09/09/2020
Nasehat imam Asy-Syafi'i rahimahullahu kepada para penuntut Ilmu itu secara garis besar ada enam (6). Nasehat-nasehat ini ditulis dalam kitab Diwan Al-Imam Asy-Syafi'i. Beliau rahimahullahu berkata, "Saudaraku, tidak akan memperoleh ilmu kecuali dengan enam perkara yang akan saya beritahukan perinciannya:
(1) kecerdasan,
(2) semangat,
(3) sungguh-sungguh,
(4) berkecukupan,
(5) bersahabat (belajar) dengan ustadz,
(6) membutuhkan waktu yang lama."
1. Kecerdasan
Kecerdasan merupakan potensi manusia sejak dilahirkan. Setiap orang telah diberikan kecerdasan oleh Allah, sehingga dengan kecerdasan itu manusia dapat dengan mudah menerima pengetahuan yang ada di alam semesta ini. Walau sudah merupakan bawaan lahir tetapi perlu juga untuk diolah agar dapat meningkat lebih dari yang telah ada. Kecerdasan yang dimaksud bukan saja tetang kecerdasan otak, tetapi juga kecerdasan sikap dan spiritual. Ketiga komponen ini harus berjalan beriringan, jika satu saja kurang maka akan menjadi cacat.
Apa yang harus diperbuat oleh penuntut ilmu dengan kecerdasannya? Yang perlu dilakukan adalah menggunakan kecerdasan itu sesuai dengan kadar yang telah ditentukan, jangan juga berlebihan. Maksudnya adalah bahwa menimba ilmu itu sebanyak-banyaknya dengan menyaring agar ilmu yang bermanfaat saja yang diterima, kemudian ilmu pengetahuan itu harus dikontrol dengan moral, sehingga tidak terjadi penyalahgunaan ilmu dan pengetahuan.
2. Semangat dalam Menuntut Ilmu
Semangat merupakan bekal bagi seorang dalam menuntut ilmu. Jika dia sudah tahu bahwa ilmu itu memiliki manfaat yang sangat besar, maka dia akan mengerahkan semua daya dan upaya untuk menuntut ilmu. Semangat memiliki fungsi untuk menggerak seseorang dalam bertindak, dalam hal ini bertindak untuk menuntuk ilmu sebanyak-banyaknya.
Dalam menuntut ilmu, semangat tidak boleh kendor. Seorang penuntut ilmu harus memiliki semngat yang keras untuk terus membaca, menelaah, meneliti, mempraktekkan, dan membangun forum-forum ilmiah dengan teman sejawat atau dengan para guru yang memiliki ilmu yang tinggi.
3. Bersungguh-sungguh dalam Menuntut Ilmu
Bersungguh-sungguh adalah berusaha dengan segenap jiwa dan raga, yaitu berusahan dengan sekuat-kuatnya sehingga apa yang diinginkan bisa tercapai. Ada sebuah syair arab yang mengatakan bahwa "siapa yang bersungguh-sungguh maka dapatlah ia." Begitu p**a dengan menuntut ilmu, seorang penuntut ilmu jika dia bersungguh-sungguh dalam belajar maka dia akan menjadi orang yang cerdas.
Penuntut Ilmu harus menghindari sifat malas, bosan dan cepat merasa lelah serta menghindari hawa nafsu setan yang senantiasa mengikuti dan menggoda dirinya untuk berhenti dalam menuntut ilmu. Banyak hal yang dapat menstimulus seseorang untuk giat dan tekun dalam belajar yaitu dengan membaca biorgrafi para ilmuan-ilmuan terdahulu yang dengan gigih dan tabah dalam menanggung segala penderitaan yang mereka alami serta kisah perjalanan mereka yang menuntut ilmu di berbagai tempat.
4. Memiliki Bekal Untuk Menuntut Ilmu
Pergi mengembara keluar dari kampung halaman untuk belajar merupakan jihad fi sabilillah, yaitu berada di jalan Allah. Dengan demikian maka mengorbankan harta untuk bekal menuntut ilmu merupakan salah satu amaliah di jalan Allah.
5. Bersahabat dengan Guru
Fenomena saat ini yang terjadi adalah telah lahir para ulama atau ilmuan-ilmuan model baru hasil didikan internet. Belajar dengan media internet itu sah-sah saja, tidak ada salahnya, tetapi yang patut diingat bahwa, informasi yang ada di dunia maya ini tidak semuanya benar, sehingga perlu penyaringan yang sangat ketat hingga bisa masuk ke dalam otak. Kalau tidak disaring, hal yang salah akan dianggap sebagai kebenaran.
Belajar yang baik adalah langsung dengan ahlinya, sehingga ilmu itu dapat dijelaskan dengan baik. Jadikan buku dan media lain seperti internet sebagai pendukung dalam menuntut ilmu. Selain itu belajar kepada orang alim itu bukan saja mendapatkan pembelajaran, tetapi juga mendapatkan pendidikan adab, akhlak dan wara'.
6. Membutuhkan Waktu yang Lama
Ada ungkapan (ada yang menyebutnya hadis) yang menyatakan bahwa "menuntut ilmu itu dari buayaan ibu sampai ke liang lahat."
Menuntut ilmu itu membutuhkan waktu yang lama, bukan satu atau dua hari saja seseorang sudah dapat menguasai suatu ilmu.
Ilmu tidak datang secepat kilatan cahaya yang langsung dipahami secara keseluruhan oleh seseorang, butuh kajian yang mendalam, bahkan semakin dikaji maka akan semakin dalam lagi ilmu tersebut. Lalu berapa lamakah kita akan belajar? Jawabannya adalah sepanjang hayat masih dikandung badan. Wallahu a'lam.
🙏🙏