rumah_kubah_ats_tsaqofi

rumah_kubah_ats_tsaqofi Contact information, map and directions, contact form, opening hours, services, ratings, photos, videos and announcements from rumah_kubah_ats_tsaqofi, Education, merden rt 2 rw 3 purwanegara banjarnegara, Banjarnegara.

Tsabit Maulana Ats Tsaqofi Pulang untuk Takziah MbahMerden, 22 Mei 2026 — Suasana duka menyelimuti keluarga besar Agus T...
25/05/2026

Tsabit Maulana Ats Tsaqofi Pulang untuk Takziah Mbah

Merden, 22 Mei 2026 — Suasana duka menyelimuti keluarga besar Agus Triawan setelah wafatnya sang mbah putri tercinta, mbah Kusniyah, pada Kamis, malam jumat, 21 Mei 2026. Kepergian beliau menjadi duka mendalam bagi keluarga, kerabat, dan masyarakat sekitar yang mengenal sosoknya sebagai pribadi yang baik dan sederhana.

Kabar wafatnya mbah Kusniyah juga sampai kepada cucunya, Tsabit Maulana Ats Tsaqofi, yang saat ini sedang menempuh pendidikan dan mondok di Jogjakarta. Mendengar kabar tersebut, Tsabit segera p**ang pada hari Jumat untuk ikut takziah dan mendoakan mbahnya tercinta.

Perjalanan p**ang ditempuh Tsabit dengan penuh semangat dan haru. Ia berangkat dari Jogjakarta menggunakan kereta api dan turun di Stasiun Gombong. Dari Gombong, perjalanan dilanjutkan dengan naik ojek Grab menuju Merden untuk berkumpul bersama keluarga dan mengikuti rangkaian takziah.

Kehadiran Tsabit menjadi penghibur tersendiri bagi keluarga. Meski masih muda dan sedang fokus belajar di pesantren, ia tetap menunjukkan bakti dan cinta kepada keluarga besarnya.

Setelah beberapa hari bersama keluarga, Tsabit kembali melanjutkan perjuangannya dalam menuntut ilmu. Pada hari Ahad siang, ia kembali berangkat ke Jogjakarta menggunakan kereta api.

Semoga Tsabit Maulana Ats Tsaqofi senantiasa diberi kesehatan, kekuatan, dan kemudahan dalam belajar serta menghafal Al-Qur’an. Semoga menjadi anak sholeh yang membanggakan agama, keluarga, dan umat.

Doa ayah senantiasa menyertai setiap langkah perjuanganmu.

18/05/2026

Ikhtiar Agar Anak Mau Mengaji

Agus T, bapak Tsabit dan adik2nya

Mengaji adalah salah satu bekal terbaik yang dapat diberikan orang tua kepada anak. Dengan mengaji, anak belajar membaca Al-Qur’an, mengenal agama, memahami akhlak, dan mendekat kepada Allah سبحانه وتعالى. Namun dalam kenyataannya, tidak semua anak langsung semangat mengaji. Ada yang malas, mudah bosan, bahkan lebih tertarik bermain gadget daripada belajar Al-Qur’an.

Karena itu, orang tua perlu memiliki cara yang bijak dan penuh kasih sayang agar anak tumbuh cinta kepada kegiatan mengaji.

1. Orang Tua Harus Menjadi Contoh

Anak adalah peniru ulung. Ketika orang tua rajin membaca Al-Qur’an di rumah, anak akan melihat bahwa mengaji adalah sesuatu yang penting dan menyenangkan.

Jangan hanya menyuruh:

“Nak, sana mengaji!”

Tetapi tunjukkan juga kebiasaan membaca Al-Qur’an, mendengarkan murattal, atau menghadiri majelis ilmu. Suasana rumah yang dekat dengan Al-Qur’an akan mempengaruhi hati anak.

Rosulullah ﷺ bersabda:
“Sebaik-baik kalian adalah yang belajar Al-Qur’an dan mengajarkannya.”
(HR. Bukhari)

2. Jangan Kasar dan Memaksa

Sebagian anak justru semakin tidak s**a mengaji karena sering dimarahi saat belajar. Padahal belajar Al-Qur’an membutuhkan ketenangan dan kesabaran.

