TPQ Annur Muslim

TPQ Annur Muslim Mencetak Generasi Qur'ani

28/03/2021
28/03/2021

Giat siang ini.......



09/03/2021

Ilmu tajwid sangat perlu diajarkan kepada orang yang ingin membaca atau mempelajari Al-Qur‟an. Sebab, kesalahan satu huruf atau panjang pendek dalam membaca Al-Qur‟an dapat berakibat fatal, yakni perubahan arti.
Hukum mempelajari ilmu tajwid adalah fardu kifayah. Artinya, jika di suatu tempat sudah ada orang yang mengerti ilmu tajwid, maka gugurlah kewajiban orang di tempat itu untuk mempelajari ilmu tajwid. Namun dalam praktiknya,mengamalkan ilmu tajwid hukumnya fardhu 'ain.

27/02/2021

Rebana Al Miftah
Pokoe Nyuoro

Kegiatan Sabtu27 Februari 2021
27/02/2021

Kegiatan Sabtu
27 Februari 2021

25/02/2021

Rutinitas malam Jum'at.
Diba'....

22/02/2021

Masih banyak yang bertanya, mana penulisan yang benar, “insya Allah” atau “in sha Allah”?

Mana bentuk tulisan yang benar ini masih sering menjadi perdebatan dari berbagai kalangan masyarakat.

Umumnya mereka hanya bisa mengucap dengan kata kata dalam bahasa arab, namun ketika ingin menuliskan dari bahasa Arab kedalam bahasa Indonesia masih banyak yang bingung.

Memang terdapat perbedaan penulisan antara bahasa Indonesia dan bahasa Arab.

Bahasa Indonesia ditulis dengan huruf alfabet sedangkan bahasa Arab ditulis dengan hufur hijaiyah.

Bahasa Arab dan bahasa Indonesia tentu berbeda, bila bahasa Indonesia disusun berdasarkan huruf alfabet A-B-C dan seterusnya, sama seperti bahasa Inggris, tidak dengan bahasa Arab. Bahasa Arabtersusun dari huruf hijaiyah semisal ا (alif), ب (ba), ت (ta) dan seterusnya.

Perbedaan inilah yang akhirnya mengharuskan adanya transliterasi (penulisan bahasa asing kedalam bahasa Indonesia), misalnya, kata الله dalam bahasa Arab, bila di-transliterasikan ke dalam bahasa Indonesia bisa jadi “Allah”, “Alloh”, “Awloh” atau apapun yang senada dengan bacaan asli Arabnya, tergantung kesepakatan transliterasi.

bila orang Indonesia sudah nyaman membaca tulisan الله dengan transliterasi “Allah” ya tidak perlu diganti dengan “Alloh” atau “Awloh”, toh bacanya juga sama walau tulisannya beda

Dalam bahasa Arab, penulisan yang benar adalah

إِنْ شَاءَ اللَّهُ
Yang artinya “jika Allah menghendaki” atau“jika Allah berkehendak”

Dalam bahasa Indonesia, huruf ش biasa ditulis dengan “sy”

Sedangkan dalam bahasa Inggris, huruf ش biasa ditulis dengan “sh”

Inilah yang membuat perbedaan mengapa kadang tertulis “insya Allah” dan kadang tertulis “in sha Allah”. Mana pun dari kedua cara penulisan ini, asalkan maksud dan bunyinya adalah إِنْ شَاءَ اللَّهُ maka dia benar.

Hanya saja yang lebih umum dalam bahasa Indonesia adalah “insya Allah” sebagaimana kita bisa menulis “masya Allah” atau “shalat isya’”.

Tentu yang paling baik adalah tulisan Arab asli. Hanya saja, hal itu menyulitkan jika ditulis di SMS, WA, dan lain-lain bukan?

Season 5Alhamdulilah pinaringan terang.....
21/02/2021

Season 5
Alhamdulilah pinaringan terang.....




Suatu hari yang cerah, Matahari bersinar begitu terik. Rasul yang kelelahan duduk di bawah bayangan Ka'bah. Beliau tenga...
19/02/2021

Suatu hari yang cerah, Matahari bersinar begitu terik. Rasul yang kelelahan duduk di bawah bayangan Ka'bah. Beliau tengah beristirahat sambil berlindung dari terpaan sinar Matahari.

Tiba-tiba datang seseorang menghampiri Rasulullah. Dengan wajah yang tampak begitu sedih,

"Wahai Rasulullah, harta si Fulan yang diletakkan di pinggir laut kini telah habis karena terbawa ombak laut." keluh orang itu.

Rupanya, dia mengadukan yang terjadi dengan harta milik temannya itu. Mendengar hal itu, Rasulullah pun berusaha menghiburnya.

