Indonesian culture

Indonesian culture for those who want culture in the area of this page. please send pictures and articles about the culture. thanks.

bagi yang ingin budaya daerahnya ada dalam halaman ini. silahkan anda mengirim gambar dan artikel tentang budaya tersebut.

Fahombo, Hombo Batu atau dalam bahasa Indonesia "Lompat Batu" adalah olah raga tradisional Suku Nias. Olah raga yang seb...
28/02/2017

Fahombo, Hombo Batu atau dalam bahasa Indonesia "Lompat Batu" adalah olah raga tradisional Suku Nias. Olah raga yang sebelumnya merupakan ritual pendewasaan Suku Nias ini banyak dilakukan di Pulau Nias dan menjadi objek wisata tradisional unik yang teraneh hingga ke seluruh dunia.Mereka harus melompati susunan bangunan batu setinggi 2 meter dengan ketebalan 40 cm. Dalam budaya Nusantara zaman dahulu, belum ada keterlibatan latihan fisik layaknya olahraga modern. Suku asli Nusantara umumnya menghubungkan aktivitas fisik dengan praktik kesukuan; umumnya ritual, seni, kebugaran fisik dan bela diri. Tarian perang dan pertempuran ritual pada suku Nusantara menjadi contoh awal dari "ritualisasi" latihan fisik di Indonesia modern. Beberapa ritual suku asli Indonesia sangat mirip dengan olahraga, seperti tradisi fahombo Nias untuk ritual pendewasaan yang mirip dengan lompat gawang dan lompat jauh di atletik.
Pada masa lampau, pemuda Nias akan mencoba untuk melompati batu setinggi lebih dari 2 meter, dan jika mereka berhasil mereka akan menjadi lelaki dewasa dan dapat bergabung sebagai prajurit untuk berperang dan menikah. Sejak usia 10 tahun, anak lelaki di Pulau Nias akan bersiap untuk melakukan giliran "fahombo" mereka. Sebagai ritual, fahombo dianggap sangat serius dalam adat Nias. Anak lelaki akan melompati batu tersebut untuk mendapat status kedewasaan mereka, dengan mengenakan busana pejuang Nias, menandakan bahwa mereka telah siap bertempur dan memikul tanggung jawab laki-laki dewasa.
Batu yang harus dilompati dalam fahombo berbentuk seperti sebuah monumen piramida dengan permukaan atas datar. Tingginya tidak kurang dari 2 meter, dengan lebar 90 cm, dan panjang 60 cm. Pelompat tidak hanya harus melompati tumpukan batu tersebut, tetapi ia juga harus memiliki teknik untuk mendarat, karena jika dia mendarat dengan posisi yang salah, dapat menyebabkan cedera otot atau patah tulang. Pada masa lampau, di atas papan batu bahkan ditutupi dengan paku dan bambu runcing, yang menunjukkan betapa seriusnya ritual ini di mata Suku Nias. Secara taktis dalam peperangan, tradisi fahombo ini juga berarti melatih prajurit muda untuk tangkas dan gesit dalam melompati dinding pertahanan musuh mereka, dengan obor di satu tangan dan pedang di malam hari.

01/04/2015

lama ga update lagi ni admin nya pada sibuk

If Java had Karapan Sapi (Bull Race), then the Minang in West Sumatera aspect has Pacu Jawi.This cow racing tradition he...
08/03/2013

If Java had Karapan Sapi (Bull Race), then the Minang in West Sumatera aspect has Pacu Jawi.
This cow racing tradition held the Tanah Datar, West Sumatera as feeling grateful for the bountiful harvest.
Once the harvest was over, the Tanah Datar, West Sumatera has a unique tradition of gratitude.
They held a Pacu Jawi, the tradition of Minang-style Beef Karapan. Currently, Pacu Jawi is not merely an expression of gratitude, but also as an annual event that regularly held. In fact, the show is also one of the Government's agenda Tanah Datar to attract tourists.


Sumber : beritadaerah.com

05/01/2013
There are so many interesting and unique tourism in Indonesia, natural attractions like beaches in Bali, Lombok also the...
15/12/2012

There are so many interesting and unique tourism in Indonesia, natural attractions like beaches in Bali, Lombok also there is a unique addition. not far from the island of Lombok and Bali islands, there is the island of Madura, there is a unique and exciting tour.
people call it a Karapan Sapi or bull race . like-like race, who is to finish first, it’s the winner.
For the details, here it is: Karapan Sapi, cow race is a race That CAME from Madura, East Java, in the event karapan Sapi the audience not only treated cows and agility racing the jockey, but before the start of the owners usually do the ritual procession of cows accompanied by musical instruments blend around races is Madura Seronen : typical music instrument making this event a more festive.