Jika anak belum lancar, jangan dicela. Jika salah membaca, jangan dibentak. Berikan semangat dan pujian kecil agar anak merasa dihargai.

Anak yang hatinya senang akan lebih mudah menerima pelajaran.

3. Ciptakan Suasana Mengaji yang Menyenangkan

Mengaji tidak harus selalu tegang. Sesekali bisa diselingi:

Kisah nabi

Tebak huruf hijaiyah

Muraja’ah bersama

Mendengarkan murattal

Memberi hadiah sederhana

Anak-anak sangat menyukai suasana yang hangat dan menggembirakan.

4. Batasi Gadget dan Tayangan yang Tidak Bermanfaat

Sering kali anak malas mengaji bukan karena tidak mampu, tetapi karena sudah terlalu nyaman dengan permainan dan tontonan.

Orang tua perlu bijak mengatur waktu gadget. Jangan sampai anak bermain HP berjam-jam tetapi hanya mengaji beberapa menit.

Isi rumah dengan hal-hal positif:

Murattal Al-Qur’an

Video edukasi islami

Cerita para nabi

Lagu anak islami

17/05/2026

Hidup adalah perjuangan dan pergerakan

Sembako area Kalimendong Danaraja
16/05/2026

Sembako area Kalimendong Danaraja

EKONOMI RUMAH TANGGA ISLAMI: KUNCI SUKSES DUNIA DAN AKHIRATOleh: Agus Triawan, S.Pd.IPendahuluanRumah tangga yang bahagi...
05/05/2026

EKONOMI RUMAH TANGGA ISLAMI: KUNCI SUKSES DUNIA DAN AKHIRAT

Oleh: Agus Triawan, S.Pd.I

Pendahuluan

Rumah tangga yang bahagia tidak hanya diukur dari banyaknya harta, tetapi dari keberkahan yang menyertainya. Dalam Islam, ekonomi rumah tangga bukan sekadar soal pemas**an dan pengeluaran, melainkan bagian dari ibadah kepada Allah ﷻ. Ketika dikelola dengan prinsip-prinsip syariat, ekonomi keluarga akan menjadi jalan menuju kebahagiaan dunia sekaligus keselamatan di akhirat.

Hakikat Rezeki dalam Islam

Rezeki adalah ketetapan Allah ﷻ yang diberikan kepada setiap hamba-Nya. Namun, Islam mengajarkan bahwa yang terpenting bukan hanya banyaknya rezeki, tetapi keberkahannya.

Allah ﷻ berfirman:
وَمَا مِن دَابَّةٍ فِي الْأَرْضِ إِلَّا عَلَى اللَّهِ رِزْقُهَا
“Dan tidak ada satu makhluk melata pun di bumi melainkan Allah yang menjamin rezekinya.” (QS. Hud: 6)

Ayat ini mengajarkan bahwa setiap keluarga harus memiliki keyakinan kuat (tawakal) bahwa Allah adalah pemberi rezeki. Namun, tawakal tidak berarti tanpa usaha, melainkan diiringi dengan ikhtiar yang maksimal.

Prinsip-Prinsip Ekonomi Rumah Tangga Islami

1. Mencari Nafkah yang Halal

Dalam Islam, sumber penghasilan harus jelas kehalalannya. Harta yang haram akan menghilangkan keberkahan, bahkan menjadi sebab tertolaknya doa.

Rasulullah ﷺ bersabda:
إِنَّ اللَّهَ طَيِّبٌ لَا يَقْبَلُ إِلَّا طَيِّبًا
“Sesungguhnya Allah itu baik dan tidak menerima kecuali yang baik (halal).” (HR. Muslim)

2. Hidup Sederhana dan Tidak Berlebihan

Islam melarang sikap boros dan berlebihan dalam membelanjakan harta.

Allah ﷻ berfirman:
وَلَا تُسْرِفُوا إِنَّهُ لَا يُحِبُّ الْمُسْرِفِينَ
“Dan janganlah kamu berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan.” (QS. Al-A’raf: 31)

Gaya hidup sederhana adalah kunci ketenangan dalam rumah tangga.

