen bersama untuk monitoring pertumbuhan pohon dan edukasi warga Jambewangi tentang pentingnya menjaga kawasan sumber air dan hutan tetap lestari.




Setiap 22 Juni, dunia memperingati Hari Hutan Hujan Sedunia atau World Rainforest Day,Tujuannya sederhana mengingatkan k...
21/06/2026

Setiap 22 Juni, dunia memperingati Hari Hutan Hujan Sedunia atau World Rainforest Day,
Tujuannya sederhana mengingatkan kita bahwa hutan hujan itu paru-paru bumi yang kerja 24 jam tanpa hari libur.

Kenapa hutan hujan penting banget
1. Penyerap karbon alami :
Hutan Amazon, Kongo, dan hutan Kalimantan nyimpen miliaran ton CO2. Kalau ditebang, karbonnya lepas ke atmosfer dan bikin pemanasan global makin cepat

2. Rumah keanekaragaman hayati : 50% spesies tumbuhan dan hewan di dunia tinggal di hutan hujan.
Dari orangutan Kalimantan sampai katak pohon warna-warni, semuanya tergantung di sana

3. Pengatur iklim & air :
Hutan hujan bikin hujan. Pohon “menguapkan” air lewat daun, jadi awan, lalu jadi hujan lagi.
Tanpa hutan, pola hujan di Jawa Timur dan wilayah lain bisa berantakan.

Ancaman yang masih nyata
Deforestasi buat sawit, tambang, dan kayu ilegal masih jadi tantangan besar. Indonesia sendiri punya hutan hujan tropis terbesar ketiga di dunia setelah Brazil & Kongo.
Jadi keputusan kita di sini dampaknya global.

Yang bisa kita lakukan, mulai dari hal kecil
- Kurangi konsumsi kertas & kayu yang nggak bersertifikat FSC.
- Dukung produk berkelanjutan :
Cek label RSPO buat minyak sawit, atau beli furnitur dari kayu daur ulang.
- Sebarkan info :
Satu share artikel ini saja sudah membantu orang lain lebih untuk peduli.
- Tanam pohon lokal :
Tidak harus ke hutan.
Tanamlah pohon buah/peneduh di rumah anda, hal tersebut juga membantu sebagai mikroiklim.

Mudah bukan?
Yuk...tanam pohon hari ini... 😀

Berkordinasi dengan pemangku wilayah Bapak ASPER BKPH Glenmore, untuk persiapan rencana reboisasi dengan agenda merawat ...
08/06/2026

Berkordinasi dengan pemangku wilayah Bapak ASPER BKPH Glenmore, untuk persiapan rencana reboisasi dengan agenda merawat sumber mata air yang akan dilakukan oleh Kader Konservasi yang sudah terbentuk di dusun Sidomulyo desa Jambewangi Kecamatan sempu

07/06/2026
Deklarasi kader KonservasiPerhutani Banyuwangi Barat Deklarasikan 200 Kader Konservasi Hutan https://share.google/dtEsjM...
07/06/2026

Deklarasi kader Konservasi

Perhutani Banyuwangi Barat Deklarasikan 200 Kader Konservasi Hutan https://share.google/dtEsjMTde9XNsFpU9

Deklarasi Kader Konservasi Hutan - Foto ANTARA News Jawa Timur https://share.google/liWRlcIDxUAXmdUWK

ADM PERHUTANI KPH BARAT KUKUHKAN RIBUAN KADER KONSERVASI
https://infomasuk.com/posts/adm-perhutani-kph-barat-kukuhkan-ribuan-kader-konservasi

Ribuan Bibit Ditanam di Banyuwangi, Gerakan Konservasi Libatkan Warga Tepian Hutan | The Power Of Networking (Informasi Terkini Banyuwangi) https://share.google/h2Ur6sTPucSmR7ici

Ratusan Kader Konservasi Hutan Bersama Perhutani KPH Banyuwangi Barat Tanam 2.026 Bibit Pohon Kayu Berbuah - Rubic News https://share.google/0OFNA12jcB2ui3qxJ

Deklarasi Konservasi Hutan Menggema di Banyuwangi, H. Muhlisin: “Wariskan Sumber Mata Air, Bukan Air Mata” - SIBERNEWS.CO.ID https://share.google/ImpY8EuVOvpc6MRCa

pendampingan dan konsolidasi calon-calon kader Konservasi hutanSa'at ini mendampingi Kelompok Tani Hutan (KTH) BERKAH AB...
07/06/2026

pendampingan dan konsolidasi calon-calon kader Konservasi hutan

Sa'at ini mendampingi Kelompok Tani Hutan (KTH) BERKAH ABADI desa Jambewangi kecamatan Sempu Kabupaten Banyuwangi

Bersinergi dengan stakeholder dan administrator wilayah Kawasan Pangkuan Hutan Banyuwangi Barat menjadi modal awal menja...
07/06/2026

Bersinergi dengan stakeholder dan administrator wilayah Kawasan Pangkuan Hutan Banyuwangi Barat menjadi modal awal menjaga hutan agar tetap lestari

Address

Dusun Krajan Desa Sempu Kecamatan Sempu
Banyuwangi
68468

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Lembaga Konservasi Hutan Bumi Blambangan posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Shortcuts

Share

Category