The length of the route path Karapan Sapi Between 180 to 200 meters and its finished and can be completed within 14 to 18 seconds. Certainly a very fast pace cow – the cow, but jockey WHO shrewdness Sometimes bamboo used to tread the jockey floating in the water due to the rapid speed of the beef cow.


To gain speed and increase of the rate of the cow the jockey, the base of the cows That are fitted with a belt full of sharp spikes the which flicked his whip and the jockey WHO was also given a cow’s rump towards sharp Thorns. Of course these cuts will the make the cows run faster, but also cause sores around the cow’s ass. Proximity winners Sometimes the difference is very thin, indeed, They Often only within 1 to 2 seconds. Bull in Madura is a very unique show, in Addition to already Inherited one generation to the tradition is also preserved until now. These events serve as a tourism event in Indonesia, and not only local tourists from abroad witnessed this too many Karapan Sapi.
so, how do you think? interested in going to Indonesia? especially to Madura to see the Karapan Sapi in direct with your eyes
please come in ….
welcome to my Indonesia ……………….

another Indonesia attractions are : Beautiful White Crater or Kawah Putih in Indonesia, Kelimutu National Park of Flores in Indonesia, Indonesia tourism, travel, Guide, great, Amazing, beautiful views ever on the world, Fresh of Wonosobo, Dieng Plateu, Central Java,There are so many interesting and unique tourism in Indonesia, natural attractions like beaches in Bali, Lombok also there is a unique addition. not far from the island of Lombok and Bali islands, there is the island of Madura, there is a unique and exciting tour.

Who does not know of the Kecak danceBali? This dance is ever solvedworld record when it danced around fivethousands of p...
12/12/2012

Who does not know of the Kecak dance
Bali? This dance is ever solved
world record when it danced around five
thousands of people a few years ago. But
you know, who is the creator and
why dance was invented?
Tersebutlah the name Wayan modulus
created this dance. Previous
many famous Balinese dances
other. In 1930 Limbak already
popularize this dance to foreign
Country of origin assisted by painter
German Walter Spies.
Are dozens of men who sat
lined circular. They wear
slipcover shaped boxes
chess board, which in turn fabrics
plaid fabric that was a hallmark
Balinese.
This dance originated from the ritual
Trance. When dancing, they
in unconscious condition, where
in the condition it was believed they could
communicate with God or spirit
ancestors, to deliver hope-
their expectations.
These men raised their hands
them while shouting the word "cak
cak cak. And perhaps that's where
appears the name "Kecak". The unique
this dance, do not use musical instruments
at all. Strains of music resembles
purely out of cak cak cries before
and sound tied kincringan
at the feet of the dancers cast figures
Ramayana figures.
Meanwhile, in the circle, the
Other dancers were in action. Usually
they played a dance that captured
of episodes of the Ramayana. They
Rama portrayed assisted
forces trying to save the apes
Shinta out of the hands of evil Ravana.
Today, dance is the main attraction of tourists
both foreign and domestic. Even
sometimes they are involved
in this dance. Inchoate
I think if we go to Bali but not
watching the dance on this one.

Karinding, is a Sundanese traditional musical instruments that exist today include rare created by the ancestor (ancesto...
12/12/2012

Karinding, is a Sundanese traditional musical instruments that exist today include rare created by the ancestor (ancestor / parent) Sundanese with various purpose and meaning. Behind the various stories about the origin of this tool, there is a source that told me that the first created this tool is Aki Karinding (probably comes from the name of its creator) thousands of years ago. It is said that the story is a legend of this tool was created as a form of persemedian / therapy and as a prayer to keep the balance of nature

