Riyadush Sholihin

Riyadush Sholihin “Barangsiapa menempuh satu jalan untuk mendapatkan ILMU, maka Allah memudahkan baginya jalan ke SURGA

Everything you see, what you do, and what you hear is for education.

HR.JUMATDOA AGAMA, DUNIA, AKHIRATDOA & ELEADERSHIPDOA PERBAIKAN AGAMA, DUNIA & AKHIRAThttp://khfendi.blogspot.com/2020/0...
22/12/2023

HR.JUMAT
DOA AGAMA, DUNIA, AKHIRAT
DOA & ELEADERSHIP

DOA PERBAIKAN AGAMA, DUNIA & AKHIRAT
http://khfendi.blogspot.com/2020/04/doa-perbaiki-urusan-agama-dunia-dan.html?m=1

اللَّهُمَّ أَصْلِحْ لَنَا دِينَنَا الَّذِي هُوَ عِصْمَة أَمْرِنَا،
وأَصْلِحْ لَنَا دُنْيَانَا الَّتي فِيهَا مَعَاشُنَا،
وَأَصْلِحْ لَنَا آخِرَتَنا الّتِي إِلَيْهَا مَعَادُنَا،
وَاجْعَلِ الْحَيَاةَ زِيَادَةً لَنَا فِي كلِّ خَيْرٍ،
وَاجْعَلِ الْمَوْتَ رَاحَةً لَنَا مِنْ كُلِّ شَرٍّ.

Ya Allah ya Tuhan kami, perbaikilah bagi kami AGAMA KAMI yang merupakan PENJAGA KESELAMATAN URUSAN KAMI, perbaikilah bagi kami DUNIA KAMI yang menjadi TEMPAT KEHIDUPAN KAMI; perbaikilah bagi kami AKHIRAT KAMI yang menjadi KEMBALI KAMI; Jadikanlah ya Allah KEHIDUPAN ini mempunyai nilai tambah bagi kami dalam segala KEBAIKAN dan jadikanlah KEMATIAN KAMI sebagai kebebasan kami dari segala KEJAHATAN! (HR. Muslim)

DOA KEBAIKAN DUNIA & AKHIRAT
http://khfendi.blogspot.com/2020/04/kebahagian-dunia-dan-akherat.html?m=1

رَبَّنَاۤ اٰتِنَا فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَّفِى الْاٰ خِرَةِ حَسَنَةً وَّ قِنَا عَذَا بَ النَّا رِ

"Ya Tuhan kami, berilah KAMI KEBAIKAN DI DUNIA (Keselamatan, Rezeki, Ilmu yg bermanfaat, amal shalih, dan perkara-perkara dunia dan agama lainnya di dunia ini) dan KEBAIKAN DI AKHIRAT (Surga), dan lindungilah kami dari azab neraka.""
(QS. Al-Baqarah Ayat 201)

http://khfendi.blogspot.com/2021/01/doa-doa-dalam-al-quran.html?m=1
________________________________________________
KLASIFIKASI AYAT-AYAT AL-QUR'AN
PERINTAH UNTUK MEMBACANYA
https://hfendi.wordpress.com/perintah-untuk-membacanya/

SERUAN UNT MENDALAMI SCIENCE & TEKNOLOGI
https://hfendi.wordpress.com/seruan-unt-mendalami-science-teknologi/

SERUAN UNT MENCARI ILMU AGAMA
https://hfendi.wordpress.com/seruan-unt-mencari-ilmu-agama/

https://gama-hp.blogspot.com
www.linkedin.com/in/hfendi

4 Manfaat Bertawakal dalam Islam, Bisa Dilapangkan Rezekihttps://www.detik.com/edu/detikpedia/d-5772785/4-manfaat-bertaw...
16/12/2023

4 Manfaat Bertawakal dalam Islam, Bisa Dilapangkan Rezeki
https://www.detik.com/edu/detikpedia/d-5772785/4-manfaat-bertawakal-dalam-islam-bisa-dilapangkan-rezeki

Jakarta - Tawakal menjadi salah satu sikap yang selalu disinggung dalam fiman Al Quran. Sebenarnya apa saja manfaat dari bertawakal tersebut?
Sebelumnya perlu dipahami definisi tawakal yang dilansir dari buku Tawakal Bukan Pasrah karya H. Supriyanto, Lc., M.S.I. Tawakal adalah keadaan membebaskan diri dari segala ketergantungan selain Allah dan menyerahkan keputusan atas segala sesuatunya hanya kepada Allah SWT.

Hal ini p**a yang membuat tawakal disebut sebagai perbuatan menyerahkan segala perkara, ikhtiar, dan usaha kita kepada Allah SWT. Keistimewaan tawakal kepada Allah SWT terlihat dalam Al Quran yang disebut lebih dari 30 kali dalam 19 surat yang berbeda. Salah satunya surat Ali Imran ayat 159,

Apa yang Dimaksud Tawakal? Ini Konsepnya yang Benar dalam Islam
فَإِذَا عَزَمْتَ فَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ ۚ إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُتَوَكِّلِينَ

Artinya: "Kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad, maka bertawakkallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakkal kepada-Nya."

Manfaat dari bertawakal kepada Allah SWT juga beberapa kali disebutkan dalam fimanNya maupun sabda Rasulullah SAW. Berikut ini 4 manfaat bertawakal kepada Allah yang berhasil dirangkum oleh detikEdu.

4 Manfaat Bertawakal kepada Allah SWT

1. Diberi kecukupan

Salah satu keutamaan dari bertawakal termaktub dalam QS. At Thalaq ayat 3 yang berbunyi,

وَمَنْ يَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ فَهُوَ حَسْبُهُ

Artinya: "Dan barangsiapa yang bertawakal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya." (QS. At Thalaq: 3).

