Yayasan Lentera Al-Qur'an Elhasani

Yayasan Lentera Al-Qur'an Elhasani

Share

Contact information, map and directions, contact form, opening hours, services, ratings, photos, videos and announcements from Yayasan Lentera Al-Qur'an Elhasani, Education, Banten.

Photos from Yayasan Lentera Al-Qur'an Elhasani's post 27/03/2026

Dr. Hasani Ahmad Said Ceritakan Tradisi Tilawah al-Quran di Iran
Dosen Prodi Ilmu Alquran Fakultas Ushuluddin UIN Jakarta, Dr. Hasani Ahmad Said, M.A dalam kunjungannya ke Iran selama dua pekan dan sempat mengikuti langsung efouria rakyat Iran merayakan peringatan hari kemenangan Revolusi Islam Iran pada 11 Februari lalu, berbagi cerita dan pengalaman.

Doktor terbaik UIN Syarif Hidayatullah pada tahun 2011 tersebut menyebut kedatangannya pertama kali di Iran telah memberikan pengalaman yang sangat mengesankan. Melihat langsung Iran dan merasakan denyut nadi rakyat Iran dari dekat menurutnya sangat penting untuk membangun persepsi yang benar mengenai Iran.

Pengisi Kajian Serambi Islami TVRI dan Cahaya Hati ANTV tersebut menyayangkan masih adanya kelompok yang lebih disibukkan mencari titik perbedaan dalam tubuh umat Islam untuk diperselisihkan. Menurutnya, yang relevan dan perlu dilakukan umat Islam saat ini, adalah menggalang persatuan dan ukhuwah Islamiyah. “Persatuan, adalah kekuatan besar umat Islam yang ditakuti musuh-musuh Islam.” Tegasnya.

Pada kesempatan kali ini, ia menceriterakan pengalamannya tentang tradisi tilawah yang ada di Iran:

“Tradisi tilawah al-Quran di Iran bisa dibilang sangat maju, dalam even-even musabaqah Internasional nama Iran masih menduduki rangking dunia. Dalam mengundang para qari-qari internasional, Iran termasuk yang sering mengadakan haflah haflah tilawatil Alquran. Telah banyak lahir qari-qari sekaliber internasional, misalnya Syekh Syakir Najd,” ujarnya.

Suatu waktu, Pusat Studi al-Quran pimpinan Prof. Dr. M. Quraish Shihab kedatangan tamu para qari dan hafidz-hafidz cilik dari Iran. Dr. Hasani adalah salah seorang yang ikut serta dalam penyambutan para tamu tersebut. Dalam perbincangan di acara tersebut, rombongan asal Iran membuka salah satu “rahasia” kesuksesan mereka dalam memelihara tradisi al-Quran. Rahasia tersebut adalah bahwa para qari dan hafidz di Iran, sebelum belajar al-Quran, mereka selalu diajarkan pelajaran tentang akhlak selama 15 menit sebelum pelajaran dimulai.

“Jadi sangat tidak beralasan ada tuduhan Syiah punya Alquran sendiri dan tuduhan-tuduhan lain. Dengan keberadaan saya di Iran selama dua minggu, anggapan-anggapan ini terus saya buktikan, dan akhirnya saya berkesimp**an tuduhan ini tidak benar,” ujarnya.

Dr. Hasani kemudian menambahkan, “paling tidak ada beberapa hal yang bisa menguatkan pandangan saya. Pertama, saya membaca langsung mushaf cetakan Iran, dari hasil bacaan itu saya tidak menemukan ada kejanggalan dengan mushafnya. Kedua, saya datang langsung ke percetakan al-Quran di Iran, ternyata tidak saya temukan juga keganjilan sebagaimana sangkaan. Bahkan saya menemukan kertas yang dipakai untuk al-Quran di Iran harus berlabel halal, (dan) salah satunya yang digunakan adalah sertifikat halal MUI (Majelis Ulama Indonesia) dan kertas impor dari Indonesia. Ketiga, ketika dalam forum diskusi juga sempat saya menanyakan langsung kepada orang Syiah di Iran, dan jawaban mereka tidak ada perbedaan dan tidak benar bahwa Syiah meyakini adanya tahrif (perubahan) dalam al-Quran.”