3. Mengatur Keuangan dengan Bijak

Mengelola keuangan rumah tangga adalah amanah. Perlu adanya perencanaan antara kebutuhan, tabungan, dan sedekah.

Prinsipnya:
Dahulukan kebutuhan pokok
Sisihkan untuk tabungan
Jangan lupakan sedekah

4. Gemar Bersedekah dan Berzakat
Sedekah bukan mengurangi harta, justru menambah keberkahan.

Bismillah....
Merden,Purwanegara

Wanita Dinikahi Karena Cantiknya?Dalam kehidupan masyarakat, sering kita mendengar ungkapan: “yang penting cantik”. Seak...
04/05/2026

Wanita Dinikahi Karena Cantiknya?

Dalam kehidupan masyarakat, sering kita mendengar ungkapan: “yang penting cantik”. Seakan-akan kecantikan menjadi ukuran utama dalam memilih pasangan hidup. Namun, benarkah Islam mengajarkan demikian?

Rasulullah ﷺ telah memberikan panduan yang sangat jelas dalam sebuah hadits yang masyhur:

Teks Hadits:

> تُنْكَحُ الْمَرْأَةُ لِأَرْبَعٍ:
لِمَالِهَا، وَلِحَسَبِهَا، وَلِجَمَالِهَا، وَلِدِينِهَا،
فَاظْفَرْ بِذَاتِ الدِّينِ تَرِبَتْ يَدَاكَ

Artinya: “Wanita dinikahi karena empat perkara: karena hartanya, karena keturunannya, karena kecantikannya, dan karena agamanya. Maka pilihlah yang memiliki agama, niscaya engkau akan beruntung.”
(HR. Bukhari dan Muslim)

Memahami Maksud Hadits

Hadits ini bukan sekadar menyebutkan kriteria, tetapi menjelaskan realita manusia dalam memilih pasangan. Ada yang tertarik karena harta, ada yang bangga dengan nasab, ada yang terpikat oleh kecantikan, dan ada p**a yang mengutamakan agama.

Namun di akhir hadits, Rasulullah ﷺ memberikan arahan tegas:

➡️ “Pilihlah yang beragama”

Inilah inti pesan hadits tersebut.

Apakah Kecantikan Tidak Penting?

Islam tidak menolak kecantikan. Bahkan, ketertarikan secara fisik adalah sesuatu yang fitrah. Namun, menjadikan kecantikan sebagai prioritas utama adalah kekeliruan.

Mengapa?

Kecantikan bersifat sementara

Bisa berubah karena usia, sakit, atau keadaan

Tidak menjamin kebahagiaan rumah tangga

Berapa banyak rumah tangga yang tampak “sempurna” dari luar, tetapi penuh konflik di dalamnya?

Agama: Fondasi Kebahagiaan

Wanita yang baik agamanya akan:

Menjaga kehormatan dirinya

Taat kepada Allah dan suaminya dalam kebaikan

Mendidik anak-anak dengan nilai Islam

Menjadi penyejuk hati dalam rumah tangga

Sebagaimana firman Allah:

> وَمِنْ آيَاتِهِ أَنْ خَلَقَ لَكُمْ مِنْ أَنْفُسِكُمْ أَزْوَاجًا لِتَسْكُنُوا إِلَيْهَا

“Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya, Dia menciptakan pasangan untukmu agar kamu merasa tenang kepadanya...”
(QS. Ar-Rum: 21)

Ketenangan (sakinah) tidak dibangun oleh wajah semata, tetapi oleh iman dan akhlak.

Oleh: Agus Triawan Merden, penyuluh agama Islam kecamatan Purwanegara Banjarnegara

Silaturahmi dan persiapan pengajian di dapur pondok Pesantren Daarul Falaah Merden
28/04/2026

Silaturahmi dan persiapan pengajian di dapur pondok Pesantren Daarul Falaah Merden

Anak Hebat Dimulai dari Orang Tua yang SholehOleh: Agus Triawan, S.Pd.IPenyuluh agama kua Purwanegara Banjarnegara Setia...
27/04/2026

Anak Hebat Dimulai dari Orang Tua yang Sholeh

Oleh: Agus Triawan, S.Pd.I

Penyuluh agama kua Purwanegara Banjarnegara

Setiap orang tua tentu menginginkan anak yang hebat: cerdas, berakhlak mulia, sukses dunia dan akhirat. Namun, sering kali orang tua lupa bahwa kunci utama membentuk anak hebat bukan hanya pada pendidikan anak, tetapi dimulai dari kualitas diri orang tuanya.

