Agribisnis cabai hibrida

Agribisnis cabai hibrida Media shareing ilmu dan informasi seputar Agribisnis,khususnya seputar teknik budidaya Cabai Hibrida.

Bertani Bukan Hanya Milik Pria !!Setuju yaa mitra tani 😁Ternyata sekarang kegiatan bercocok tanam tidak hanya di geluti ...
08/02/2025

Bertani Bukan Hanya Milik Pria !!

Setuju yaa mitra tani 😁
Ternyata sekarang kegiatan bercocok tanam tidak hanya di geluti oleh para kaum adam saja,buktinya banyak kaum wanita yang ikut terjun di dunia pertanian.
Ada yg sekedar membantu suami,ada yg memang ada kecintaan tersendiri di dunia pertanian.
Tetap semangat yaa mitra tani di seluruh indonesia baik yang kaum adam dan kaum hawa,luruskan niat untuk ibadah,menjadi pahlawan pangan !!

Siklus hidup uretUret ( nama lain ; lundi, ngkuk) adalah Hama pengganggu pada pertanian yang menyerang pada perakaran.Ha...
07/02/2025

Siklus hidup uret

Uret ( nama lain ; lundi, ngkuk) adalah Hama pengganggu pada pertanian yang menyerang pada perakaran.

Hama uret merupakan fase larva dari imago kumbang dari suku Scarabaeidae yang memiliki ciri larva yaitu berukuran besar, gemuk, putih, badan tembus cahaya, kepala warna coklat dan taring besar. Hama ini menyerang tanaman yang dibudidayakan baik tanaman pangan, hortikultura maupun perkebunan yang berumur muda. Hama uret hidup di dalam tanah memakan akar tanaman muda, sehingga tanaman menjadi layu dan mati.
Mitra tani bisa menekan hama ini dengan nematisida,insektisida yang berbahan aktif Karbofuran,Klorantraniliprol,dan Fipronil.

Bahan aktif tembaga sudah tidak asing lagi bagi para petani,khususnya petani cabai.Bahan aktif tembaga baik hidroksida m...
06/02/2025

Bahan aktif tembaga sudah tidak asing lagi bagi para petani,khususnya petani cabai.
Bahan aktif tembaga baik hidroksida maupun oksida sering digunakan untuk mengatasi serangan penyakit yg disebabkan oleh cendawan maupun bakteri pathogen.
Penggunaan bahan aktif tembaga ini akan lebih efektif di gunakan pada musim hujan bila di tambahkan kalsium karbonat/ca co3,karena baik bahan aktif tembaga maupun kalsium karbonat,sama-sama memiliki sifat basa,yg efeknya akan mengurangi keasaman pada permukaan daun cabai akibat guyuran air hujan.
Pengurangan keasaman pada permukaan daun tanaman cabai menjadikan sepora jamur phatogen dan bakteri sulit berkembang dan tanaman akan terhindar dari serangan penyakit.
Mitra tani di seluruh indonesia,tetap gunakan pestisida ini sesuai anjuran pada kemasan dan jangan berlebihan,supaya efek buruk pada lahan anda dan lingkungan tetap di minimalisir.
Salam sukses dan sejahtera selalu untuk semua pahlawan pangan di indonesia 🙏

Bagai mana kabar mitra tani dan para pejuang pangan di seluruh indonesia?Semoga dalam keadaan sehat dan tetap semangat u...
03/02/2025

Bagai mana kabar mitra tani dan para pejuang pangan di seluruh indonesia?
Semoga dalam keadaan sehat dan tetap semangat untuk bertani tentunya !
Adakah kendala yang sedang di hadapi dalam berbudidaya khususnya cabai?
Seperti maraknya serangan hama ulat buah atau lebih akrab sering di sebut ulat bor..tentunya sangat menguras pikiran,tenaga,dan dana tentunya.
Bisa searing disini buat para mitra tani di mana saja,tentang teknik dan pengendalian hama ulat yang satu ini,biar bisa berbagi ilmu dan berkahnya dalam berbudidaya cabai.
Salam Sukses Pahlawan Pangan !!

Tahun 2025,semangat yaa buat para petani indonesia,khususnya para petani cabai.Harga yang semakin pedas,sebanding dengan...
02/02/2025

Tahun 2025,semangat yaa buat para petani indonesia,khususnya para petani cabai.
Harga yang semakin pedas,sebanding dengan biaya dan kerja kerasnya,semoga semakin maju dan makmur para pejuang pangan di indonesia !!