*"Tidak ada harta yang Allah hilangkan kecuali harta yang tidak dibayar zakatnya. Maka dari itu, bayarlah zakat, bersedekahlah dan jauhkan musibah darimu dengan banyak berdoa."* sabda Rasulullah kepada orang itu.

Dengan zakat, harta yang dimiliki akan lebih berkah, bahkan bertambah. Selain itu, baik harta yang dizakatkan dan disedekahkan akan tetap abadi di sisi Allah swt. Harta tersebut menjadi tabungan akhirat.

Yuk, sedekah. Memberikan buku ini kepada anak-anak juga sedekah kepada keluarga. Mau?




Bismillah (Ga tau siapa penulisnya. Tapi udah bikin aku menangis)  Subhanallah.... Subhanallah... Subhanallah.... " RUMA...
18/02/2021

Bismillah
(Ga tau siapa penulisnya. Tapi udah bikin aku menangis) Subhanallah.... Subhanallah... Subhanallah....

" RUMAH BAU MELATI "

Waktu Magrib yang menegangkan. Orang-orang bergerak menuju rumah kosong setelah pencuri kotak amal lari ke dalam bangunan angker untuk bersembunyi.

Tidak ada azan magrib hari itu sebab seluruhnya pergi mengejar pencuri laknat yang lancang mencemari rumah suci dengan perbuatannya yang keji.

Pencuri sialan!

Dia harus ditangkap dan diadili!

Rombongan massa itu saling sahut-menyahut, menumpahkan sumpah serapah, sesekali salah satu di antara mereka meneriakkan takbir.

Mereka makin dekat. Semerbak melati dibawa angin dari arah rerimbunan pepohonan di halaman rumah angker.

Rumah bau melati. Konon sering ada penampakan wanita yang melayang-layang mengitari rumah. Ia terbang sambil tertawa cekikian.

Namun, kali ini siapa yang peduli bau melati? Siapa yang peduli penampakan hantu wanita? Orang beramai-ramai. Bahkan di dalam rombongan itu ada Pak Haji, mana mungkin wanita itu berani menampakkan diri?

Bau melati makin kental. Kian menusuk hidung. Wangi sekaligus mendatangkan ketenangan yang mengerikan. Tak berapa lama kemudian orang-orang telah sampai di halaman rumah.

"Allahhu akbar!" Pak Haji mengucap takbir. Pandangannya menatap tajam ke awang-awang. Sementara warga yang lainya senyap. Beberapa gemetaran, ada juga yang mulutnya sampai menganga.

Perempuan itu muncul, melambung-lambung di antara dua pepohonan rimbun.

"Mengapa tak ke masjid? Mengapa tak mengumandangkan azan? Bangsaku sudah bersiap menutup telinga, beberapa sudah bersembunyi di tempat pembuangan yang kedap dan bau," sergah wanita yang wajahnya tertutup rambut panjang.

"Kami mau menangkap pencuri kotak amal!" jawab Pak Haji sedikit gemetar.

"Tidak bisa! Dia mencari perlindungan di rumah kami! Wajib bagi kami untuk melindunginya!"

"Setan terkutuk! Sudah terkutuk, sukanya membela bandit yang kelakuannya terkutuk!"

"Kamu lebih terkutuk! Kalian semua terkutuk!" Lecutan kata itu diiringi tawa cekikikan. Bau melati bertebaran.

"Biar aku bacakan kamu ayat-ayat Allaah! Lekas-lekaslah terbakar dan enyah kamu ke neraka!"

Pak Haji membaca ayat kursi. Warga berdzikir bersama-sama. Dengung suara dzikir terdengar bagai segerombolan lebah.

Tak lekas terbakar, wanita itu malah menirukan bacaan ayat kursi secara fasih.

"Bagaimana bisa ayat suci itu menghiasi lisanmu, bahkan tiap hari kamu membaca berjus-jus quran, tapi tak satu pun yang terselip di hati?" ucap wanita yang kini duduk di atas dahan pohon beringin.

"Apa maksudmu, setan busuk?"

"Aku tahu siapa si pencuri kotak amal. Dia cuman anak-anak. Dia yatim. Kini bertambah jadi piatu. Simboknya baru saja meninggal seminggu yang lalu. Tanah kuburannya masih basah lalu kini kalian mau menghabisinya? Bagaimana bisa penderitaan anak ini luput dari jangkauan kalian?"

Semua terdiam. Pak Haji makin jengkel.
"Tapi, bukan berarti dia boleh mencuri!"

"Kamu mengumumkan kas masjid yang puluhan juta itu melalui pengeras suara. Sementara anak ini kelaparan. Hidupnya kini sebatang kara! Lalu ke mana saja kas yang puluhan juta itu? Mengapa yang kalian pentingkan hanya pembangunan masjid saja?"

"Kalau masjidnya bagus dan nyaman, ibadah jadi tenang." Pak Haji masih membela diri meski nada bicaranya makin melunak.