2. Mendapat pertolongan Allah

Orang yang bertawakal kepada Allah akan mendapatkan perlindungan, pertolongan. dan bahkan anugerah dari Allah SWT. Hal ini ditegaskan dalam surah Al Anfal ayat 49,

وَمَنْ يَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ فَإِنَّ اللَّهَ عَزِيزٌ حَكِيمٌ

Artinya: "... Barangsiapa yang tawakkal kepada Allah, maka sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana."

3. Kebaikan dunia akhirat

Tawakal kepada Allah SWT juga akan membawa kebaikan bagi seseorang. Baik kebaikan di dunia maupun di akhirat. Allah berfirman dalam surat An Nahl ayat 41-42,

وَالَّذِينَ هَاجَرُوا فِي اللَّهِ مِنْ بَعْدِ مَا ظُلِمُوا لَنُبَوِّئَنَّهُمْ فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً ۖ وَلَأَجْرُ الْآخِرَةِ أَكْبَرُ ۚ لَوْ كَانُوا يَعْلَمُونَ
الَّذِينَ صَبَرُوا وَعَلَىٰ رَبِّهِمْ يَتَوَكَّلُونَ

Artinya: "Dan orang-orang yang berhijrah karena Allah sesudah mereka dianiaya, pasti Kami akan memberikan tempat yang bagus kepada mereka di dunia. Dan sesungguhnya pahala di akhirat adalah lebih besar, kalau mereka mengetahui, (yaitu) orang-orang yang sabar dan hanya kepada Allah saja mereka bertawakkal."

4. Mendatangkan kekayaan dan rezeki

Baca juga:
Arti Ikhtiar: Pentingnya bagi Kehidupan Manusia dan Contohnya
Rasulullah SAW menyebut bahwa bertawakal kepada Allah SWT dapat mendatangkan kekayaan dan kelapangan rezeki. Dari Umar bin Khattab, ia berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda,

لَوْ أَنَّكُمْ تَوَكَّلْتُمْ عَلَى اللَّهِ حَقَّ تَوَكُّلِهِ لَرَزَقَكُمْ كَمَا يَرْزُقُ الطَّيْرَ، تَغْدُوا خِمَاصاً وَتَرُوْحُ بِطَاناً

Artinya: "Jika kalian bertawakal kepada Allah dengan sebenar-benarnya tawakal, niscaya Dia akan menurunkan rezeki kepada kalian sebagaimana Dia memberikannya kepada burung yang pergi pagi-pagi sekali dalam keadaan lapar dan kembali dalam keadaan kenyang," (HR At Tirmidzi).

Setelah mengetahui manfaat dari bertawakal kepada Allah SWT di atas, semoga kita semua bisa tetap istiqomah dalam menerapkannya di kehidupan sehari-hari ya. Aamiin

Orang Bertakwa Tidak Pernah Merasa Miskinhttps://rumaysho.com/1010-orang-bertakwa-tidak-pernah-merasa-miskin.htmlSyaikhu...
16/12/2023

Orang Bertakwa Tidak Pernah Merasa Miskin
https://rumaysho.com/1010-orang-bertakwa-tidak-pernah-merasa-miskin.html

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah berkata,

Adapun mengenai firman Allah Ta’ala,

{ وَمَنْ يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَلْ لَهُ مَخْرَجًا } { وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ }

“Barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar. Dan memberinya rezki d.ari arah yang tiada disangka-sangkanya.” (QS. Ath Tholaq: 2-3). Dalam ayat ini diterangkan bahwa Allah akan menghilangkan bahaya dan memberikan jalan keluar bagi orang yang benar-benar bertakwa pada-Nya. Allah akan mendatangkan padanya berbagai manfaat berupa dimudahkannya rizki. Rizki adalah segala sesuatu yang dapat dinikmati oleh manusia. Rizki yang dimaksud di sini adalah rizki dunia dan rizki akhirat.

Sebagian orang mengatakan, “Orang yang bertakwa itu tidak pernah merasa fakir (miskin atau merasa kekurangan) sama sekali.” Lalu ada yang bertanya, “Mengapa bisa begitu?” Ia menjawab, “Karena Allah Ta’ala berfirman:

{ وَمَنْ يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَلْ لَهُ مَخْرَجًا } { وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ }

“Barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar. Dan memberinya rezki dari arah yang tiada disangka-sangkanya.” (QS. Ath Tholaq: 2-3)”

Kemudian ada yang bertanya kembali, “Kami menyaksikan sendiri bahwa di antara orang yang bertakwa, ada yang tidak punya apa-apa. Namun memang ada sebagian lagi yang diberi banyak rizki.”

Jawabannya, ayat tersebut menunjukkan bahwa orang yang bertakwa akan diberi rizki dari jalan yang tak terduga. Namun ayat itu tidak menunjukkan bahwa orang yang tidak bertakwa tidak diberi rizki. Bahkan setiap makhluk akan diberi rizki sebagaimana Allah Ta’ala berfirman,

وَمَا مِنْ دَابَّةٍ فِي الْأَرْضِ إلَّا عَلَى اللَّهِ رِزْقُهَا

“Dan tidak ada suatu binatang melata pun di bumi melainkan Allah-lah yang memberi rezkinya” (QS. Huud: 6). Bahkan hamba yang menerjang yang haram termasuk yang diberi rizki. Orang kafir tetap diberi rizki padahal rizki itu boleh jadi diperoleh dengan cara-cara yang haram, boleh jadi juga dengan cara yang baik, bahkan boleh jadi p**a diperoleh dengan susah payah.