Filosofi bertanam !!
16/09/2023

Filosofi bertanam !!

Salah satu penyakit yang diakibatkan oleh vektor dan umum ditemukan pada tanaman cabai adalah Penyakit Kuning. Penyakit ...
26/03/2022

Salah satu penyakit yang diakibatkan oleh vektor dan umum ditemukan pada tanaman cabai adalah Penyakit Kuning. Penyakit yang virusnya ditularkan oleh Kutu Kebul Tembakau ini menyerang bagian tanaman, khususnya pada daun yang menyebabkan corak kekuningan hingga seluruh permukaan daun berubah warna menjadi kuning, pada bunga yang kerap kali menyebabkan gagal berkembang dan menjadi buah, serta pada buah yang menyebabkan ukuran menjadi lebih kecil dan kerap kali mengalami malformasi.

dan bisa melakukan pencegahan dengan pemilihan varietas resisten, pengecekan riwayat tanam dan serangan hama, dan pembersihan gulma. Sedangkan pada tanaman yang sudah terinfeksi, bisa dilakukan pencabutan dan pemusnahan tanaman. Gunakan juga perangkap atau insektisida untuk menekan populasi serangga vektor.

Tetap semangat untuk terus berkarya !.

Sedulur tani di mana saja 🙏Sudah memasuki awal musim hujan..dan sudah mulai menanam lagi tentunya♻️waspada yaa,,dengan h...
29/09/2021

Sedulur tani di mana saja 🙏
Sudah memasuki awal musim hujan..dan sudah mulai menanam lagi tentunya♻️waspada yaa,,dengan hama yang satu ini.
Siap dan selalu semangat berjuang,sebagai Pahlawan Pangan 💪

Walaupun harga cabai sekarang tak sepedas rasanya,,namaun sebagai Petani/produsen cabai harus tetap semangat !!Tugas kit...
04/05/2021

Walaupun harga cabai sekarang tak sepedas rasanya,,namaun sebagai Petani/produsen cabai harus tetap semangat !!
Tugas kita sebagai pejuang pangan adalah bertanam dan terus berkarya demi negeri sesuai tugas kita,masalah rezeki biar Allah yg menentukan,karena harga cabai itu selalu fluktuatif dan tidak bisa di prediksi.
Cek harga cabai sesuai daerah masing-masing di kolom komentar ,,!
Tetap semangat untuk selalu berkarya !!

Perbedaan Cabai Lokal dengan Cabai Hibrida.Produsen bibit cabai sekarang mulai di banjiri berbagai kompetitor dari yg lo...
31/10/2020

Perbedaan Cabai Lokal dengan Cabai Hibrida.

Produsen bibit cabai sekarang mulai di banjiri berbagai kompetitor dari yg lokal dan hibrida,yg makin membuat bingung para petani untuk memilih mutu benih?
Universitas Padjadjaran juga telah mengembangkan varietas cabai nonhibrida yang memiliki kualitas bagus dengan harga terjangkau. Dimotori oleh Prof. Ridwan Setiamihardja, Guru Besar Fakultas Pertanian Unpad, pihaknya melakukan penilitian pengembangan terhadap varietas cabai sejak tahun 1989. Sejak tahun 2008 penelitian tersebut dilanjutkan oleh Dr. Ir. Neni Rostini, M.S., dosen Departemen Pemuliaan Tanaman Faperta Unpad.

Penelitian ini berupa pengembangan jenis cabai hasil tinggi dan berkualitas bernama cabai Unpad. Cabai Unpad memiliki 4 varietas yang telah dihasilkan, yaitu: Unpad CB1, Unpad CB2, Unpad CK3, dan Unpad CK5.
Dari segi karakteristik, Unpad CB1 merupakan tipe cabai besar, Unpad CB2 merupakan tipe cabai semi keriting. Dua varietas lainnya, Unpad CK3 merupakan tipe cabai keriting dengan ukuran yang pendek, dan Unpad CK5 merupakan tipe cabai keriting dengan panjang sekitar 20 – 25 cm.

Menurut Dr. Neni, cabai Unpad merupakan varietas cabai hasil persilangan dari beberapa cabai yang berasal dari Amerika dan lokal. Cabai Unpad merupakan gabungan dari cabai besar, cabai rawit, dan cabai keriting. Perbedaan antara cabai non hibrida dengan cabai hibrida ialah jika cabai hibrida memiliki karakter yang seragam, sedangkan cabai non hibrida ada variasi sekitar 5%. Sementara, harga benih hibrida 6 kali lebih mahal daripada benih nonhibrida.
Varietas Unpad CK5 memiliki gen ketahanan terhadap penyakit Anthraknos yang disebabkan jamur Colletitrichum dengan penampilan paling tahan dibandingkan varietas lainnya. Hal ini didasarkan pada penelitian mahasiswa bimbingannya yang melakukan analisis DNA SSR terhadap varietas Unpad CK5 beberapa tahun ke belakang.