19/08/2012

اَللّهُ اَكْبَرُ، اَللّهُ اَكْبَرُ، اَللّهُ اَكْبَرُ، لاَ اِلَهَ اِلاَّ اللّهُ اَللّهُ اَكْبَرُ، اَللّهُ اَكْبَرُ، وَلِلّهِ الْحَمْدِ, تَقَبَّلَ اللّهُ مِنَّا وَمنٌِكُمٌ صِيَامَنَا وَصِيَامَكُمٌ كُلُّ عَامٍ وَ أَنْتُمْ بِخَيْرٍ اَللّهُمَّ اجٌعَلٌنَا مِنَ الٌعَاءِدِيٌنَ وَالٌفَاءِزِيٌنَ˚
┏┉⌣̊┈̥-̶̯͡♈̷̴✽̶┄┈┈┈┈┈┈┈┈┈┈┉
┆Air tak selalu jernih
┆begitu juga ucapanku
└┈┈┈┈┈┈┈┈┈┈┈⌣̊┈̥-̶̯͡♈̷̴✽̶⌣̊✽̶
┏┉⌣̊┈̥-̶̯͡♈̷̴✽̶┄┈┈┈┈┈┈┈┈┈┈┉┓
┆Kapas tak selalu putih
┆begitu juga hatiku
└┈┈┈┈┈┈┈┈┈┈┈⌣̊┈̥-̶̯͡♈̷̴✽̶⌣̊✽̶
┏┉⌣̊┈̥-̶̯͡♈̷̴✽̶┄┈┈┈┈┈┈┈┈┈┈┉┓
┆Langit tak selalu biru
┆begitu juga hidupku
└┈┈┈┈┈┈┈┈┈┈┈⌣̊┈̥-̶̯͡♈̷̴✽̶⌣̊✽̶
┏┉⌣̊┈̥-̶̯͡♈̷̴✽̶┄┈┈┈┈┈┈┈┈┈┈┉┓
┆Jalan tak selalu lurus
┆begitu juga langkahku
└┈┈┈┈┈┈┈┈┈┈┈⌣̊┈̥-̶̯͡♈̷̴✽̶⌣̊✽̶
┏┉⌣̊┈̥-̶̯͡♈̷̴✽̶┄┈┈┈┈┈┈┈┈┈┈┉┓
┆Jika maaf itu bisa terucap hari ini
┆untuk apa menunggu hari raya tiba?
┆Sedangkan hembusan nafas pun
┆kita tak pernah tau kapan akan
┆berhenti...
┆Maka dari itu ku ingin mohon maaf atas
┆kesalahan, kekhilafan maupun
┆perbuatan yg sengaja ataupun tidak
┆sengaja yg membuat sakit hati kalian
└┈┈┈┈┈┈┈┈┈┈┈⌣̊┈̥-̶̯͡♈̷̴✽̶⌣̊✽̶
┏┉⌣̊┈̥-̶̯͡♈̷̴✽̶┄┈┈┈┈┈┈┈┈┈┈┉┓
┆Sebelum ramadhan pergi
┆Sebelum idul fitri datang
┆Sebelum tak ada umur
┆Sebelum dosa bertambah banyak
┆Sebelum terjadi penyesalan
└┈┈┈┈┈┈┈┈┈┈┈⌣̊┈̥-̶̯͡♈̷̴✽̶⌣̊✽̶
┏┉⌣̊┈̥-̶̯͡♈̷̴✽̶┄┈┈┈┈┈┈┈┈┈┈┉┓
┆kami dari admin Indonesian culture
mengucapkan
┆MINAL AIDIN WAL FAIDZIN
┆MOHON MAAF LAHIR & BATHIN
1SyawaL 1433 H
└┈┈┈┈┈┈┈┈┈┈┈⌣̊┈̥-̶̯͡♈̷̴✽̶⌣̊✽̶

19/08/2012

Arsitektur Tradisional Bali

Tradisi dapat diartikan sebagai kebiasaan yang turun temurun dalam suatu masyarakat yang merupakan kesadaran kolektif dengan sifatnya yang luas, meliputi segala aspek dalam kehidupan. Arsitektur tradisional Bali dapat diartikan sebagai tata ruang dari wadah kehidupan masyarakat Bali yang telah berkembang secara turun-temurun dengan segala aturan-aturan yang diwarisi dari jaman dahulu, sampai pada perkembangan satu wujud dengan ciri-ciri fisik yang terungkap pada rontal Asta Kosala-Kosali, Asta Patali dan lainnya, sampai pada penyesuaian-penyesuaian oleh para undagi yang masih selaras dengan petunjuk-petunjuk dimaksud.

Arsitektur tradisional Bali yang kita kenal, mempunyai konsep-konsep dasar yang mempengaruhi tata nilai ruangnya. Konsep dasar tersebut adalah:

* Konsep hirarki ruang, Tri Loka atau Tri Angga
* Konsep orientasi kosmologi, Nawa Sanga atau Sanga Mandala
* Konsep keseimbangan kosmologi, Manik Ring Cucupu
* Konsep proporsi dan skala manusia
* Konsep court, Open air
* Konsep kejujuran bahan bangunan

Tri Angga adalah konsep dasar yang erat hubungannya dengan perencanaan arsitektur, yang merupakan asal-usul Tri Hita Kirana. Konsep Tri Angga membagi segala sesuatu menjadi tiga komponen atau zone:

* Nista (bawah, kotor, kaki),
* Madya (tengah, netral, badan) dan
* Utama (atas, murni, kepala)

