Ayah & Bunda Martha Syahidah

Ayah & Bunda Martha Syahidah Membelajarkan diri bersama anak-anak disekitar kita. Anak-anak analah harapan kita. Ya, kita mesti senantiasa berproses bersama anak-anak kita.

Mereka adalah generasi yang kita dambakan menjadi lebih baik dari kita dimasa depan. Sebaik-baik langkah adalah senantiasa berusaha menjadikan diri kita pantas bersama anak. Agar kebijakan, sistem, kepribadian, dan kultur kehidupan yang kita miliki bermetamorfosa bersama anak-anak kita.

13/07/2012

Tsana, puteri Hasan Al Banna bercerita tentang Ayah & Ibunya.

"Kepercayaan ibu kepada ayah besar sekali. Para akhwat datang dan duduk bersama ayah terkadang mendiskusikan banyak masalah dakwah, tentu saja secara terbuka. Tapi ibu tidak pernah merasakan kesempitan dengan hal itu dan tidak bertanya apa yang dilakukan para akhwat itu, sebagaimana dilakukan oleh umumnya isteri. Kepercayaannya pada ayah sangat besar dan sulit digambarkan. Sampai ketika rumah kami termasuk dalam peta rumah yang akan dihancurkan ibuku meminta ayah untuk membelikan rumah kecil untuk kami. Tetapi waktu itu ayah mengatakan dengan keimanan mendalam,

'Wahai Ummu Wafa, istana kita menanti di syurga. Allah takkan menyia-nyiakan kita di dunia.'

Perkataan itu meresap dalam hati ibuku dengan penuh cinta dan sikap lapang. Ibu tidak marah dan tidak kecewa seperti dilakukan banyak isteri saat ini. Selalu saja ayah memanggil ibu dengan ungkapan wahai Ummu Wafa. Dan, ibu memanggil ayah dengan panggilan Wahai Ustadz Hasan. Itu karena adanya rasa saling menghormati di antara mereka."

___________________________________
Merenungkan kemenangan Ikhwanul Muslimin dalam mengantarkan kader terbaiknya menjadi presiden Mesir. Ya, kekuatan itu berasal dari keluraga.

Terima kasih istriku Wahai Ummu Syahidah atas panggilanmu untukku dengan nama Ustadz Hasan Al Jana.

12/06/2012

_Hadiah Untuk Jiwa Anak Kita_

“Saya tidak menemukan orang yang lebih aku hargai darinya.”
(Iyyas bin Muawiyah)

Itulah komentar Iyyas bin Muawiyah ketika diminta pendapat tentang seseorang wanita. Testimoni tersebut tentu sangat istimewa, karena Iyyas bukanlah sembarangan orang di antara para Tabi’in. Iyyas dipilih oleh Khalifah Umar bin Abdul ‘Aziz sebagai Qadhi (Hakim) di wilayah Iraq yang di dalamnya terdapat kota berjuluk benteng ilmu dalam peradaban Islam, yakni Bashrah.

Bagi Iyyas ia lebih baik dari Hasan Al Bashri, murid terbaik Sahabat Abdullah bin Abbas. Meskipun Hasan Al Bashri merupakan Ulama paling terkemuka di zamnnya karena Hasan Al Bashri menjadi referensi dan panutan utama Khalifah dan para pejabat manakala mengambil kebijakan. Bagi Iyyas ia lebih baik dari Hasan Al Bashri (puternya) dan juga saudaranya sendiri Ibnu Sirrin dalam bidang ilmu dan Ibadah. Ia mengahafal Al Qur’an saat usianya baru 12 tahun.

Siapakah sebenarnya wanita yang sedang dibicarakan?

Ia sangat setia dalam melayani Ummu Salamah, Ummul Mukminin. Ia selalu melayani dan melaksanakan pekerjaan rumahnya, perhatian kepada anak-anaknya, mengurusi dan sekaligus merawat mereka. Sampai-sampai Seorang ulama terkemuka di Bashrah pernah meriwayatkan Ibunya yang sangat taat pada Ummu salamah ini, “Kata nenekku, ia menyus**anku pada Ummu Salamah, Istri Rasulullah Saw.”