Tradisi Keilmuan di Iran

Dr. Hasani menaruh perhatian terhadap tradisi keilmuan di Iran. Menurutnya tradisi hauzah (pesantren) di Iran perlu dicontoh. “Seseorang dinilai alim dengan tingkatan derajat mujtahid, Ayatullah dengan penguasaan ratusan kitab dengan macam-macam keilmuannya dan dengan pakaian tersendiri yang mencirikan ustadz atau ulama. Sehingga, tidak ada muncul istilah ustadz karbitan, kiai gadungan, dan lain sebagainya. Karena proses keilmuan dan standarisasinya jelas. Jubah dan sorban tidak sembarang orang memakainya, kecuali orang alim yang telah diijazahkan. Yang mendakwahkan Islam melalui televisi, bukan orang yang asal bisa bicara, hapal hadis dan ayat sekadarnya. Di Indonesia, siapapun bisa mengenakan jubah ulama, bahkan bisa sampai tampil di televisi meskipun tanpa ilmu yang mumpuni. Ini jelas menipu diri sendiri dan juga masyarakat,” jelasnya.

Selain itu dia juga menyoroti tentang rasa percaya diri yang dimiliki oleh warga Iran, dia berkata, “hal positif lain yang bisa ditiru, adalah soal kemapanan dan kepercayaan diri bangsa. Kendati Iran di embargo, namun kemandirian dan ketaatannya pada ajaran Islam mampu menjadikan negara mereka digdaya dan mandiri.”



Kampanye Negatif Tentang Syiah

Tentang kampanye negatif terhadap Syiah dan Iran yang belakangan ini sering didengungkan di Indonesia, Dr. Hasani mempunyai penilaian sendiri, dia berkata, “tanggapan saya tentang kelompok yang mengkampanyekan permusuhan dan kebencian kepada Iran, lebih lagi isu Sunni-Syiah, lebih baik dihentikan atas dasar persatuan Islam. Memperseterukan Sunni-Syiah adalah politik pecah belah. Kalau tidak dihentikan, maka benih-benih kebencian akan berubah menjadi bara api dan suatu saat akan meledak. Maka, bersatulah umat Islam, maka akan menggetarkan musuh-musuh Islam.”

Menurutnya, perbedaan antara Sunni dan Syiah adalah sebuah kepastian, namun baginya itu bukanlah suatu hal yang relevan untuk dijadikan perbenturan, persatuan adalah suatu hal yang lebih penting. “Kalau ada perbedaan itu pasti. Jangankan berbeda mazhab, satu mazhab pun kalau mau mencari titik seteru pasti ada. Namun bukan itu yang kita kedepankan. Ukhuwah islamiyah adalah sebuah keniscyaaan. Dan sekali lagi ini kekuatan terbesar Islam yang ditakuti musuh-musuh Islam,” ujarnya.

Terakhir dia menitip pesan kepada mahasiswa asal Indonesia yang sedang belajar di Iran, dia berkata, “pesan saya untuk mahasiswa Indonesia yang di Iran, jadilah mahasiswa yang baik. Tidak perlu menjadi Syiah meski belajar di negara mayoritas Syiah. Bagi yang Syiah, teruslah menebar kasih sayang dan kemuliaan sebagaimana ajaran Islam dan Ahlulbait. Jangan gentar jika disebut Syiah. Sebagaimana pesan Imam Syafi’i, andai karena mencintai Ahlulbait kita dituduh Syiah, maka tuduhlah aku Syiah.”

Sumber: ABNA

26/10/2025

❝𝐓𝐎𝐊𝐎𝐇 𝐒𝐔𝐅𝐈, 𝐊𝐈𝐒𝐀𝐇 𝐒𝐀𝐘𝐘𝐈𝐃𝐀𝐇 𝐑𝐀𝐁𝐈'𝐀𝐇 𝐀𝐋-𝐀𝐃𝐀𝐖𝐈𝐘𝐀𝐇❞

💞𝐓𝐎𝐊𝐎𝐇 𝐖𝐀𝐍𝐈𝐓𝐀 𝐒𝐔𝐅𝐈...
𝐖𝐀𝐋𝐈 𝐀𝐋𝐋𝐀𝐇 𝐃𝐀𝐑𝐈 𝐊𝐀𝐋𝐀𝐍𝐆𝐀𝐍 𝐏𝐄𝐑𝐄𝐌𝐏𝐔𝐀𝐍💖...