Sedangkan orang yang bertakwa, Allah memberi rizki pada mereka dari jalan yang tidak terduga. Rizkinya tidak mungkin diperoleh dengan cara-cara yang haram, juga tidak mungkin rizki mereka dari yang khobits (yang kotor-kotor). Perlu diketahui bahwa orang yang bertakwa tidak mungkin dihalangi dari rizki yang ia butuhkan. Ia hanyalah dihalangi dari materi dunia yang berlebih sebagai rahmat dan kebaikan padanya. Karena boleh jadi diluaskannya rizki malah akan membahayakan dirinya. Sedangkan disempitkannya rizki malah mungkin sebagai rahmat baginya. Namun beda halnya dengan keadaan manusia yang Allah ceritakan,

{ فَأَمَّا الْإِنْسَانُ إذَا مَا ابْتَلَاهُ رَبُّهُ فَأَكْرَمَهُ وَنَعَّمَهُ فَيَقُولُ رَبِّي أَكْرَمَنِ } { وَأَمَّا إذَا مَا ابْتَلَاهُ فَقَدَرَ عَلَيْهِ رِزْقَهُ فَيَقُولُ رَبِّي أَهَانَنِ } { كُلًّا }

“Adapun manusia apabila Tuhannya mengujinya lalu dia dimuliakan-Nya dan diberi-Nya kesenangan, maka dia akan berkata: “Tuhanku telah memuliakanku”. Adapun bila Tuhannya mengujinya lalu membatasi rizkinya maka dia berkata: “Tuhanku menghinakanku”. Sekali-kali tidak (demikian).” (QS. Al Fajr: 15-16)

Senyatanya tidak demikian. Belum tentu orang yang diluaskan rizkinya, ia berarti dimuliakan. Sebaliknya orang yang disempitkan rizkinya, belum tentu ia dihinakan. Bahkan boleh jadi seseorang dilapangkan rizki baginya hanya sebagai istidroj (agar ia semakin terlena dengan maksiatnya). Begitu p**a boleh jadi seseorang disempitkan rizkinya untuk melindungi dirinya dari bahaya. Sedangkan jika ada orang yang sholih yang disempitkan rizkinya, boleh jadi itu karena sebab dosa-dosa yang ia perbuat sebagaimana sebagian salaf mengatakan,

إنَّ الْعَبْدَ لَيُحْرَمُ الرِّزْقَ بِالذَّنْبِ يُصِيبُهُ

“Seorang hamba boleh jadi terhalang rizki untuknya karena dosa yang ia perbuat.”

Dalam hadits, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ أَكْثَرَ الِاسْتِغْفَارَ جَعَلَ اللَّهُ لَهُ مِنْ كُلِّ هَمٍّ فَرَجًا وَمِنْ كُلِّ ضِيقٍ مَخْرَجًا وَرَزَقَهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ

“Barang siapa yang memperbanyak beristighfar, maka Allah pasti akan selalu memberikannya jalan keluar dari setiap kesempitan dan kelapangan dari segala kegundahan serta Allah akan memberikan rizki kepadanya dari arah yang tidak ia sangka-sangka.”[1]

Allah Ta’ala telah mengabarkan bahwa kebaikan itu akan menghapus kejelekan, istighfar adalah sebab datangnya rizki dan berbagai kenikmatan, sedangkan maksiat adalah sebab datangnya musibah dan berbagai kesulitan. (Kita dapat menyaksikan hal tersebut dalam ayat-ayat berikut ini).

Allah Ta’ala berfirman,

الر كِتَابٌ أُحْكِمَتْ آَيَاتُهُ ثُمَّ فُصِّلَتْ مِنْ لَدُنْ حَكِيمٍ خَبِيرٍ (1) أَلَّا تَعْبُدُوا إِلَّا اللَّهَ إِنَّنِي لَكُمْ مِنْهُ نَذِيرٌ وَبَشِيرٌ (2) وَأَنِ اسْتَغْفِرُوا رَبَّكُمْ ثُمَّ تُوبُوا إِلَيْهِ يُمَتِّعْكُمْ مَتَاعًا حَسَنًا إِلَى أَجَلٍ مُسَمًّى وَيُؤْتِ كُلَّ ذِي فَضْلٍ فَضْلَهُ

“Alif laam raa, (inilah) suatu kitab yang ayat-ayatnya disusun dengan rapi serta dijelaskan secara terperinci, yang diturunkan dari sisi (Allah) Yang Maha Bijaksana lagi Maha Tahu, agar kamu tidak menyembah selain Allah. Sesungguhnya aku (Muhammad) adalah pemberi peringatan dan pembawa khabar gembira kepadamu daripada-Nya, dan hendaklah kamu meminta ampun kepada Tuhanmu dan bertaubat kepada-Nya. (Jika kamu mengerjakan yang demikian), niscaya Dia akan memberi kenikmatan yang baik (terus menerus) kepadamu sampai kepada waktu yang telah ditentukan dan Dia akan memberikan kepada tiap-tiap orang yang mempunyai keutamaan (balasan) keutamaannya” (QS. Huud: 1-3)

فَقُلْتُ اسْتَغْفِرُوا رَبَّكُمْ إِنَّهُ كَانَ غَفَّارًا (10) يُرْسِلِ السَّمَاءَ عَلَيْكُمْ مِدْرَارًا (11) وَيُمْدِدْكُمْ بِأَمْوَالٍ وَبَنِينَ وَيَجْعَلْ لَكُمْ جَنَّاتٍ وَيَجْعَلْ لَكُمْ أَنْهَارًا (12)

“Maka aku katakan kepada mereka: ‘Mohonlah ampun kepada Tuhanmu, -sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun-, niscaya Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat, dan membanyakkan harta dan anak-anakmu, dan mengadakan untukmu kebun-kebun dan mengadakan (p**a di dalamnya) untukmu sungai-sungai.” (QS. Nuh: 10-12)