Nampaknya, Ibu Al Hasan ini sangat total dalam melayani Ummu Salamah. Demikian sebaliknya, Ummu Salamah memperlakukannya dengan sangat baik setiap mengutusnya untuk keperluan dirinya. Seperti disebutkan bahwa Ummu Salamah pernah menyuruhnya untuk suatu keperluan, sehingga ia tidak sempat mengurus anaknya yang saat itu masih pada masa menyusu Ibunya, hingga si Kecil menangis. Maka Ummu Salamah menyibukkan dirinya dengan memebrikan susunya hingga si Kecil tenang. Sehingga banyak ulama berpendapat bahwa kecemeralangan anak wanita pelayan Ummu Salamh ini adalah buah dari keberkahan dari susuan wanita yang terhubung pada Rasulullah.

Seperti yang dikisahkan juga bahwa Ummu Salamah mengajak keluar Al Hasan yang masih kecil kepada para sahabat Rasulullah Saw. Mereka semua mendo’akan. Salah satunya adalah Umar bin Khaththab, “Yaa Allah, berikanlah pemahaman mendalam pada agama dan jadikan ia dicintai umat manusia.” Itulah do’a utk si Kecil, Al Hasan, ketika dibawa keluar bersama Ibunya.

Dengan semua ini, ia memperoleh keberkahan pada puteranya Al Hasan berkat do’a dari Umar bin Khaththab, dan menjadikannya sebagian dari Tabi’in terbaik . Sungguh sangat cerdik sikpanya dalam posisinya sebagai seorang pelayan. Namun tidak mengahmbatnya untuk melahirkan manusia yang pantas diikuti dan dicintai oleh umat manusia.

Dialah Khairah, seorang Ibu yang lebih cerdik dari anaknya. Ibu yang faham bagaimana mencari keberkahan bagi buah hatinya di tengah kesibukannya meberikan totalitas pelayanan kepada Ummul Mukminin.

___________________
Sebagian wanita mengkhawatirkan kesibukannya melayani ummat menjadi penghambat dalam mendidik anak-anaknya, sehingga ia dengan sangat enteng mengurangi kiprahnya melayani ummat. Di sisi lain ada p**a yang tetap dalam kesibukannya melayani ummat, dan membiarkan anaknya terbengkalai, keluar dari visi pendidikan yang semestinya turut dijaga sang Ibu. Ada p**a yang di tengah-tengah kesibukan berkiprah tetap mengalokasikan waktu istimewa bagi anak-naknya, seperti bermain di taman & kebun binatang, jalan-jalan dan belanja di mall, dan rekreasi lainnya. Waktu istimewa tersebut diberikan dalam bentuk rekreasi keluarga akhir pekan, atau menciptakan keceriaan bersama anak-anak.

Dari Khairah kita bisa belajar tentang bagiamana menjadi dan memerankan sebagai Ibu yang suaminya juga sama-sama seorang budak. Begitulah, suami dan istri sama-sama seorang pelayan. Atau dalam tafsiran dangkal saya, sama-sama orang yang memiliki spirit besar dalam melayani orang lain. Namun di sisi lain berhasil memberikan pendidikan yang istimewa bagi buah hatinya.

Yang pertama di miliki Khairah adalah totalitas baik dalam peran dirinya sebagai seorang istri maupun sebagai pelayan Ummu Salamah. Ilustrasi totalitas kita bisa menerawang kisah para sahabat yang hijrah pertama kali ke negeri Habasyah. Mereka menjalankannya tanpa keraguan sedikitpun terhadap janji Pertolongan Allah dan komando dari Rasulullaah. Para sahabat berangkat dengan perencanaan terbaik, redaksi komunikasi terbaik, perbekalan terbaik yang dimiliki, waktu terbaik. Semunya yang terbaik.

Totalitas inilah yang sebenarnya menjadi syarat datangnya pertolongan Allah, menjadi syarat p**a berjalnnya skenario terbaik Allah bagi tarbiyah puteranya-Hasan Al Bashri.

Yang kedua adalah Khairah benar benar mengerti kapan dan seperti apa waktu istimewa bagi anaknya. Bagi Khairah yang sangat sibuk, waktu-waktu istimewa untuk anaknya ialah mengajaknya keluar bertemu dengan orang-orang shaleh, para sahabat Nabi, memintakan do’a kepada mereka yang terdengar langsung oleh anaknya. Ya, do’a adalah harapan dan sekaligus bisa menjadi visi yang membangun kekokohan jiwa anak. Berbeda dengan kebanyakan kita yang menganggap istimewa kalau anak kita lebih banyak sekedar bertemu dengan hewan-hewan di kebun binatang, penjual karcis di taman rekreasi, atau pelayan-pelayan yang cantik atau ganteng di restoran dan mall.