Dalam Islam, orang tua adalah “madrasah pertama” bagi anak. Jika orang tua sholeh, maka insyaAllah anak akan mengikuti jejak kebaikan tersebut.

1. Keteladanan Orang Tua adalah Pendidikan Utama

Anak adalah peniru ulung. Apa yang dilihat dari orang tuanya akan lebih membekas daripada apa yang didengar.

Allah Ta’ala berfirman:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لِمَ تَقُولُونَ مَا لَا تَفْعَلُونَ
كَبُرَ مَقْتًا عِندَ اللَّهِ أَن تَقُولُوا مَا لَا تَفْعَلُونَ

“Wahai orang-orang yang beriman! Mengapa kamu mengatakan sesuatu yang tidak kamu kerjakan? Sangat besar kebencian di sisi Allah bahwa kamu mengatakan apa yang tidak kamu kerjakan.”
(QS. Ash-Shaff: 2-3)

➡️ Artinya: Orang tua harus memberi contoh, bukan hanya perintah.

2. Doa Orang Tua Sangat Menentukan Masa Depan Anak

Orang tua yang sholeh tidak hanya mendidik, tetapi juga selalu mendoakan anaknya.

Allah mengabadikan doa orang tua dalam Al-Qur’an:

رَبِّ اجْعَلْنِي مُقِيمَ الصَّلَاةِ وَمِن ذُرِّيَّتِي ۚ رَبَّنَا وَتَقَبَّلْ دُعَاءِ

“Ya Tuhanku, jadikanlah aku orang yang mendirikan shalat, dan (demikian p**a) anak cucuku. Ya Tuhan kami, perkenankanlah doaku.”
(QS. Ibrahim: 40)

➡️ Anak hebat lahir dari doa yang terus dipanjatkan.

3. Pendidikan Tauhid Sejak Dini

Orang tua sholeh akan menanamkan tauhid sejak awal, sebagaimana nasihat Luqman kepada anaknya:

يَا بُنَيَّ لَا تُشْرِكْ بِاللَّهِ ۖ إِنَّ الشِّرْكَ لَظُلْمٌ عَظِيمٌ

“Wahai anakku! Janganlah engkau mempersekutukan Allah, sesungguhnya syirik adalah kezaliman yang besar.”
(QS. Luqman: 13)

➡️ Pondasi anak hebat adalah aqidah yang lurus.

4. Membiasakan Ibadah Sejak Kecil

Orang tua sholeh akan melatih anaknya dalam ibadah, terutama shalat.

Kiat Membentuk Majelis Taklim bagi Penyuluh AgamaOleh: Agus Triawan, S.Pd.IMajelis taklim merupakan sarana strategis dal...
21/04/2026

Kiat Membentuk Majelis Taklim bagi Penyuluh Agama
Oleh: Agus Triawan, S.Pd.I

Majelis taklim merupakan sarana strategis dalam membina umat, meningkatkan pemahaman agama, serta mempererat ukhuwah Islamiyah. Bagi seorang penyuluh agama, membentuk majelis taklim bukan sekadar program kerja, tetapi juga ladang dakwah yang penuh keberkahan. Agar majelis taklim dapat berjalan efektif dan berkelanjutan, diperlukan kiat-kiat yang tepat dalam merintis dan mengelolanya.

1. Niat Ikhlas dan Visi Dakwah yang Jelas

Langkah awal adalah meluruskan niat semata-mata karena Allah SWT. Majelis taklim bukan untuk pop**aritas, tetapi untuk membimbing umat menuju kebaikan. Tentukan visi yang jelas, misalnya: mencetak jamaah yang paham agama, berakhlak mulia, dan aktif dalam kegiatan sosial keagamaan.