{ وَأَنْ لَوِ اسْتَقَامُوا عَلَى الطَّرِيقَةِ لَأَسْقَيْنَاهُمْ مَاءً غَدَقًا } { لِنَفْتِنَهُمْ فِيهِ }

“Dan bahwasanya: jikalau mereka tetap berjalan lurus di atas jalan itu (agama Islam), benar-benar Kami akan memberi minum kepada mereka air yang segar (rezki yang banyak). Untuk Kami beri cobaan kepada mereka padanya.” (QS. Al Jin: 16-17)

وَلَوْ أَنَّ أَهْلَ الْقُرَى آمَنُوا وَاتَّقَوْا لَفَتَحْنَا عَلَيْهِمْ بَرَكَاتٍ مِنَ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ وَلَكِنْ كَذَّبُوا فَأَخَذْنَاهُمْ بِمَا كَانُوا يَكْسِبُونَ

“Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya.” (QS. Al A’rof: 96)

وَلَوْ أَنَّهُمْ أَقَامُوا التَّوْرَاةَ وَالْإِنْجِيلَ وَمَا أُنْزِلَ إلَيْهِمْ مِنْ رَبِّهِمْ لَأَكَلُوا مِنْ فَوْقِهِمْ وَمِنْ تَحْتِ أَرْجُلِهِمْ

“Dan sekiranya mereka sungguh-sungguh menjalankan (hukum) Taurat dan Injil dan (Al Quran) yang diturunkan kepada mereka dari Tuhannya, niscaya mereka akan mendapat makanan dari atas dan dari bawah kaki mereka.” (QS. Al Maidah: 66)

وَمَا أَصَابَكُمْ مِنْ مُصِيبَةٍ فَبِمَا كَسَبَتْ أَيْدِيكُمْ وَيَعْفُو عَنْ كَثِيرٍ

“Dan apa saja musibah yang menimpa kamu maka adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri, dan Allah memaafkan sebagian besar (dari kesalahan-kesalahanmu).” (QS. Asy Syura: 30)

وَلَئِنْ أَذَقْنَا الْإِنْسَانَ مِنَّا رَحْمَةً ثُمَّ نَزَعْنَاهَا مِنْهُ إنَّهُ لَيَئُوسٌ كَفُورٌ

“Dan jika Kami rasakan kepada manusia suatu rahmat (nikmat) dari Kami, kemudian rahmat itu Kami cabut daripadanya, pastilah dia menjadi putus asa lagi tidak berterima kasih.” (QS. Hud: 9)

مَا أَصَابَكَ مِنْ حَسَنَةٍ فَمِنَ اللَّهِ وَمَا أَصَابَكَ مِنْ سَيِّئَةٍ فَمِنْ نَفْسِكَ

“Apa saja nikmat yang kamu peroleh adalah dari Allah, dan apa saja bencana yang menimpamu, maka dari (kesalahan) dirimu sendiri.” (QS. An Nisa’: 79)

{ فَأَخَذْنَاهُمْ بِالْبَأْسَاءِ وَالضَّرَّاءِ لَعَلَّهُمْ يَتَضَرَّعُونَ } { فَلَوْلَا إذْ جَاءَهُمْ بَأْسُنَا تَضَرَّعُوا وَلَكِنْ قَسَتْ قُلُوبُهُمْ وَزَيَّنَ لَهُمُ الشَّيْطَانُ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ }

“Kemudian Kami siksa mereka dengan (menimpakan) kesengsaraan dan kemelaratan, supaya mereka memohon (kepada Allah) dengan tunduk merendahkan diri. Maka mengapa mereka tidak memohon (kepada Allah) dengan tunduk merendahkan diri ketika datang siksaan Kami kepada mereka, bahkan hati mereka telah menjadi keras, dan syaitanpun menampakkan kepada mereka kebagusan apa yang selalu mereka kerjakan.” (QS. Al An’am: 42-43)

Allah Ta’ala telah mengabarkan dalam kitabnya bahwa Dia akan menguji hamba-Nya dengan kebaikan atau dengan kejelekan. Kebaikan yang dimaksud adalah nikmat dan kejelekan adalah musibah. Ujian ini dimaksudkan agar hamba tersebut teruji sebagai hamba yang bersabar dan bersyukur. Dalam hadits shahih, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

وَاَلَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ لَا يَقْضِي اللَّهُ لِلْمُؤْمِنِ قَضَاءً إلَّا كَانَ خَيْرًا لَهُ وَلَيْسَ ذَلِكَ لِأَحَدِ إلَّا لِلْمُؤْمِنِ إنْ أَصَابَتْهُ سَرَّاءُ شَكَرَ فَكَانَ خَيْرًا لَهُ وَإِنْ أَصَابَتْهُ ضَرَّاءُ صَبَرَ فَكَانَ خَيْرًا لَهُ

“Demi yang jiwaku berada di tangan-Nya. Allah tidaklah menetapkan bagi seorang mukmin suatu ketentuan melainkan itu baikk baginya. Hal ini tidaklah mungkin kita jumpai kecuali pada seorang mukmin. Jika ia mendapatkan kebahagiaan, ia bersyukur, maka itu baik baginya. Jika ia ditimpa suatu bahaya, ia bersabar, maka itu pun baik baginya.”

Demikian penjelasan dari Abul ‘Abbas Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah dalam Majmu’ Al Fatawa (16/52-54). Semoga bermanfaat dan dapat sebagai penyejuk hati yang sedang gundah.

Alhamdulillahilladzi bi ni’matihi tatimmush sholihaat.