Sang ratu Cinta lahir dalam kemiskinan yang sangat, Tak ada kain untuk menyelimuti dirinya, Tak ada minyak setetespun untuk pemoles pusarnya, Tak ada lampu untuk menerangi kelahirannya, Ia adalah putri ke empat, Maka disebutlah Robi’ah.

Sang ayah menekur sedih memikirkan hal ini, Mau pinjam ataupun minta, sudah menjadi pantangan bagi dirinya. Semuanya digantungkannya pada Alloh, Dalam kesedihan ia bermimpi, Bertemu sang Nabi yang menghibur hati, “Temuilah Gubernur Basrah, dan katakan, “Setiap malam engkau kirimkan sholawat 100 kali kepadaku, dan setiap malam Jum’at 400 kali, kemarin adalah malam Jum’at dan engkau lupa mengerjakannya.

Sebagai penebus kelalaianmu itu, berikanlah kepada orang ini 400 dinar, Yang telah engkau peroleh dengan halal."

Gubernurpun memberikan apa yang dikehendaki oleh Nabi, Ditambah dengan 2000 dinar bagi sedekah orang miskin, Cukuplah sudah untuk kebutuhan keluarga Robi’ah.

Sampai keadaan berbicara lain, Bencana kelaparan melanda Basrah. Seorang penjahat menculik Robiah, Untuk kemudian dijual dipasar budak dengan harga 6 dirham, Majikan membelinya dan memberikannya tugas-tugas yang berat. Siang hari Robiah bekerja sambil berpuasa, Malam harinya dihabiskan untuk mujahadah dan muajahah dengan Rob-nya.

Kedekatan beralih menuju ke aqroban, Keaqroban membawanya kepada kerinduan dan kerinduan telah mengantarkannya pada cintanya pada Tuhannya.

“Aku adalah milikNya. Aku hidup dibawah naunganNya. Aku lepaskan segala sesuatu yang telah kuperoleh kepadaNya. Aku telah mengenalNya, sebab aku menghayati”
Satu malam yang dingin, Sang majikan merasakan kegelisahan dalam hatinya. Maka iapun berjalan kebelakang rumah, memeriksa sekelilingnya, memeriksa kunci-kunci rumahnya.

Dan ketika ia sampai didekat gudang tempat Robi’ah tinggal, Kekagetannya membuat ia sendiri gugup, lampu yang semula dipegangnya kini terlempar entah kemana.

Bagaimana tidak, ketika ia melongokkan kepalanya ke dalam ruang tempat Robiah beristirahat, Ia sedang melihat robiah menjalankan sholat, Dan….. Dan di atasnya tampak cahaya yang terang benderang. Bukan lampu, sebab cahaya itu tidak bergantung kepada suatu apapun.

Keesokan harinya, Robi’ah dipanggil, majikannya menyampaikan keinginannya. Ia membebaskan Robiah sebagai budak. Kini Robi’ah merdeka. Meski sang majikan berharap Robiah mau untuk tinggal dirumahnya, tapi ia memilih untuk pergi menjauhi masyarakat sekitar.

Dan ia menemukan sebuah gua agak dipinggir desa. Tinggallah ia di sana. Suatu hari di musim semi, Robi’ah memasuki tempat tinggalnya, Kemudian ia melongok keluar sebab pelayannya berseru, “Ibu, keluarlah dan saksikanlah, apa yang telah dilakukan oleh sang Pencipta” “Lebih baik engkaulah yang masuk kemari”“dan saksikanlah sang Pencipta itu sendiri.

Aku sedemikian asyik menatap sang Pencipta, sehingga apa peduliku lagi terhadap ciptaan-ciptaanNya ?” sahut Robiah dari dalam.

Suatu malam sebab terlalu letih, ia tertidur. Seorang maling menyelusup masuk ke dalam rumahnya, dan mencuri cadarnya. Tetapi, tak ditemuinya pintu keluar. Cadar diletakkan, pintu keluar terlihat. Cadar dibawa, pintu keluar tak terlihat lagi,

Terdengarlah suara, “Hai manusia, tiada gunanya engkau mencoba-coba.

