Ma'had Islam Al Abror

Ma'had Islam Al Abror Media Informasi Ma'had

Berjibaku kembali setelah libur IdulFitri, biidznillah.
05/04/2026

Berjibaku kembali setelah libur IdulFitri, biidznillah.

  rutin 'had Al Abror Al Islami  Peduli  #๐Ÿ“šโœ’๏ธ๐Ÿ“šโœ’๏ธ๐Ÿ“šโœ’๏ธ๐Ÿ“šโœ’๏ธ๐Ÿ“šโœ’๏ธ๐Ÿ“šโœ’๏ธ๐Ÿ“šโœ’๏ธ๐Ÿ“šโœ’๏ธ๐Ÿ“ข *PENGUMUMAN KAJIAN RUTIN*๐Ÿ“š Kajian Literatur KlasikDe...
03/12/2025

rutin 'had Al Abror Al Islami Peduli #

๐Ÿ“šโœ’๏ธ๐Ÿ“šโœ’๏ธ๐Ÿ“šโœ’๏ธ๐Ÿ“šโœ’๏ธ๐Ÿ“šโœ’๏ธ๐Ÿ“šโœ’๏ธ๐Ÿ“šโœ’๏ธ๐Ÿ“šโœ’๏ธ

๐Ÿ“ข *PENGUMUMAN KAJIAN RUTIN*
๐Ÿ“š Kajian Literatur Klasik

Dengan memohon rahmat dan taufik dari Allah Ta'ala, Ma'had Al Abror Al Islami mengundang Bapak/Ibu serta para santri dan masyarakat umum untuk menghadiri Kajian Rutin Kitab Al Arba'in An Nawawiyyah disertai penjelasan dari kitab At-Tuhfah As-Saniyyah.

๐Ÿ•Œ Tema Kajian
AL ARBA'IN AN NAWAWIYYAH
ุงู„ุชุญูุฉ ุงู„ุณู†ูŠุฉ ููŠ ุดุฑุญ ุงู„ุฃุฑุจุนูŠู† ุงู„ู†ูˆูˆูŠุฉ

๐Ÿ‘ค Pemateri:
Juantara, Lc., S.Pd.
- Alumnus Safwa University
- Alumnus STITMA Yogyakarta

๐Ÿ—“ Waktu Pelaksanaan
Setiap Sabtu
โฐ Pukul 19.30 โ€“ 20.30 WIB
๐Ÿ“… Dimulai: 06 Desember 2025 / 15-06-1447 H

๐Ÿ“ Tempat:
Ma'had Al Abror Al Islami
Patihan, Gadingsari, Sanden, Bantul, Yogyakarta

๐Ÿ‘ฅ Peserta:
UMUM โ€“ Putra & Putri

๐ŸŽ Fasilitas Kajian:

1. Masjid yang luas
2. Kitab PDF
3. Terjemah Hadis
4. Ijazah sanad*

๐Ÿ“ž Informasi :
WA: 0877-1487-1994

๐Ÿ“Œ โ€œBarangsiapa menempuh jalan untuk mencari ilmu, Allah akan mudahkan baginya jalan menuju surga.โ€
(HR. Muslim)

Ikhlas dalam menuntut ilmu dengan catatan menjaga dzikir #

๐ŸŒ๐Ÿ’ฅ๐ŸŒ๐Ÿ’ฅ๐ŸŒ๐Ÿ’ฅ๐ŸŒ๐Ÿ’ฅ๐ŸŒ๐Ÿ’ฅ๐ŸŒ๐Ÿ’ฅ๐ŸŒ๐Ÿ’ฅ๐Ÿ”ฅ *LARANGAN GHULUW DALAM BERIBADAH* ๐Ÿ”ฅ         ๐ŸŽ“โœ’๏ธ๐ŸŽ“โœ’๏ธ๐ŸŽ“โœ’๏ธ๐ŸŽ“โœ’๏ธ๐ŸŽ“โœ’๏ธ๐ŸŽ“โœ’๏ธ๐ŸŽ“โœ’๏ธAnas bin Mฤlik radhiyallฤhu โ€˜anhu berka...
17/09/2025

