Tentang :
SMA Negeri (SMAN) 1 Jetis Bantul atau lebih dikenal dengan nama Jesabayo, merupakan salah satu Sekolah Menengah Atas Negeri yang ada di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, Indonesia. Sama dengan SMA pada umumnya di Indonesia masa pendidikan sekolah di SMAN 1 Jetis Bantul ditempuh dalam waktu tiga tahun pelajaran, mulai dari Kelas X sampai Kelas XII. Sejarah Singkat :
SMA Negeri 1 Jetis
berdiri pada tanggal 20 November 1984 berdasarkan Surat Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI Nomor 0558/O/1984.Pada awal tahun ajaran 1984/1985 pengelolaan dan pembinaan SMA Negeri 1 Jetis diserahkan kepada SMA Negeri 2 Bantul dengan Kepala Sekolah saat itu adalah Drs. Selama SMA Negeri 1 Jetis dibina dan dikelola oleh SMA Negeri 2 Bantul kegiatan belajar mengajar diadakan sore hari dengan Jumlah kelas sebanyak 3 kelas dan jumlah siswa sebanyak 132 siswa. Mulai bulan Juli 1996, SMA Negeri 1 Jetis menempati gedung baru yang telah dibangun oleh Pemerintah Desa Sumberagung. Lokasi SMA Negeri 1 Jetis beralamat di Kertan, Kelurahan Sumberagung, Kecamatan Jetis, Kabupaten Bantul dengan luas tanah 29.533 m3 (kurang lebih 3 Hektar), 3 ruang kelas III, 3 ruang kelas II dan 3 ruang kelas I. Sejak SMA Negeri 1 Jetis berlokasi di Kertan Sumberagung Jetis Bantul, dari waktu kewaktu sampai sekarang SMA Negeri 1 Jetis berkembang meningkat dalam pengelolaannya. Pada tahun 2009, SMA Negeri 1 Jetis dinobatkan menjadi Sekolah Sehat Nasional 2009. Tiga tahun kemudian bertepatan dengan peringatan hari lingkungan hidup 5 Juni 2012, SMA Negeri 1 Jetis yang berhasil memperoleh Adiwiyata Nasional tiga tahun berturut-turut dinobatkan sebagai Sekolah Kategori Adiwiyata Mandiri oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Kepala Sekolah :
Tahun Kepala Sekolah
1984 - 1985 Drs. Samidjo
1990 - 1993 Drs. Soenarto
1993 - 1998 Sumaryadi
1998 - 1999 Dra. Tumi Rahardjo (pjs)
1999 - 2001 Drs. Daeng Daeda
2001 - 2003 Drs. Sudardjo
2003 - 2005 Drs. Ismudari
2005 - 2007 Drs. Hartono
2007 - 2012 Drs. Wiyono
2012 - sekarang Drs. Herman Priyana
Lebih tahu :
a. SMA Negeri 1 Jetis, SMA Negeri 2 Bantul, dan SMA 1 Imogiri memiliki ikatan saudara karena pada saat belum memiliki gedung SMA masih menumpang di Gedung SMA 2 dan saat SMA 1 Imogiri dibentuk menumpang pada gedung SMA Negeri 1 Jetis
b. SMA 1 Jetis termasuk SMA terluas di DIY. Dengan luas sekitar 3 hektar, memungkinkan pembangunan bangunan sekolah lebih baik. Selain itu dengan terpisahnya fasilitas olahraga dengan Bangunan Induk sekolah membuat keadaan sekolah yang tidak semrawut. Sebelum musibah gempa bumi SMA negeri 1 Jetis pernah memiliki aset perkebunan Toga SMA terbesar mungkin terluas di Indonesia namun melalui kebijaksanaan sekolah. lahan tersebut dibangun kompleks SD dan SMP 1 Jetis. Karena letak Gedung SD SMP dan SMA berdekatan, banyak orang yang menganggap sebagai kompleks sekolah. e. SMA Negeri satu Jetis adalah salah satu pelopor organisasi ROHIS tingkat Kabupaten yaitu FUDHISBA
f. Meskipun berada di dataran rendah, suhu di di sekolah sangat sejuk dikarenakan SMA Negeri 1 Jetis memiliki sekitar 700 pohon perdu disekitar sekolah sehingga sering dipakai siswa berteduh saat istirahat. Selain itu setiap hari SMA dapat menghasilkan sekitar 20 kg sampah daun kering yang dapat dimanfaatkan sebagai pupuk. SMA Negeri 1 Jetis telah berhasil memanfaatkan segala limbah organik di sekolahnya untuk dijadikan pupuk.