“Secara genetik di lab sudah dianalisis ketahanannya, tapi pola mutasi jamur di lapangan sangat cepat. Berbeda dengan pola mutasi gen (atau rekombinasi gen) pada tanaman,” terangnya.
Jamur Colletritichum muncul karena pengaruh kelembapan udara akibat musim hujan yang berturut-turut. Menurut Dr. Neni, sampai saat ini belum ada varietas cabai yang benar-benar tahan dengan serangan jamur tersebut. Hal inilah yang menyebabkan meroketnya harga cabai di Indonesia pada tahun 2010 karena produksi cabai terus menurun.

Untuk itu, pihaknya terus berupaya mengembangkan varietas cabai Unpad yang betul-betul tahan terhadap jamur tersebut. Hingga saat ini, penelitian tentang cabai Unpad sudah menghasilkan lulusan Sarjana hingga Doktor. Pada akhirnya penelitian diharapkan dapat diaplikasikan langsung kepada masyarakat.
Izin Peredaran Benih
Cabai Unpad bukan sebatas penelitian yang berhasil di laboratorium saja. Keempat varietas cabai Unpad telah dilegalisasi berdasarkan SK Menteri Pertanian RI No. 031-034/Kpts/SR.120/D.2.7/3/2015. Menurut Dr. Neni, legalisasi ini penting agar cabai Unpad dapat dipasarkan ke masyarakat.

Dosen yang juga menjadi komisi di Tim Penilai dan Pendaftaran Varietas Hortikultura dan Pusat Perlindungan Varietas Tanaman dan Perizinan Pertanian Kementan ini mengatakan, berdasarkan aturan Pemerintah jika suatu benih varietas tanaman ingin bisa dipasarkan, terlebih dahulu harus didaftarkan di TP2VH melalui kantor PVTPP Kementan. Legalisasi didapat apabila sudah keluar Surat Keputusan dari Pemerintah.
Setelah mendapatkan legalisasi, benih cabai Unpad siap dipasarkan. Dr. Neni pun menggandeng CV Agro Inti Raharja untuk pengembangan perbanyakan dan pemasaran benih. Penandatanganan Piagam Kerja Sama (PKS) dengan perusahaan yang terbilang baru ini sudah dilakukan pada awal April lalu.
Melalui kerja sama tersebut, CV Agro telah melakukan uji coba penanaman benih cabai Unpad di beberapa tempat, salah satunya di wilayang Lampung. Benih juga akan diujicobakan di lahan rawa. Hal ini didasarkan pada hasil penelitian pendahuluan yang dilakukan CV Agro bahwa benih cabai Unpad terbukti cukup bagus ditanam di lahan pasang surut.
Sementara Dr. Neni sendiri telah mengembangkan penelitian di beberapa lokasi, diantaranya: lahan penelitian di Ciparanje, juga lahan petani di Cibugel Sumedang, dan Sukamantri Ciamis. Cabai Unpad ini juga akan diperkuat melalui kerja sama dengan kelompok Petani Penangkar Benih.

Tujuannya hanya satu, para petani dapat terbantu dengan adanya benih cabai yang berkualitas namun dengan harga yang murah.

“Ketersediaan benih cabai akan membantu ketersediaan cabai dan pada akhirnya akan membantu ketahanan pangan di Indonesia,”

Cara Mengatasi Hama Thrips pada Tanaman CabaiPada budidaya tanaman cabai, penyakit keriting dan bulai merupakan salah sa...
06/11/2019

Cara Mengatasi Hama Thrips pada Tanaman Cabai

Pada budidaya tanaman cabai, penyakit keriting dan bulai merupakan salah satu penyakit yang sudah sangat dikenal petani. Penyakit ini bisa disebut sebagai endemik musim kemarau bagi tanaman cabai.