๐ŸŒ๐Ÿ’ฅ๐ŸŒ๐Ÿ’ฅ๐ŸŒ๐Ÿ’ฅ๐ŸŒ๐Ÿ’ฅ๐ŸŒ๐Ÿ’ฅ๐ŸŒ๐Ÿ’ฅ๐ŸŒ๐Ÿ’ฅ
๐Ÿ”ฅ *LARANGAN GHULUW DALAM BERIBADAH* ๐Ÿ”ฅ
๐ŸŽ“โœ’๏ธ๐ŸŽ“โœ’๏ธ๐ŸŽ“โœ’๏ธ๐ŸŽ“โœ’๏ธ๐ŸŽ“โœ’๏ธ๐ŸŽ“โœ’๏ธ๐ŸŽ“โœ’๏ธ

Anas bin Mฤlik radhiyallฤhu โ€˜anhu berkata:

ุฌุงุกูŽ ุซูŽู„ุงุซูŽุฉู ุฑูŽู‡ู’ุทู ุฅู„ู‰ ุจููŠููˆุชู ุฃุฒู’ูˆุงุฌู ุงู„ู†ู‘ูŽุจูŠู‘ู ๏ทบุŒ ูŠูŽุณู’ุฃูŽู„ููˆู†ูŽ ุนู† ุนูุจุงุฏูŽุฉู ุงู„ู†ู‘ูŽุจูŠู‘ู ๏ทบุŒ ููŽู„ูŽู…ู‘ุง ุฃูุฎู’ุจูุฑููˆุง ูƒูŽุฃู†ู‘ูŽู‡ูู…ู’ ุชูŽู‚ุงู„ู‘ููˆู‡ุงุŒ ููŽู‚ุงู„ูˆุง: ูˆุฃูŽูŠู’ู†ูŽ ู†ูŽุญู’ู†ู ู…ูู†ูŽ ุงู„ู†ู‘ูŽุจูŠู‘ู ๏ทบุŸ! ู‚ุฏู’ ุบูููุฑูŽ ู„ู‡ ู…ุง ุชูŽู‚ูŽุฏู‘ูŽู…ูŽ ู…ูู† ุฐูŽู†ู’ุจูู‡ู ูˆู…ุง ุชูŽุฃูŽุฎู‘ูŽุฑูŽุŒ ู‚ุงู„ูŽ ุฃุญูŽุฏูู‡ูู…ู’: ุฃู…ู‘ุง ุฃู†ุง ูุฅู†ู‘ููŠ ุฃูุตูŽู„ู‘ููŠ ุงู„ู„ู‘ูŽูŠู’ู„ูŽ ุฃุจูŽุฏู‹ุงุŒ ูˆู‚ุงู„ูŽ ุขุฎูŽุฑู: ุฃู†ุง ุฃุตููˆู…ู ุงู„ุฏู‘ูŽู‡ู’ุฑูŽ ูˆู„ุง ุฃููู’ุทูุฑูุŒ ูˆู‚ุงู„ูŽ ุขุฎูŽุฑู: ุฃู†ุง ุฃุนู’ุชูŽุฒูู„ู ุงู„ู†ู‘ูุณุงุกูŽ ูู„ุง ุฃุชูŽุฒูŽูˆู‘ูŽุฌู ุฃุจูŽุฏู‹ุงุŒ ููŽุฌุงุกูŽ ุฑูŽุณูˆู„ู ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ๏ทบ ุฅู„ูŠู‡ูู…ุŒ ููŽู‚ุงู„ูŽ: ุฃู†ู’ุชูู…ู ุงู„ู‘ูŽุฐููŠู†ูŽ ู‚ูู„ุชูู…ู’ ูƒูŽุฐุง ูˆูƒูŽุฐุงุŸ! ุฃูŽู…ุง ูˆุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุฅู†ู‘ููŠ ู„ูŽุฃูŽุฎู’ุดุงูƒูู…ู’ ู„ูู„ู‘ูŽู‡ู ูˆุฃูŽุชู’ู‚ุงูƒูู…ู’ ู„ู‡ุŒ ู„ูŽูƒูู†ู‘ููŠ ุฃุตููˆู…ู ูˆุฃููู’ุทูุฑูุŒ ูˆุฃูุตูŽู„ู‘ููŠ ูˆุฃูŽุฑู’ู‚ูุฏูุŒ ูˆุฃูŽุชูŽุฒูŽูˆู‘ูŽุฌู ุงู„ู†ู‘ูุณุงุกูŽุŒ ูู…ูŽู† ุฑูŽุบูุจูŽ ุนู† ุณูู†ู‘ูŽุชูŠ ูู„ูŠุณูŽ ู…ูู†ู‘ููŠ.