Sudah bertahun-tahun Robi’ah mengabdi kepada Kami. Syaitan sendiri tidak berani datang menghampirinya. Tetapi betapakah seorang maling berani mencoba-coba untuk mengambil cadarnya. Pergilah dari sini. Jika seorang sahabat sedang tertidur, maka sang Sahabat bangun dan berjaga-jaga”

Ketika seorang sahabat mengantarkan seorang kaya yang ingin memberikan uang emasnya pada Robiah, Robiah berkata,“Dia telah menafkahi orang-orang yang menghujjahNya. Apakah Dia tidak akan menafkahi orang-orang yang mencintaiNya ? Sejak aku mengenalNya, aku telah berpaling dari manusia ciptaanNya. Aku tidak tahu apakah kekayaan seseorang itu halal atau tidak, Maka betapakah aku dapat menerima pemberiannya ?

Dimalam-malam hari yang sepi dan sunyi, Dalam kerinduannya dengan sang Maha Pencipta, Robiah bergumam sambil bersujud, “Ya Allah, apapun yang akan Engkau karuniakan kepadaku di dunia ini, berikanlah kepada musuh-musuhMu. Dan apapun yang akan Engkau karuniakan kepadaku di akhirat nanti, Berikanlah kepada sahabat-sahabatMu, Karena Engkau sendiri cukuplah bagiku”

“Ya Allah, semua jerih payahku dan semua hasratku diantara kesenangan-kesenangan dunia ini, adalah untuk mengingat Engkau. Dan diakhirat nanti, diantara segala kesenangan akhirat, Adalah berjumpa denganMu. Begitulah halnya dengan diriku, Seperti yang telah kukatakan. Kini berbuatlah seperti yang Engkau kehendaki”

Rabi'atul Adawiyah merupakan salah seorang srikandi agung dalam Islam. Beliau terkenal dengan sifat wara' dan sentiasa menjadi rujukan golongan cerdik pandai karena beliau tidak pernah kehabisan hujjah. Ikutilah antara kisah-kisah teladan tentang beliau..

➥𝐊𝐀𝐑𝐎𝐌𝐀𝐇 𝐃𝐀𝐍 𝐊𝐄𝐔𝐓𝐀𝐌𝐀𝐀𝐍 𝐒𝐀𝐘𝐘𝐈𝐃𝐀𝐇 𝐑𝐀𝐁𝐈'𝐀𝐇 𝐀𝐋-𝐀𝐃𝐀𝐖𝐈𝐘𝐀𝐇💞

Suatu malam yang sunyi sepi, di kala masyarakat sedang nyenyak tidur, seorang pencuri telah mencoba masuk ke dalam pondok Rabi'atul Adawiyah. Namun setelah mencari sesuatu sekeliling berkali-kali, dia tidak menemui sebuah benda berharga kecuali sebuah kendi untuk berwudu', itupun jelek. Lantas si pencuri tergesa-gesa untuk keluar dari pondok tersebut.

Tiba-tiba Rabi'atul Adawiyah menegur si pencuri tersebut, "Hei, jangan keluar sebelum kamu mengambil sesuatu dari rumahku ini." Si pencuri tersebut terperanjat karena dia menyangka tidak ada penghuni di pondok tersebut.

Dia juga merasa heran karen baru kali ini dia menemui tuan rumah yang begitu baik hati seperti Rabi'tul Adawiyah. Kebiasaannya tuan rumah pasti akan menjerit meminta tolong apabila ada pencuri memasuki rumahnya, namun ini lain, "Silahkan ambil sesuatu." kata Rabiatul Adawiyah lagi kepada pencuri tersebut.

"Tiada apa-apa yang boleh aku ambil dari rumah mu ini." kata si pencuri berterus-terang.

"Ambillah itu!" kata Rabi'atul Adawiyah sambil menunjuk pada kendi yang jelek tadi.
"Ini hanyalah sebuah kendi jelek yang tidak berharga." Jawab si pencuri.