10 Ganjaran Bagi Orang yang Bertakwahttps://kalam.sindonews.com/newsread/322548/69/10-ganjaran-bagi-orang-yang-bertakwa-...
16/12/2023

10 Ganjaran Bagi Orang yang Bertakwa
https://kalam.sindonews.com/newsread/322548/69/10-ganjaran-bagi-orang-yang-bertakwa-1612281728?showpage=all

Menurut Ibnu Katsir, takwa adalah menaati segala perintah Allah dan tidak bermaksiat kepada-Nya. Adapun keutamaan orang yang bertakwa akan mendapat balasan dari Allah baik di dunia maupun di akhirat.

1. Mendapat Pujian dan Sanjungan dari Allah.

Banyak sekali pujian yang Allah sampaikan kepada orang yang bertakwa. Di antaranya adalah dalam awal Surat Al-Baqarah, ketika Allah menyebutkan ciri-ciri orang yang bertakwa, Allah menutupnya dengan ungkapan yang sangat halus dan manis, "Mereka itulah orang-orang yang mendapatkan petunjuk dari Rab mereka, dan mereka itulah orang-orang yang beruntung.” (QS. Al-Baqarah: 1-5).

Allah memuji ketakwaan sebagai suatu urusan yang patut diutamakan sebagaimana firmannya:

وَإِنْ تَصْبِرُوا وَتَتَّقُوا فَإِنَّ ذَلِكَ مِنْ عَزْمِ الأُمُورِ

"Dan jika kalian bersabar dan bertakwa, maka sesungguhnya yang demikian itu merupakan termasuk urusan yang patut diutamakan. (QS. Ali Imran: 186)

2. Mendapat Pertolongan dan Penjagaan Allah dari Makar Musuh-musuh-Nya.

Berikut firman Allah:

وَاصْبِرْ وَمَا صَبْرُكَ إِلاَّ بِاللَّهِ وَلاَ تَحْزَنْ عَلَيْهِمْ وَلاَ تَكُ فِي ضَيْقٍ مِمَّا يَمْكُرُونَ(127)إِنَّ اللَّهَ مَعَ الَّذِينَ اتَّقَوْا وَالَّذِينَ هُمْ مُحْسِنُونَ - 128

"Bersabarlah (hai Muhammad) dan tiadalah kesabaranmu itu melainkan dengan pertolongan Allah dan janganlah kamu bersedih hati terhadap (kekafiran) mereka dan janganlah kamu bersempit dada terhadap apa yang mereka tipu dayakan. Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang bertakwa dan orang-orang yang berbuat kebaikan. (QS An-Nahl: 127-128)

Kemudian pada ayat lain Allah mengatakan, bahwa jika kalian menolong Allah maka Allah akan menolong kalian (QS Muhammad: 7). Dan menolong Allah itu merupakan slah satu bentuk ketakwaan kepada Allah. Kemudian juga dalam Surat Ali Imran Ayat 120), Allah berfirman: "Dan jika kalian bersabar dan bertakwa, niscaya tipu daya mereka sedikitpun tidak mendaangkan kemudharatan kepadamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui segala sesuatu yang mereka lakukan."

3. Mendapatkan Cinta Allah.

Hal ini digambarkan Allah dalam Surat Ali Imran Ayat 76:

بَلَى مَنْ أَوْفَى بِعَهْدِهِ وَاتَّقَى فَإِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُتَّقِينَ

"(Bukan demikian), sebenarnya siapa yang menepati janji (yang dibuat)nya dan bertakwa, maka sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang bertakwa."

4. Meraih Kemenangan Besar.

Mengenai hal ini Allah berfirman dalam Surah Al-Ahzab Ayat 70-71:

يَاأَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلاً سَدِيدًا* يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا*

"Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kamu kepada Allah dan katakanlah perkataan yang benar, niscaya Allah memperbaiki bagimu amalan-amalanmu dan mengampuni bagimu dosa-dosamu. Dan barangsiapa mentaati Allah dan Rasul-Nya, maka sesungguhnya ia telah mendapat kemenangan yang besar."

5. Diampuni Dosa dan Kesalahan.

Orang yang bertakwa akan mendapatkan ampunan dari Allah sebagaimana firman-Nya:

وَمَنْ يَتَّقِ اللَّهَ يُكَفِّرْ عَنْهُ سَيِّئَاتِهِ وَيُعْظِمْ لَهُ أَجْرًا

"Dan barangsiapa yang bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan menghapus kesalahan-kesalahannya dan akan melipat gandakan pahala baginya." (QS Ath-Thalaaq: 5)

6. Dianugerahi Al-Furqan, Pembeda Antara Haq dan Bathil.

Ketakwaan akan mendatangkan Al-Furqan bagi seseorang untuk membedakan antara haq dan bathil. Allah mengatakan dalam QS Al-Anfal: 29:

يَاأَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنْ تَتَّقُوا اللَّهَ يَجْعَلْ لَكُمْ فُرْقَانًا وَيُكَفِّرْ عَنْكُمْ سَيِّئَاتِكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ وَاللَّهُ ذُو الْفَضْلِ الْعَظِيمِ

"Hai orang-orang yang beriman, jika kamu bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan memberikan kepadamu Al-Furqaan dan menghapuskan segala kesalahan-kesalahanmu dan mengampuni (dosa-dosa) mu. Dan Allah mempunyai karunia yang besar."

