ABACA Profesor Flash Card Indonesia

ABACA Profesor Flash Card Indonesia ABACA FlashCard Kartu Belajar Membaca Balita yang Dilengkapi Game Seru. Info/Order/Reseller 08529224

30 MENIT LANGSUNG BISA BACA BUKU PINTAR MEMBACAPadahal Najwa "lompat" dari seri 1 ke seri 3 karena seri 2 belum tuntas t...
28/02/2015

30 MENIT LANGSUNG BISA BACA BUKU PINTAR MEMBACA

Padahal Najwa "lompat" dari seri 1 ke seri 3 karena seri 2 belum tuntas tapi mau nyoba seri 3.
G' mau berhenti sebelum selesai padahal bundanya uda pegel

Kenapa Najwa sangat antusias belajarnya????

Penyusunan kartu sangat sistematis dan dimulai dr tingkat yang paling mudah.
Sebelum diproduksi dan dipasarkan, Produsen ABACA sdh mengujicobakan kpd putrinya yg msh balita.
Pertama di Indonesia.. metode belajar membaca dgn konsep aritmatika suku kata dalam 10 box.
Desainnya sangat menarik dan istimewa dilengkapi reward es kream, strobery, dan coklat.

ABACA FLASHCARD BUKAN KARTU BIASA, YANG INI BIKIN ANAK SENANG DAN KETAGIHAN.

Order/reseller Hub/WA/SMS 085292243353 (telkomsel) 085725282804 (indosat) atau melalui PIN BB 51FB8EDD

17/02/2015

PENTINGNYA PROGRAM KEPENDIDIKAN YANG BAIK BAGI SISWA

Rexford Brown dari Komisi Pendidikan Negara Bagian (Amerika Serikat) menyampaikan saran berikut kepada Navajo Educational Summit 2000:

“Jangan terjebak untuk mengembangkan jenis kurikulum yang tanpa pertimbangan, terbagi-bagi, yang saat ini mendominasi dan mematikan hampir semua sekolah di mayoritas budaya. Tipikal kurikulum sekolah yang tanpa kesatuan filosofi, tidak memenuhi anak secara keseluruhan, yang dangkal dan repetitive, dan tidak masuk akal. Anak-anak mati kebosanan. BANGUNLAH KURIKULUM YANG MEMILIKI KOHERENSI DAN MEMBUAT ANAK-ANAK BERFIKIR.”

Tapi sayangnya kurikulum yang “dicita-citakan” oleh Rexford Brown seolah hanya mimpi, setidaknya menurut penelitian John Goodlad dalam buku yang berjudul A place Called School. Dari observasinya ke lebih dari 1000 kelas, penelitian Goodlad secara mengejutkan menyebutkan bahwa pengajaran hampir di setiap sekolah itu serupa. Padegogi guru kebanyakan terbatas pada dua hal :
1. Memberi pelajaran (guru biasanya berbicara lebih banyak ke seluruh penjuru kelas)
2. Anak-anak yang pasif, jarang belajar kolaboratif, mereka tidak tertantang untuk berfikir, mereka tidak menciptakan sesuatu, dan bentuk-bentuk evaluasi biasanya hanya bersifat menguji ingatan BUKAN berdasarkan pemahaman siswa terhadap materi.

Guru-guru mengatakan mereka tahu pentingnya pembelajaran koorperatif, metode penyelidikan, pendekatan penyelesaian masalah, proyek berbasis pengalaman – tapi sayangnya mereka tidak tahu cara mengimplementasikannya “tanpa kehilangan kendali”.

Itulah fakta menyedihkan pendidikan, bahkan lingkungan yang pasif semacam itu, tidak hanya terjadi di Indonesia, bahkan di Negara maju seperti Amerika Serikat. Penelitian Goodlad cukup memberi informasi pada kita semua, bahwa ada yang perlu dibenahi dengan semua ini.

Bagaimana membuat siswa mau belajar didasarkan oleh minat atau rasa ingin tahu mereka, bukan menyuruh mereka menghafal tuntutan kurikulum. Pernahkah Anda merasa dipaksa mengetahui rumus luas lingkaran? Meskipun Anda tahu bahwa jika Anda hafal rumus-rumus dalam Matematika itu nilai Anda akan bagus. Tapi nyatanya, bagi sebagian besar anak, mereka tidak termotivasi mendapatkan nilai yang bagus. Lalu bagaimana membangkitkan motivasi siswa agar siswa bisa belajar dengan senang hati, bahkan tanpa dipaksa sama sekali?

ABACA telah memberi solusi bagi sebagian besar siswa karena melalui ABACA anak-anak tidak merasakan beratnya belajar. Tak hanya itu, perasaan senang yang dimunculkan saat bermain ABACA ini membuata progress anak menjadi luar biasa meningkat. Sebagai contoh putranya Bunda Dona yang hanya membutuhkan waktu 2 hari saja untuk bisa lulus seri membaca dan langsung meminta Bundanya untuk mengajarinya ABACA Bahasa Inggris.
Luar biasa bukan? Anak yang meminta belajar Bahasa Inggris, bukan gurunya yang menyuruhnya belajar Bahasa Inggris.

Tak hanya putra Bunda Dona, Fathur pun hanya memerlukan waktu 3 minggu untuk menyelesaikan ABACA seri membaca. ABACA merupakan media edukasi yang cocok dan sesuai dengan kurikulum yang dimaksud oleh Rexford Brown, karena tak hanya memunculkan kesenangan siswa saat belajar, tetapi juga efektif dan telah DIBUKTIKAN oleh ratusan bahkan ribuan anak Indonesia (saat ini ABACA terjual rata2 sekitar SERIBU eksemplar SETIAP HARINYA). Dan beberapa sekolah juga telah memilih ABACA sebagai media ajar murid-murid TK dan SD.

Address

Jalan Sorobayan Sanden
Bantoel
55763

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when ABACA Profesor Flash Card Indonesia posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Shortcuts

Share

Category