"Ambil kendi itu dan bawa ke bilik air. Kemudian kamu ambil wudhu' menggunakan kendi itu. Selepas itu solatlah 2 rakaat. Dengan demikian, engkau telah mengambil sesuatu yang sangat berharga daripada pondok jelekku ini." Balas Rabi'tul Adawiyah.

✦ Ikuti terus Kisah Karamah Wali-Wali Allah
untuk mendapatkan kisah inspiratif dan pelajaran hati dari para kekasih Allah berikutnya

Mendengar ata-kata itu, si pencuri tadi berasa gementar. Hatinya yang selama ini keras, menjadi lembut seperti terpukau dengan kata-kata Rabi'tul Adawiyah itu. Lantas si pencuri mengambil kendi jelek itu dan dibawa ke bilik air, lalu berwudhu' menggunakannya.Kemudian dia menunaikan solat 2 rakaat. Ternyata dia merasakan suatu kemanisan dan kelazatan dalam jiwanya yang tak pernah dirasa sebelum ini.

Rabi'atul Adawiyah lantas berdoa, "Ya Allah, pencuri ini telah mencoba masuk ke rumahku. Akan tetapi dia tidak menemui sebuah benda berharga untuk dicuri. Kemudian aku suruh dia berdiri dihadapan-Mu. Oleh itu janganlah Engkau halangi dia daripada memperoleh nikmat dan rahmat-Mu."

Pada suatu hari, sekump**an golongan cerdik pandai telah datang ke rumah Rabi'atul Adawiyah. Tujuan mereka tidak lain dan tidak bukan adalah untuk menguji beliau dengan perbagai persoalan. Malah mereka telah mempersiapkan dengan satu persoalan yang menarik. Mereka menaruh keyakinan yang tinggi, karena selama ini Rabi'atul Adawiyah tidak pernah kekurangan hujah.

"Wahai Rabi'atul Adawiyah, semua bentuk kebajikan yang tinggi-tinggi telah dianugerahkan oleh Allah kepada kaum lelaki, namun tidak kepada kaum wanita." Ketua rombongan itu memulai bicara.

"Buktinya?" Balas Rabi'atul Adawiyah.

"Buktinya ialah, mahkota kenabian dan Rasul telah dianugerahkan kepada kaum lelaki. Malah mahkota kebangsawanan juga dikurniakan kepada kaum lelaki.

Paling penting, tidak ada seorang wanita pun yang telah diangkat menjadi Nabi atau Rasul, malah semuanya dari golongan lelaki." Jawab mereka p**a dengan yakin.

Memang betul pendapat tuan-tuan sekalian. Akan tetapi harus diingat bahwa sejahat-jahat pangkat ada pada kaum lelaki juga. Siapa yang mengagung-agungkan diri sendiri? Siapa yang begitu berani mendakwakan dirinya sebagai Tuhan? Dan siapa p**a yang berkata :"Bukankah aku ini tuhanmu yang mulia?" Dengan tenang, Rabi'atul Adawiyah membalas hujah mereka sambil merujuk kepada Firaun dan Namrud.

Kemudian Rabi'atul Adawiyah menambah lagi, "Anggapan dan ucapan seperti itu tidak pernah keluar dari mulut seorang wanita. Malah semuanya dilakukan oleh kaum lelaki."

Suatu hari, Rabi'atul Adawiyah merlihat seorang sedang berjalan-jalan dengan kepalanya berbalut sambil meminta simpati dari orang banyak. Karena ingin tahu sebabnya orang itu berbuat demikian, Rabi'atul Adawiyah bertanya, "Wahai hamba Allah! Mengapa engkau membalut kepalamu begini rupa?"
"Kepalaku sakit." Jawab orang itu dengan singkat.

"Sudah berapa lama?" Tanya Rabi'atul Adawiyah lagi.

"Sudah sekian hari." Jawabnya dengan tenang.

Lantas Rabi'atul Adawiyah bertanya lagi, "Berapa usiamu sekarang?"
Orang itu menjawab,"Sudah 30 tahun"
"Bagaimana keadaanmu selama 30 tahun itu?" Tanya beliau lagi.

"Alhamdulillah, sehat-sehat saja." Jawabnya.