Penyakit keriting dapat menimbulkan kerugian besar bagi petani cabai karena dampak kerusakan tanaman yang dihasilkan memang cukup parah. Pucuk tanaman cabai akan berhenti tumbuh dan daun menggulung keriting. Dan tahukah anda apa penyebab daun keriting pada tanaman cabai? Meski penyebabnya bisa beragam namun rata-rata adalah karena serangan hama thrips dan aphids.
Pada tanaman cabai hama thrips lebih dominan daripada aphids. Meski telah bermunculan berbagai macam pestisida khusus thrips namun akibat minimnya pengetahuan petani tentang cara mengatasi hama thrips pada tanaman cabai menyebabkan proses penanganan hama thrips masih belum maksimal.
Hama Thrips (Thrips sp) atau nama latinnya Thrips Tabaci merupakan hama tanaman dari golongan serangga. Ia masuk dalam keluarga kutu daun yang mana memiliki kebiasaan menghisap cairan tanaman melalui bagian daunnya yang masih muda.

Meski ukurannya sangat kecil, namun dampak yang bisa ia timbulkan sangatlah besar. Thrips menghisap cairan tanaman sehingga terjdi ketidak seimbangan sel dan hormon tanaman yang menyebabkan pertumbuhan tanaman abnormal (daun keriting).
Mengatasi Seragan Hama Thrips dengan Bawang Putih
Bawang putih selain bermanfaat untuk manusia ternyata juga bermanfaat untuk tanaan yaitu sebagai pestisida alamai berspektrus luas. Sifatnya bisa sebagai fungisida, bakterisida dan insektisida sekaligus. Cara kerjanya ialah dengan mengusir hama melalui baunya yang menyengat serta mengurangi nafsu makan thrips
Caranya ialah dengan memblender 1 kg bawang putih dengan 1 liter air lalu hasilnya digunakan dengan dosis 100 ml per tangki 14-16 liter. Interval 3-4 hari sekali di musim kemarau.
Mengatasi Hama Thrips dengan Agen Hayati
Agen hayati yang dimaksud adalah jamur Beauveria Bassiana. Jamur ini merupakan jamur antagonis dan parasit bagi hampir sebagian jenis serangga termasuk serangga thrips pada tanaman cabai. Caranya ialah dengan menyemprotkan starter jamur beauveria bassiana pada tanaman cabai di sore hari. Maka hama thrips akan terinfeksi dan mati. Jamur ini hanya berefek pada serangga dan aman bagi makhluk hidup lain.
Cara Mengatasi Hama Thrips dengan Pestisida Kimia

Pestisida kimia terkenal lebih cepat dan ampuh dalam mengatasi hama. Namun sebaiknya digunakan jika serangn hama thrips telah melebihi ambang batas wajar.
Menggunaan Insektisida Sistemik
Insektisida sistemik bekerja dari dalam jaringan tanaman dan meracuni serangga yang menghisap cairan tanaman. Insektisida ini efektif untuk membasmi thrips. Interval penggunaanya adalah 7-10 hari sekali. Bahan aktif yang dipakai adalah imadikoplorid. Contoh insektisida sistemik adalah besvidor, interprid, dan confidor. Sebaiknya diaplikasikan pada sore hari.
Menggunakan Insektisida Translaminar
Maksud translaminar ialah bekerja dengan menembus permukaan dan mencapai permukaan balik daun. Insektisida ini bisa mengenai thrips dan aphids yang sembunyi dibalik daun sekalipun. Bahan aktif insektisida translaminar adalah metomil. Salah satu merk terkenalnya yaitu Dupont Lannate. Bisa diaplikasikan pagi atau sore hari.

Baik dengan cara alami atau kimia sama-sama memiliki keunggulan dan kekurangan. Dengan menganalisa tingkat serangan thrips maka anda bisa menentukan akan memakai cara yang mana.

Mengatasi Virus Kuning Pada Tanaman Cabai.Pengendalian kutu kebul :1. menggunakan bahan aktif neonikotinoid seperti :imi...
05/07/2019

Mengatasi Virus Kuning Pada Tanaman Cabai.

Pengendalian kutu kebul :
1. menggunakan bahan aktif neonikotinoid seperti :
imidakloprid/ tiametoksam, diafenthiuron, organofosfat
seperti asefat / dimetoat, piretroid seperti : amitraz /
sipermetrin /Buprofezin, insektisida jenis baru seperti movento,

2. lakukan treatment persemaian, 3 hari sebelum pindah
tanam semaian dengan actara
3. semprot dilahan mulai usia 7 hst.
Pemasangan Perangkat kuning Metilat Lem,untuk mengurang populasi Kutu kebul,sebagai vektor virus kuning/gemini virus.

Address

Purwanegara
Banjarnegara
53472

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Agribisnis cabai hibrida posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Shortcuts

Share

Category