07/11/2021
Berbalut zirah kehormatan
Tergopoh menuju medan perang
Bertarung sehari penuh
Mengadu tajam intuisimu
Kau yang berada jauh
Dari suapan kasih dan sayang
Bak dedaunan yang lepas terhempas
Hanya saja menunggu giliran
Bertahan sendirian
Tampak begitu tangguh
Namun teramat rapuh
Ada saat dimana
Kau mati dalam pertempuran
Bahkan mati sebelum berperang
Seluruh semesta berukir indah
Kala kau pergi dan kembali
Sebuah cahaya di pelupuk jiwa
Menyambut dengan lapangnya
Kau hanya metafora
Dalam makna sebenarnya
Selamat menikmati rasamu
Para pecandu rindu