2. Memetakan Kebutuhan Masyarakat

Seorang penyuluh harus memahami kondisi dan kebutuhan masyarakat setempat. Apakah mereka membutuhkan pengajian dasar, fiqih ibadah, akhlak, atau kajian keluarga? Dengan memahami kebutuhan ini, materi yang disampaikan akan lebih tepat sasaran dan diminati.

3. Menentukan Segmentasi Jamaah

Majelis taklim bisa dibentuk berdasarkan segmentasi, seperti:

Ibu-ibu (muslimah)

Bapak-bapak

Remaja

Anak-anak

Segmentasi ini penting agar pendekatan materi dan metode penyampaian lebih efektif.

4. Memulai dari Skala Kecil

Tidak perlu menunggu banyak peserta. Mulailah dari beberapa orang yang siap dan istiqomah. Rasulullah ﷺ pun memulai dakwah dari lingkaran kecil, kemudian berkembang luas.

5. Menentukan Waktu dan Tempat yang Tepat

Pilih waktu yang tidak mengganggu aktivitas utama jamaah, misalnya:

Ba’da Maghrib

Ba’da Subuh

Hari libur

Tempat bisa dimulai dari rumah warga, mushola, atau masjid. Yang penting nyaman dan mudah dijangkau.

6. Menyusun Materi yang Sistematis

Materi harus disusun secara bertahap dan berkesinambungan, misalnya:

Aqidah dasar

Fiqih ibadah

Akhlak

Al-Qur’an dan tafsir sederhana

Sertakan dalil dari Al-Qur’an dan hadits agar jamaah semakin yakin dan mantap dalam beragama.

7. Menggunakan Metode yang Menarik

Hindari metode ceramah yang monoton. Variasikan dengan:

Tanya jawab

Diskusi ringan

Studi kasus kehidupan sehari-hari

Pentingnya Menuntut IlmuPenulis: Agus Triawan, S.Pd.IMenuntut ilmu merupakan kewajiban yang tidak bisa ditawar bagi seti...
18/04/2026

Pentingnya Menuntut Ilmu

Penulis: Agus Triawan, S.Pd.I

Menuntut ilmu merupakan kewajiban yang tidak bisa ditawar bagi setiap muslim. Ilmu menjadi cahaya kehidupan, yang membimbing manusia dari kegelapan menuju terang, dari kebodohan menuju pemahaman, serta dari kesesatan menuju kebenaran. Tanpa ilmu, seseorang akan mudah tersesat dalam menjalani kehidupan, baik dalam urusan dunia maupun akhirat.

Dalam Islam, kedudukan ilmu sangatlah tinggi. Allah ﷻ mengangkat derajat orang-orang yang berilmu dibandingkan yang tidak berilmu. Hal ini menunjukkan bahwa ilmu bukan sekadar pelengkap hidup, tetapi merupakan kebutuhan utama.

Allah ﷻ berfirman dalam Al-Qur’an:

> يَرْفَعِ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا مِنكُمْ وَالَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ دَرَجَاتٍ
“Allah akan mengangkat derajat orang-orang yang beriman di antara kamu dan orang-orang yang diberi ilmu beberapa derajat.”
(QS. Al-Mujadilah: 11)

Ayat ini menegaskan bahwa ilmu memiliki peran besar dalam meninggikan derajat seseorang, baik di dunia maupun di akhirat. Orang yang berilmu tidak hanya mulia di hadapan manusia, tetapi juga di sisi Allah ﷻ.

Selain itu, menuntut ilmu juga merupakan perintah langsung dari Allah ﷻ. Bahkan wahyu pertama yang turun kepada Nabi Muhammad ﷺ adalah perintah untuk membaca, yang merupakan pintu utama ilmu:

> اقْرَأْ بِاسْمِ رَبِّكَ الَّذِي خَلَقَ
“Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang menciptakan.”
(QS. Al-‘Alaq: 1)

Perintah ini menunjukkan bahwa Islam sangat menekankan pentingnya literasi, pembelajaran, dan pengembangan ilmu pengetahuan.