"Apakah kamu memasang sesuatu tanda di badanmu bahwa kamu sehat selama ini?" Tanya Rabi'atul Adawiyah.

"Tidak." Jawab orang itu ragu-ragu.

"Masya Allah, selama 30 tahun Allah telah menyehatkan tubuh badanmu, tetapi kamu langsung tidak memasang sesuatu tanda untuk menunjukkan kamu sehat sebagaitanda bersyukur kepada Allah.

Jika sebaliknya, pasti manusia akan bertanya kepada kamu sebabnya kamu sangat gembira. Apabila mereka mengetahui nikmat Allah kepadamu, diharapkan mereka akan bersyukur dan memuji Allah." Jelas Rabi'atul Adawiyah.

"Akan tetapi, kini apabila kamu mendapat sakit sedikit, kamu balut kepalamu dan kemudian pergi kesana sini bagi menunjukkan sakitmu dan kekasaran Allah terhadapmu kepada orang banyak, mengapa kamu berbuat hina seperti itu?" Sambung Rabi'atul Adawiyah lagi.

Orang yang berbalut kepalanya itu hanya diam seribu bahasa dan tertunduk malu dengan perlakuannya. Kemudian dia segera meninggalkan Rabi'atul Adawiyah dengan perasaan kesal dan insaf.

“Ya Allah, jika aku menyembah-Mu karena takut kepada neraka, bakarlah aku di dalam neraka; dan jika aku menyembah-Mu karena mengharap surga, campakkanlah aku dari dalam surga; tetapi jika aku menyembah-Mu demi Engkau semata, janganlah Engkau enggan memperlihatkan keindahan WajahMu yang abadi kepadaku”

➥𝐒𝐀𝐘𝐘𝐈𝐃𝐀𝐇 𝐑𝐀𝐁𝐈'𝐀𝐇 𝐀𝐋 𝐀𝐃𝐀𝐖𝐈𝐘𝐀𝐇 𝐌𝐄𝐌𝐁𝐔𝐀𝐓 𝐁𝐀𝐍𝐘𝐀𝐊 𝐒𝐘𝐀𝐈𝐑 𝐓𝐄𝐍𝐓𝐀𝐍𝐆 𝐂𝐈𝐍𝐓𝐀 𝐊𝐄𝐏𝐀𝐃𝐀 𝐀𝐋𝐋𝐀𝐇 𝐀𝐓𝐀𝐔 𝐌𝐀𝐇𝐀𝐁𝐁𝐀𝐓𝐔𝐋𝐋𝐀𝐇💕

Dalam hikayat-hikayat dunia sufi, nama Rabiah Al-Adawiyah merupakan nama dengan urutan atas dari banyak ulama-ulama sufi lain. Rabiah merupakan perempuan yang memiliki pandangan luar biasa dalam menjalani kehidupan dan meraih rida serta cinta Tuhan.

Ibu dari para sufi ini diperkirakan lahir pada 713-717 M atau 95-99 H di Kota Basrah, Irak. Pandangan-pandangan spiritualnya terus hidup di kalangan sufi selanjutnya. Rabiah bukan termasuk kalangan elit, sebaliknya ia lahir dan tumbuh dari keluarga yang miskin dengan rumah gelap gulita, tanpa penerangan sama sekali. Ia menjadi yatim piatu dan pernah melewati masa kelaparan, bahkan dijual sebagai budak.

Rabiah juga merupakan seorang ulama yang dihormati oleh banyak ulama lain. Di antara para ulama yang menaruh takzim kepadanya adalah Sufyan At-Tsauri, Al-Hasan Al-Bashri, Malik bin Dinar, dan Syaqiq Al-Balkhi.

Rabiah Al-Adawiyah ketika malam tiba tidak pernah tidur, kecuali hanya sesaat. Namun, saat terbangun dari lelapnya Rabiah selalu mengutuk dirinya sendiri yang terlelap sebentar tersebut dengan buaian syair.

Wahai jiwa, berapa lama engkau tertidur? sampai kapan engkau akan tertidur? engkau terlalu nyenyak tidur, akankah engkau tertidur saja tanpa terbangunkan kembali, kecuali oleh terompet hari kebangkitan?” untaian kata-kata tersebut diucapkan dengan tujuan untuk mendidik dirinya sendiri.