Semoga dari Khairah saya dan istri saya yang belum tentu cukup usia dalam membersamai pendidikan putri kami mendapat hikmah serta menjadi lantaran memperolah hidayah, taufik, serta inayah Allah untuk semakin yakin bahwa Allah memiliki skenario lebih baik dari kami dalam perencanaan mendidik anak, sebagaimana skenario Allah yang sungguh sempurna terhadap Hasan Al Bashri. Dan, semoga kami dapat mempersembahkan waktu-waktu yang betul-betul istimewa bagi buah hati kami.

Barakallaah fii umrik, Istriku. Fitri Muthmainnah
12 Juni 2102

19/05/2012

Mengapa bayi kadang s**a menangis ketika mengantuk atau menjelang tidur?

Karena bagi bayi mengantuk adalah kondisi dimana fisik dan atau psikis mengalami kelelahan. Tentu ini adalah kondisi yang tidak nyaman bagi bayi. Bayi akan segera tidur ketika di timang oleh Ayah atau Ibu.

Artinya, sang buah hati membutuhkan keberadaan orang yang menyayangi di dekatnya disaat kondisinya tidak nyaman.

Biarkanlah sang buah hati menangis sejenak, untuk membelajarkan survive disaat merasa tidak aman. Dan, segeralah dekap sang buah hati untuk membelajarakan empati, kasih sayang disaat orang lain membutuhkan.

___________
Menjadi Ayah

11/01/2012

Masa Anak-Anak Semestinya

Ketika Umar bin Abdul Aziz telah dewasa, bapaknya Abdul Aziz bin Marwan pergi ke Mesir untuk menjadi Gubernur di sana. Kemudian dia menulis surat untuk istrinya, Ummu Ashim agar membawa serta anaknya.

Ummu Ashim segera menmui pamannya, Abdullah bin Umar, lalu meberitahukan kepadanya tentang surat suaminya, Abdul Aziz. Abdulah bin Umar pun berkata, "Hai anak perempuan saudaraku, dia adalah suamimu maka datangilah dia." Ketika Ummu Ashim hendak berangkat, Abdullah bin Umar berkata kepadanya, "Biarkan anak ini (Umar) tinggal bersama kami, sebab dia keluaraga kalian yang sangat mirip dengan kami." Ummu Ashim pun meninggalkan Umar bersama Abdullahbin Umar dan tidak menolak permintaannya.

Setibanya di Mesir ketika bertemu Abdul Aziz, suaminya ini langsung menanyakan Umar, karena dia tidak melihat anaknya tersebut bersamanya. Abdul Aziz bertanya, "Dimana Umar?" Ummu Ashim pun memberitahukan tentang Abdullah dan permintaannya agar membiarkan Umar tinggal bersamanya, karena ia sangat mirip dengan mereka. Abdu Aziz gembira mendengar hal ini dan segera menulis surat untuk saudaranya, Abdul Malik lalu menetapkannya bahwa Umar akan tetap mendapatkan perhatian besar.

Bila kita renungkan, Umar Bin Abdul Aziz semenjak usia anak-anak mengalami tarbiyah secara langsung dari orang tuanya. Abdul Aziz dan Ummu Ashim, orang tua Umar baru menyerahkan secara penuh pendidikan anaknya kepada orang lain setelah dinggap mulai dewasa. Padahal mereka adalah orang yang pasti sangat sibuk, menjadi keluarga sekaligus pejabat besar pada masa kekhalifahan Bani Umayah. Apalagi dalam masa merintis karir politik menjadi gubernur Mesir. Dan, yang tidak kalah penting, keterlibatan saudara dari Ayah dan Ibu Umar pun sangat besar. Kesadaran keluarga dalam mendidik anak, tidak hanya anak sendiri, tetapi juga anak-anak dari saudara kita. Keterliabatan saudara dalam mendidik anak kita Insya Allah akan memberikan penguatan tersendiri. Anak-anak kita menemui sebuah hubungan keluarga yang kental dengan tradisi saling memberi pendidikan bagi anak.