[ุฑูˆุงู‡ ุงู„ุจุฎุงุฑูŠ: ูฅู ูฆูฃ]

Artinya:

Telah datang tiga orang kepada rumah-rumah istri Nabi ๏ทบ. Mereka bertanya tentang ibadah Nabi ๏ทบ. Ketika diberitahu, seakan-akan mereka merasa ibadah itu masih sedikit. Mereka berkata:

โ€œDi mana kita dibandingkan dengan Nabi ๏ทบ? Sungguh beliau telah diampuni dosa-dosanya yang telah lalu maupun yang akan datang.โ€

Salah seorang dari mereka berkata: โ€œAku akan shalat malam selamanya.โ€
Yang lain berkata: โ€œAku akan berpuasa sepanjang masa dan tidak akan berbuka.โ€
Yang lain berkata: โ€œAku akan menjauhi para wanita, sehingga tidak akan menikah selamanya.โ€

Lalu Rasulullah ๏ทบ datang menemui mereka dan bersabda:

โ€œKalianlah yang mengatakan begini dan begitu? Demi Allah, sesungguhnya aku adalah orang yang paling takut kepada Allah di antara kalian dan yang paling bertakwa kepada-Nya. Tetapi aku berpuasa dan berbuka, aku shalat (malam) dan tidur, serta aku menikahi wanita. Maka barangsiapa yang tidak menyukai sunnahku, maka ia bukan termasuk golonganku.โ€

๐Ÿฎ๐Ÿ“™๐Ÿฎ๐Ÿ“™๐Ÿฎ๐Ÿ“™๐Ÿฎ๐Ÿ“™๐Ÿฎ
โ”โ”โ”โ”โ”โ”โ”โ”โ”โ”โ”โ”โ”โ”โ”โ”โ”“
|| *PENJELASAN HADITS*||
โ”—โ”โ”โ”โ”โ”โ”โ”โ”โ”โ”โ”โ”โ”โ”โ”โ”›

Seorang muslim tidak sepantasnya memaksakan diri dalam ibadah dengan sesuatu yang tidak sanggup ia lakukan. Ia harus menjauhi sikap berlebih-lebihan (ghuluw) dengan meneladani manusia yang paling bertakwa dan paling takut kepada Allah, yaitu Muhammad ๏ทบ. Karena sebaik-baik petunjuk adalah petunjuk beliau.

Dalam hadits ini, Anas bin Mฤlik radhiyallฤhu โ€˜anhu mengabarkan bahwa ada tiga orang datang ke rumah Nabi ๏ทบ. Mereka bertanya tentang ibadah beliau, lalu diceritakan jumlah dan tata cara ibadahnya. Namun mereka menganggapnya sedikit, lalu berkata:
โ€œDi mana kita dibandingkan Nabi ๏ทบ, padahal beliau telah diampuni dosa-dosa yang lalu dan yang akan datang?โ€
Maka salah seorang berniat untuk shalat malam terus-menerus, yang kedua bertekad untuk berpuasa sepanjang masa tanpa berbuka, dan yang ketiga berniat tidak menikah selamanya.
Ketika Nabi ๏ทบ mengetahui perkataan mereka, beliau menegur dengan bersabda:
โ€œApakah kalian yang berkata demikian? Demi Allah, aku adalah orang yang paling takut kepada Allah dan paling bertakwa kepada-Nya. Akan tetapi aku berpuasa dan berbuka, aku shalat dan tidur, serta aku menikahi wanita.โ€
Maksudnya, meskipun Nabi ๏ทบ adalah yang paling bertakwa, beliau tidak berlebihan dalam beribadah. Sebab, orang yang berlebih-lebihan akan cepat bosan, sementara orang yang mengambil jalan pertengahan lebih memungkinkan untuk istiqamah. Dan sebaik-baik amal adalah yang dikerjakan terus-menerus.
Kemudian beliau ๏ทบ memperingatkan:
โ€œBarangsiapa berpaling dari sunnahku, maka ia bukan bagian dariku.โ€
Yakni, siapa yang meninggalkan cara beliau karena membenci atau menolaknya, maka ia kafir. Jika meninggalkan bukan karena benci, maka tetap termasuk menyelisihi sunnah beliau yang mudah, lapang, dan tanpa memberatkan.