"Masjid kalian makin megah, makin nyaman, tapi, Allaah yang kalian sembah itu kelaparan, kehausan, sedang kalian tak mau menggubrisnya."

"Kurang ajar! Beraninya kamu merendahkan Allah. Mana mungkin Allah lapar dan kehausan!" Pak Haji kembali menaikkan suara. Telunjuknya mengacung ke atas, tasbihnya terlihat melilit di pergelangan tangan.

"Dalam setiap jiwa yang kelaparan dan kehausan, Allah begitu dekat. Apa kalian tak pernah mengasah hati nurani?" Wanita itu kembali cekikikan.

Perkataan terakhir wanita itu membuat hati Pak Haji melunak secara kaffah. Dahulu, di pondok pesantren, ia kerap mendengar hadits qudsi tersebut. Mengapa kini ia malah melupakannya?

Tertunduk Pak Haji dalam-dalam. Betapa menyesalnya ia kini.

Bau melati semakin tidak wajar. Makin membuat pusing dan mual. Beberapa yang tidak kuat menghirup aroma kental itu akhirnya lemas dan pingsan. Pak Haji pingsan paling akhir.
***

"Pak, bangun! Sudah Mahrib. Ayo ke masjid." Bu Haji membangunkan suaminya yang tertidur selepas Ashar.

Buru-buru Pak Haji ke masjid dan mengecek kotak amal. Masih pada tempatnya. Pucat muka pria sepuh itu karena mimpi yang terus berkelebat di benaknya

Usai magrib, Pak Haji dan beberapa jamaah membongkar kotak amal. Dari hasil yang didapat, sebagian dialokasikan untuk pembangunan, sebagian untuk kesejahteraan umat.

Esok hari, pak haji buru-buru membeli sembako dengan uang kotak amal, ditambah uang pribadinya. Ia mendatangi rumah anak yatim yang ada di dalam mimpi.

Tersuruk-suruk langkah Pak Haji membopong sekarung beras dan menenteng bingkisan. Beberapa warga menawarinya bantuan untuk membawakan karung beras, tapi Pak Haji menolak.

"Ini adalah kelalaianku! Aku membiarkan anak yatim itu kelaparan. Aku sendiri yang harus memikulnya!"

Sesampai di depan gubuk tua dan reyot di pinggir sungai, buru2 Pak Haji dan warga dg bangga membuka pintu gubuk yg hampir roboh itu, dan...... apa yg mereka saksikan,..... Yatim piatu itu telah terbujur kaku di atas sajadah lusuh sambil memegangi perutnya... di hadapannya ada Al Qur'an kecil yg masih terbuka pada surat Al Mukmin ayat 47......
Innaa lillaahi wa innailaihi rooji'uuun

(Allah berada di-tengah2 org yg hatinya hancur)

~NGAJI~Tempatnya jauh, kau mengeluh..  Tempatnya dekat, kau tak berangkat ...Ada jadwal pagi, kau minta petang...Dipinda...
16/02/2021

~NGAJI~

Tempatnya jauh, kau mengeluh..
Tempatnya dekat, kau tak berangkat ...

Ada jadwal pagi, kau minta petang...
Dipindah petang, kau lelah baru pulang...

Ngaji di hari biasa, kau bilang sibuk kerja....
Ngaji di akhir pekan, kau bilang bentrok banyak undangan dan urusan...

Kelas sudah berjalan, kau tanya kapan lagi pendaftaran....
Di buka pendaftaran baru, kau bilang nanti dulu.. masih atur waktu..

Belajar Tajwid kau bilang susah...
Baca Quran tidak bertajwid kau anggap tidak sah...

Disuruh menghafal, kau bilang memberatkan...
Tak ada hafalan, kau bilang kurang tantangan..

Ustadz lulusan pesantren, kau anggap gak keren...
Ustadz lulusan perguruan tinggi, kau bilang tidak cocok ngajar ngaji...

Ustadz ngajarnya serius, kau bilang bikin bete...
Ustadz ngajarnya santai, kau bilang kurang oke...

Makhraj kurang tepat, kau minta dikoreksi....
Sering dikoreksi, kau kapok tak mau lagi mengaji...🤣

Yaa Robbi.. .🤲🏻🤲🏻🤲🏻
Semoga kami istiqomah dalam beribadah... Termasuk mengaji. Aamiin.... 🤲

~NGAJI itu penting ..... bukan yang penting NGAJI~

Address

Jalan Gatotkaca Dampu RT 04/01 Kalongan Ungaran Timur
Banjarnegara
50519

Opening Hours

Monday 04:00 - 19:00
Tuesday 04:00 - 19:00
Wednesday 04:00 - 19:00
Thursday 04:00 - 19:00
Friday 04:00 - 19:00
Saturday 04:00 - 19:00

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when TPQ Annur Muslim posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Shortcuts

Share

Category