Dalam hadits, Rasulullah ﷺ juga menegaskan kewajiban menuntut ilmu:

> طَلَبُ الْعِلْمِ فَرِيضَةٌ عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ
“Menuntut ilmu itu wajib bagi setiap muslim.”
(HR. Ibnu Majah)

Hadits ini memberikan penegasan bahwa tidak ada alasan bagi seorang muslim untuk meninggalkan belajar. Kewajiban ini berlaku bagi laki-laki maupun perempuan, tua maupun muda.

Lebih dari itu, menuntut ilmu juga merupakan jalan menuju surga. Rasulullah ﷺ bersabda:

> مَنْ سَلَكَ طَرِيقًا يَلْتَمِسُ فِيهِ عِلْمًا سَهَّلَ اللَّهُ لَهُ بِهِ طَرِيقًا إِلَى الْجَنَّةِ
“Barangsiapa menempuh jalan untuk mencari ilmu, maka Allah akan memudahkan baginya jalan menuju surga

*Belajar Doa Memohon Terpenuhinya Rahmat MT Aisyiyah Rawawungu*Purwanegara, Jumat 17 April 2026 — Majelis Taklim (MT) Ai...
17/04/2026

*Belajar Doa Memohon Terpenuhinya Rahmat MT Aisyiyah Rawawungu*

Purwanegara, Jumat 17 April 2026 — Majelis Taklim (MT) Aisyiyah Rawawungu kembali menggelar kegiatan keagamaan yang penuh hikmah di Gedung Aisyiyah Rawawungu, Desa Merden, Kecamatan Purwanegara. Kegiatan ini diikuti oleh para jamaah dengan penuh semangat dalam rangka memperdalam pemahaman tentang doa-doa penting dalam kehidupan seorang muslim.

Pada kesempatan tersebut, hadir sebagai pemateri Agus Triawan, S.Pd.I, yang menyampaikan materi tentang doa memohon terpenuhinya rahmat Allah, kepastian ampunan, keselamatan dari segala dosa, memperoleh segala kebaikan, keberuntungan meraih surga, serta keselamatan dari siksa neraka.

Dalam penyampaiannya, beliau menegaskan bahwa doa adalah bentuk penghambaan sekaligus kebutuhan utama setiap insan. Dengan doa, seorang hamba menunjukkan kelemahan dirinya dan menggantungkan seluruh harapan hanya kepada Allah SWT.

Adapun doa yang diajarkan dalam majelis tersebut adalah sebagai berikut:

اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ رَحْمَتَكَ، وَعَزَائِمَ مَغْفِرَتِكَ، وَالسَّلَامَةَ مِنْ كُلِّ إِثْمٍ، وَالْغَنِيمَةَ مِنْ كُلِّ بِرٍّ، وَالْفَوْزَ بِالْجَنَّةِ، وَالنَّجَاةَ مِنَ النَّارِ

Artinya:
“Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu rahmat-Mu, tekad (kepastian) ampunan-Mu, keselamatan dari setiap dosa, memperoleh setiap kebaikan, keberuntungan meraih surga, dan keselamatan dari api neraka.”

Agus Triawan juga mengajak para jamaah untuk tidak sekadar menghafal doa, tetapi memahami maknanya dan mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari. Menurutnya, doa yang dipanjatkan dengan penuh keyakinan dan keikhlasan akan menjadi sebab turunnya rahmat dan keberkahan dari Allah SWT.

Para jamaah terlihat antusias mengikuti kegiatan ini. Mereka dengan khusyuk membaca dan mengulang doa yang diajarkan, serta berharap dapat mengamalkannya secara rutin dalam kehidupan sehari-hari.

Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen MT Aisyiyah Rawawungu dalam membina umat, khususnya kaum ibu, agar semakin dekat dengan Allah SWT melalui pemahaman agama yang benar dan amalan yang istiqamah. Diharapkan, melalui majelis seperti ini, lahir pribadi-pribadi muslimah yang kuat iman, luas ilmu, dan mul

Address

Merden Rt 2 Rw 3 Purwanegara Banjarnegara
Banjarnegara
53472

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when rumah_kubah_ats_tsaqofi posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Shortcuts

Share

Category