7. Mendapat Kabar Gembira Baik di Dunia Maupun di Akhirat.

أَلَا إِنَّ أَوْلِيَاءَ اللَّهِ لَا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُونَ(62)الَّذِينَ ءَامَنُوا وَكَانُوا يَتَّقُونَ(63)لَهُمُ الْبُشْرَى فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَفِي الْآخِرَةِ

"Ingatlah, sesungguhnya wali-wali Allah itu tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (p**a) mereka bersedih hati. (Yaitu) orang-orang yang beriman dan mereka selalu bertakwa. Bagi mereka berita gembira di dalam kehidupan di dunia dan (dalam kehidupan) di akhirat." (QS Yunus: 62-64)

8. Diberi Kelapangan Rezeki, Dimudahkan Kesulitan dan Mendapat Berkah dari Langit dan Bumi.

Allah menggambarkannya dalam Al-Qur'an:

وَمَنْ يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَلْ لَهُ مَخْرَجًا(2)وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لاَ يَحْتَسِبُ

"Dan barang siapa yang bertaqwa kepada Allah, maka Allah akan memberikan pada mereka jalan keluar, dan Allah akan memberikan rezeki yang tidak di sangka-sangka." (QS Ath-Thalaaq: 2-3)

Kemudian dalam ayat lain Allah berfirman:

وَلَوْ أَنَّ أَهْلَ الْقُرَى ءَامَنُوا وَاتَّقَوْا لَفَتَحْنَا عَلَيْهِمْ بَرَكَاتٍ مِنَ السَّمَاءِ وَالأرْضِ وَلَكِنْ كَذَّبُوا فَأَخَذْنَاهُمْ بِمَا كَانُوا يَكْسِبُونَ

"Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya." (QS Al-A'raaf: 96)

9. Mendapat Keselamatan dari Azab Kubur dan Azab Neraka.

Berikut firman Allah dalam Al-Qur'an:

ثُمَّ نُنَجِّي الَّذِينَ اتَّقَوْا وَنَذَرُ الظَّالِمِينَ فِيهَا جِثِيًّا

"Kemudian Kami akan menyelamatkan orang-orang yang bertakwa dan membiarkan orang-orang yang zalim di dalam neraka dalam keadaan berlutut." (QS Maryam: 72)

10. Mendapatkan Surga.

Allah menjanjikan surga bagi orang yang bertakwa sebagaimana firman berikut:

الْمُتَّقِينَ فِي جَنَّاتٍ وَنَهَرٍ* فِي مَقْعَدِ صِدْقٍ عِنْدَ مَلِيكٍ مُقْتَدِرٍ

"Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa itu di dalam taman-taman dan sungai-sungai, di tempat yang disenangi di sisi Tuhan Yang Berkuasa." (QS Al-Qamar: 54-55)

Inilah sekelumit balasan bagi orang yang bertakwa. Sebenarnya ganjaran Allah masih sangat luas dan panjang. Ketakwaan tidaklah dapat raih seseorang kecuali dengan pengorbanan, kesungguhan dan kecintaan kepada Allah dan Rasul-Nya. Semoga Allah melimpahkan taufik-Nya kepada kita semua. Aaamiin.

11 Keuntungan Jadi Orang yang Bertakwahttps://www.inilahkoran.id/11-keuntungan-jadi-orang-yang-bertakwa   INILAH, Bandun...
16/12/2023

11 Keuntungan Jadi Orang yang Bertakwa
https://www.inilahkoran.id/11-keuntungan-jadi-orang-yang-bertakwa

INILAH, Bandung - Allah SWT menciptakan manusia untuk beribadah. Ibadah, menurut Alquran, adalah jalan lapang bagi manusia untuk memperoleh ketakwaan.

Tapi apa sebenarnya takwa? Apa keuntungan orang yang bertakwa? Apa rahasia di baliknya? Berikut 11 fakta dan keuntungan tentang takwa menurut Alquran:

1. Takwa adalah wasiat (perintah) Allah untuk seluruh umat manusia.

"Dan sungguh Kami telah mewasiatkan (memerintahkan) kepada orang-orang yang diberi kitab sebelum kamu dan (juga) kepada kamu; bertakwalah kepada Allah." (An-Nisa: 131)

2. Takwa adalah perisai penjagaan dari tipu daya setan.

"Jika kamu bersabar dan bertakwa, niscaya tipu daya mereka sedikit pun tidak mendatangkan kemudaratan kepadamu." (Ali Imran: 120) .

3. Takwa adalah jalan untuk memperoleh solusi kehidupan dan rezeki yang tidak terduga-duga.

"Barangsiapa yang bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan memberikan jalan keluar baginya. Dan memberinya rezki dari arah yang tiada disangka-sangkanya." (At-Thalaq: 2-3)

4. Takwa adalah media untuk mensucikan diri dari semua kekurangan dan aib.

"Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kamu kepada Allah dan ucapkanlah perkataan yang benar. Niscaya Allah akan memperbaiki amal-amalmu dan mengampuni dosa-dosamu. Dan barangsiapa menaati Allah dan Rasul-Nya, sungguh, dia menang dengan kemenangan yang agung." (Al-Ahzab: 70-71)

5. Takwa adalah jalan untuk menjadi kekasih Allah.

"Maka sungguh, Allah mencintai orang-orang yang bertakwa." (Ali Imran: 76)

6. Takwa adalah syarat diterimanya amal manusia.

"Dia (Habil) berkata, "Sesungguhnya Allah hanya menerima (amal) dari orang yang bertakwa." (Al-Maidah: 27)

7. Takwa adalah salah satu kendaraan menuju kemuliaan.

"Sungguh, yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa." (Al-Hujurat: 13)

8. Takwa adalah media untuk memperoleh bimbingan Allah.

"Wahai orang-orang yang beriman! Jika kamu bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan Memberikan furqan (kemampuan membedakan antara yang hak dan batil) kepadamu." (Al-Anfal: 29)

9. Takwa adalah penyelamat dari siksaan.

"Kemudian Kami akan Menyelamatkan orang-orang yang bertakwa dan membiarkan orang-orang yang zalim di dalam (neraka) dalam keadaan berlutut." (Maryam: 72)