Kemudian, ada satu syair yang terkenal ketika malam akan tiba, perempuan suci tersebut akan bertutur, “Wahai Tuhanku, tenggelamkanlah daku dalam mencintaiMu, sehingga aku tidak lagi membimbangkanMu. Yaa Rabbi, bintang di langit telah gemerlapan, mata telah bertiduran, pintu-pintu istana telah terkunci, dan setiap pecinta telah menyendiri dengan yang dicintainya, namun inilah aku berada di hadiratMu.”

Dan ketika pagi datang, Rabiah akan bersenandung, “Tuhanku malam telah berlalu dan siang segera menampakkan diri. Aku gelisah apakah amalanku Engkau terima hingga aku merasa bahagia? Ataukah Engkau tolak sehingga aku merasa gelisah. Demi ke-Maha kuasaan-Mu, inilah yang akan aku lakukan selama Engkau memberi aku hidup. Sekiranya Engkau usir aku dari depan pintuMu, aku tak akan pergi karena cintaMu telah memenuhi hatiku.”

Ada p**a satu gubahan syair yang bermaksud hanya Allah saja yang kuinginkan. “Kujadikan Engkau teman bercakap dalam hatiku. Tubuh kasarku biar bercakap dengan yang duduk, jisimku biar bercengkrama dengan taulanku, namun isi hatiku hanya tetap Engkau sendiri.”

Pun demikian syair berikut ini yang sangat masyhur dan kerap kali disampaikan, yaitu, “Yaa Allah, apapun yang akan Engkau karuniakan kepadaku di dunia ini, berikan pada musuh-musuhMu. Dan apapun yang Engkau karuniakan padaku di akhirat, kasih pada sahabat-sahabatMu. Karena Engkau sendiri telah cukup bagiku.”

“Yaa Allah, jika aku menyembahMu karena takut neraka, bakarlah aku di dalamnya. Dan jika aku menyembahMu karena mengharap surga, campakkanlah aku darinya. Tetapi, jika aku menyembahMu demi Engkau semata, janganlah Engkau enggan memperlihatkan keindahan wajahMu yang abadi padaku.” Syair ini sangat populer karena sering diucapkan oleh penceramah dan dai-dai.

Demikian p**a dikisahkan, bahwa Rabiah pada suatu hari membawa seember air, kemudian ditanya oleh orang-orang, “hai Rabiah hendak ke mana membawa air?” Rabiah menjawab, “Aku ingin ke neraka, ingin memadamkan api neraka.” Pun suatu waktu rabiah membawa obor api, dan ditanya kembali oleh orang-orang, “apa yang engkau lakukan dengan api itu?” Rabiah menjawab, “aku ingin ke surga, membakar surga.”

Perilaku Rabiah di atas merupakan sindiran kepada manusia bahwa seringkali manusia beribadah hanya takut neraka atau mengharap surga. Namun mereka lupa bahwa Allah adalah tujuan sebenarnya. Innalillahi wa innailaihi raji’un.

➥𝐖𝐀𝐅𝐀𝐓𝐍𝐘𝐀 𝐒𝐀𝐘𝐘𝐈𝐃𝐀𝐇 𝐑𝐀𝐁𝐈'𝐀𝐇 𝐀𝐋 𝐀𝐃𝐀𝐖𝐈𝐘𝐀𝐇 رضي الله عنهما

Mengenai wafatnya ada dua pendapat yaitu tahun 135 H / 752M atau tahun 185 H / 801 M. Demi agar ia kuat beribadah, Robi'ah senantiasa meletakkan kain kafan persiapan dirinya nanti disebelahnya ketika ia sholat. Ketika tiba saatnya Robi’ah harus meninggalkan dunia fana ini, Ia mengisyaratkan dengan tanganya agar orang-orang keluar, Orang-orang yang sebelumnya menunggui, kini satu demi satu membiarkan Robi’ah sendiri.

Setelah itu, mereka mendengar suara dari dalam kamar Robi'ah, “Yaa nafsul muthmainnah. Irji’i ila robbika”

Beberapa saat kemudian tak ada lagi suara yang terdengar dari kamar Robi’ah. Mereka lalu membuka pintu kamar itu dan mendapatkan Robi’ah telah berp**ang.

