07/12/2022
JANGAN MENUNTUT ORANG LAIN MEMUJIMU
"Perhatikan baik-baik orang yang tidak bertepuk tangan saat Anda menang."
-Leonardo Dicaprio
Dipuji orang lain apalagi sampai mendapatkan penghargaan memang tidak dipungkiri akan membuat diri kita ini senang bukan main, bangga, bahkan merasa percaya diri. Apalagi jika prestasi itu jarang dialami orang pada umumnya. Namun suatu karya dan hasil pekerjaan jenis apapun, harus diakui selalu tidak sempurna. Artinya ada ruang yang masih bisa diperbaiki, dibuat lebih baik lagi.
Melakukan hal terbaik itu tidak pernah final, selalu ada kemajuan setelah fase tersebut, dan bisa selalu ditingkatkan. Terbaik itu bukan hasil karya, tapi mentalitas yang siap untuk berubah, siap untuk memperbaiki terus dan berkesinambungan. Inilah sikap mental yang terbaik.
Dalam manajemen Jepang ada istilah "Kaizen (改善)". Prinsipnya adalah perbaikan berkesinambungan dengan mentalitas membuka diri. Filsafat kaizen berpandangan bahwa hidup kita hendaknya fokus pada upaya perbaikan terus-menerus.
Karena itu janganlah menuntut orang lain agar memujimu, apalagi sekedar menyetujui pandanganmu begitu saja. Pujian itu memang menyenangkan, dan itu tidak buruk, karena juga bisa membuat diri kita semakin bersemangat. Namun jangan berlebihan, karena jika over dosis pujian seperti itu akan menjadi toxic. Racun yang menutup kemungkinan untuk berubah dan belajar lebih baik lagi.
Satu lagi tips sebagaimana dijelaskan dalam buku berjudul "Ikigai", hiduplah mengalir (nge-flow), selalu terbuka dan berproses lebih baik. Cintai pekerjaanmu, jangan gantungkan nasibmu pada pujian atau celaan, melainkan teruslah berproses. Apakah suatu saat orang akan tahu apa yang Anda lakukan, itu bukan urusan Anda. Mengalir itu sudah lebih dari cukup. Karena memang itulah yang membuat kita bahagia dan tak terukur bahkan tidak tergantikan oleh apapun.