๐Ÿ“Œ๐Ÿ”Ž๐Ÿ“Œ๐Ÿ”Ž๐Ÿ“Œ๐Ÿ”Ž๐Ÿ“Œ๐Ÿ”Ž๐Ÿ“Œ
โ”โ”โ”โ”โ”โ”โ”โ”โ”โ”โ”โ”โ”โ”โ”โ”โ”“
โœ’๏ธ *FAIDAH HADITS*โœ’๏ธ
โ”—โ”โ”โ”โ”โ”โ”โ”โ”โ”โ”โ”โ”โ”โ”โ”โ”›
โœ’๏ธ๐Ÿ–Š๏ธโœ’๏ธ๐Ÿ–Š๏ธโœ’๏ธ๐Ÿ–Š๏ธโœ’๏ธ๐Ÿ–Š๏ธโœ’๏ธ

1. Larangan ghuluw (berlebih-lebihan) dalam agama.

2. Tidak boleh memaksakan ibadah di luar kemampuan.

3. Seimbang dalam ibadah adalah sunnah Nabi ๏ทบ.

4. Amalan terbaik adalah yang konsisten (istiqamah).

5. Menikah adalah bagian dari sunnah Nabi ๏ทบ.

6. *Kesungguhan dan semangat para sahabat Nabi dalam ibadah, namun perlu diluruskan tatkala terdapat kesalahan.*

7. Ukuran ketakwaan adalah mengikuti sunnah, bukan banyaknya ibadah.

8. Barangsiapa tidak menyukai sunnah Nabi ๏ทบ, maka ia jauh dari pengakuan sebagai pengikut beliau.

9. Islam memperhatikan keseimbangan antara hak Allah, hak diri, keluarga, dan masyarakat.

10. Nabi ๏ทบ adalah manusia yang paling sempurna dalam rasa takut dan ketakwaannya kepada Allah Taโ€˜ฤlฤ, meskipun dosa beliau telah diampuni, beliau tetap menjadi teladan dalam ibadah.

Sumber :
https://dorar.net/hadith/sharh/151038

๐ŸŒ๐ŸŒ๐ŸŒ๐ŸŒ๐ŸŒ๐ŸŒ๐ŸŒ
โœ๏ธ Penulis: Juantara
Srandakan, 23-03-1447 H / 16-09-2025 M

Didukung oleh:
๐Ÿ•Œ
๐Ÿ“–
๐Ÿ“š โ€™hadIslamicCenterAlAbror
๐Ÿ“ก
๐Ÿซ
๐Ÿซ /MI Zaid Bin Tsabit Kulon Progo

26/08/2025
Lomba hari pertama mewarnai, ada juga CCA dan hafalan matan ilmu tajwid Tuhfatulathfal. Semangat ayoo para santri.
04/03/2024

Lomba hari pertama mewarnai, ada juga CCA dan hafalan matan ilmu tajwid Tuhfatulathfal.
Semangat ayoo para santri.

17/10/2023

Semangat santriwan dan santriwati Ma'had Islam Al Abror dalam belajar.

Address

Patihan Rt : 02, Gading Sari, Sanden
Bantul
55763

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Ma'had Islam Al Abror posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Shortcuts

Share

Category