Konon setelah itu ada yang bermimpi melihat Robi'ah, kepadanya ditanyakan, “Bagaimanakah engkau menghadapi Munkar dan Nakir, wahai Robi'ah ?”
Robi’ah menjawab, “Kedua malaikat itu datang kepadaku dan bertanya, ”Siapakah Tuhanmu?”.

Aku menjawab, ”Pergilah kepada Tuhanmu dan katakan kepadaNya, ”Di antara beribu-ribu makhluk yang ada, janganlah Engkau melupakan seorang wanita tua yang lemah. Aku hanya memiliki Engkau di dunia yang luas, tidak pernah lupa kepadaMu, tetapi mengapakah Engkau mengirimkan utusan sekedar menanyakan “Siapakah Tuhanmu” kepadaku ?”

Ya Allah, curahkan dan limpahkanlah keridhoan atasnya dan anugerahilah kami dengan rahasia-rahasia yang Engkau simpan padanya,

Wallahu a'lam bishawab.
امين يارب العالمين 🤲

➥𝐒𝐲𝐚𝐢𝐫 𝐭𝐚𝐰𝐚𝐬𝐮𝐥 𝐝𝐢𝐝𝐚𝐥𝐚𝐦 𝐌𝐚𝐮𝐥𝐢𝐝 𝐁𝐮𝐫𝐝𝐚𝐡

يَا رَبِّ بِالمُصْطَفَى بَلِّغْ مَقَاصِدَنَا وَاغْفِرْ لَنَا مَا مَضَى يَا وَاسِعَ الكَرَمِ

“Wahai Tuhanku, dengan (kedudukan) Mushtafa (Nabi Muhammad SAW), sampaikanlah maksud-maksud kami. Berikan ampunan bagi kami atas dosa yang telah silam. Wahai Zat yang luas kemurahan-Nya.”

Doa kelapangan dari segala kesulitan dan kesempitan yang sedang mendera umat Islam seluruhnya.

فرّج الله الكرب عنّا وعن سائر المسلمين بجاه سيد المرسلين وعلى آله وصحبه أجمعين

"Semoga Allah melapangkan kesempitan kami dan kesempitan setiap umat Islam berkat pangkat pengulu para rasul (Nabi Muhammad SAW), bagi keluarga, dan semua sahabatnya,”
Aamiin Aamiin Aamiin Ya Mujibbasailin🤲🤲

Kisah kramat Wali Wali Allah

---Semoga Bermanfaat 🍃
______________________

Photos from Yayasan Lentera Al-Qur'an Elhasani's post 12/06/2025

Ied al-Adha mubarak…
Alhamdulilla telah terlaksana qurban .alquranelhasani yang dilaksanakan pada Sabtu, 7 Juni 2025 / 11 Dzulhijjah 1446. .alquranelhasani

02/04/2025

Berbagi itu membahagiakan. Semoga menjadi amal soleh buat kita semua. Alfarihah

Photos from Yayasan Lentera Al-Qur'an Elhasani's post 02/04/2025

Ramadhan 1446 H./ Maret 2025 M. Berbagi

09/03/2025

Dr. KH. terus membersamai dalam kajian Tafsir

Photos from Yayasan Lentera Al-Qur'an Elhasani's post 05/10/2024
Photos from Yayasan Lentera Al-Qur'an Elhasani's post 06/07/2024

Hari Raya Idul Adha 1445 H dan pemotongan hewan Qurban tahun 2024 M.

29/01/2024

Pesantren Digital MTT

Senin, 29 Jan 2024

Kajian Dhuhur Offline dari Masjid TSO

Penceramah :
DR KH Hasani Ahmad Said, MA
Komisi Dakwah MUI Pusat, Pendiri Lentera Al-Qur’an Elhasani

Tema: Isra Mi'raj dalam Konteks Dulu dan Kini

Rekaman bisa dilihat di chanal youtube:
https://www.youtube.com/live/6YKgYyqJFEM?si=7FEe3t1rLcQ5hwMW

Want your school to be the top-listed School/college in Banten?

Click here to claim your Sponsored Listing.

Location

Category

Website

Address


Banten