10. Takwa adalah pintu terbukanya ilmu pengetahuan.

"Dan bertakwalah kepada Allah, Allah memberikan pengajaran kepadamu, dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu." (Al-Baqarah: 282)

11. Takwa akan mendatangkan kebulatan tekad.

"Jika kamu bersabar dan bertakwa, sesungguhnya yang demikian itu termasuk urusan yang (patut) diutamakan." (Ali Imran: 186). (Islam Indonesia)

Sumber: Inilah.com

25 SIFAT ORANG YANG BERTAKWA AGAR DICINTAI ALLAH SWThttps://dalamislam.com/akhlaq/sifat-orang-yang-bertakwaDalam surat A...
16/12/2023

25 SIFAT ORANG YANG BERTAKWA AGAR DICINTAI ALLAH SWT
https://dalamislam.com/akhlaq/sifat-orang-yang-bertakwa

Dalam surat Asy Syams ayat ke 7-10, Allah Subhanahu Wa’tala menjelaskan mengenai ketakwaan,

“Dan (demi) jiwa serta penyempurnaannya (ciptaannya), maka Allah mengilhamkan kepada jiwa itu (jalan) kefasikan dan ketakwaan, Sesungguhnya beruntunglah orang yang mensucikan jiwa itu (dengan ketakwaan), dan sesungguhnya merugilah orang yang mengotorinya (dengan kefasikan).” (Qs. Asy Syams: 7-10)

Jika manusia mengganggap bahwa kemuliaan seseorang dipandang dari banyaknya harta atau keturunan, tingginya jabatan atau pendidikan, dan luasnya tanah kekuasaan, itu merupakan hal yang sama sekali salah. Dalam salah satu kandungan surat di dalam Al-Quran, yakni surat Al-Hujurat ayat 13, Allah telah menjelaskan bahwa kemuliaan manusia pada hakikatnya dilihat dari ketakwaannya.

“Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling taqwa di antara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.” (QS. Al Hujurat: 13)

Takwa adalah sesuatu yang hanya Allah yang dapat melihat, mengetahui dan mengukurnya. Tidak ada seorang manusia pun yang dapat melihat ketakwaan manusia lainnya. Ukuran ketakwaan hanya Allah yang mengetahui, sama seperti hati manusia, hal ini terkandung dalam salah satu hadits :

Dari Abu Hurairah, ia berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya Allah tidak melihat pada rupa dan harta kalian. Namun yang Allah lihat adalah hati dan amalan kalian.” (HR. Muslim no. 2564)

Sifat – Sifat Orang yang Bertakwa
Pertama-tama, ciri-ciri orang yang bertakwa dapat kita lihat penjelasannya di dalam surat Al-Baqarah ayat 1-3:

“Alif laam miim. Kitab (Al Quran) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertaqwa, (yaitu) mereka yang beriman kepada yang ghaib, yang mendirikan shalat, dan menafkahkan sebahagian rezki yang Kami anugerahkan kepada mereka.” (QS. Al Baqarah: 1-3).

1. Beriman kepada Allah dan Rasulnya

Orang yang bertakwa sudah pasti beriman kepada Allah dan Rasul-Nya, termasuk kepada apa-apa yang disebutkan di dalam rukun iman, yakni malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, takdir-Nya, dan hari akhir-Nya. Hal-hal tersebut disebut juga dengan hal-hal ghaib. Meskipun hal-hal tersebut tidak dapat terlihat dengan mata kepalanya sendiri, tetapi orang-orang yang bertakwa akan mengimani itu semua dengan sepenuh hati.

2. Mendirikan shalat

Orang-orang yang bertakwa akan senantiasa mendirikan shalat, karena hal tersebut merupakan bentuk syukur sekaligus usaha dalam meraih ridho-Nya.

3. Menafkahkan sebagian rezekinya

Tidak seluruhnya rezeki yang kita terima adalah milik kita. Orang-orang yang bertakwa pasti memahami hal tersebut. Ada sebagian rezeki orang-orang yang membutuhkan di dalam rezeki yang kita terima, atau dapat dikatakan kita adalah ‘perantara’ rezeki dari Allah untuk mereka. Maka dari itu, orang-orang yang bertakwa tidak akan ragu-ragu untuk menafkahkan sebagian rezekinya dalam bentuk apapun di jalan Allah.

4. Menunaikan setiap kewajibannya

Orang-orang yang bertakwa akan senantiasa menunaikan kewajibannya, baik kepada Allah maupun kewajibannya kepada manusia. Orang yang bertakwa akan menjadi orang yang amanah jika ia diberi tanggung jawab oleh manusia.

5. Menjauhi kemaksiatan

Orang yang bertakwa akan selalu berusaha menjaga dirinya dari hal-hal yang menjurus kepada kemaksiatan, meskipun hal itu tersembunyi, karena ia yakin Allah dan malaikat-malaikatnya senantiasa mengawasi apa yang ia lakukan setiap waktu walau manusia tidak melihatnya. Ia juga meyakini bahwa sekecil apapunkemaksiatan pasti akan dibalas, jika tidak di dunia maka akan dibalas di akhirat.

6. Rajin dalam melakukan ketaatan kepada Allah

Sekecil apapun bentuk ketaatan kepada Allah tidak akan luput dari orang-orang yang bertakwa. Mereka tidak akan melewatkan setiap kesempatan untuk beribadah karena ia yakin Allah selalu melihatnya meskipun kebaikan itu bernilai kecil di mata manusia, namun ia yakin Allah akan mengganjarnya dengan kebaikan yang besar.