Ada tiga buah sumbu yang digunakan sebagai pedoman penataan bangunan di Bali, sumbu-sumbu itu antara lain:

* Sumbu kosmos Bhur, Bhuwah dan Swah (hidrosfir, litosfir dan atmosfir)
* Sumbu ritual kangin-kauh (terbit dan terbenamnya matahari)
* Sumbu natural Kaja-Kelod (gunung dan laut)

Dari sumbu-sumbu tersebut, masyarakat Bali mengenal konsep orientasi kosmologikal, Nawa Sanga atau Sanga Mandala. Transformasi fisik dari konsep ini pada perancangan arsitektur, merupakan acuan pada penataan ruang hunian tipikal di Bali

apakah "mencontek" juga merupakan bagian budaya di negeri ini ??
17/08/2012

apakah "mencontek" juga merupakan bagian budaya di negeri ini ??

17/08/2012

selamat berbuka puasa & selamat menunaikan ibadah sholat maghrib.

Hari ini kita memperingati HUT RI Ke 67.  Pada masa kecil dulu ada moment yang sangat ditunggu-tunggu oleh anak-anak, ya...
17/08/2012

Hari ini kita memperingati HUT RI Ke 67. Pada masa kecil dulu ada moment yang sangat ditunggu-tunggu oleh anak-anak, yaitu ikut lomba tujuh belasan. Berbagai macam lomba digelar untuk memperingati HUT RI. Lomba permainan semacam ini seakan tak lekang oleh waktu, buktinya sampai sekarang masih kita saksikan di sekitar lingkungan rumah kita. Nah, ini adalah lomba yg sering diadakan pada saat hari kemerdekaan RI. Kalau dicermati, berbagai macam permainanan dalam lomba tujuh belasan mempunyai makna yang cukup mendalam. Tolong bantu saya ya, kalau dalam penjelasan di bawah ini ada yang kurang.

1.Lomba Makan Kerupuk
Kerupuk terikat pada seutas tali, dan digantung yang tingginya di atas mulut peserta lomba. Aturan main, kedua tangan tidak boleh memegang tali/kerupuk, untuk itu kedua tangan disembunyikan di belakang pinggang. Hebohnya, tali gantungan kerap berayun akibat tarikan dari peserta lain.

Permainan ini mengajarkan kepada kita, di jaman penjajahan dulu rakyat mengalami kesulitan sandang, pangan dan papan. Untuk makan yang paling sederhana sekali pun mengalami kesulitan, akibat hasil panen penduduk diambil paksa oleh penguasa. Akibatnya, banyak rakyat yang kurang gizi bahkan mati kelaparan.

2.Lomba Balap Karung
Pemain masuk ke dalam karung, kemudian dengan lari dengan cara meloncat. Tidak jarang pemain terjatuh berguling-guling. Karung ini mengingatkan pada saat dijajah oleh Jepang. Sebagian besar rakyat mengalami penderitaan sangat berat, karena bahan pakaian sengaja tidak didistribusikan sehingga yang tertinggal hanyalah karung goni bekas.

Kain yang berserat kasar tersebut menimbulkan gatal-gatal di kulit karena sebagai sarang kutu. Filosofi menginjak-injak karung, kita meninggalkan pakaian yang sangat tidak pantas pakai tersebut. Ada makna lain dari balap karung yaitu betapa sulitnya berlari ketika kedua kaki terkungkung di dalam karung. Seperti kungkungan penjajah terhadap kebebasan rakyat untuk kemajuan bangsa Indonesia.

3.Lomba Tarik Tambang
Makna dari permainan ini bahwa persatuan sebagai modal utama untuk mengalahkan penjajah/lawan. Permainan ini juga mengajarkan bagaimana membentuk tim yang kompak dalam menyusun strategi yang tepat untuk dapat menarik tambang dengan mantap..

4.Lomba Panjat Pinang
Biasanya lomba ini digelar sebagai puncak acara dari aneka perlombaan. Lomba ini sering membuat tawa geli penonton. Pemanjat yang sudah mencapai ketinggian tertentu harus kembali merosot ke bawah. Mereka berusaha berkali-kali menggapai hadiah di ujung tiang batang pinang berlumur oli dan minyak.

Untuk mencapai puncak, mereka harus bekerja sama saling bahu-membahu. Filosofi permainan ini adalah kebersamaan komponen bangsa untuk meraih kemerdekaan.

Address

Jalan Bina Marga III Komp. PU Sapta Taruna IV
Bantargebang
17154

Telephone

+6285693578467

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Indonesian culture posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The School

Send a message to Indonesian culture:

Shortcuts

Share