Bagaimana dengan di Salman? Wow, keren. Ada program "Parent Teaching", semoga anak anak di salman, meski disaat sekolah bukan berarti menjadi jauh dari orang tuanya. Sekolah tetap menjadi tempat dimana anak sangat dekat dengan orang tua. Berikutnya, menurut saya, para orang tua siswa baiknya berinteraksi layaknya saudara. Sehingga anak-anak kita di Salman memiliki paman, bibi, pakdhe, mbah yang mendaptkan ketsiqahan besar dari orang tua untuk turut mendidik anaknya. Insya Allah dengan menjalin hubungan layaknya sebuah keluarga dari para orang tua siswa, akan menjadi iklim pembelajaran yang ideal bagi anak anak kita untuk tumbuh menjadi orang besar, seperti Umar bin Abdul Aziz.

14/12/2011

"Dan tanah yang baik, tanaman-tanamannya tumbuh subur dengan seizin Allah; dan tanah yang tidak subur, tanaman-tanamannya hanya tumbuh merana. Demikianlah Kami mengulangi tanda-tanda kebesaran (Kami) bagi orang-orang yang bersyukur" (QS. Al A'raf : 58)

Tumbuh kembang anak bergantung pada kondisi lingkungan yang mendidiknya. Keluarga, adalah lingkungan utama persemaian sang anak.

Mari,, ciptakan lingkungan terbaik untuk anak2 kita...

04/12/2011

Ketika anak-anak sudah merasa nyaman dengan kita, berusahalah untuk menjadikannya sebagai sahabat karib. dari persahabatan itulah Kita dan anak mengalami pembelajaran yang terbaik dalam segala hal tentang kehidupan.

Sang anak akan begitu mudah menyerap nilai-nilai luhur yang kita miliki, sementara kita semakin kaya dan terbangun kuat akan makna hidup.

Dari anak kita belajar, dan anak mendapatkan kebersamaan untuk terus tumbuh dan berkembang di zamannya.

03/12/2011

Kusetel Murotal. Kutempelkan speaker ke perut,..
Kurasakan responnya,. "Ada yang mengetuk-ngetuk dari dalam perut. Ketukannya teratur..". Subhanallah, ia menikmatinya.

Ya Rabb, jadikanlah anakku orang yang dekat dengan Al Qur'an, mencintai & mengamalkan..

01/12/2011

Seharian bermain dengan anak-anak di kampung. Bentengan/Baren dan Bebek Rowo. Lari-lari terus menyusuri kebun, gang, pinggir sawah. Sampai Adzan ashar baru berhenti. Sorenya anak-anak datang lagi, minta main dan belajar komputer.

Malem ini badan pegal-pegal semua. Sementara anak-anak punya stamina yang luar biasa kuat. Sayang sekali kalau hari-hari mereka tidak kita bersamai untuk terus tumbuh dan berkembang menjadi pribadi sempurna, jauh lebih baik dari orang tuanya dan kita yang terus beranjak tua.

26/11/2011

Setiap pagi & sore hari,, kedutan di rahim terasa berulang kali, begitu keras, begitu sering..

Kau sedang menyapaku, wahai anakku? Selayaknya sedang mengajakku berdzikir bersama, "Bunda, mari dzikir bersama, mengagungkan nama-Nya".
Di saat Allah menunjukkan KemahabesaranNya, memasukkan siang ke dalam malam, memasukkan malam ke dalam siang.

"Mari, anakku..."

(semoga kelak engkau menjadi pemimpin yang senantiasa mengagungkan nama-Nya)
#4 bulan 2 pekan: usia janin, 5 bulan usia kandungan

23/11/2011

Anak kita mengikuti pola hidup orang tuanya semenjak dalam kandungan.

mari saling menjaga pola hati, pikiran, kinerja, makan, istirahat, olah raga, berinteraksi dengan sesama.

agar kita senantiasa pantas bersama sang buah hati.

Address

JOGJA-Merden, RT2 RW6, Purwonegoro
Banjarnegara
53472

Telephone

+6285643188110

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Ayah & Bunda Martha Syahidah posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The School

Send a message to Ayah & Bunda Martha Syahidah:

Shortcuts

Share

Category