7. Melaksanakan setiap ibadah wajib dan menambahnya dengan ibadah yang sunnah.

Selain rajin dalam menegakkan ibadah wajib, orang-orang yang bertakwa akan menyempurnakannya dengan ibadah sunnah, karena selalu merasa kurang dengan ibadah-Nya. Mereka tidak akan mudah merasa puas dengan ibadah yang telah dilakukan.

8. Senantiasa mengagungkan Allah Subhanahu Wa Ta’ala

Orang-orang yang bertakwa akan senantiasa mengagungkan dan mencintai Allah. Apapun yang dicintainya di dunia ini dilandaskan kepada cintanya kepada Allah. Ia mencintai sesuatu karena Allah, membenci sesuatu karena Allah, memasrahkan segalanya kepada Allah dan melibatkan Allah dalam setiap urusannya. Ia yakin, Allah selalu berada di sisinya dan selama Ia mengandalkan Allah, semuanya urusannya akan dipermudah.

Selanjutnya, ciri-ciri orang yang bertakwa juga dapat kita lihat di surat Qaaf ayat 31-35:

Dan didekatkanlah syurga itu kepada orang-orang yang bertakwa pada tempat yang tiada jauh (dari mereka). Inilah yang dijanjikan kepadamu, (yaitu) kepada Setiap hamba yang selalu kembali (kepada Allah) lagi memelihara (semua peraturan-peraturan-Nya), (yaitu) orang yang takut kepada Tuhan yang Maha Pemurah sedang Dia tidak kelihatan (olehnya) dan dia datang dengan hati yang bertaubat, masukilah syurga itu dengan aman, Itulah hari kekekalan. mereka di dalamnya memperoleh apa yang mereka kehendaki; dan pada sisi Kami ada tambahannya. (Q.S Qaaf: 31-35).

9. Senantiasa memiliki rasa takut kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala

Selain di dalam surat Al-Qaaf ayat 32, di dalam surat Al-Imran ayat 134 pun menjelaskan bagaimana
“(Yaitu) orang-orang yang menafkahkan (hartanya) baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang lain.” (Qs. Ali ‘Imran: 134)

10. Bersikap adil kepada setiap orang dalam keadaan apapun

“Dan janganlah sekali-kali kebencianmu terhadap sesuatu kaum, mendorong kamu untuk berlaku tidak adil. Berlaku adillah, karena adil itu lebih dekat kepada takwa.” (Qs. al-Maaidah: 8)

11. Senantiasa melakukan kebaikan

Sesungguhnya orang-orang yang bertaqwa itu berada dalam taman-taman (syurga) dan mata air-mata air, sambil menerima segala pemberian Rabb mereka. Sesungguhnya mereka sebelum itu di dunia adalah orang-orang yang berbuat kebaikan. (Q.S Adz Dzariyaat: 15-16).

Selain itu, sifat orang-orang yang bertakwa dijelaskan juga di dalam surat Al-Imran ayat 15-17 berikut ini :

Katakanlah: “Inginkah aku kabarkan kepadamu apa yang lebih baik dari yang demikian itu?”. untuk orang-orang yang bertakwa (kepada Allah), pada sisi Tuhan mereka ada surga yang mengalir dibawahnya sungai-sungai; mereka kekal didalamnya. dan (mereka dikaruniai) isteri-isteri yang disucikan serta keridhaan Allah. dan Allah Maha melihat akan hamba-hamba-Nya. (yaitu) orang-orang yang berdoa: Ya Tuhan Kami, Sesungguhnya Kami telah beriman, Maka ampunilah segala dosa Kami dan peliharalah Kami dari siksa neraka,” (yaitu) orang-orang yang sabar, yang benar, yang tetap taat, yang menafkahkan hartanya (di jalan Allah), dan yang memohon ampun di waktu sahur. (Q.S Ali ‘Imran: 15-17).

Sifat Orang yang Bertaqwa Lainnya (12-25)

Selain sifat-sifat di atas, orang-orang yang bertakwa juga pasti memiliki sifat-sifat dibawah ini :

12.Selalu berkhusnudzan kepada Allah.
13.Tidak memiliki sifat khianat.
14.Hatinya bersih dan lapang.
15.Senang mengkaji ilmu dan memahami ilmu agama.
16.Rendah hati meskipun bergelimang harta.
17.Mencintai sesuatu karena Allah.
18.Tetap berkata-kata dan bersikap yang baik dalam keadaan marah.
19.Senantiasa bertaubat dan memohon ampun kepada Allah.
20.Senantiasa bersabar.
21.Menafkahkan hartanya dalam keadaan lapang atau sempit.
22.Dapat menahan amarahnya.
23.Senantiasa memaafkan kesalahan-kesalahan orang lain.
24.Menaati perintah Allah Subhanahu Wa Ta’ala.
25.Menjauhi larangan Allah Subhanahu Wa Ta’ala.

Demikian penjelasan dari beberapa sifat orang yang bertaqwa dan menjadi umat Allah yang paling disayangi, semoga setelah membaca ini kita akan mampu menjadi makhluk Allah yang bertaqwa. Bisa juga dengan menggunakan Cara Meningkatkan Iman dan Taqwa Kepada Allah SWT agar menjadi pribadi yang lebih baik.

Address

Jalan Pramuka No. 556 PWR. Klampok
Banjarnegara
53474

Opening Hours

Monday 09:00 - 17:00
Tuesday 09:00 - 17:00
Wednesday 09:00 - 17:00
Thursday 09:00 - 17:00
Friday 09:00 - 17:00
Saturday 09:00 - 17:00
Sunday 09:00 - 17:00

Telephone

+6282125220856

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Riyadush Sholihin posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The School

Send a message to Riyadush Sholihin:

Shortcuts

Share